
aku keluar dari ruangan mas Hamid dengan perasaan lega, entah kenapa setiap bertemu mas Hamid aku menjadi gugup.
"permisi mbak, ruang HRD dimana ya?" tanyaku pada salah satu staf pegawai yang lewat didepanku.
"HRD ya? mbak nya nanti kelantai bawah setelah lantai ini, terus mbak langsung ambil kanan dari lift ya. disitu ada tulisannya ruang HRD" jawab staf itu dengan ramah.
"terimakasih ya mbak, kalo gitu saya permisi" jawabku dengan tersenyum kecil
"eehh tunggu dulu!" panggil nya lagi membuat langkah kaki ku terhenti.
"iyaa, ada apa ya mbak?" tanyaku dengan sopan.
"kalo boleh tau kamu ada urusan apa ya ke bagian HRD? apa kamu yang melamar pekerjaan diperusahaan ini?" tanyanya yang langsung aku jawab dengan anggukan kepala.
"iyaa bener mbak, saya akan menjadi bagian dari perusahaan ini mulai Senin nanti" jawabku dengan tersenyum.
"waaahh selamat ya, kamu dapat dibagian apa? semoga kamu dibagian sekretaris seperti saya ya biar saya ada yang bantuin" jawab nya dengan wajah berbinar.
"saya juga belum tau mbak, tapi mana mungkin saya menjadi sekretaris. saya ngga ada pengalaman jadi sekretaris mbak, terlebih saya hanya lulusan SMK" jawabku membuat wajah binar pegawai tersebut berubah menjadi sendu.
"ooohh begitu ya, yaahh sayang banget" jawabnya dengan wajah sendu.
"kalo begitu saya permisi dulu ya mbak" kataku yang langsung dijawab anggukan kepala oleh pegawai yang menjabat sebagai sekretaris tersebut.
aku pun melangkahkan kaki menuju lift dan menekan tombol kebawah sesuai arahan sekretaris tersebut. lift pun terbuka, aku pun melangkah memasuki lift tersebut yang kemudian terbuka setelah sampai dilantai yang aku tuju.
terlihat jelas beberapa orang tengah sibuk didepan komputer, aku pun berdecak kagum memindai sekeliling lantai tersebut.
"maaf kamu siapa ya? dan ada kepentingan apa disini?" tanya seseorang mengagetkan aku.
"oh maaf mbak, saya Sadiyah. saya mencari ruang manager HRD dimana ya?" tanyaku dengan sopan.
"saya siska. manager HRD ya, kamu lurus aja sebelah kanan itu ada tulisannya depan pintu ruang manager HRD. kalo sebelah kiri itu manager pemasaran, jangan sampai salah ya" jawabnya dengan ramah.
"oh iya terimakasih banyak mbak Siska, saya permisi" jawabku dengan tersenyum yang langsung dibalas anggukan kepala.
aku pun melangkah kan kaki menuju ruangan seperti yang dikatakan oleh mbak Siska, setelah ketemu aku pun mengetuk pintu tiga kali dengan sopan sampai ada sahutan dari dalam.
"masuk"
aku pun membuka pintu dengan pelan, terlihat dua orang lelaki yang satu paru baya yang satu lagi terlihat masih agak muda. kira-kira seusia mas Hamid.
"maaf, anda siapa dan ada perlu apa?" tanya pria paru baya itu padaku.
"emm maaf pak, saya calon karyawan baru. saya disuruh menghadap manager HRD oleh pak Hamid, nama saya Sadiyah" jawabku membuat lelaki yang bersama manager HRD itu sedikit kaget, terlihat dari ekspresinya.
"ooohh iyaa mari silahkan duduk mbak, mari duduk. kenalkan saya ikbal dan ini pak Rizal, asisten pak Hamid" kata pria paru baya bernama ikbal tersebut. aku pun menganggukan kepala dengan sedikit senyum pada asisten mas Hamid, kemudian duduk tepat disebelah lelaki tersebut dengan membuat jarak sedikit berjauhan.
