Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!

Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!
bab 86.


__ADS_3

"yaa memang ngga ada salahnya, tapi mbak ngga mau sampai kebiasaan kamu memanjakan dia. suatu saat kamu akan berumah tangga sendiri Rey, jangan sampai nanti istri dan anakmu merasa dinomer duakan karna kamu sudah terlalu memanjakan Nayla sejak saat ini" kataku pada Rey dengan sedikit tegas.


"bener apa yang dikatakan sama mbak mu Rey, jangan sampai kamu berperilaku seperti Lukman yang ngga bisa menghargai istri dan juga anak-anaknya" kata mama yang langsung aku angguki.


"iyaa ma, mbak tenang aja rey pasti bisa menempatkan posisi kalo nanti Rey menikah. lagian masih lama kali mbak, ma Rey aja belum punya pikiran buat nikah kok sampe sekarang" jawab Rey membuatku dan mama menggelengkan kepala.


"yaa mama hanya ngasih tau Rey bukan maksud apapun, ini juga buat kebaikan kamu kok bukan buat mama." kata mama yang juga aku angguki.


"iyaa bener mama Rey, kamu jangan sampe kaya mas lukman. mbak ngga rela adik mbak memperlakukan hal seperti itu, mbak tau gimana rasa sakitnya makanya mbak gamau ada perempuan lain yang merasakan apa yang mbak rasakan" kataku menatap Rey yang menganggukan kepala.


"iyaa ma, mbak aku janji nggak akan menyakiti wanita. apalagi wanita yang menjadi istri ku dan wanita yang kelak akan menjadi ibu dari anak-anakku" jawab Rey membuatku dan juga mama tersenyum.


"iyaa, mbak percaya kalo kamu akan memperlakukan wanitamu dengan sangat baik" jawabku dengan mengembangkan senyum menatap Rey.


"tapi, Rey juga minta. andai suatu saat Rey menikah dengan perempuan pilihan Rey, mama dan mbak Diah bisa menyayanginya seperti anak dan juga dik kalian sendiri. biar bagaimana pun perempuan tersebut adalah seorang anak perempuan yang kita minta kepada kedua orangtuanya itu. sama halnya seperti mama dan juga mbak yang gamau aku menyakiti wanita, aku pun gamau wanita pilihanku tersakiti karena keluargaku. andai ada yang salah darinya, bicarakan padaku aku akan membimbingnya menjadi lebih baik meskipun ngga sesempurna yang kalian harapkan" kata Rey menatap mama dan juga aku bergantian.


"iyaa Rey, insyaallah. lagipula, dari apa yang terjadi pada mbakmu itu sebagai pembelajaran bagi kita agar selalu saling menghormati. asalkan kamu meminang wanita yang berakhlak dan beragama itu sudah lebih cukup untuk mama, karna itu yang utama." kata mama yang juga aku setujui.


"iyaa, udah ah ma mbak udah kaya orang mau cepet-cepet nikah aja. orang calonnya juga belum ada kok" jawab Rey membuatku dan juga mama terkekeh kecil.


"yaa gapapalah, kan cuma kasih pesan aja. iyakan di? daripada kamu salah memilih pasangan nanti, lebih repot lagi kami ngasih tau kamunya." jawab mama membuat Rey tertawa dan menganggukan kepala.


"saat ini, fokus Rey cuma ada mama dan juga kesembuhan bapak ma. ditambah lagi masalah mbak Diah yang memang menjadi perhatianku, kalo bukan aku siapa lagi. ngga mungkin aku merepotkan mama dalam hal ini, iyakan?" jawab Rey membuatku sedikit terharu.


"iyaa mama tau, makanya mama cuma ngasih tau kamu. agar kamu pun nantinya terbuka dengan wanita pilihanmu. ingat Rey, andai nanti Diah bercerai dengan suaminya maka tanggung jawabnya berpindah kembali pada kita keluarganya. meskipun anak-anaknya mendapatkan haknya dari Lukman tapi mbakmu kembali menjadi tanggung jawab mama dan juga bapak sebagai orangtuanya, tapi karna kondisi bapak yang seperti itu maka semuanya kembali kepada kamu sebagai lelaki tertua dikeluarga kita sebagai pengganti bapak" jawab mama dengan meneteskan air mata.

__ADS_1


"iyaa ma, Rey paham apa yang mama katakan. insyaallah Rey akan menjadi suami versi terbaik sesuai apa yang mama inginkan, juga akan menjadi anak dan adik yang baik dalam keluarga ini. doakan Rey ma" jawab Rey yang langsung diangguki oleh mama.


"iyaa, pasti Rey. mama pasti selalu doakan yang terbaik untuk kamu, terimakasih karna selama ini kamu sudah berjuang sampai dititik sekarang. mama bangga padamu" kata mama memeluk Rey yang mendekat kearahnya.


