TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 328.5 - Sang Penakluk


__ADS_3

...[Chapter ini adalah sebuah Teaser untuk Buku Baru Saya yang mungkin rilis 2 atau 3 bulan kedepan]...


...[Boleh dibaca atau tidak, tapi ceritanya akan menyatu dengan dunia TDM karena memang cerita yang sama]...


...[Dengan kata lain, cerita ini akan mempengaruhi cerita TDM]...


...[Selamat menikmati]...


...Indonesia...


...Semarang...


...Beberapa bulan setelah dirilisnya Re:Life....


Ibukota Jawa Tengah adalah sebuah kota paling sibuk ketiga yang ada di Indonesia. Hal yang wajar mengingat pusat pemerintahan salah satu provinsi yang kini menjadi yang paling makmur berada di Kota ini.


Tak hanya itu, Perkembangan teknologi dan industri di tempat ini sungguh begitu pesat hingga mampu menyaingi kota-kota besar dunia.


Termasuk juga industri hiburan yaitu E-Sport.


"Akhirnya! Babak final untuk pertandingan Age of War : Medieval telah tiba!" Teriak sang pembawa acara diiringi dengan sorakan yang begitu meriah dari para penonton.


Sorotan lampu warna-warni turut membuat keadaan semakin meriah.


"Dari sisi Timur, kita sambut tim terbaik.... Beri tepuk tangan yang meriah untuk Celtics!" Teriak sang pembawa acara.


Akan tetapi, tepuk tangan yang terjadi cukup pelan. Sama sekali tak bisa disebut meriah.


Sang pembawa acara mengalihkannya dengan mengeluarkan berbagai macam fakta-fakta mengenai tim mereka. Tentu saja semua itu hanya promosi untuk menampilkan seberapa baik tim itu.


Tapi apa yang para penonton nantikan bukanlah mereka.


"Jangan banyak bicara! Panggil Vincent sekarang juga!"


"Itulah satu-satunya alasan kami kemari!"


"Cepat panggil dia!"


Sang pembawa acara pun nampak panik mendengar perkataan para penonton dan mulai panik.


Sementara itu, di bagian ruang tunggu....


Ada seorang Pria yang tersenyum puas setelah mendengar apa yang terjadi di Panggung pertandingan.


Ia memiliki paras yang terkesan cukup tampan dengan rambut panjang yang diikat di belakang kepalanya. Memberikan kesan liar yang cukup kuat.


Pakaiannya hanyalah kaos hitam polos dengan tulisan [Conqueror] kecil berwarna merah di bagian kiri dadanya.


"Aku penasaran apa yang akan terjadi berikutnya." Ucap Pria itu sambil tersenyum dengan wajah yang terlihat licik.


Ia pun melangkahkan kakinya ke arah panggung pada saat beberapa petugas telah memberikan tanda bahwa waktunya telah tiba.


Dengan langkah kaki yang santai dan senyuman yang tak pernah terlepas dari wajahnya, Ia terus melangkah.


Hingga akhirnya, sorotan lampu putih yang cukup terang menyinari dirinya. Membuatnya menjadi perhatian seluruh orang yang ada di stadion itu.


Tapi bukan tepuk tangan yang Ia peroleh. Melainkan sebuah tanda tanya yang terlukis jelas di wajah para penonton.


"Hah? Apa yang terjadi dengan timnya?"


"Memang sejak awal hanya Vincent yang mendominasi. Tapi kenapa sekarang dia hanya sendiri?"


Pertanyaan demi pertanyaan terus menghujani Vincent yang bahkan hingga sekarang masih tersenyum puas.

__ADS_1


"Maaf, Vincent. Tapi dimana 4 orang lain anggota timmu?" Tanya sang pembawa acara dengan wajah khawatir.


Vincent pun segera merebut mic itu dan menjawabnya.