"jadi mbak ini yang direkomendasikan pak Hamid ya?" tanya pak ikbal yang langsung aku jawab dengan anggukan kepala.
"betul pak" jawabku singkat dengan nada sopan.
__ADS_1
"bagaimana pak Rizal?" tanya pak ikbal pada lelaki bernama Rizal.
"berikan tempat sesuai dengan apa yang diminta oleh pak Hamid, berikan seseorang untuk mendampinginya pak. saya yakin dia akan kompeten, dilihat dari nilai akademiknya dia mungkin cukup cerdas" jawab lelaki bermana Rizal tersebut, pak ikbal hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.
"baiklah kalo begitu, sebentar saya panggilkan sekretaris saya dulu" jawab pak ikbal yang langsung meninggalkan aku bersama lelaki bermana Rizal itu.
"apa kamu tak ingat aku?" tanyanya dengan bahasa tidak formal.
"memang anda siapa? apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanyaku dengan dahi menyerit.
"haha baiklah sepertinya kamu lupa denganku, mau aku ingatkan?" tanyanya dengan tampang sok akrab.
aku yang mendengar pun hanya menghidupkan bahu, tak perduli dengan apa yang lelaki itu bicarakan.
"mbak Diah, silahkan ikuti sekretaris saya. dia akan membawa mbak ketempat kerja mbak dan memberitahukan apa saja tugas mbak nantinya" kata pak ikbal yang sudah kembali bersama seorang perempuan cantik.
"baik pak, tapi kata pak Hamid saya bisa mulai bekerja hari Senin nanti" jawabku dengan jujur.
"iyaa tak apa, kamu hanya diberi tahu secara singkat apa tugas kamu kok. nanti hari Senin pun akan ada yang mendampingi kamu selama kamu belum mengerti dengan tugas-tugas kamu" jawab pak ikbal membuatku tersenyum dan menganggukkan kepala.
"mari mbak" kata sekretaris pak ikbal.
aku pun mengikuti langkah sekretaris pak ikbal yang entah membawa aku kemana.
"siapa nama kamu?" tanyanya dengan sedikit judes.
"nama saya sadiyah Bu" jawabku dengan sedikit memberikan senyum.
"duuhh jangan panggil saya Bu dong, memang saya setua itu ya?" jawabnya menampilkan wajah kesal.
"ooohh kamu yang direcomendasiin sama pak Hamid langsung itu ya? enak ya lulusan SMK langsung jadi staff, biasanya itu cleaning service loh" katanya dengan nada tak suka.
aku pun langsung mendongak menatap perempuan cantik dihadapanku ini.
"maksud mbak apa ya?" tanyaku yang merasa tak nyaman dengan perkataannya.
"eehh ran, bawa siapa Lo?" tanya salah satu staff dari dalam ruangan kaca.
"biasa, staff baru. lulusan SMK guys, recomendasi pak Hamid" jawabnya dengan raut wajah sinis.
"whaatt? SMK!" teriak staff yang tadi bertanya langsung diangguki oleh perempuan yang aku ketahui bernama rani tersebut.
"bagian apa ran?" tanya yang lainnya.
"administrasi" jawab Rani dengan jutek.
"dah ah, gue anter ni bocah dulu. bye" lanjutnya langsung melangkahkan kaki meninggalkan aku dibelakangnya
aku pun kembali mengikuti langkah sekretaris pak ikbal yang bernama rani itu dengan sedikit tergesa-gesa.
"ayok cepet dong jalannya, gue masih banyak kerjaan nih. gue juga mau pulang cepet tau hari ini" katanya dengan wajah jutek, aku pun mempercepat langkahku mengikuti langkah Rani.
