Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!

Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!
bab 109.


__ADS_3

"iyaa si ma, yaudah nanti aku bilang sama Rey. tapi nanti mama temenin aku ya?" kataku pada mama yang langsung menganggukan kepala.


"iyaa tenang aja mama pasti temenin kamu, udah mama masak dulu ya. bening katuk sama bikin cumi asam pedas aja ini, cepet kok. mumpung bocil-bocil masih pada tidur" kata mama melangkah kan kaki menuju ke dapur meninggalkan aku yang duduk disebelah Syifa, sementara Nayla masih berada dikamar Sintia bersama tantenya itu bermain ponsel.


"nay, mandi dulu yuk" kataku pada Nayla setelah membuka pintu kamar Sintia.


"nanti dulu ma, nay masih main YouTube" jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponsel.


"ya nanti dulu lah lagi main hp nya, mandi dulu. Dede Syifa aja udah mandi itu loh" jawabku duduk disebelah Nayla.


"yaudah deh tapi bener ya nanti boleh pinjam lagi hpnya?" katanya membuatku tersenyum dan menganggukan kepala.


"iyaa boleh, kalo dikasih sama ante Sintia" jawabku lekas membuka baju yang dipakai Sintia dan membawanya menuju kamar mandi.


"loh, nay udah mau mandi?" tanya mama yang berada tak jauh dari kamar mandi yang bersebelahan dengan dapur.


"iyaa nih uti, disuruh mandi sama mama. emang Dede Syifa udah mandi uti?" tanya Nayla pada utinya.


"udah dongg, tadi Nayla ngga salam sama om Rey ya?" kata mama.


"emang om Rey udah berangkat kerja apa uti? kok Nayla gatau?" jawabnya.


"yaa udah lah, om Rey kan hari ini udah mulai masuk kerja. masa nay gatau si" jawab mama. Nayla pun mengikuti langkahku memasuki kamar mandi dengan wajah murung.

__ADS_1


"kenapa kamu nay?" tanyaku pada Nayla.


"kata uti om Rey udah berangkat kerja ma, kok om Rey ga nungguin Nayla si ma. nay kan mau jajan dulu" katanya membuatku terkekeh kecil.


"iyaa nanti kita telpon om Rey ya, nayla ngga usah nangis" kataku berusaha membujuk Nayla.


"iyaa ma" jawabnya menganggukan kepala dengan malas.


"lagian kenapa si ma om Rey ngga disuruh nungguin Nayla, bukannya bangunin Nayla dulu" lanjutnya.


"yaa abisnya Nayla dari tadi ngga mau keluar dari kamar, didalam kamar terus. udah yuk, jangan kelamaan nanti dingin" kataku setelah selesai memandikan Nayla.


Nayla pun melangkah kan kaki keluar dari kamar mandi dengan lesu, aku pun mengambil pakaian ganti miliknya didalam kamar Sintia dan membawanya keruang tamu dimana Syifa tengah tertidur.


"iyaalah, adik kan masih kecil pasti cuma tidur doang bangunnya ya kalo minta enen doang" jawabku menatap Nayla yang tengah ku pakaian minyak telon.


tak ada lagi suara jawaban dari Nayla hingga ia selesai memakai baju, lima belas menit kemudian mama pun selesai memasak dan menyuruhku menyuapi Nayla dengan sayur bening katuk dan juga bakwan jagung yang mama buat.


"di, suapin dulu Nayla pake bening katuk tuh sama bakwan jagung. masih ada jagung waktu itu makanya mama buat bakwan aja" kata mama yang langsung aku angguki.


"nay, makan dulu ya. mama ambilin nasi dulu, tunggu disini" kataku pada Nayla yang ku setelkan tv.


aku pun melangkahkan kaki memasuki dapur dan mengambil nasi untuk Nayla, setelah itu kembali menghampiri mama dan juga Nayla diruang tamu.

__ADS_1


"sini nay, makan dulu" kataku membuat Nayla mendekat.


"kamu udah hubungin Rey di?" tanya mama membuatku menggelengkan kepala.


"belum lah ma, nanti aja lah. masih jam segini, paling juga Rey baru sampai dikantor. nanti aja pas jam makan siang ma" jawabku sambil menyuapi Nayla.


"yaudah kalo gitu, kalo dipikir-pikir nih ya di. kenapa ngga dari dulu ya Rey punya ide kaya gini, atau ya seengganya kemaren waktu Lukman kecelakaan itu. kan bakalan lebih cepet proses cerai kamu" kata mama kembali membuatku berpikir.


"yaa namanya juga baru kepikiran ma, lagian siapa juga yang tau ternyata mas Lukman menggunakan hal kaya gitu untuk membuat aku nurut. itu udah hal fatal kan ma" jawabku yang juga disetujui oleh mama.


"iyaa makanya itu di, makanya ya seharusnya kamu ikutin aja apa kata Rey di. lagian itu semuakan buat kamu juga, lagian biar Rey juga ngerasain gimana rasanya ngga punya apa-apa dan dia juga ngga bisa mengandalkan siapa pun lagi" jawab mama yang aku benarkan.


"iyaa si ma, bener juga. yaudah deh nanti aku telpon Rey dan nyetujin saran dari Rey. gimana menurut mama?" tanyaku pada mama.


"iyaa bagus itu di, jadi biar kamu juga bisa cepet bebas dari benalu itu." jawab mama dengan sedikit kesal. sepertinya mema memang sudah terlalu sakit hati dengan apa yang mas Lukman dan keluarga lakukan padaku, dan aku akan segera memberikan pelajaran berharga pada keluarga itu.


aku puh tak menjawab perkataan mama karna Syifa menunjukkan gerak yang sepertinya dia akan bangun dari tidurnya, aku biarkan dia menggeliat bebas agar terbangun dan membuka matanya. agar bisa merasakan bermain walaupun sebentar, karna aku yakin jika dia sudah aku berikan asi lagi Syifa pasti akan kembali tertidur.


"dia melek di" kata mama dengan binar.


"iyaa ma, biarin aja dia bangun dulu biar main sama kakaknya. biar ngga tidur Mulu" jawabku menoel pipinya yang sudah terlihat chubby.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2