
...Dunia Iblis...
...Wilayah Tengah Benua...
Di tempat yang seharusnya sudah mulai dipenuhi dengan penduduk dari berbagai ras iblis ini, lima orang berjalan dengan perasaan yang tak nyaman.
'Kretaakk!!'
Sesekali, kaki mereka menginjak puing-puing bangunan sehingga menimbulkan suara yang cukup keras. Meski begitu, tak ada satupun makhluk hidup yang merespon terhadap suara itu.
"Tak ku sangka Kota besar seperti ini akan hancur lebur...." Ucap Verara sambil terus memperhatikan sekelilingnya.
Reruntuhan bangunan ada dimana-mana. Bahkan dinding yang menjulang tinggi dan kokoh itu sekalipun, kini telah rata dengan tanah.
"Lucien. Bawa yang lain untuk menyelidiki tempat ini. Cari tahu apa yang sebenarnya terjadi." Perintah Eric dengan cepat.
Ia memahami bahwa kejadian ini sangatlah janggal. Terlebih lagi ketika Sierra masih menjadi seorang pelindung Dunia ini.
"Dengan segera. Lalu, apa yang akan Anda rencanakan kali ini, Tuanku?" Tanya Lucien sambil sedikit menundukkan kepalanya.
"Aku hanya akan membangun Dungeon kecil dan menghubungkannya ke Kota Orc itu." Balas Eric sambil segera berjalan untuk mencari lokasi yang tepat.
Kriteria Dungeon Kecil ini hanyalah sebuah tempat yang cukup tersamarkan dan tersembunyi, sehingga tak mudah ditemukan oleh orang asing. Kemudian memiliki ruangan yang cukup besar untuk dilalui oleh ratusan orang sekaligus.
Di saat Eric sedang melakukan pencarian itu....
'Grruuduuggg!!!'
Suara gemuruh yang sangat keras terdengar seakan berasal dari bawah tanah. Bahkan getarannya pun cukup terasa hingga ke tempat Eric berdiri.
"Hmm? Apa itu barusan?" Tanya Eric pada dirinya sendiri. Tapi pergerakan makhluk apapun yang ada di bawah tanah itu cukup cepat. Suara gemuruh dan getaran tanah itu pun segera menghilang seakan tak pernah terjadi sebelumnya.
Tanpa banyak berpikir, Eric dan timnya pun melanjutkan penggalian informasi mengenai apa yang sebenarnya telah terjadi di pusat peradaban ini.
...***...
...Kastil Belphegor...
Di sebuah beranda di puncak kastil itu, terlihat sosok seorang Iblis yang sedang menikmati minumannya.
Ia terlihat sedang memperhatikan sekeliling wilayah kastil itu dengan tenang. Dua buah tanduk hitam yang ada di kepalanya itu memperjelas sosoknya yang sebenarnya.
'Brak!!'
"Yang Mulia! Kami mohon lakukanlah sesuatu!" Teriak salah seorang bangsawan yang membuka paksa pintu itu.
Bangsawan itu pun nampak tak ragu untuk segera bersujud kepada Belphegor. Tapi apa yang diperoleh dari permohonannya itu, hanyalah keputusasaan bagi seluruh ras iblis.
"Tenangkan dirimu. Baru kali ini aku melihat penerus Beelzebub menjadi sekuat ini. Tiga.... Tidak. Bahkan lima Hydra sekalipun takkan mampu menghentikannya. Lebih dari itu, kekuatan ini bahkan mampu menyaingi World Eater tertua sekalipun." Jelas Belphegor dengan senyuman yang lebar.
Perilakunya nampak berbeda jika dibandingkan dengan dirinya yang dulu. Seakan-akan Ia telah menemukan sebuah pertunjukan yang sangat menarik.
"Tapi Yang Mulia! Dunia ini akan hancur! Ratu Iblis Sierra juga telah berulang kali meminta bantuan!" Teriak bangsawan itu seakan dipenuhi keputusasaan.
"Memangnya kenapa? Aku bukanlah pengasuh dunia ini. Lagipula, aku akan segera memperoleh mangsa yang besar." Ucap Belphegor sambil memperhatikan amukan Avacor di kejauhan.
