
'Sreeett!'
Eric mencekik Slime yang menirukan dirinya dengan sikap yang tenang di alun-alun kota ini.
Ribuan prajurit lainnya nampak berbaris dengan rapi dan bersiap untuk menghunuskan senjata mereka.
"Kau adalah yang terakhir. Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan?" Tanya Eric kepada Slime itu.
Slime itu memperlihatkan ekspresi yang dipenuhi dengan kemarahan dan kebencian.
"Kau akan membayar semua ini.... Kau pikir bisa selamat setelah menghancurkan sebagian tubuhku?!" Teriak Slime itu dengan suara yang sama seperti Eric.
"Hmm.... Jadi begitu ya. Sebagian? Terimakasih banyak atas informasinya. Dengan begitu, aku akan segera memutuskan untuk kabur setelah membunuhmu." Balas Eric sambil tersenyum tipis.
Bara api nampak muncul di tangan kanan Eric itu. Sebuah bara kecil yang lama kelamaan mulai berubah menjadi kobaran api yang menelan seluruh tubuh Slime itu.
[Anda telah membunuh Primordial Slime Fragment!]
[Anda telah memperoleh .... ]
[Anda telah naik Level!]
'Aku setidaknya naik 60 level hanya dengan memburu mereka semua. Jika ini hanyalah potongan kecil dari tubuh aslinya, maka aku harus segera meninggalkan reruntuhan itu sesegera mungkin.' Pikir Eric dalam hatinya sambil melihat sekeliling Kota ini.
"Kerja yang luarbiasa, kalian semua. Dari hatiku yang terdalam, aku mengucapkan terimakasih pada kalian." Ucap Eric kepada seluruh Prajurit yang ada di Kota ini.
Tapi bukan balasan yang diterimanya. Seluruh prajurit itu justru segera berlutut dengan wajah yang menghadap tanah.
"Terimakasih banyak atas pujian Anda, Tuanku. Kami akan selamanya melayani Anda." Ucap salah satu petinggi militer yang mewakili seluruh Prajurit.
Eric nampak tersenyum melihat sikap mereka semua. Sebelum akhirnya, Ia mengangkat tongkat sihirnya dan berkata.
"Lepaskan."
Dunia Dungeon manifestasi ini pun mulai runtuh. Baik bangunan, maupun penduduknya. Di saat Eric menoleh ke arah para Prajurit, mereka nampak masih berlutut dengan tenang tanpa memperdulikan apapun.
'Sungguh.... Aku sangat berterimakasih pada kalian semua.'
'Kretaakk!'
__ADS_1
Bersamaan dengan terbukanya celah kecil itu, Eric memberikan Buff pada dirinya sendiri. Sebuah Buff sederhana yaitu [Swift Movement] untuk meningkatkan kecepatan geraknya.
Setelah celah yang terbuka sudah cukup besar, Eric tanpa ragu segera mengepakkan sayapnya dan melesat melalui celah itu.
'Swuuuoosshh!'
Tak memperdulikan apapun yang ada di sekitarnya, Ia hanya terus bergerak maju menuju ke pintu keluar yang terbuka lebar itu.
'Blaaaaarrr!!!'
Pada kenyataannya, seluruh isi Dungeon ini telah berubah menjadi lendir hitam yang mampu bergerak dengan bebas.
Ratusan tentakel yang berlendir dan lengket itu mulai membuat seperti sarang laba-laba untuk menghalangi Eric agar tak bisa keluar.
Tapi dengan kekuatan penglihatan yang dipinjamkan oleh Cathy, Eric mampu melihat segalanya dengan sangat jelas. Menghindari jebakan itu sangatlah sederhana.
Ada kalanya ketika Ia tak bisa menghindar. Dan di saat itu lah, Ia menarik pedang hitam yang ada di dalam Inventorynya. Sebuah pedang peninggalan Tasmith yang mampu menghancurkan apapun.
'Zraaasshh! Zraaasshh!'
Eric menebas seluruh tentakel dan lendir itu dengan mudah menggunakan pedang itu. Tapi semakin banyak pedang itu diayunkan, kerusakan yang diterima pedang itu semakin besar.
Tepat setelah 8 kali ayunan, pedang tingkat Mythical itu pun hancur lebur karena menyentuh lendir hitam Primordial Slime yang bersifat sangat korosif itu.
"Extermination Ray." Ucap Eric sambil mengarahkan tongkat sihir itu ke depan. Empat buah lingkaran sihir amplifikasi nampak berputar dengan cepat. Memperkuat sihir yang akan digunakan Eric berikutnya.
