
...Dunia Iblis...
...Wilayah Selatan...
Cahaya putih yang memiliki bentuk seperti sosok manusia itu muncul di dalam suatu tenda.
Dalam sekejap, cahaya itu pun berubah menjadi sosok yang sangat dikenali oleh orang-orang yang ada di dalamnya.
"Selamat datang kembali, Tuan Eric." Ucap keempat bawahan Eric secara bersamaan.
"Ya. Aku telah kembali."
Eric pun dengan segera mulai membahas mengenai apa yang akan dan harus dilakukannya mulai saat ini hingga kedepannya.
Yang pertama, kembali ke dunia manusia saja tidaklah cukup. Dirinya yang saat ini kemungkinan besar akan segera diburu oleh para Guardian hingga mati. Termasuk pelindung Pengetahuan, Ruderioss.
Tak hanya itu, musuh dari kalangan manusia sendiri pun sangatlah banyak. Kerajaan Suci Celestine dan Teokrasi Julia memang sudah jelas merupakan musuh. Tapi keberadaan Kerajaan lain, terutama Kekaisaran Avertia sangatlah berbahaya.
Saat Eric kembali, Ia harus sudah memiliki persiapan yang matang terhadap semua masalah itu.
Kemudian yang kedua. Selagi berada di dunia Iblis, Eric berencana untuk menguasai dunia ini. Terlebih lagi Eric ingin memanfaatkan efek khusus Transcendence [Greed] miliknya dengan mengumpulkan banyak kekayaan.
Tapi karena Eric sendiri belum pernah menjalin hubungan perdagangan yang baik dengan Kerajaan lain, Ia sama sekali tak memahami kondisi ekonomi di dunia iblis ini.
Oleh karena itu, selagi menaklukkan dunia ini, Eric ingin mempelajari lebih lanjut mengenai sistem ekonomi di dunia iblis.
Dan yang terakhir....
"Aku akan menaklukkan dunia manusia segera setelah aku menguasai seluruh wilayah di dunia iblis." Ucap Eric sebagai kalimat penutup.
Rilette, Verara dan Tharkas nampak begitu terkejut. Mereka bertiga tak bisa mempercayai bahwa kalimat 'menaklukkan dunia' dapat diucapkan semudah itu.
Tapi bagi Lucien yang telah lama bersama Eric....
"Fufufu.... Sungguh tujuan yang sangat mulia. Sesuai dengan yang diharapkan dari sosok Kaisar Kegelapan.... Diriku yang rendah ini akan menantikan datangnya hari akhir bagi manusia...."
Ketiga bawahan baru Eric pun nampak takjub melihat sikap dan perkataan dari Lucien. Meskipun, ada satu orang yang tidak terlalu senang dengan hal itu.
'Sialan.... Bisakah aku menyembuhkan penyakit kejiwaan Lucien?' Pikir Eric dalam hatinya sambil melihat dengan jijik pose aneh yang dilakukan oleh Lucien.
...***...
...Dunia Iblis...
...Wilayah Selatan...
__ADS_1
Perjalanan yang berlangsung selama lebih dari 2 hari ini hampir tak membuahkan banyak hasil.
Demi mempercepat pergerakan mereka, Verara membantu Tharkas untuk terbang. Sedangkan Eric, Lucien dan juga Rilette terus terbang dengan kecepatan menyesuaikan Verara.
Di sepanjang perjalanan, apa yang mereka lihat hanyalah dataran tandus dengan banyak sekali tebing dan bukit yang sama tandusnya.
Keberadaan makhluk hidup sangatlah minim. Kemungkinan terbaik mereka untuk menemukan makhluk hidup adalah dengan hewan buas yang termasuk dalam kategori monster.
Sedangkan untuk tanda-tanda peradaban? Sama sekali tak mereka temukan selama ini.
"Tuanku.... Aku melihat sesuatu di arah Timur Laut." Ucap Lucien sambil memperhatikan sekelilingnya.
"Nampaknya ada sebuah desa. Haruskah kita kesana?" Tanya Rilette yang segera mendekati Eric.
Memikirkan mengenai hal itu sejenak, Eric pun akhirnya telah memutuskan.
"Kita akan singgah ke tempat itu. Kemungkinan akan ada informasi yang berguna. Terlebih lagi, perjalanan kita masih sangat jauh yaitu tanah paling Utara di benua ini." Jawab Eric sambil menganggukkan kepalanya.
Akhirnya, kelompok ekspedisi itu pun segera berganti arah dan bergerak menuju ke tempat desa itu berada.
'Tap!'