"mbak juga bangga sama kamu Rey, semoga kamu menjadi lelaki sejati yang selalu berada dijalan Allah" kataku menatap Rey yang berada dalam pelukan mama.


"semua ini ngga akan terjadi kalo bukan berkat kamu mbak, ntah jika bukan karna kamu mungkin aku ngga akan menjadi seperti ini. aku belum memberikan apapun untukmu mbak, tapi aku akan menjadi adik terbaik dan juga om yang baik untuk kedua keponakanku" jawab Rey kembali membuatku meneteskan air mata.


"iyaa Rey, makasih ya" jawabku menghapus air mata yang mengalir dipipiku.


"aku yang harusnya makasih sama mbak" jawab Rey yang hanya aku respon dengan anggukan kepala.


"gimana kalo sebelum mbak pergi kita makan bakso dulu? mbak perginya nanti malam kan?" tanya Rey padaku dan juga mama.


"yaudah kalo gitu aku pesen bakso aja ya di RJ, bakso sumsum. boleh kan ma, bapak makan bakso itu?" tanya Rey pada mama.


"boleh, tapi mungkin mama sama bapak berdua aja Rey. itu kan porsinya besar, ngga mungkin juga mama sama bapak menghabiskan satu masing-masing. apalagi bapak" jawab mama.


"yaudah kalo gitu, aku pesen empat aja kali ya? nanti Nayla biar sama aku aja, dia juga kan porsinya sedikit" kata Rey yang langsung dijawab anggukan olehku dan juga mama.


"iyaa, ngga usah banyak-banyak belinya takutnya nanti ngga habis. kan mubazir" jawab mama membuatku tersenyum.


"iyaa Rey mama bener, lagian mbak juga bisa berdua aja nanti sama Nayla kok." jawab ku.


"ngga deh, mbak kan menyusui jadi mbak habiskan aja baksonya sendiri. biar Syifa mendapatkan haknya secara penuh" jawab Rey membuatku tersenyum dan menganggukkan kepala.

__ADS_1


"oiyaa mbak, rencananya mau berapa lama mbak dirumah temen mbak?" tanya Rey padaku sambil mengutak Atik ponselnya.


"mbak juga belum tau si Rey, mungkin nanti mbak akan pikirkan untuk berapa lamanya. memangnya kenapa Rey?" tanyaku.


"gapapa mbak, oiyaa mbak uang dari mas Lukman apa benar tinggal yang tadi mbak berikan sama kak Yuni. kalo benar terus nanti mbak disana gimana?" tanya Rey padaku. aku pun tersenyum mendengar pertanyaan dari Rey yang sudah bisa aku duga.


"ngga lah Rey, kamu kan tau mbak ngga mungkin menghabiskan uang dari mas Lukman. apalagi kan kamu tau sendiri kalo uang yang mas Lukman pinjam kemarin masih ada dimbak, begitu juga uang yang selama ini mas Lukman kasih. mbak masih simpan dengan rapi dalam rekening yang waktu itu mbak buat" jawabku yang langsung direspon dengan anggukan kepala.


"syukur lah mbak kalo begitu, nanti kalo ada apa-apa mbak bisa hubungin aku ya. aku ngga mau loh kalo mbak sama keponakan aku sampe kenapa-kenapa, dan aku ingatin ya mbak sebaiknya uang mbak atau ATM atau apapun yang sangkutan jangan ditaruh dikoper takutnya terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan nantinya" kata Rey


"iyaa tenang aja Rey, mbak kan bawa tas kecil yang muat hanya untuk dompet dan juga ponsel aja. jadi bisa ditaruh diselipkan gendongan Syifa nantinya, jadi kan aman" jawabku dengan tersenyum.


"syukurlah kalo begitu, ada aja akal mbak buat menyimpan barang" jawab Rey membuatku sedikit terkekeh.


"iyaa dong Rey, mbak gitu loh" jawabku membuat mama pun ikut tertawa kecil.


"tapi mbak, kunci rumah mbak bawa terus nanti kalo mas Lukman udah pulang dari rumah sakit gimana mbak?" tanya Rey.


"yaa biarin ajalah Rey, kan dia bisa pulang kerumah ibu nya. gitu aja kok repot sih" jawabku dengan sedikit kesal.


"iyaa juga sih mbak, waaahh pasti bakalan kebakaran jenggot lagi ini kakaknya mas Lukman mbak." jawab Rey membuatku memutar bola mata malas.


"yaa biarin aja lah Rey, kan selama ini juga mereka yang menikmatin uang mas Lukman jadi apa salahnya juga kalo mereka mengurus mas Lukman disaat seperti ini. iyakan ma?" jawabku menatap mama yang menganggukan kepala.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2