
...[Sarang Naga]...
...[Lantai B6]...
Penjelajahan yang dilakukan oleh Eric terus berjalan dengan sangat lancar. Monster yang berada di dalam goa ini hanyalah monster dengan tipe [Dragon] atau Naga dan keturunannya.
Hingga lantai 6 dibawah tanah, Eric dan timnya hanya menemui Wyvern dan Draconic Warrior yang merupakan monster humanoid dengan tubuh yang memiliki karakteristik seperti naga.
Kemampuan Tim Eric yang memang sudah jauh di atas rata-rata, atau lebih tepatnya Eric dan Lucien membuat penjelajahan ini seakan begitu mudah.
Meskipun.... Tiga anggota baru tim ini sedikit kesulitan untuk mengimbangi.
Level tidaklah menentukan segalanya. Itu karena faktor utama kekuatan karakter di dunia ini adalah Growth Point.
Dan bagi Eric dan Lucien, Growth Point mereka setidaknya dua hingga tiga kali lipat lebih besar daripada ketiga anggota baru tim ini. Itulah yang menyebabkan perbedaan kekuatan diantara mereka begitu besar.
'Swuuuoosshh!'
Terlihat kobaran api menelan Wyvern yang sedang menjaga tangga untuk pergi ke lantai yang lebih dalam.
[Anda telah memberikan .... ]
[Anda telah membunuh Guardian Wyvern!]
[Anda telah memperoleh 416.438.259 Experience Point!]
"Bagaimana perkembangan petunjuknya?" Tanya Eric setelah berhasil menyapu bersih monster yang menjaga tempat ini.
"Tuanku, berdasarkan petunjuk yang kita temukan selama ini, kemungkinan lantai terbawah adalah lantai B10. Dan di tempat itu...." Jelas Rilette sambil memperhatikan petunjuk yang tertulis di potongan batu itu.
"Naga tua itu berada." Lanjut Tharkas dengan suara yang sedikit gemetar.
Mereka bertiga sadar bahwa melawan Wyvern sekalipun sudah merasa kesulitan. Lalu bagaimana jika mereka harus melawan Naga? Sosok yang jauh lebih kuat daripada Wyvern? Bahkan sebagai Boss dari Dungeon ini?
Menyadari apa yang dipikirkan oleh ketiga orang itu, Eric pun segera angkat bicara.
"Tenang saja, mungkin aku dan Lucien saja sudah cukup untuk melawan Naga tua itu. Tugas kalian bertiga nanti hanya satu. Jangan mati. Itu karena aku belum bisa menggunakan skill [Ressurection]." Jelas Eric sambil tersenyum di wajahnya.
Hal yang wajar karena sebagian besar permainan Eric di dunia ini berputar pada dirinya yang selalu terkena masalah besar.
Menjelajah reruntuhan? Melawan monster baru? Menghindari perangkap Dungeon? Melawan Boss untuk memperoleh hadiah?
Itu adalah sebuah hal yang sangat sederhana, bahkan makanan sehari-hari bagi pemain lain. Tapi bagi Eric, penjelajahan ini adalah hal yang paling istimewa dan sangat seru.
...***...
__ADS_1
...[Sarang Naga]...
...[Lantai B10]...
Setelah melalui banyak rintangan dan monster yang menyulitkan, kelompok ekspedisi yang beranggotakan lima orang ini akhirnya tiba di depan sebuah goa yang sangat besar.
Gelapnya goa ini mempersulit pandangan bagi semua orang yang menjelajah. Akan tetapi bagi Eric dan timnya yang berada di sisi kegelapan atau kejahatan memiliki keunggulan di bidang yang minim cahaya.
Lantai B10 ini hanya memiliki satu jalan sempit yang mengarah langsung ke depan Goa besar ini. Sebuah goa yang hampir tak memiliki penerangan.
Eric memberikan isyarat kepada semua orang untuk tetap diam.
Di dalam goa yang sangat besar itu, terlihat sosok monster yang berukuran sangat besar. Beruntungnya bagi Eric dan timnya, monster itu sedang tertidur dengan lelapnya.
Panjangnya saja mungkin mencapai 20 meter lebih. Sedangkan ukurannya jauh lebih besar daripada Wyvern yang sebelumnya terus mereka temui di sepanjang jalan.
Di atas kepala monster itu, terlihat sebuah jendela informasi yang menyertakan namanya.
...[Old Dragon]...
