Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!

Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!
bab 32


__ADS_3

sebulan pun berlalu setelah penandatanganan surat perjanjian tersebut, ku lihat mas Lukman semakin bingung setelah beberapa hari yang lalu membujukku untuk bicara dengan Rey agar menambah waktu pembayaran hutang-hutangnya.


"ayolah Diah tolong mas kali ini aja, tolong bilangkan pada Rey agar bisa diperpanjang waktu pembayarannya" kata mas Lukman kala itu yang tentu saja masih sangat aku ingat.


"ngga bisa mas, bukannya mas sendiri yang udah menandatangi surat-suratnya. lebih baik sekarang cari kekurangannya, karna kalo ngga aku yakin Rey ngga akan main-main dengan perkataannya. ingat mas, rumah tangga kitalah yang kamu gadaikan. pilihan ada ditanganmu, maaf mas aku harus membereskan semua barang-barangku sebelum dipaksa mama dan juga Rey" jawabku melangkah memasuki ruang tengah dan mulai memasukkan pakaianku dan juga Nayla dan Syifa kedalam koper yang sudah aku persiapkan. tak banyak pakaian milikku, karna selama ini aku memang sangat jarang membeli pakaian baru. paling hanya ketika pakaianku sudah tak layak pakai dan sobek sana-sini baru mas Lukman memberikanku uang untuk membeli pakaian baru, dan pakaian lama pun diharuskan dibuang oleh mas Lukman.


"yaampun Diah, kamu itu sampai segitunya. lagian kamu emang mau rumah tangga kita hancur hanya karna masalah sepele seperti ini, kamu harusnya ajarin adik kamu itu bersikap sopan padaku. biar gimana pun aku kan kakak lelakinya walaupun hanya ipar, masa dia tega membiarkan kakaknya menjadi janda" jawab mas Lukman menyeritkan kening.


"apa aku ga salah dengar mas? bukannya selama ini memang aku sudah terlihat seperti seorang janda yang hidup apa adanya, padahal gaji suaminya lebih dari cukup untuk kehidupan selama sebulan. mas, andai kamu memberikan nafkah yang layak padaku dan keluargamu juga memperlakukan aku sebagai layaknya manusia aku dengan senang hati mempertahankan rumah tangga kita mas. tapi nyatanya, bahkan ketika mereka salah kamu terus membelanya mas. aku lelah mas, aku lelah harus terus mengalah mas. jika kamu sudah kamu mengeluh padaku dan akhirnya merepotkan keluargaku, tapi giliran kamu senang dan memiliki kelebihan dalam apapun pasti keluargamu yang kamu utamakan. jangan kan untuk keluargaku, bahkan untukku dan anak-anakpun kamu sisihkan sisa mas" jawabku panjang lebar tanpa menatap mas Lukman dan terus memasukkan seluruh pakaian Nayla dan juga Syifa.


"kamu kenapa jadi perhitungan begini sama keluargaku, lagipula wajar aku membahagiakan mereka. karna memang hanya aku yang kerja lebih baik dibanding Abang bahkan kakakku yang juga cuma ibu rumah tangga Diah. seharusnya kamu ga perlu sampai seperti ini sampe harus melibatkan keluarga besar" jawab mas Lukman membuatku tertawa sinis menatapnya yang masih seolah tak bersalah dengan apa yang sudah ia lakukan.

__ADS_1


"iyaa aku tau kok, ngga salah mas tapi kamu juga harus tau jika anak dan istrimu ngga hanya membutuhkan makan aja tapi juga keperluan lainnya. sedangkan kamu selama ini, kalo pakaianku tak bolong kamu pun ngga akan inisiatif membelikan pakaian untukmu" jawabku dengan sinis.


"yang penting kan aku selalu membelikan yang kamu butuhkan, kamu ga bisalah menyalahkan aku sendiri. kamu kan juga tau pengeluaran kita itu banyak Diah, belum lagi harus ngasih mama" jawabnya dengan santai.