__ADS_1
"nah ini ruangan Lo, guys ini ada calon karyawan baru ya. Senin nanti mulai kerja, kalian kasih tau aja kerjaannya apa" kata Rani mendekap tangan didada.
"Alhamdulillah personil kita bertembah guys, semoga bisa bekerja sama dengan tim dengan baik" kata salah satu staff admin yang berada tak jauh dariku.
"terimakasih, mohon bimbingannya" kataku mengatupkan kedua tangan.
"Udeh ya, gue balik. kalian kasih tau apa aja tugasnya Senin nanti, jangan lupa ajari. cuma SMK guys" katanya sebelum meninggalkan ruangan. setelah kepergian Rani, orang-orang dalam ruangan itu pun menggelengkan kepala.
"maafin Rani ya, dia mah emang begitu. rada sombong, mungkin karna dia merasa jabatannya tinggi sebagai sekretaris jadi sok begitu" kata salah satu staff perempuan mengenakan jilbab menghampiriku.
"ah, gapapa kok mbak" jawabku dengan sedikit tersenyum.
"ayok sini, aku tunjukkin tempat kamu." katanya menggandeng tanganku kesalah satu tempat yang kosong.
"nah ini dia, tepat disebelahku ya. jadi kita bisa jadi partner" katanya menunjukkan ku sebuah meja kursi lengkap dengan komputer diatasnya.
"baik mbak, terimaksih banyak." jawabku dengan sedikit tersenyum.
"sama-sama, ngga usah sungkan. kami disini kerja profesional kok, lebih tepatnya menjadikan ruangan ini nyaman di tanpa saling mengusik. iyakan guys?" kata perempuan itu pada teman-teman yang lainnya.
"betul, kenalin gue Silvi" kata salah satu pegawai yang tak jauh dariku.
"saya Sadiyah, mbak nya?" tanyaku pada perempuan berjilbab tadi.
"oiyaa, gue,,,,,," jawabnya terhenti ketika mendengar suara nyaring seseorang.
"elo! Lo ngapain disini?" tanya perempuan bernama Ratih yang aku temui direseptionist tadi.
"loh, mbak nya yang tadi berantem sama receptionist kan ya?" tanyaku tanpa menjawab pertanyaannya.
"Yee elo ditanya malah nanya balik, gue tanya Lo ngapain disini?" tanyanya dengan mata melotot.
"Lo apa apaan sih tih, dia itu staff baru disini. lagian Lo ngapain kesini?" tanya perempuan berjilbab yang belum aku ketahui namanya itu.
"gue mau minta catatan keuangan yang keluar bulan ini lah, mau apa lagi kalo bukan itu kalo gue kesini. mana cepet sini" jawab perempuan bernama Ratih itu.
"sebentar, Ray udah selesaikan laporannya? kasih sama Ratih tuh biar dibuat laporan keuangan" kata perempuan itu.
"nih ras" jawab wanita bernama raya itu pada perempuan berjilbab yang dipanggil ras.
"udah nih, pergi sana. jangan buat keributan disini" kata perempuan berjilbab itu membuat Ratih mengentalkan kaki dengan kesal.
"maafin dia ya, oiyaa nama saya Laras. semoga kita bisa berteman baik" katanya yang pada akhirnya ku ketahui bernama Laras.
"terimakasih mbak Laras, mohon bantuannya karna saya baru pertama kali kerja dikantoran seperti ini" jawabku dengan jujur.
"iyaa pasti, tenang aja memang sebelumnya kerja dimana?" tanyanya ramah.
"kerja lapangan mbak, SPBU" jawabku yang langsung dijawab anggukan kepala.
"ini dipelajari dulu ya, nanti kalo sudah kamu boleh bawa pulang dan difahami nanti dirumah" katanya menyerahkan satu buat map yang tidak terlalu tebal.
__ADS_1
aku pun menerimanya dan membacanya muaki lembar perlembar, sementara mbak Laras kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
bersambung.....