
pagi dini hari aku dikejutkan dengan telpon dari salah seorang teman mas lukman yang rumahnya tak jauh kontrakan ku, ia memberikan kabar jika mas Lukman jatuh dari motor tapi ia pun tak memberi tahukan cerita detailnya.
tepat pukul lima pagi, aku pun menghubungi Rey dan juga mama untuk menjemput Nayla dan juga Syifa dirumah semantara aku akan menemui mas Lukman dialamat yang telah dikirimkan oleh teman mas Lukman tersebut.
"assalamualaikum Rey, mbak mau minta tolong kamu sama mama kerumah. mbak ada keperluan sebentar" kataku setalah Rey mengangkat telpon dariku.
"urusan apa si mbak jam segini?" tanya Rey dengan suara khas baru bangun tidur.
"mas Lukman jatuh dari motor sekarang lagi diugd rumah sakit" jawabku dengan nada panik.
"apa? mas Lukman jatoh dari motor dan sekarang dirumah sakit?" tanya Rey dengan nada kaget membuat ku langsung menjauhkan telpon dari telinga.
"duuhh jangan kenceng-kenceng dong Rey ngomongnya, iyaa mas Lukman dirumah sakit sekarang makanya mbak minta kamu buat bawa mama kesini" jawabku dengan nada kesal.
"yaudah kalo gitu Rey siap-siap dulu, mbak udah bilang sama mama belum?" tanya Rey pada ku.
"udah kok, tadi mbak udah kirim pesan sama mama." jawabku.
"yaudah kalo gitu, aku tutup dulu telponnya" jawab Rey yang langsung mematikan sambungan telpon.
"huh dasar anak ini, belom selesai ngomong main matiin aja" gumamku sambil menaruh ponsel milikku diatas nakas.
aku pun mempersiapkan diri, sholat subuh dan juga bersiap untuk menghampiri mas Lukman dirumah sakit yang sudah dikirimkan alamatnya oleh teman dari mas Lukman.
tepat empat puluh lima menit kemudian Rey datang bersama mama dengan terpogoh-pogoh.
"assalamualaikum di" kata mama mengetuk pintu rumah kontrakan.
"waalaikumsalam" jawabku membuka pintu rumah.
"Lukman kecelakaan, kamu yakin?" tanya mama dengan menyeritkan kening.
"iyaa ma, tadi aku dikasih kabar sama temannya. ini aku mau kesana sekarang, makanya mama aku suruh kesini sama Rey" jawabku yang langsung mendapat anggukan kepala dari mama.
__ADS_1
"yaudah, kamu udah siap?" tanya mama dengan raut wajah heran.
"iyaa udah kok, ini kan aku cuma nungguin mama doang" jawabku dengan tersenyum.
"yaudah kalo gitu, nanti mama bawa anak kamu kerumah aja ya. kasian bapak dirumah cuma sama Sintia, takutnya perlu apa-apa. kamu perginya sama Rey aja, ini kan hari libur" jawab mama yang langsung membuatku menatap Rey meminta persetujuan.
"yaudah kalo emang mama mau aku nganerin mbak Diah, terus mama gimana?" tanya Rey pada mama.
"mama mah gampang, kamu kan bisa pesenin taksi online nanti" jawab mama yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rey.
"yaudah kalo gitu aku beresin barang Nayla sama Syifa dulu ya ma" kataku yang langsung memasukkan beberapa barang nayla dan juga Syifa.
"mertua kamu udah dikasih tau di?" tanya mama membuatku langsung menepuk kening.
"belum ma, dari tadi Diah ngga kepikiran si buat ngasih kabar ke ibu nya mas Lukman." jawabku yang masih membereskan barang milik Nayla dan juga Syifa.
"harusnya kamu kabarin mereka aja, biarin aja mereka yang ngurusin Lukman disana" kata mama membuatku sedikit terdiam.