"apa aku melarang kamu memberikan pada ibumu? ngga kan mas! aku hanya ngga terima jika semua keluargamu mencampuri keuangan kita, bahkan aku sendiri pun kamu batasi untuk hal itu. kamu ngerti ngga sih kalo aku kecewa dengan sikapmu yang seperti itu, kamu itu anggap aku apa? istri kamu atau cuma untuk pajangan didalam rumah dan mesin pencetak anak!!" jawabku membentak mas Lukman yang wajahnya susah terlihat semakin memerah.


"sudah berani kurang ajar ya kamu Diah, semuanya kamu keluarkan. bagus, mentang-mentang aku ngga berdaya dibawah kuasa Rey kamu jadi seenaknya menghinaku seperti apa yang mamamu lakukan, hah!!" teriak mas Lukman tepat dihadapan wajahku.


"bahkan ketika kamu susahpun bukan mereka yang membantu mas melainkan keluargaku, tapi apa? kamu masih tak juga sadar itu semua, dan saat ini kamu pun meminta dan memohon untukku memohon pada Rey hanya untuk menolongmu? maaf mas, aku ngga bisa. andai waktu itu mas mengikuti saranku, aku yakin semuanya ngga akan jadi serumit ini" lanjutku yang telah menteskan air mata, lelah berdebat dengan mas Lukman yang aku yakin pasti tak pernah ingin kalah dari apa yang ada dalam pikirannya.


"memang keluargamu aja yang membuatnya semuanya menjadi rumit, andai Rey hanya mau memberikan pinjaman itu atas dasar kekeluargaan dan ngga membuat perjanjian konyol itu semuanya ngga akan semakin rumit seperti ini" jawab mas Lukman memalingkan wajah tak ingin menatapku yang menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"sama seperti ibumu yang selalu ingin melindungi anak-anaknya meskipun ia tau anaknya salah, begitupun orangtuaku mas. karna mama ngga bisa bicara karna masalah kita jadi Rey yang maju sebagai pengganti bapak yang saat ini sedang sakit, adil bukan? kamu dan kak Yuni dilindungi ibu dan aku juga dilindungi orangtua dan waliku" jawabku dengan menekan setiap perkataan.


"jaga bicara kamu Diah, jangan kurang ajar. aku masih suamimu, lagipula aku ingin lihat apa bisa kamu hidup tanpa aku dan juga tanpa uang yang berikan. apalagi Nayla sudah besar pasti keperluannya banyak bahkan susunya pun sebulan bisa menghabiskan tiga ratus ribu, belum untuk Syifa juga. sementara kamu ngga kerja sama sekali, jangan sombong Diah sampai ingin meninggalkan ku dan rumah ini" jawab mas Lukman membuatku terkekeh kecil mendengar perkataan yang keluar dari mulutnya.


"mas-mas, bahkan rumah ini saja mengontrak kan? tenang aja mas, aku bahkan sudah menyuruh Rey membawa pick up untuk mengambil semua barang yang ada disini untuk aku bawa kerumah mama. kamu ingatkan, jika semua ini akan menjadi milikku seperti yang tertera dalam surat perjanjian kamu dan Rey dan juga surat pranikah kita" jawabku membuatnya membelalakan mata.


"ngga akan aku membiarkan kamu membawa barang-barang dari sini, enak aja. ini semua aku yang kerja keras untuk membelinya, masa kamu seenaknya yang mau membawa semua ini. ngga adil lah" jawabnya dengan sangat pede.


"silahkan saja, aku yakin kamu pasti akan kalah. karna kamu sudah menandatangani surat yang sah dan juga sudah masuk kedalam perkara pada notaris, makanya mas jadi orang jangan sok pinter. ketemu sama orang yang pinter beneran jadi kelihatan kan bodohnya" jawabku dengan ketus mengejek mas Lukman yang memang terlihat seperti orang bodoh jika berhadapan dengan Rey dan berlagak sok pintar jika berada dihadapanku.


________________________________________

__ADS_1


mohon maaf ya guys, aku baru bisa update🙏 mohon pengertiannya😊


__ADS_2