Dengan begitulah, Belphegor hanya terdiam sambil melihat kekacauan yang ada di depan matanya.
Semua itu demi menanti mangsa yang sempurna untuk semakin memperkuat dirinya di dunia ini.
Sedangkan untuk dunia iblis?
__ADS_1
Hanya bisa berharap bahwa Avacor takkan tiba di tempat tinggal mereka.
...***...
...Dunia Iblis...
...Wilayah Tengah...
Kelompok Eric telah melakukan penyelidikan mengenai apa yang sebenarnya terjadi dengan tempat ini.
Mereka pun akhirnya menemukan sebuah fakta bahwa kehancuran ini disebabkan oleh Avacor yang masih terus mengamuk bahkan hingga saat ini.
Semua itu berkat beberapa iblis yang bersembunyi di sekitar reruntuhan kota ini.
Tak hanya itu, Eric telah berhasil menghubungkan Kota ini dengan Kota Orc yang ada di wilayah Selatan. Tujuan Eric pun bertambah untuk mengamankan material dan bahan apapun yang tersisa di Kota ini. Membuatnya memperoleh banyak sekali bahan-bahan untuk membangun Kota baru di wilayah Selatan.
Sementara itu....
"Tuanku.... Aku telah menemukan keberadaan Avacor. Ia saat ini berada di wilayah Barat dan sedang menghancurkan sebuah Kota." Jelas Verara yang baru saja turun dari langit.
"Kerja bagus. Bagaimana perlawanan dari Kota itu?" Tanya Eric singkat sambil sibuk mengurusi peta 3 dimensi Dungeonnya.
"Apa yang terjadi di Kota itu hanyalah pembantaian. Tak ada sedikit pun perlawanan yang berarti dari penduduk Kota dan juga para prajuritnya." Jawab Verara sambil tetap menundukkan kepalanya.
"Sama sekali? Bukankah dia terlalu kuat?"
"Kekerasan kulitnya mampu menetralisir semua jenis serangan yang diterimanya. Bahkan jika serangan itu berhasil, regenerasi Avacor terlalu cepat untuk diikuti." Jelas Verara dengan singkat.
Eric pun akhirnya memahami kengerian yang sebenarnya dari Raja Iblis yang memiliki sifat kerakusan. Apapun yang dimangsanga akan menjadi kekuatannya.
Tapi karena Raja Iblis yang sebelumnya, Beelzebub tak mampu berpikir dengan baik, perkembangannya pun sangat terhambat.
Sedangkan Avacor? Ia mampu berpikir dengan sangat baik dan menyusun rencana yang sederhana namun sangat efektif. Yaitu untuk memangsa semua yang ada di dunia ini sendirian.
"Sialan.... Aku seharusnya membunuh monster sialan itu dulu. Tapi sudahlah. Verara! Aku akan memanggil beberapa Harpy tingkat tinggi. Latih mereka untuk terus melacak keberadaan Avacor. Hal terakhir yang kuinginkan di dunia ini adalah bertemu dengannya." Perintah Eric sambil segera menutup Menu Dungeonnya.
"Siap, Tuanku." Balas Verara sambil segera melangkah pergi.
Setelah itu, Eric pun memanggil enam ekor Harpy dan meningkatkan kekuatan mereka melalui Evolusi dan juga pemberian sigil.
Keenam Harpy itulah yang bertanggung jawab secara langsung untuk mengintai dan terus menginformasikan mengenai keberadaan Avacor.
Di saat yang sama, Eric kembali ke Kota Orc untuk meminta mereka membangun Kota yang baru di tanah yang tandus itu.
Tujuannya adalah untuk membangun kekuatan secara diam-diam sebelum mengumumkan keberadaan mereka pada dunia.
Tapi saat ini, ras iblis yang lain mulai bergabung dan direncanakan akan tinggal di Kota yang baru itu. Letaknya pun tak begitu jauh dari Kota Orc.
Tanpa disadari, Eric pun kembali menghabiskan waktu berminggu-minggu terdiam di tempat tanpa ada perkembangan dalam ekspedisinya.
...***...
...Dunia Manusia...
...Di dalam sebuah goa yang sangat gelap...
