
"Yee ditanya malah cuma senyum"
"apaan si Rey, udahlah biarin mbak mu itu makan dulu. kamu juga bukannya dimakan malah ngomong Mulu, mereka kan udah pulang Rey"
mama menyahuti perkataan Rey yang langsung membuat adik lelaki ku itu mengerucutkan bibir.
"yee biarin aja si ma, lagian keluar mas Lukman itu selalu aja buat aku gemas. udah gitu mbak Diah masih terus aja ragu dan terus mau mempertahankan rumah tangganya sama mas Lukman. huh gimana aku ga emosi ma" Rey pun menjawab dengan menatap kesal kearahku.
"udah-udah biarkan aja, itu urusan rumah tangga mbakmu Rey. keputusan ada ditangan mbakmu, kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk rumah tangga mereka Rey" jawab mamabuat Rey mengerucutkan bibirnya.
"yaa iyaa si ma, tapi tetep aja Rey yang gemes sendiri." jawab Rey membuatku sedikit terkekeh.
"yaudah si biasa aja Rey, lagian kan mbak udah mutusin buat pisah sama mas Lukman. apalagi saat ini momennya kayanya lagi pas banget kan, jadi kita ga perlu susah-susah mencari bukti perselingkuhan mas Lukman. iyakan" kataku dengan sedikit tersenyum.
"iyaa sih mbak, aku juga Alhamdulillah banget karna allah langsung menunjukkan kebusukan mas Lukman secara langsung dan dengan hukuman yang ngga pernah dia sangka sebelumnya" jawab Rey yang langsung membuatku menganggukan kepala.
"iyaa makanya itu, mbak si yakin kalo perceraian mbak dan juga mas lukman akan berjalan dengan lancar." jawabku dengan senyum mengembang.
"tapi mbak, gimana kalo nanti mas Lukman justru menuntut hak asuh anak?" tanya Rey kembali membuat senyumku memudar.
"iyaa juga ya Rey, emm tapi mbak yakin si kalo anak-anak akan tetep berada ditangan mbak. karna setau mbak anak dibawah umur hak asuhnya pasti jatuh pada ibunya, apalagi Nayla dan juga Syifa yang memang masih sangat kecil. iyakan ma?" tanyaku pada mama yang juga menyetujui apa yang aku katakan.
"mama si ngga begitu tau ya, ngga begitu faham. tapi coba aja kamu tanya sama Raihan nantinya, coba kalian bicarakan. kalian harus sudah mempersiapkan senjata jika suatu waktu mereka menyerang balik kalian" kata mama yang langsung dibenarkan oleh Rey.
"iyaa mbak, mama benar. sebaiknya kita memang sudah menyiapkannya dari sekarang, karna aku yakin mas lukman pasti ngga akan diam aja kalo tau mbak Diah akan menggugat cerai dia" jawab Rey.
"iyaa Rey, tapi masalahnya kita juga harus memikir kan matang-matang semuanya Rey. dan yang pasti kita juga harus meminta pengarahan dari Raihan sebagai orang yang lebih tau tentang hal ini" jawabku yang juga disetujui oleh mama.
"iyaa kamu benar di, jadi sebaiknya kalian bicarakan dulu dengan Raihan sebelum kamu mengambil keputusan di" kata mama menatapku dan Rey secara bergantian.
__ADS_1
aku dan Rey pun saling berpandangan setelahnya Rey pun menganggukan kepala.
"yaudah kalo gitu, aku hubungin mas Raihan dulu deh. semoga aja dia bisa kesini" kata Rey mengeluarkan ponsel pintarnya dari dalam kantong celana.
aku dan juga mama pun kembali menghabiskan makanan kami, bergantian dengan mama menyuapi bapak. aku kembali melihat bapak yang selalu mengeluarkan keringat sebesar biji jagung, ntah kenapa rasanya hatiku begitu sakit seperti akan ada yang hilang tapi ntah apa.
tak mungkin jika aku merasakan kehilangan mas Lukman, karna inilah yang aku inginkan.
"bapak keringatnya keluar terus kayanya ma" kataku pada mama yang juga menganggukan kepala.
"iyaaa, dari kemarin di. ntahlah, mama cuma bisa pasrah andai memang takdir jodoh kami hanya sampai disini" kata mama menatap bapak dengan mata berkaca-kaca.
"hust mama ngomong apaan si ma, ngga boleh lah mama ngomong gitu. bapak akan sembuh dan akan bareng-bareng terus sama kita kok" jawabku membuat mama menampilkan senyum kecil.
"iyaa mama juga berharapnya seperti itu, tapi ntahlah. mama cuma menyiapkan hati andai memang bapak dipanggil lebih dulu oleh sang pencipta" jawab mama kembali membuatku tertegun.
"kita semua sudah berusaha sebaik mungkin, tapi tetap saja Allah yang menentukan. tugas kita hanya mengikuti takdir yang mengalur sebaik mungkin" lanjutku membuat mama pun tersenyum dan menganggukan kepala.
