
...Dunia Manusia...
...Di Sebuah Desa Kecil...
"Eh?! A-apa yang...." Teriak Arlond dengan penuh rasa terkejut.
"Jadi begitulah, selamat menikmati permainanmu, Arlond. Sungguh sebuah kehormatan dan sebuah keberuntungan untuk dapat bekerjasama denganmu. Aku hanya bisa mengharapkan kebahagiaanmu." Ucap Elin sambil segera tenggelam ke dalam bayangannya.
Tanpa sempat membalas maupun menjawab perkataan Elin, Arlond telah ditinggalkan dengan sebuah skill tingkat Unique [Shadow Movement] milik Elin.
Kini, perasaan Arlond dipenuhi dengan pertanyaan.
'Apakah.... Elin benar-benar akan membantai semuanya? Termasuk warga sipil?! Tidak.... Itu tidak mungkin kan? Bukankah Elin lebih mementingkan keuntu....'
Di situlah Arlond tersadar.
Pasangan gila Elin dan Eric itu benar-benar perwujudan dari keserakahan itu sendiri.
Mereka akan melakukan apapun demi memperoleh keuntungan tertinggi dengan cara yang paling efisien.
Lalu merampok dan menjarah, termasuk salah satu cara memperoleh keuntungan besar dalam waktu yang singkat dan mudah.
'Jika itu adalah Elin dan Eric yang telah memiliki nama buruk, maka mereka takkan ragu sedikitpun untuk melakukannya!'
Arlond yang sebelumnya sedang bersantai di tengah desa bersama para petani, kini mulai disibukkan oleh pikirannya sendiri.
Ia memikirkan berbagai hal mengenai pembantaian yang akan dilakukan oleh Elin, serta keselamatan para warga yang ada disekitarnya.
Bertentangan dengan pemikiran dan keinginannya, Arlond kini justru jauh lebih tak tenang daripada saat menjadi kaki tangan Elin.
Dengan pengalamannya sebagai seorang Raja yang sangat menyayangi Rakyatnya, mengetahui bahwa akan terjadi pembantaian.... Arlond tak bisa tinggal diam.
Langkah pertamanya yaitu....
"Elin! Tunggu! Aku berubah pikiran! Dimana kau?" Teriak Arlond dengan panik.
Warga disekitarnya pun terlihat bingung dengan tingkah Arlond.
Di kegelapan, tepatnya di balik sebuah pohon yang besar, terlihat sosok seorang wanita yang tersenyum puas.
'Maaf saja, tapi aku sudah pusing untuk memikirkan bagaimana caranya mengambil alih kembali wilayah Farna tanpa harus berurusan dengan seluruh dunia. Aku akan tetap melangkah dengan rencana baru ini.' Ucap Elin dalam hatinya sebelum kembali menghilang di kegelapan.
Dengan begitu, kelompok yang sebelnya hanyalah tentara bayaran itu, kini menjadi kelompok perampok yang keji dan tak kenal ampun.
Yang ada dalam pikiran mereka, hanya ada dua.
Yaitu memperkuat kelompok dengan melakukan penjarahan dan perekrutan, serta menebar teror dengan nama mereka.
...***...
__ADS_1
...Dunia Nyata...
...Pangkalan Rahasia...
...Afrika Selatan...
"Hah.... Hah.... Hah...."
Eric nampak menghela nafasnya sambil terus memegangi dadanya.
"A-aku.... Aku benar-benar masih hidup kan?" Tanya Eric kepada prajurit yang mengawalnya.
"Hahaha! Tentu saja, bukankah kau hanya tertembak satu dua peluru saja?" Tanya Prajurit itu sambil tertawa.
"Aku tertembak tiga kali! Tiga kali! Jangan bilang bahwa itu hanyalah masalah sepele! Lihat ini!" Teriak Eric sambil memperlihatkan rompi anti pelurunya yang tergores.
"Sudah kukatakan, rompi itu akan melindungi mu. Lagipula Tuan Eric sendiri yang meminta untuk mencicipi perjalanan melalui jalur darat." Jelas Prajurit itu dengan tenang.
Di hadapan sekitar 14 orang itu, terlihat sebuah pintu besar di bawah tanah yang dijaga oleh enam orang. Semuanya nampak memberikan hormat kepada pendatang ini.
Setelah melewati pemeriksaan identitas, mereka pun sampai dalam fasilitas utamanya.
Sebuah fasilitas yang disembunyikan di bawah pembangkit listrik tenaga Surya dan tenaga uap.
"Selamat datang, Tuan Eric. Apa yang Anda perlukan hingga datang sejauh ini ke tempat yang saat ini bisa dibilang dalam kondisi berbahaya?"
Eric pun segera memulai melakukan inspeksi secara langsung.
...***...
...Dunia Iblis...
...Di dalam Pegunungan...
...Dungeon Eric...
