TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 373 - Kabur


__ADS_3

"Hah... Hah... Hah...."


Eric bersama dengan Lucien dan juga Cathy nampak berlari secepat mungkin. Jika ada kesempatan, mereka akan terbang dan pergi sejauh mungkin.


"Extermination Ray!" Teriak Eric sambil mengarahkan tongkat sihirnya ke udara. Empat buah lingkaran sihir berwarna merah mulai berputar dengan cepat.


Memperkuat skill yang dikeluarkan oleh Eric setidaknya 16 kali. Cahaya yang muncul begitu besar, terang dan panas. Sebuah skill yang bahkan bisa meluluhlantakkan sebuah kota sekalipun.


Meski begitu....


"Tak berguna, wahai vampir rendahan. Kematianmu telah dipastikan semenjak kau memasuki tempat ini." Ucap puluhan Eric tiruan yang semuanya menggunakan Legendary Skill [Crystal Shield] untuk menahan sihir Eric.


Rencana Eric sangatlah sederhana. Jika keluar dari labirin ini sangatlah sulit, maka Ia hanya perlu menghancurkan langit-langit dan terbang keluar.


Tapi sayangnya, Slime itu mampu memprediksinya dan menghentikannya dengan sangat mudah.


'Cih, yang benar saja?! Bahkan menggunakan seluruh kekuatanku?!' Keluh Eric dalam hatinya.


'Sreeett!!!'


Lucien yang menyadari hal itu segera menghentikan langkah kakinya dengan niat untuk menahan semua serangan Slime itu.


"Tuanku! Pergilah! Bawa Cathy bersamamu! Ku lihat kau telah mengamankan sebagian dari logam aneh itu bukan?! Kalau begitu, cepatlah keluar dari tempat ini!" Teriak Lucien dengan memasang wajah yang serius.


Eric yang melihat hal itu hanya bisa merasa sedih. Sosok Lucien yang ada di dalam bayangannya adalah sosok setengah gila yang selalu membuat situasi apapun menjadi candaan.


Tapi melihat tatapan yang dipenuhi dengan kemarahan itu....


Itu bukanlah wajah yang seharusnya dipasang oleh Lucien. Meski begitu, Eric sama sekali tak boleh mati di tempat ini.


Maka dari itu, hanya satu kata yang mampu keluar dari mulut Eric.


"Maaf...." Ucapnya dengan suara yang lirih serta wajah yang menatap tanah.


Di sisi lain, Cathy juga setuju dengan hal itu. Mereka telah memperoleh sampel dari Slime itu bahkan sejak awal memasuki Dungeon ini. Hanya karena mereka tak tahu bahwa logam yang diambilnya sebenarnya adalah bagian dari Slime itu saja, maka mereka memilih untuk tetap masuk.


"Tuanku. Jangan biarkan pengorba...."


"Aku tahu!" Balas Eric memotong perkataan Cathy dengan teriakan. Ia tak ingin mengakui bahwa keberadaannya sendiri di tempat ini adalah sebuah kesalahan.

__ADS_1


Dengan adanya dirinya, Slime itu mampu menirukan seluruh skillnya yang sangat merepotkan. Padahal, tak ada jaminan bahwa pemikiran Eric itu benar. Kenyataannya Monster itu mampu menirukan wujud Deus masa kini yang sangat mereka kenali.


'Tap! Tap! Tap!'


Eric dan juga Cathy terus menerus berlari, melewati ratusan Eric palsu yang berbaris dengan rapi seakan memberikan jalan.


"Menyedihkan sekali, melihatmu kabur ketakutan seperti itu." Ucap beberapa Eric tiruan itu kepada Eric dan juga Cathy yang saat ini sedang berusaha sekuat tenaga untuk kabur.


Tak ada satupun dari mereka yang berusaha untuk menghentikan dua orang itu.


Hanya memandang rendah mereka berdua dan terus menerus memberikan serangan mental.


"Jika aku jadi dirimu, aku akan mendengarkan peringatan dari sistem." Ucap Eric palsu yang lain.


'Sistem ya.... Memang benar bahwa sistem telah memperingatkan diriku mengenai hal ini.... Aku seharusnya sudah siap mati ketika masuk ke neraka ini....' Pikir Eric setelah mendengar ucapan itu.


"Tuanku! Jangan dengarkan mereka!" Teriak Cathy.


Seketika, seluruh Eric palsu itu segera berubah wujud menjadi Cathy. Mereka berbaris dengan rapi di lorong itu sambil menundukkan kepalanya, seakan mempersilakan mereka berdua untuk lewat.