Dan hasilnya?
'Zraaaaaaaaaaaassshhhh!!!'
Cahaya putih yang sangat terang dan panas itu melelehkan seluruh lendir hitam yang ada di hadapannya. Membuatkan jalan keluar bagi Eric.
Eric yang masih terus terbang dengan kecepatan tinggi itu pun berlomba waktu. Antara kekuatan serangan dan kecepatan terbangnya, dengan kecepatan regenerasi Slime itu.
Tapi pemenang dari perlombaan ini sudah sangat jelas.
Eric yang terus mempertahankan sihir Extermination Ray itu terus menerus membuka jalan baru tak peduli seberapa banyak cairan lendir yang ada di hadapannya.
Sedangkan tentakel dan cairan lendir yang ada di belakangnya nampak kesulitan untuk mengejar Eric.
__ADS_1
Hingga akhirnya....
'Swuuooosshhh!!!'
Eric berhasil keluar melewati pintu masuk itu. Tak merasa aman, dirinya segera terbang ke udara dan memperhatikan bangunan yang merupakan Dungeon Slime itu.
'Spraaassshh!!!'
Cairan lendir berwarna ungu kehitaman itu nampak membentuk tentakel yang mengarah ke langit. Seakan berusaha sekuat mungkin untuk menangkap Eric.
Tapi setelah gagal menangkap Eric, tentakel itu nampak kembali masuk ke dalam Dungeon setelah 2 detik. Termasuk seluruh lendir hitam yang berceceran di luar Dungeon.
Pada saat itu juga, sebuah suara yang mengerikan terdengar dari dalam Dungeon itu.
"Aku akan mengingat hal ini, Eric.... Ketika kau memasuki tempat ini lagi, aku akan memastikan untuk memangsamu...." Ucap Primordial Slime itu dengan suara yang besar dan terkesan bergemuruh.
'Jadi itu suara aslinya ya? Tapi maaf, aku takkan kembali lagi ke tempat sialan ini. Tidak sebelum aku tahu bagaimana cara membasmi lendir sialan sepertimu.' Pikir Eric dalam hatinya.
Eric terlihat mengawasi bangunan itu selama beberapa menit.
Tak ada pergerakan sedikitpun. Baik di luar Dungeon maupun di sekitarnya. Dengan hasil pengamatan itu, Eric telah memastikan satu hal.
"Syukurlah dia adalah Boss Dungeon. Dengan kata lain, dia takkan keluar dari Dungeon yang dijaganya. Hah...." Ucap Eric pada dirinya sendiri sambil menghela nafas.
Setelah beberapa saat menenangkan dirinya dari peristiwa yang mengerikan itu, Eric akhirnya telah memutuskan suatu hal yang penting.
"Cathy.... Tolong kendalikan tubuhku dan bawa kembali ke wilayah Selatan. Aku ingin beristirahat sebentar dari semua ini...." Ucap Eric pada Cathy yang ada di dalam dirinya.
"Dengan senang hati, Tuanku. Beristirahatlah sebanyak yang Anda inginkan." Balas Cathy dari dalam tubuh Eric. Suaranya menggema secara langsung di dalam kepala Eric.
Dan dengan begitulah....
Ekspedisi yang panjang dengan akhir yang dipenuhi kengerian ini pun berakhir. Eric dan juga Cathy telah berhasil mengamankan beberapa sampel bagian tubuh dari Primordial Slime itu.
Sekarang, hanya butuh waktu untuk mengungkap rahasia yang sebenarnya dari Primordial Slime itu. Termasuk bagaimana cara untuk memanfaatkannya.
Cathy yang terus terbang dengan mengepakkan sayap kelelawar itu terlihat membuat senyuman yang tipis ketika melihat matahari terbenam.
Arah tujuannya adalah salah satu Dungeon kecil di dekat tempat ini. Cathy berencana untuk segera pergi ke Dungeon kecil itu dan menggunakan lingkaran sihir Teleportasi untuk membawanya langsung ke wilayah Selatan.
__ADS_1
Sementara itu, Eric yang kini berada dalam mode Spectator atau penonton, hanya bisa memikirkan apa saja yang baru saja terjadi.
'Lucien, Verara, Tharkas, Rilette.... Tunggu aku. Pengorbanan kalian takkan sia-sia. Segera setelah menguasai kemampuan Ressurection, aku akan menghidupkan kalian kembali. Oleh karena itu.... Tunggulah dengan tenang dimanapun kalian berada.'