Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!

Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!
bab 78.


__ADS_3

"ngga usah bohong mas, aku udah tau semuanya" jawabku menatap tajam mas Lukman yang mengalihkan pandangan.


"maksud kamu apaan si di, mas ngga ngerti" jawabnya masih mengelak, aku pun tersenyum sinis mendengar perkataan mas Lukman.


"oohh masih ngga ngerti juga rupanya. mas, mas bagus kamu hanya dikasih jatuh dari motor. andai sampai kamu terlindas kendaraan lain, mungkin jauh lebih baik mas buat ku" jawabku membuat mas Lukman membelalakan mata.


"apa maksud kamu, kamu mendoakan aku agar cepet mati!" jawabnya dengan membentak.


"lebih baik begitu bukan, daripada berbuat dosa berselingkuh dengan perempuan lain. mas, aku udah tau semuanya mas. kamu ngga bisa mengelak lagi, lebih baik kamu telpon ibumu dan juga kakakmu mas. aku rasanya ga sudi menjaga kamu disini" jawabku dengan mata berkaca-kaca.


"ngga bisa gitu dong di, kamu kan istriku masa haus ibu juga yang menjaga aku disaat aku sudah punya istri" jawabnya membuatku dan juga Rey saling pandang dan terkekeh kecil.


"istri, mas kalo kamu masih menganggap aku istri kamu kenapa kamu malah jalan dengan perempuan lain mas? asal kamu tau ya mas, andai aku tau kamu seperti ini karna perbuatan kamu sendiri aku sama sekali ngga sudi datang" jawabku menatap mas Lukman dengan tatapan tajam.


"harusnya kamu sadar di, aku selingkuh juga karna kamu yang selalu menuntut aku lebih bahkan kamu juga tega pada ibu dan juga kakakku" jawabnya.


"yaudah kalo gitu pilihanku untuk bercerai dari kamu udah tepat, silahkan kamu cari istri yang mau kamu berikan uang harian lima puluh ribu untuk kebutuhan rumah dan istri yang ikhlas kamu memberikan seluruh gajimu untuk keluargamu. maaf mas, aku udah ngga bisa!!" jawabku dengan nada tegas.


"silahkan kalo kamu bisa menuntut cerai dari ku di, ingat jika kita bercerai anak-anak akan ikut aku. ngga akan aku biarkan kamu membawa mereka" jawabnya membuatku terkekeh.


"terlambat mas, bahkan saat ini mereka sudah berada dirumah keluargaku. gampang bagiku jika hanya mengumpulkan barang-barang kami, bahkan ketika kamu keluar dari sini pun aku pastikan semua barang dirumah sudah aku bawa sebagian" jawabku membuatnya membelakan mata.


"jangan berani-beraninya kamu bawa barang dari rumah, itu semua milikku bukan milikmu!!" bentaknya.

__ADS_1


"enak aja, bahkan kasur dan juga kipas yang ada dirumah itu adalah milik mama yang aku bawa. sementara barang lainnya itu ada hakku untuk memakai dan membawanya, kamu ngga bisa melarang begitu aja. ingat mas jika aku mau pun semua barang itu menjadi milikku!!" jawabku dengan nada tegas.


"baiklah ambil semuanya, tapi ingat kamu harus mengambalikan ATM dan juga buku tabungan milikku" jawabnya membuatku terkekeh.


"tidak akan! sampai hutangmu pada Rey lunas!!" jawabku membuat wajahnya memerah menahan amarah.


"jangan serakah di, semuanya udah kamu ambil begitupun atm dan buku tabungan gajimu. jika kita bercerai kamu tidak ada hak untuk itu di" jawabnya membuatku memicingkan mata.


"ingat mas kita belum bercerai, lagipula uang gajimu akan tetap aku atur untuk semuanya. untuk nafkah anak-anak, cicilan motor, begitupun hutang pada Rey. aku memang tidak berhak tapi ada anak-anak yang jauh lebih berhak mas" jawabku gantian membentak mas Lukman.