"Lucien.... Bagaimana menurutmu?" Tanya Eric dengan tenang.
Eric berpikir bahwa lawannya kali ini sangatlah kuat. Mengingat sepanjang jalan lawannya sangat lemah, tapi sistem memberikan rekomendasi level dan tim yang sangat tinggi memperkuat dugaan Eric.
"Aku meremehkannya. Sisik setebal itu mungkin akan sulit untuk ditembus. Oleh karena itu, Rilette. Aku mengandalkan bantuanmu." Ucap Lucien sambil menoleh ke arah Rilette yang segera ditanggapi dengan anggukan.
Eric pun cukup senang dengan jawaban yang diberikan oleh Lucien.
"Dengan kata lain, kita bisa menembusnya kan?" Tanya Eric kembali untuk memastikan.
Lucien pun segera mengangguk.
Setelah melalui persiapan dan perencanaan mengenai formasi yang akan mereka gunakan, akhirnya waktunya telah tiba.
Waktu untuk membunuh naga itu dan menjarah apapun yang ada di tempat ini.
'Tap!'
Mereka berlima berlari secara bersamaan sebelum Verara dan Rilette terbang ke udara untuk memperoleh keunggulan posisi.
Eric di sisi lain berdiri di bagian tengah formasi, tepat di belakang tubuh besar Tharkas. Sementara itu, Lucien telah bergerak dengan sangat cepat ke arah kepala naga itu.
Rilette yang telah menerima permintaan secara langsung dari Lucien, segera menggunakan beberapa skill yang memberikan Buff secara langsung untuk daya serang Lucien.
Tubuh Lucien nampak diselimuti cahaya berwarna kehijauan dan kemerahan. Seakan diselimuti oleh api tipis.
__ADS_1
Dengan kekuatan penuh, Lucien mengayunkan Harpy Empress's Claw ke arah leher naga itu.
'KLAAANGGG!!!'
Tapi apa yang terjadi, jauh diluar perkiraan Lucien sendiri.
Senjata legendaris yang berupa cakar raksasa yang sangat tajam dan kuat itu patah ketika mengenai sisik naga itu.
'Ggrrrr....'
Suara yang berasal dari naga itu mulai terdengar. Menunjukkan bahwa monster itu mulai terbangun dari tidurnya.
Matanya terbuka secara perlahan. Dari balik kelopak mata dan lapisan khas reptil itu, terlihat bola mata yang cukup besar dengan warna kecoklatan.
Dari pantulan mata itu terlihat dengan sangat jelas, Lucien yang masih termakan oleh perasaan shock ketika mengetahui bahkan senjata itu sekalipun langsung hancur ketika mengenai sisik naga itu.
"Lucien!" Teriak Eric dengan sangat keras. Menyadarkan Lucien dengan segera.
Mengetahui bahwa serangan terkuat dengan senjata terbaik yang mereka miliki sekalipun gagal, Eric segera menggunakan opsi terakhir yang ada di dalam rencananya.
Kabur.
Akan tetapi....
'JDAAAARR!!! DAAARR!!! DAAARRRRR!!!'
Puluhan dinding besi tiba-tiba jatuh dari langit-langit goa ini. Menutupi seluruh jalan keluar yang ada.
"Cih! Extermination Ray!" Ucap Eric sambil segera mengarahkan tongkat sihirnya ke salah satu dinding besi itu.
Akan tetapi, hasilnya jauh dari harapannya.
Setelah cahaya terang yang sangat panas itu berhenti mengenai dinding besi itu selama beberapa detik, yang terlihat hanyalah dinding besi yang sama sekali tak tergores. Hanya sedikit menghitam di bagian yang terkena cahaya itu.
Di hadapan Eric pun juga terlihat dengan jelas sebuah notifikasi yang memberikan keputusasaan.
[Anda telah memberikan 18 damage!]
"Yang benar saja...." Ucap Eric sambil tersenyum pahit.
Ketika Eric membalikkan badannya, terlihat sosok Naga Tua yang sebelumnya sedang tertidur pulas telah berdiri dengan keempat kakinya. Memberikan intimidasi yang begitu besar kepada semua anggota kelompok Eric.
Dengan tatapannya yang begitu tajam, Naga Tua itu meraung dengan sangat keras. Menggetarkan seisi goa ini dengan raungannya.
Menyisakan Eric dan keempat bawahannya dengan perasaan penuh keputusasaan.
__ADS_1