"Hahaha.... Maaf. Anggota timku sedang sibuk dan sekarang tidak bisa hadir. Tapi tenang! Aku akan tetap bermain!" Teriak Vincent dengan penuh keyakinan.


Sebuah hal yang sangatlah mengejutkan.


Pernyataan Vincent untuk melawan tim beranggotakan lima orang sendirian sudah membuat kehebohan di dalam panggung itu.


Pasalnya, Age of War adalah sebuah permainan Real Time Strategy atau RTS peperangan abad pertengahan dengan unsur kerjasama yang sangat kuat.


Bermain 1 lawan 5 sudah akan memberikan kerugian yang sangat besar dalam permainan itu.


Sama halnya seperti bermain catur. Jika dibandingkan, maka Vincent saat ini sedang bermain dengan 5 barisan bidak catur lawan sekaligus.


Ia hanya memiliki 1 ratu, sedangkan lawannya memiliki 5 ratu. Terlebih lagi, mereka berlima akan berjalan secara bersamaan mengeroyok Vincent yang hanya sendirian.


Tak peduli seberapa buruk anggota tim yang lainnya, tanpa kehadiran mereka saja sudah menjadi kerugian yang sangat besar.


Tapi ini?


Salah seorang pemain dari tim lawan pun merasa kesal karena Vincent seakan meremehkan mereka.


"Jangan bercanda kau sialan! Jika timmu sakit, pilih saja 4 orang acak dari penonton ini! Melawan kami berlima sendirian adalah hal yang mustahil! Bahkan bagimu!"


Teriakan demi teriakan terus bermunculan. Membuat suasana panggung memanas.


Tapi Vincent hanya tersenyum dan melangkah ke kursi yang telah disediakan. Lalu melakukan Log In pada akunnya.


Dengan wajah tanpa dosa, Vincent mulai kembali berbicara.


"Apa yang kalian tunggu? Ayo mulai permainannya."


Komentator pun mulai beraksi mengomentari setiap pergerakan para pemain. Tentu saja pada pemain telah mengenakan headphone dan bermain di depan layar panggung sehingga tak bisa melihat dan mengetahui kondisi yang sebenarnya.


...[00.02.41]...


"Woah! Vincent nampak sangat fokus dengan ekonomi! Lihatlah betapa banyak petani dan penambang yang Ia miliki! Tanpa satu pasukan pun terlihat di kotanya!


Jika saja lawan mengetahui dan memanfaatkan hal ini, permainan Vincent pasti berakhir saat ini juga!"


...[00.05.19]...


"Vincent masih fokus dengan ekonominya tanpa sedikitpun memperdulikan kekuatan militer! Meski begitu, Ia membangun cukup banyak bangunan pertahanan.


Di sisi lain, pemain dari tim Celtics telah mempersiapkan pasukan mereka secara bersama-sama. Ekonomi mereka sedikit tertinggal. Tapi jika mereka begerak sekarang, mereka pasti menang!"


...[00.07.36]...


"Penyerangan telah dimulai! Semua orang dari tim Celtics telah mengirimkan pasukan mereka ke wilayah Vincent! Apakah ini akhirnya?!"


...[00.08.43]...


"Tanpa diduga! Vincent telah mencapai zaman besi! Pertahanannya benar-benar kuat hingga mampu menahan pasukan Celtics! Pemanah dari pasukan Vincent mampu menghabisi mereka semua dari balik dinding!


Sungguh pertahanan yang kuat! Vincent berhasil memenangkan pertempuran dengan perbandingan kekuatan 1 banding 20!"


...[00.12.45]...


"Vincent telah mencapai puncak dari zaman besi! Kini Ia telah meninggalkan seluruh pemain lainnya yang masih di zaman perunggu! Kekuatan inovasi dan ekonominya benar-benar luarbiasa!"


...[00.17.48]...

__ADS_1


"Vincent menyerang! Pasukannya bahkan 2 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan lawannya meski Ia hanya sendirian! Apakah ini akan berakhir?!"