Mereka berlima mendarat di balik tebing, sedikit jauh dari desa itu. Eric tak ingin terlalu menarik perhatian dengan mendarat langsung dari udara tepat ke desa.
Ia dengan cepat segera menggambar sebuah Dungeon sederhana yang berbentuk seperti goa. Segera setelah pembuatan Dungeon selesai, Eric segera memasang lingkaran sihir teleportasi di bagian terdalam Dungeon itu.
Tentu saja, termasuk memasang perangkap dan juga monster untuk menjaga.
Setelah semuanya beres, Eric segera kembali untuk bersiap pergi ke desa itu.
"Ingat. Bersikaplah sebagai pengelana. Jangan buat masalah." Perintah Eric dengan singkat.
"Siap!" Teriak Rilette, Verara dan Tharkas secara bersamaan.
"Fufufu.... Desa Iblis ya...." Ucap Lucien sambil tertawa ringan dengan menutupi salah satu matanya.
"Aku bicara tentangmu Lucien. Jangan bertingkah aneh selama di desa itu." Balas Eric dengan tatapan yang cukup sinis.
'Tap! Tap! Tap!'
Penduduk desa yang nampak sedang beraktivitas itu mulai mengalihkan perhatiannya ke arah Barat. Memperhatikan sosok 5 orang yang berjalan kaki mendekati desa itu.
Dengan sigap, beberapa pemuda segera memanggil kepala desa di tempat itu.
'Orc ya? Tapi penampilan mereka sedikit berbeda jika dibandingkan dengan Orc yang ada di dunia manusia. Terutama kulit mereka yang berwarna kecoklatan....' Pikir Eric sambil memperhatikan para penduduk di desa itu.
__ADS_1
Tepat sebelum Eric melewati pagar kayu itu, Ia dan kelompoknya dihentikan oleh sekitar 10 Orc. Perlengkapan para Orc itu nampak sangat buruk dan terkesan seadanya.
Dibalik barisan Orc itu, nampak sosok seekor Orc yang cukup tua dengan keriput di sebagian tubuh dan wajahnya.
"Vampire ya? Bukankah kalian seharusnya sudah punah?" Tanya kepala desa itu.
Lucien dan ketiga bawahan Eric segera menunjukkan taring mereka. Seakan bersiap untuk memenggal kepala Orc tua itu. Tapi Eric dengan sigap mengangkat tangan kirinya untuk menghentikan apapun yang mungkin akan mereka lakukan.
Dengan segera, mereka berempat menundukkan kepala mereka untuk menuruti perintah Eric.
Hanya dengan kalimat itu saja, Eric telah memahami beberapa hal.
Yang pertama, Orc ini langsung bersikap agresif kepada pendatang. Bahkan berani mengacungkan senjata mereka ke arah Eric dan kelompoknya.
Kemudian yang kedua....
'Diasingkan? Kemungkinan besar seperti itu....'
Dengan asumsi dasar itu, Eric pun segera merubah metode pendekatannya.
"Aku bukanlah Vampire rendahan seperti yang kau pikir. Terlebih lagi, aku sama sekali tak ada niat buruk di tempat ini." Ucap Eric sambil memberikan tatapan yang tajam.
Kedua orang itu pun saling tatap satu sama lain selama beberapa saat, seakan sedang menilai lawan bicaranya. Sesekali, pandangan kepala desa itu mengarah ke empat bawahan Eric yang sedari tadi sedikit menundukkan kepala mereka ke arah Eric.
'Berhasil menundukkan tiga ras yang berbeda, terlebih lagi kemampuan mereka....' Pikir kepala desa itu.
Hingga akhirnya setelah sekitar 20 detik....
"Hah.... Baiklah. Masuklah, kita akan berbicara di dalam. Tapi mereka berempat tetap tinggal diluar untuk sementara waktu." Ucap kepala desa itu sambil berjalan ke arah suatu bangunan.
"Terimakasih atas pengertiannya." Jawab Eric singkat mengikuti langkah kaki Orc tua itu.
Beberapa pemuda yang nampak membawa tombak itu pun segera bergerak untuk mengawal kepala desa mereka.
Setelah berada di dalam bangunan yang memiliki kondisi yang cukup buruk itu, Eric segera dipersilakan untuk duduk.
Pembicaraan pun dimulai.
"Sekarang, bisakah kau menjelaskan maksud kedatanganmu kemari?" Tanya Orc tua itu.
Setelah memahami sebagian besar kondisi di desa ini, Eric pun akhirnya telah memutuskannya.
"Singkat saja. Aku akan memberikan kesejahteraan bagi kalian semua. Sebagai gantinya...."
Akhirnya, negosiasi singkat ala Eric pun segera dimulai.
__ADS_1