
...Kota Bawah Tanah Venice...
Di tengah Kota yang dibangun atas dasar pertahanan dan untuk persembunyian dari para pemburu ini, terdapat sebuah kastil sederhana yang digunakan oleh para petinggi Origin.
Saat ini, mereka semua termasuk Eric sedang melakukan rapat untuk membahas langkah berikutnya yang sebaiknya mereka tempuh.
"Dengan segala hormat, Tuan Eric. Akan tetapi terus bersembunyi seperti ini takkan membuahkan hasil. Terlebih lagi jika lawan yang kita hadapi memang sekuat perkiraan dari Ratu Vampir Asmodeus." Ucap Oliver sambil sedikit menundukkan kepalanya ke arah Eric.
"Aku secara pribadi setuju dengan pernyataan Oliver. Akan lebih baik jika kita segera memperkuat pijakan di dunia ini terlebih dahulu" Balas Knox sambil menyilangkan kedua lengan berototnya itu.
Perdebatan dengan berbagai argumen yang kuat pun terus menerus berlangsung. Sementara itu, Eric dan juga Deus hanya terdiam. Lebih tepatnya mereka berbisik dengan suara yang cukup lirih.
"Deus, apakah Sierra memang sekuat itu?" Tanya Eric sekali lagi dengan ragu.
"Berapa kali aku harus menjawab pertanyaan itu Eric? Dia cukup kuat untuk menjadikan seluruh dunia iblis ini tunduk kepadanya sebagai pihak yang netral. Sebagai pihak penengah terhadap seluruh permasalahan yang ada di dunia iblis." Jelas Deus dengan suara lirih namun cukup datar.
Pada akhirnya, rapat yang berlangsung selama lebih dari 6 jam ini membuahkan beberapa hasil.
Yang pertama yaitu Eric akan terus menerus memanggil monster dan iblis baru selama Ia Online di dunia virtual ini.
Kedua, setiap bawahan yang terpanggil akan dengan segera dilatih oleh Knox, Oliver dan juga Lucien.
Ketiga, beberapa elit vampir akan bersembunyi di sekitar reruntuhan kota Venice untuk memata-matai keberadaan musuh yang mungkin mendekat. Jika perlu, mereka akan mati untuk melawan atau menjaga informasi. Sebuah tugas yang sangat jelas merupakan bunuh diri.
Kemudian keempat, Cathy akan melanjutkan penelitian mengenai Slime dengan bantuan Deus dan juga Liz secara langsung.
Dan yang terakhir, Tasmith akan fokus untuk menempa perlengkapan tingkat legendaris guna memperkuat kekuatan utama Origin.
Bersamaan dengan selesainya rapat itu, Eric pun memutuskan untuk Log Out dan beristirahat di dunia nyata.
...***...
...Wilayah Kerajaan Farna...
...Pintu Masuk Dungeon Treasure...
Di hadapan sebuah pintu yang sangat megah dengan berbagai hiasan itu, terdapat 20.000 lebih prajurit Kerajaan Farna dengan berbagai pangkat mulai dari Ksatria hingga Militia.
Mereka semua pergi ke tempat ini dengan satu tujuan yaitu untuk menaklukkan Dungeon yang bahkan belum pernah bisa ditaklukkan oleh siapapun di dunia virtual ini. Termasuk kelompok yang dianggap terkuat, Rebellion sekalipun.
Arlond yang berdiri di hadapan seluruh pasukan bersama dengan enam pahlawan Farna itu, memberikan pidato untuk menyemangati seluruh pasukan. Kemampuannya sebagai seorang Raja sekaligus pemilik buku kuno [Heroic King] membuat perkataannya tidak hanya memotivasi seluruh prajurit. Tapi juga meningkatkan status mereka dengan cukup signifikan.
"Ingat! Tak ada satu orang pun yang boleh mati dalam misi penaklukan ini! Kita akan melakukannya secara perlahan dengan mengutamakan keamanan! Jika kita tak mampu untuk menaklukkan lantai berikutnya, kita akan mundur dan berkemah di depan pintu masuk Dungeon ini!
Sekitar seperempat prajurit akan menjaga perkemahan pasukan. Sekaligus menyiapkan berbagai kebutuhan para prajurit lainnya! Mengerti?!" Teriak Arlond dengan sangat tegas.
__ADS_1
"Dimengerti! Yang Mulia!!!" Teriak seluruh Prajurit termasuk Pahlawan Farna sambil memberikan hormat kepada Raja Arlond.
"Bagus! Kalau begitu, mari kita mulai penaklukannya!" Teriak Arlond sambil memimpin para prajurit itu untuk memasuki Dungeon yang dianggap paling sulit dan paling berbahaya di dunia ini.
Sebuah Dungeon....
Yang sebenarnya merupakan buatan Eric sendiri untuk meraup banyak keuntungan baik itu level maupun uang.
...***...
...[Headline News!!!]...
