
setalah kepergian Rizal, aku pun juga ikut kambali keruangan ku sendiri. saat sampai diruangan, banyak mata yang menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.
"a-ada apa ya? kok natap aku kaya gitu, apa ada yang salah?" tanyaku yang langsung dijawab gelengan kepala oleh mereka.
"mereka syok karna Lo begitu dibela sama pak Hamid, di" kata mbak raya membuat yang lain menganggukan kepala.
"ooohh, maaf ya semua. aku gak ada hubungan apapun kok sama pak Hamid, serius" kataku membentuk dua jari berhuruf v.
"tapi, kok pak Hamid belain Lo sampe segitu nya di. apalagi Lo sampai dipanggil ke ruangannya, Lo gak di apa-apain kan?" tanya mbak Silvi membuatku tersenyum dan menganggukan kepala.
"ngga kok mbak, tenang aja. aku gapapa kok" jawabku dengan senyum tulus.
__ADS_1
"syukur lah, emang bener-bener tuh si Ratih. masa cuma karna masalah begitu aja sampai orang dilabrak, udah mana sok kecantikan banget. iihh" kata mbak Silvi menggidikkan bahu, aku pun tertawa kecil mendengar gerutuannya.
"iyaa loh, untungnya Lo bisa ngelawan tuh nenek sihir loh di. dia itu dari dulu emang selalu berusaha banget buat deketin pak Hamid, tapi selalu gagal. tau sendiri lah gimana pak Hamid kalo sama perempuan, pernah gue bilang kan kali dulu pak Hamid itu bener-bener jaga pandangannya sama karyawan perempuan dikantor ini" kata mbak Laras diangguki oleh mbak raya dan juga mbak Silvi.
"iyaa bener loh di, kok Lo bisa sedeket itu sih sama pak Hamid. bener Lo ngga ada apa-apa sama Hamid di?" tanya mbak Silvi membuatku menganggukan kepala.
"bener lah mbak, ngapain aku bohong. aku emang gak ada apa-apa sama pak Hamid" jawabku membuat mbak Silvi percaya.
"iyaa sekarang gak ada apa-apa tapi gatau nanti kedepannya" gumam mbak Laras yang masih jelas terdengar ditelingaku, aku pun menyenggol sedikit lengan mbak Laras. dia pun hanya tersenyum kecil mentapku.
"eehh kata siapa Lo bakalan nyantai, nih bantuin gue. Lo gak liat kerjaan gue bejibun begini" kata mbak raya menatap mas fahmi yang seolah tak mendengar perkataan mbak raya.
__ADS_1
"fahmiiiiii"
"woh, Fahmi!" panggil mbak raya pada akhirnya menepuk kasar pundak mas Fahmi yang terlihat kesakitan karna pukulan dipundaknya.
"apaan sih, Lo mah gak bisa liat orang nyantai dikit. selalu aja ngerusak suasana hati orang" kata mas Fahmi menatap kesal kearah mbak raya yang hanya cengengesan memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"yaelah mi, gue kan cuma minta tolong. gue kan juga pengen pulang cepet mi, masa gue lembur terus. kasian perusahaannya ntar kalo gaji gue doubel Mulu" kata mbak raya terkekeh kecil sementara mas Fahmi memutar bola mata malas.
"terserah apa kata Lo aja lah Ray, udah sana-sana minggir ah. ganggu orang aja Lo ah" kata mas Fahmi mengusir mbak raya dari tempat nya.
"aaahh ngga asik Lo mi!" kata mbak raya dengan kesal, mas Fahmi pun hanya diam tak membalas perkataan mbak raya.
__ADS_1
"hati-hati Lo berdua, nanti jodoh baru tau rasa!" kata mbak Laras membuat mbak raya dan juga kas Fahmi membelalakan mata.
bersambung....