"Diah Diah ngga tau deh apa yang udah Lukman kasih kekamu sampe kamu sebegitunya sama dia, sudah sebegitu disakitinya tapi tetap aja masih mau ngurusin" jawab mama membuatku terkekeh kecil.
"bukannya kita sama ma? emang mama lupa gimana dulu mama sama bapak klo berantem, mama lupa gimana dulu mama dicurigain bapak selingkuh sama lelaki lain sampe aku yang waktu itu masih kecil disuruh memata-matain mama" jawabku dengan terkekeh.
"yaa itu kan dulu di, lagian kan itu emang ngga bener. tapi ini kamu, kan udah jelas-jelas kamu udah disakitin berkali-kali sama dia tapi masih aja kamu mau,,, ahhh ntahlah" jawab mama dengan nada frustasi.
"Diah memang gaterima dengan perlakuan mas Lukman ma, tapi kan namanya suami istri gimana si ma. masa aku diam aja kalo suamiku sekarang terbaring lemah dirumah sakit, emang mama mau anaknya dituduh istri durhaka karna mengabaikan suaminya" jawabku dengan mengerucutkan bibir.
"mana ada begitu, yang ada Lukman itu yang udah zholim sama istrinya. udah disakitin tapi masih aja nyusahin, seharusnya dia beruntung dapatin kamu udah yang selalu sabar menghadapi sikapnya di bukan malah mencaci maki" jawab mama dengan nada kesal.
"kejahatan ngga selalu harus dibalas dengan kejahatan kan ma, lagian Diah juga sebenarnya ikhlas menjalankannya. emm bukan ikhlas si, lebih tepatnya udah menyerahkannya sama Allah si ma" jawabku dengan sedikit menundukkan kepala.
"maksudnya gimana si di, ngga ngerti mama." kata mama membuatku terkekeh.
"yaudah deh ma, ini udah selesai ya ma. tinggal bawa aja, yuk kedepan. Rey udah nungguin kan" kataku membujuk mama.
__ADS_1
"yaudah yuk ah, tapi ini gimana Nayla sama Syifa kan belum bangun" kata mama membuatku menepuk kening.
"gampang lah ma, nanti kan Rey peseninntaksi online dulu. yaa nanti biar Rey aja yang ngangkat Nayla nanti amma bawa Syifa" jawabku yang langsung dijawab anggukan kepala oleh mama.
"yaudah kalo gitu, reeyyyy" kata mama meamnggil Rey dengan cukup keras, membuat Syifa terbangun karna kaget.
"mama si kan bangun kan syifanya, teriaknya kenceng banget si" kataku menepuk pelan bahu mama.
"apaan si ma teriak-teriak" tanya Rey dengan nada kesal.
"ini bantuin bawa barangnya Nayla sama Syifa kedepan, sama pesen taksi onlinenya" kata mama yang langsung membuat Rey menjalankan apa yang dikatakan olehnya.
"ini namanya jalan apa mbak?" tanya Rey padaku.
"jalan Pandawa satu" jawabku singkat sambil memberikan asi pada Syifa.
"udah, lima menit lagi sampai. emang semua barang Syifa sama Nayla udah diberesin?" tanya Rey padaku.
"udah kok, ini udah selesai semua" jawab mama menunjukkan dua tas selempang milik Nayla dan juga Syifa.
"banyak banget si ma sampe dia tas begitu" jawab Rey menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"namanya juga dua anak Rey, gimana si" jawab mama dengan nada kesal.
"yaa tapi nanti mama sudah loh ngeluarinnya kalo udah sampe rumah" jawab Rey membuat mama kembali berfikir membenarkan apa yang dikatakan olehnya.
"terus gimana dong?" tanya mama dengan raut wajah heran.
"yaudah nanti Rey bilang aja deh sama supir taksi onlinenya biar bantuin mama bawain barang ini sampai depan rumah" jawab Rey yang langsung disetujui oleh mama.
"yaudah yuk lah cepat siap-siap, kunci pintunya mbak" ......
bersambung....
__ADS_1