...[Kerajaan Farna mencoba untuk menaklukkan Dungeon Misterius sekali lagi!]...
...[Apakah kali ini mereka akan berhasil membawa kemenangan? Atau mereka akan kembali pulang dengan menyedihkan?]...
Di dalam sebuah studio itu, terlihat sosok pembawa acara yang sedang berhadapan dengan tiga orang pemain.
Mereka adalah pemain yang dianggap cukup profesional dan berpihak pada Kerajaan Farna.
"Jadi, bisakah kalian menjelaskan latar belakang dari tindakan Raja Arlond ini untuk kembali menyerang Dungeon Misterius itu?" Tanya sang pembawa acara kepada para pemain itu.
Pemain pertama, yang memiliki penampilan rapi dengan kacamata hitam yang cukup besar itu menjawab dengan senyuman yang lebar.
"Mereka ingin memperoleh harta terpendam yang berada di dalam Dungeon itu."
"Sederhana saja. Apakah kalian semua sadar pada peringkat berapa kekuatan militer Kerajaan Farna saat ini?" Tanya kembali sang Pria berkacamata hitam itu.
Dua pemain lain yang ada di sebelahnya hanya tersenyum seakan telah mengetahui jawabannya. Sedangkan sang pembawa acara, kru studio dan penonton di tempat pun sebagian besar hanya bisa menggelengkan kepala mereka.
Setelah beberapa saat, akhirnya pemain kedua yang merupakan seorang wanita yang cantik itu, mengucapkan sebuah kalimat yang sederhana.
"Dua." Ucapnya sambil mengangkat dua jari di tangan kanannya.
Semua orang kecuali para narasumber itu pun terpana atas jawaban yang diberikan.
"Tidak mungkin! Kekuatan militer Kerajaan yang baru saja runtuh beberapa tahun itu telah menduduki peringkat dua? Bagaimana dengan Kerajaan Suci Celestine dan Teokrasi Julia?!" Tanya sang pembawa acara dengan tegas.
Sang pemain ketiga yang merupakan bocah setingkat SMA itu pun menjawab.
"Mereka semua berada di bawah Kerajaan Farna jika berdasarkan penilaian dan juga analisis dari para ahli dunia game Re:Life. Meskipun selisihnya tipis, tapi para ahli itu memprediksi bahwa Kerajaan Farna akan memperlebar perbedaan kekuatan dengan sangat cepat." Jelas bocah SMA itu.
Semua orang pun terpana dengan kenyataan ini.
Dan dari semua itu, di dalam pikiran mereka semua hanya muncul dua hal.
__ADS_1
Yaitu Arlond, dan juga Eric.
Arlond adalah sosok Raja yang begitu luarbiasa hingga dicintai oleh semua NPC yang ada di bawah kepemimpinannya. Semua tindakannya pun sangat tepat dan sama sekali tidak memikirkan jangka pendek seperti keuntungan dirinya sendiri.
Sedangkan Eric....
Ia yang kini telah menjadi sosok yang dibenci oleh hampir seluruh pemain di dunia, kecuali Indonesia, pernah menyumbangkan keuangan yang begitu besar pada Kerajaan Farna.
Dua hal ini, membuat orang-orang mulai mempertanyakan.
'Apakah hubungan yang sebenarnya dari mereka berdua?'
...***...
...Dunia Iblis...
...Wilayah Kerajaan Hector...
'Braaaakkk!'
"Guuuhh!!"
Sosok Hector yang sedang duduk di singgasananya itu, kini sedang dicekik dan dihantamkan hingga menghancurkan singgasananya.
Semua itu disebabkan oleh cengkeraman sederhana dari sosok seorang Ratu Iblis yang sangat kuat di dunia ini.
"Katakan. Apakah kau mengetahui mengenai sosok yang bernama Eric atau Asmodeus? Penampilan mereka pasti sangat mencolok, sesuai dengan gambaran yang dibawakan oleh bawahanku." Ucap Wanita yang bernama Sierra itu sambil melirik ke Ksatria Naga yang ada di sampingnya.
Hector yang sudah kesulitan untuk bernafas itu pun berusaha untuk berbicara.
"A-aku ta-tak tahu apa maksudmu...."
'Bruuukk!'
Sierra memukul perut Hector dengan ringan. Meski begitu, lubang yang cukup besar terbentuk di perutnya.
"Uuugghh...."
"Jika kau bekerjasama, aku akan menjamin kenyamanan dan keamanan hidupmu untuk 100 tahun. Jika tidak...."
Sierra pun melirik ke salah satu Ksatria Naganya yang membawa rantai hitam pekat.
Tanpa perkataan yang selanjutnya pun, Hector menyadari bahwa hal yang jauh lebih buruk dari kematian akan dialami olehnya jika tidak bekerjasama.
Oleh karena itu....
__ADS_1
"Ba-baiklah.... Aku akan mengatakannya! Jadi.... Tolong ampuni aku!" Teriak Hector dengan wajah yang sangat menyedihkan.