Perkembangan di dalam Dungeon ini berjalan dengan sangat pesat meski tanpa kehadiran Eric. Semua itu berkat arahan dan juga kepemimpinan yang sangat baik oleh Cathy.
Fokus utama mereka adalah militer dan pengembangan teknologi Slime.
Suara pukulan palu besi yang kuat oleh para Penempa Kobold dan Orc, teriakan para prajurit di barak, serta ledakan sihir oleh para Vampire turut menyemarakkan keramaian di dalam Dungeon ini.
"Nona Catherine.... Mengenai Slime yang sedang Anda teliti...." Ucap salah seorang vampir yang menjadi asistennya.
"Aku masih sibuk memahami strukturnya. Tolong jangan ganggu aku dan Carikan Slime yang lain. Jika bisa, temukan bagian tubuh dari Primordial Slime." Jelas Cathy sambil terus membedah tubuh Slime berwarna keunguan itu dengan berbagai jenis alat.
Sebuah sikap yang jauh berbeda daripada yang sebelumnya selalu ditunjukkan oleh Cathy.
Itu semua karena Cathy telah memperoleh kembali ingatannya di kehidupan yang sebelumnya ketika masih melayani Asmodeus.
__ADS_1
Pada saat itu, Deus pernah melawan Primordial Slime. Sebuah Extra Boss di sebuah reruntuhan Kerajaan Kuno di dunia Iblis ini. Slime itu adalah wujud monster Slime terkuat dan dikisahkan bahwa seluruh Slime di dunia ini berasal dari bagian tubuh Primordial Slime.
Meski sangat kuat bahkan hingga mampu memojokkan Raja Iblis Kuno, Asmodeus di masa kejayaannya. Slime hanyalah Slime. Ia tak memiliki sedikitpun bentuk kecerdasan tingkat lanjut.
Tapi kekuatannya memang tak bisa diragukan lagi.
Itulah mengapa Cathy sangat terobsesi dengan Slime. Bahkan setelah ingatannya sedikit kabur setelah dipanggil oleh Eric sebagai monster panggilan.
"Dengan segala hormat, melawan atau mendekati makhluk kuno seperti itu jauh lebih berbahaya daripada pergi ke kastil Raja Iblis." Jawab Vampir itu.
"Aku tak meminta kalian mendekati tubuh aslinya. Aku hanya meminta kalian mencari bagian atau potongan tubuhnya saja. Kemungkinan, diluar reruntuhan itu terdapat beberapa bagian tubuhnya yang telah menjadi Slime unik.
Bawalah sebanyak mungkin pengawal bersamamu. Yang terpenting adalah menemukan sekecil apapun bagian tubuh Primordial Slime. Hanya dengan itu, kita bisa memiliki sedikit kesempatan untuk melawan Belphegor." Jelas Cathy cukup panjang lebar.
Kondisi di dalam Dungeon ini pun terus berlanjut dengan kesibukan masing-masing. Meski begitu, keberadaan mereka masih dikatakan sangat aman.
...***...
...Dunia Manusia...
...Wilayah Kerajaan Salvation...
Di hadapan sebuah kota kecil yang hanya memiliki sekitar 10.000 penduduk itu, terdapat barisan prajurit dengan perlengkapan yang tidak seragam.
Sebagian terlihat membawa tombak dengan zirah kulit, sebagian lagi nampak membawa pedang satu tangan tanpa perisai, dan sebagian lagi terlihat membawa gada dan perisai.
Komposisi mereka sangatlah berantakan. Bahkan pemanah mereka sekalipun tidak berbaris dengan rapi, melainkan membaur dengan prajurit jarak dekat lainnya.
Di barisan paling depan, terdapat dua orang yang berdiri berdampingan.
Mereka adalah Elin dan komandan pasukan barunya bernama Tarte.
Komandan pasukan yang memiliki penampilan yang garang dengan tubuh yang cukup kekar itu membawa sebuah pedang besar dua tangan.
Jumlah total pasukan itu? Hanya sebanyak 800 orang saja.
Dan semuanya, adalah NPC.
"Menyerahlah, dan setidaknya kami takkan membunuh warga sipil!" Teriak Komandan pasukan itu.
Tapi jajaran prajurit dan pemanah yang berdiri di atas dinding kayu itu nampak terdiam. Komandan mereka pun membalas.
"Kalian takkan pernah bisa melewati dinding ini! Yang Mulia Chris telah mengirimkan salah satu Ksatrianya! Semuanya! Tenang saja! Bersama dengan Ksatria kuat Tuan Chris, kita akan menang!"
"Woooooohhhh!!!"
Seluruh Prajurit di Kota itu pun berteriak dengan keras sambil menyemangati diri mereka sendiri.
Ksatria yang dimaksud oleh mereka adalah salah satu Top Player di Guild Salvation.
__ADS_1
Pertempuran di Kota kecil itu pun, hanya menanti nasib untuk menentukan siapa pemenangnya.