Akan tetapi....


Hingga akhirnya setelah Eric dan juga Cathy berhasil sampai di lantai satu....


Di saat rasa keputusasaan telah menumpuk....


"Fufufu.... Apa yang bisa kau lakukan sekarang, Pangeran Kegelapan telah hadir untuk memangsamu." Ucap Ratusan Lucien palsu yang telah berbaris dengan rapi.


"Lucien. Jangan terlalu keras pada lawanmu." Ucap Ratusan Eric palsu yang juga berbaris di barisan belakang untuk menjadi penyihir.


"Tepat di depan pintu keluar...." Ucap Cathy sambil terengah-engah.


Di sisi lain, Eric justru cukup tenang setelah sampai di lantai satu ini.


"Sejak awal aku terus menerus berpikir, kau tahu? Kenapa kalian tak segera membunuhku, meskipun ada sebuah cara yang sangat mudah untuk melakukannya." Jelas Eric sambil menatap ke arah barisan Slime yang menirukan mereka berdua itu.


"Tuanku? Apa yang kau maksud?" Tanya Cathy kebingungan. Tapi Eric segera menepisnya dengan memberikan isyarat kepada Cathy untuk diam.


Mendengar hal itu, salah satu Eric tiruan nampak maju dan bersiap untuk mengeluarkan sihir. Bersamaan dengan ratusan Eric tiruan yang lainnya.

__ADS_1


"Aku hanya ingin melihat keputusasaanmu hingga terakhir sebelum memakanmu."


Mendengar hal itu, Eric semakin yakin dengan apa yang ada di dalam pikirannya. Senyuman pun secara tak sadar segera terbentuk di wajahnya.


"Fufufu.... Seharusnya aku menyadari hal ini sejak awal." Ucap Eric pada dirinya sendiri.


Di sisi lain, ratusan Slime yang mulai menirukan Eric dan juga Lucien itu segera bergerak maju dan menyerang.


Ratusan lingkaran sihir berwarna putih keemasan, yang menandakan bahwa itu adalah skill [Extermination Ray] pun terlihat dengan jelas.


...'BLAAAAAAAAARRRR!!!"...


"Tuanku!"


"Cathy, tenanglah. Aku sudah memastikan bahwa kita akan pulang hidup-hidup." Jawab Eric sambil menahan seluruh serangan itu dengan perisai sihirnya.


Pada saat itulah....


"Aku memanggilmu, Dungeon Kota Orc pertama. Dungeon Manitestation!" Teriak Eric dengan tatapan yang tajam.


Meskipun hanya sepintas, Eric telah menyadarinya. Sebuah fakta dimana para Slime itu memperlihatkan sedikit ekspresi ketakutan.


Mungkin karena mereka menirukan bentuk manusia, maka ekspresi itu mudah terlihat. Jika saja mereka tetap dalam bentuk Slime yang sebenarnya, maka Eric takkan pernah menyadari itu.


Lingkaran sihir berwarna keemasan yang sangat besar pun mulai menutupi seluruh kawasan Dungeon ini. Menjebak semua yang ada di dalam Dungeon buatan milik Eric.


'Melihat ekspresi kalian pun aku tahu. Bahwa kalian sama sekali tak bisa menggunakan skill ini. Tidak.... Lebih tepatnya, kalian tak memiliki Dungeon untuk dipanggil....' Pikir Eric dalam hatinya dengan perasaan yang puas.


Seketika, dunia pun berubah.


Tempat yang sebelumnya merupakan reruntuhan suatu fasilitas penelitian yang dipenuhi dengan Slime itu, kini telah menjadi sebuah Kota di tengah dataran yang tandus.


Sebuah Kota, yang sejak awal telah dibangun oleh Eric tak hanya untuk membantu para Orc. Tapi untuk menjadi tumpuannya dan markas utama dalam menjalankan operasi militer.


Semua itu demi rencana jangka panjangnya untuk menaklukkan dunia iblis.


Di tengah Kota ini, ratusan Slime yang menirukan Eric dan Lucien, serta ratusan lagi yang menirukan Verara, Tharkas, Rilette dan juga Cathy terlihat sangat kebingungan.


Sedangkan Eric?

__ADS_1


"Yo, lendir-lendir sialan. Selamat datang di Kota ku. Maaf jika aku berbicara seperti ini sebagai penguasa Kota ini tapi.... Bersiaplah untuk mati."


__ADS_2