"mbak, ma mas Raihan ngga bisa datang dalam waktu dekat ini. karna dia juga katanya lagi ada keperluan, diliar kota. jadi mungkin masih agak lama bisa kembali" kata Rey membuatku menghela nafas dengan dalam.
"terus bagaimana dong rencana perceraian mbak dan juga mas Lukman, masa harus diundur lagi Rey" kata ku dengan nada yang sedikit kecewa.
"yaa mau gimana lagi mbak, mau ngga mau ya mbak mengalah dulu untuk sementara. lagian mbak kan sementara mau menenangkan pikiran kerumah temennya mbak, iyakan? nanti sepulang dari sana mbak bisa tinggal dulu dirumah ini sampai kita menemukan langkah untuk menggugat mas Lukman tanpa perlawanan, dan selama itu aku akan minta bantuan temenku untuk mengawasi mas Lukman kemana pun dia pergi" kata Rey membuatku menganggukan kepala.
"yaudah kalo gitu sekarang kamu anterin mbak ambil pakaian dulu deh ya Rey, mbak kan ngga bawa pakaian banyak. kayanya mbak juga perlu refreshing Rey, apalagi kamu tau sendirilah kan gimana setresnya mbak selama ini" kataku membuat Rey sedikit terkekeh.
"abisnya mbak suami kaya gitu aja masih dipertahankan, aku aku jadi mbak. ngga mungkin aku mau mempertahankan lelaki sepeti itu, aku yang notabanenya aja lelaki merasa malu karna kelakuannya mbak. seperti mencoreng harga diri seorang lelaki gitu loh mbak" jawab Rey membuatku menyipitkan mata.
"ngapain kamu pake malu segala, emangnya yang ngelakuin kesalahan itu kamu. mendingan kamu berbuat sesuai porsi kamu sendiri Rey, kalo bisa suatu saat andai kamu menikah berbuat baiklah pada istrimu. jangan biarkan istrimu merasakan apa yang mbak rasakan, mbak juga yakin mama pasti akan memperlakukan menantu perempuannya dengan baik sama seperti anak kandungnya sendiri. iyakan ma?" tanyaku pada mama.
__ADS_1
"yaa tergantung lah di, kalo menantu perempuan mama sabarnya kebangetan kaya kamu dan sikapnya juga baik mama pasti akan memperlakukannya sangat baik tapi kali kelakuannya kaya Yuni dan juga suami kamu itu. dih amit-amit deh di, pesen mama nih ya Rey mendingan kamu cari calon istri yang utama itu akhlaknya. karna kalo akhlaknya baik kelakuannya pun pasti baik, begitu juga tutur kata dan juga sikapnya" jawab mama yang langsung membuat Rey menganggukan kepala.
"iyaa ma, lagian Rey belum ada kepikiran kearah sana. akhlak Rey juga belum baik, bukannya jodoh juga cerminan diri kita sendiri. andai Rey mau mendapatkan jodoh yang akhlaknya baik maka Rey pun juga harus memperbaiki akhlak Rey, iyakan?" jawab Rey sambil menghabiskan makanan miliknya.
"jadi maksud kamu, mbak Diah itu buruk jadi dapat jodoh yang kelakuannya buruk juga kaya mas Lukman. gitu?" tanyaku pada Rey dengan mengerucutkan bibir.
"eehh, yaa bukan begitu mbak. mungkin mbak cuma salah memilih suami, andai mbak nanti berpisah dengan mas Lukman. Rey yakin, mbak pasti mendapatkan yang lebih baik dari mas Lukman" jawab Rey dengan tersenyum.
"tapi tadi kamu ngomongnya begitu, jodoh cerminan diri. berarti mas Lukman kan cerminan diri mbak sendiri, iyakan?" tanyaku membuat ya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"aahh mbak ini, aku kan cuma menasehati diri sendiri. lagian bukan mbak yang salah, hanya aja mas Lukman yang ngga bersyukur mendapatkan perempuan sebaik mbak. andai aku diposisi mas Lukman, aku akan memperlakukan mbak layaknya ratu dalam istana" jawabnya membuatku mencibir perkataan Rey.
"alaaahh lelaki emang ya kalo ngegombal itu selalu aja manis, giliran udah dapet aja dilepeh kaya permen karet" jawabku membuat mama dan juga Rey terkekeh kecil.
"udah-udah sana katanya mau ambil pakaian, mumpung masih jam segini. biarin aja Nayla sana Syifa disini, mereka juga masih tidur" kata mama.
"tapi mama masa jaga semuanya sendiri" jawabku merasa tak enak.
"gapapa, lagian bapak kan juga udah makan udah minum obat. bentar lagi juga kayanya Sintia pulang, orang katanya dia pulang cepat hari ini" jawab mama membuatku menganggukan kepala.
"yaudah kalo gitu aku ambil pakaian dulu ya ma, titip Syifa sama Nayla" ....
bersambung....
_______________________________________
mohon maaf ya guys, aku baru bisa nulis. karna mungkin baru ada mood lagi untuk nulis, meneruskan
cerita diaplikasi ini. jangan lupa like komen dan juga vote ya, saya menerima kritik asal disampaikan dengan baik dan tidak menyinggung ya guys🙏
__ADS_1