...[00.20.11]...


"Serangan Vincent telah digagalkan ketika kelima pemain telah mengerahkan seluruh sumber dayanya untuk membangun militer!


Tapi kini, pemain dari tim Celtics telah mengalami krisis ekonomi sedangkan Vincent masih memiliki segudang sumberdaya!"


...[00.31.58]...


"Maaf, aku ingin ke toilet. Lanjutkan saja tanpa diriku sebentar." Ucap Vincent secara tiba-tiba meninggalkan panggung pertandingan.


Sang pembawa acara pun kebingungan menyikapi hal ini.


"Maaf tapi meninggalkan tempat ini akan dianggap kekalahan." Jelas sang pembawa acara.


"Ah begitu? Kalau begitu anggap saja aku kalah. Aku tak ingin mengencingi celanaku sendiri di sini. Sebentar." Ucap Vincent sambil menekan tombol mousenya beberapa kali dan mengatur kembali kotanya.


Setelah itu, Ia pergi. Benar-benar meninggalkan permainan untuk pergi ke toilet.


Pemain dari tim Celtics yang melihat hal itu pun segera mengambil kesempatan itu untuk membangun kekuatan militer terbesar mereka. Mengabaikan seluruh aspek yang lain.


Penyerangan pun dimulai pada waktu [00.47.51] dengan seluruh kekuatan militer mereka.


Pertempuran untuk menembus pertahanan yang telah dibangun oleh Vincent benar-benar sangat sulit dan dibutuhkan hingga 20 menit untuk menjebol dindingnya.


Tapi pada saat pasukan Celtics baru saja bersiap untuk memasuki dinding....


...[Tim Anda telah Kalah!]...


Notifikasi berwarna merah menyala itu muncul memenuhi layar mereka.


Seakan ingin protes berpikir bahwa ini adalah kecurangan, mereka semua melepas headphone dan membalikkan kepala mereka untuk melihat layar pertandingan di belakang mereka.


Tapi apa yang mereka lihat....


Adalah kota mereka semua yang telah dihancurkan oleh pasukan Vincent yang bahkan pemainnya sendiri sedang berada di toilet.


"A-Apa-apaan ini?! Jelaskan ini! Pembawa Acara! Apa maksudnya ini?!"


Segera setelah itu, sang pembawa acara termasuk komentator pun mulai memutar ulang video permainan.


Tepat sebelum Vincent pergi ke toilet, Ia telah mengatur pasukannya berjalan memutari hutan terus menerus hingga beberapa saat kemudian baru bergerak ke pusat kota masing-masing pemain Celtics.


Semua itu Ia lakukan kepada seluruh pasukan penyerangnya yang dibagi menjadi lima. Termasuk juga memperhitungkan fakta bahwa para pemain akan menggempur pertahanan Vincent saat Ia sedang tak hadir.


Saat ini, panitia sedang berdebat untuk menentukan apakah Vincent dinyatakan menang karena melakukan permainan yang brilian, atau kalah karena melakukan pelanggaran aturan yang seharusnya tak berat karena ke toilet.


Hingga kini, peredebatan pun terus berlanjut.


Tapi para penonton sadar, bahwa pemenang yang sebenarnya adalah Vincent.


Sedangkan para pemain dari Celtics hanya bisa menatap tanah karena malu.


Sementara itu....


"Hahaha.... Mereka terperangkap dalam jebakan sederhana seperti itu ya? Bagus.... Sekarang apa yang selanjutnya?"


Terlihat sosok Vincent yang berjalan dengan santai sambil tersenyum ke arah mobilnya.


Pada akhirnya, Ia mengendarai mobilnya untuk segera pulang ke rumah.


Tanpa menyadari, bahwa malam itu adalah awal mulanya mengetahui permainan virtual terbesar pertama di dunia.

__ADS_1


Re:Life.


__ADS_2