'Sraasssh! Zraaasssh!! Zraaatt!!!'
Terlihat seorang wanita berambut pirang sedang berhadapan dengan Golem sihir yang sangat besar.
Ukurannya mungkin mencapai 20 meter lebih. Dengan badan yang seluruhnya terbuat dari logam sihir itu, membuat tak hanya pertahanannya yang sangat kuat. Tapi juga kekuatan sihirnya pun menjadi mengerikan.
__ADS_1
'Blaaaarrr!! Duaaaarrr!!!'
Golem itu menembakkan rentetan peluru sihir dari seluruh jarinya. Membuat wanita itu sedikit kesulitan, walaupun pada akhirnya Ia bisa menghindari maupun menangkis semuanya.
Dengan pegangan yang sempurna, wanita itu pun mengayunkan pedangnya ke arah Golem itu.
'Zraaaatt!!!'
Sebuah tebasan yang kuat itu nampak seperti memotong udara. Tapi pada kenyataannya, tebasan itu mampu mengenai Golem yang berjarak lebih dari 15 meter.
...[Anda telah memberikan 12.843.113 damage!]...
Notifikasi itu muncul setelah wanita itu menebas udara. Sebuah damage yang sangat besar mengingat betapa kerasnya Golem itu.
Akan tetapi, ada yang aneh dengan pertarungan ini. Yaitu sebuah kenyataan bahwa ada 11 orang lain yang berdiri mengelilingi goa besar ini.
Dan mereka semua hanya diam memperhatikan pertarungan yang sedang terjadi.
Tepat setelah 6 jam pertarungan itu, terjadi sebuah hal yang menarik.
Tak hanya sebuah kenyataan bahwa wanita itu berhasil mengikis 70% Health Point Golem itu, tapi pedang yang digunakannya nampak mulai memancarkan cahaya keemasan yang indah.
Cahaya itu nampak menyelimuti pedangnya dengan lembut.
Segera setelah cahaya itu muncul, pergerakan wanita itu menjadi semakin cepat dan semakin akurat. Bahkan setiap tebasannya pun memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada yang sebelumnya.
'Blaaaaaarrrr!!!'
Sebuah tebasan yang mengarah tepat di atas kepala Golem itu berhasil ditahan dengan baik. Tapi kerusakan yang terjadi di Goa ini sangatlah besar.
Tanah mulai retak dan hancur di segala sisi.
Meski begitu, 11 orang yang mengelilingi tempat ini nampak tak gentar sedikitpun.
Hingga akhirnya, semua itu terjadi.
Cahaya keemasan yang sebelumnya cukup tipis, kini mulai menyelimuti tubuh wanita berambut pirang itu. Membuat wajahnya yang menawan terlihat dengan jelas di tengah gelapnya goa ini.
Segera setelah memberikan tebasan terakhir yang menghabisi Golem berlevel 600 itu....
Cahaya yang menyelimuti wanita itu menjadi semakin besar. Ia hanya berdiri dengan tenang di depan tubuh Golem yang mulai berubah menjadi cahaya putih.
Notifikasi perolehan EXP, kenaikan level, perolehan hadiah....
Semua itu sama sekali tak dipedulikan olehnya.
Satu-satunya hal yang Ia pedulikan saat ini adalah sebuah notifikasi dengan jendela berwarna keemasan yang begitu indah.
...[Selamat!]...
...[Anda telah berhasil melampaui batas dalam Teknik berpedang!]...
...[Legendary Skill : Swordmaster telah terbuka!]...
Notifikasi yang serupa pun tersebar di seluruh pemain yang ada di dunia manusia. Hanya membutuhkan waktu singkat untuk membuat berita itu menjadi viral dimana-mana.
Termasuk juga di hadapan 11 orang yang sedari awal selalu bersamanya.
'Tap!'
"Selamat, Angie. Akhirnya kau berhasil memperoleh skill itu." Ucap seorang wanita dengan pakaian ala penyihir dengan warna keunguan.
__ADS_1
"Terimakasih, Luna. Tapi perjalananku masih jauh." Balas wanita berambut pirang yang tak lain adalah Angie itu sendiri.