"lantas bagaimana untuk biaya ku sehari-hari di selama beberapa bulan kedepan, kamu kan tau penghasilanku hanya dari situ aja" jawabnya dengan wajah memelas.


"aku ngga peduli mas, seperti kamu yang ngga peduli dengan perasaan aku. selama ini aku udah diam kamu perlakukan seenaknya, tapi lihat sekarang. bahkan kamu dengan mudahnya jalan bersama perempuan lain sampai jatuh seperti, bahkan kamu masih berharap aku akan mengurusmu. maaf mas, aku ngga bisa!!" jawabku yang mulai mengeluarkan air mata. sakit rasanya hatiku menerima penghianatan yang diberikan mas Lukman, selama ini aku selalu menerima perlakuannya dan juga kelauraganua tapi inilah balasan darinya untukku. bagiku, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya tapi bukan berarti mencari solusi dengan bersama orang lain diluar sana.


"aku minta maaf di, aku khilaf" jawabnya membuatku terkekeh.


"jangan keras-keras di, malu diliatin orang" jawabnya dengan sedikit berbisik.


"malu kamu bilang!! kenapa kamu ngga malu atas kelakuan kamu sendiri, kenapa justru malu karna aku menegurmu. biar semua orang tau jika kamu selingkuh, puas kamu!!" jawabku menatap nyalang mas Lukman yang memejamkan mata.


"ayok pulang Rey, tapi sebelum itu mbak mau telpon dulu keluarganya biar dia diurus oleh mereka. mbak ngga sudi rasanya mengurus manusia ini" kataku pada Rey yang langsung menganggukan kepala.


aku dan juga Rey pun keluar dari ruang UGD tersebut diiringi oleh tatapan pernah yang berada didalam ruangan tersebut.

__ADS_1


"mbak, mbak yakin mau menghubungi ibu dan juga kakak mas Lukman?" tanya Rey dengan raut wajah heran.


"yakin lah Rey, buat apa ngga bohong. memang kamu fikir hati mbak sekuat itu mengurus mas Lukman yang jelas melukai hati mbak. ngga Rey, mbak juga punya hati. mbak punya mental yang kadang bisa down" jawabku dengan terisak lirih.


"maafkan Rey mbak yang mungkin ngga ngerti perasaan mbak" jawabnya, aku pun menghapus kembali air mataku yang mengalir pada akhirnya.


"gapapa Rey, mungkin ini jawaban dari Allah atas apa yang selama ini kita cari-cari. Allah ngga pernah tidur Rey, dia memang ngga akan memberikan apa yang kita minta tapi dia selalu tau apa yang kita butuhkan" jawabku dengan sedikit tersenyum.


"iyaa mbak, mbak harus tetap senyum untuk anak-anak mbak" jawab Rey membuatku langsung menganggukan kepala.


"iyaa Rey, sebangar mbak telpon mertua mbak dulu" kataku yang langsung mendapat anggukan kepala dari Rey, aku pun menghubungi ibu mertua.


"hallo assalamualaikum Bu" kataku setalah telpon di jawab.


"waalaikumsalam, adaapa?" tanyanya dengan ketus.


"mas Lukman kecelakaan dan sekarang dirumah sakit umum Bu" jawabku langsung memberikan jawaban pada ibu mertua yang langsung diam mendengar perkataanku.


"kamu pasti bohongkan, ngga mungkin Lukman kecelakaan!!" jawabnya dengan nada tak percaya.


"buat apa aku bohong Bu, kalo ibu ngga percaya silahkan datang kesini" jawabku yang langsung mematikan sambungan telpon.


"kok langsung dimatiin mbak?" tanya Rey dengan raut wajah heran.

__ADS_1


"mereka ngga percaya Rey kalo mas Lukman kecelakaan, biar aja lah nanti kalo kalo mereka udah disini mbak mau langsung pulang. biar aja Rey admistrasinya ngga usah diurus biar mereka yang urus" ....


bersambung...


__ADS_2