Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!

Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!
bab 127.


__ADS_3

tak lama salah satu santriwan memberitahukan pada Abi dan juga umi jika acara akan segera dimulai.


"assalamualaikum kiayi, mohon maaf menganggu. Niki acaranya sudah mau mulai kiayi, kiayi beserta keluarga besar dipersilahkan menempati tempat yang sudah disediakan" kata santri tersebut yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Abi.


"waaalaikumsalam, terimakasih kali begitu sebentar lagi saya akan kesana. terimakasih ya" jawab Abi dengan tersenyum.


"sama-sama kiayi, assalamualaikum" balasnya yang langsung berlalu menjauh.


Abi pun menatap kami semua dengan senyuman yang mengembang.


"nah, kalian sudah dengarkan? yuk kita masuk ke aula. nay, sini sama Akung" kata Abi Hasyim membuat Nayla menghampirinya dengan senyum mengembang.


"gendong boleh ya Akung?" tanya Nayla dengan suara lucu.


"nay, nanti baju akungnya kotor" kata mama menegur Nayla.


"gapapa kok sit, lagian udah lama juga aku ngga menggendong anak kecilkan. jadi, ayok Nayla Akung yang gendong" kata Abi Hasyim mengangkat Nayla yang memperlihatkan raut wajah senang karna digendong oleh Abi Hasyim.


"horeeeee nay digendong akungg, makasih ya kung. sayaaanggg Akung banyak banyak banyak" jawabnya membuat semua orang tertawa.


"sudah, yuk kita ke aula. semua wali santri sudah menunggu" kata mas Hamid membuat kami mengayunkan langkah menuju aula yang terletak dibelakang rumah abis Hasyim yang menghubungkan antara pondok putra dan juga pondok putri.


"unik ya ma designnya" kataku pada mama sambil berbisik.


"bukan unik tapi bagus. tuh lihat yang sebelah kanan untuk putri yang sebelah kiri untuk putra, berarti kalo ada acara seperti ini mereka terpisah." jawab mama yang langsung aku angguki.


"nah ini dia, keluarga besar pemilik sekaligus pendiri pondok pesantren tercinta kita. kiayi haji Hasyim Asy'ari beserta keluarga" kata seorang pembawa acara yang mempersilahkan kami menduduki bangku yang tersedia ditengah-tengah aula tersebut.

__ADS_1


"silahkan duduk kiayi beserta keluarga, terimakasih telah menyempatkan waktu diacara wisudah dan pemulangan santriwaj dan santriwati untuk sementara pada hari ini" kata pembawa acara yang terdengar sangat ramah.


kami masing-masing pun tersenyum sebagai jawaban untuk MC yang mempersilahkan kami duduk.


"baik untuk selanjutnya, mari kita dengarkan sambutan dari kiayi Hasyim sendiri yang merupakan pemilik dari pondok pesantren ini. silahkan kiayi" kata MC membuat Abi Hasyim menurunkan Nayla dari pangkuannya kemudian berjalan menuju podium untuk memberikan sambutan.


"bismillahirrahmanirrahim, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu" kata Abi Hasyim.


"waaalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu" jawab para hadirin dengan serempak.


"pertama-tama marilah kita panjatkan Alhamdulillah atas kehadiran kita semua diaula ini dengan keadaan sehat walafiat. hadirin semua, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk datang keacara ini. sebelumnya saya akan memperkenalkan anggota keluarga kami, yang selama ini kami sudah lama mencarinya. beliau, salah satu pendiri pondok pesantren ini bahkan berkat beliaulah pesantren ini bisa berkembang dan bisa menjadi besar seperti sekarang ini. namun, sayang ketika kami menemukan keluarga kecilnya beliau sudah almarhum meninggalkan istri dan tiga orang anaknya dan juga dua cucu perempuan yang sangat lucu." kata Abi Hasyim kemudian terdiam.


"mungkin sedari tadi anda semua bertanya-tanya, siapa sih? yang mana sih orangnya? baiklah, kalian semua bisa lihat mereka berada disebelah istri saya. merekalah bagian dari pendiri pondok pesantren ini, andai bukan karna kerja keras dan ketekunan ayah mereka. pesantren ini belum menjadi seperti sekarang, kita perkanalan saja ya? silahkan Gus Hamid dan umi bawa mereka kemari" kata Abi Hasyim membuat umi dan juga mas Hamid mempersilahkan kami mengikuti langkah keduanya.


"nah ini lah orang yang saya sebut tadi. perempuan yang bersama istri saya ini istri dari almarhum bapak suparjono yang bernama Siti Marfuah, ini anak pertama mereka bernama sadiyah sudah mempunyai dua anak bernama Nayla dan juga Syifa, nah yang ini yang paling ganteng sendiri namanya Rey, Muhammad Rey Cahyadi, dan yang ketiga ini yang paling bontot ya masih sekolah SMK ya?" kata Abi Hasyim yang langsung diangguki oleh Sintia dengan tersenyum.


"namanya Sintia prameswari, bener ya?" tanya abis Hasyim pada mama yang dijawab anggukan kepala oleh mama.


"waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu, masyaallah alhamdulillahhirabbilalamin. Alhamdulillah kita mempunyai keluarga baru didalam pondok pesantren ini, semoga kiyai kita dan keluarganya diberikan kesehatan dan keselamatan dan untuk umi Siti dan juga ning-ning dan Gus Rey selamat datang" kata pembawa acara itu dengan tersenyum ramah.


acara pun kembali berjalan sebagaimana mestinya, mulai dari acara wisuda kelulusan sampai acara-acara hiburan dan juga ramah tamah bagi seluruh undangan pondok pesantren.


aku dan juga Sintia yang merasa canggung pun berusaha berpamitan pada umi Hamidah dan juga Abi Hasyim untuk kembali lebih dulu kerumah Abi Hasyim, apalagi Syifa yang juga terlihat sudah sangat mengantuk hingga tertidur dalam gendonganku.


"umi, maaf Diah sama Sintia boleh pakai kamar dirumah umi? karna Syifa tidur umi" kataku pada umi Hamidah.


"boleh, tentu saja boleh. silahkan pilihlah kamar yang kalian suka, iyaa baringkanlah Syifa didalam kamar sekalian kamu juga boleh istirahat nanti biar umi panggilan santriwati yang menjadi pantia acara ini untuk mengantarkan kamu kembali kerumah" kata umi Hamidah yang langsung dijawab gelengan kepala oleh Sintia.

__ADS_1


"ngga usah umi, biar mbak Diah sama Sintia aja. Sintia juga kayanya beluk terbiasa disini umi, jadi agak sungkan. boleh kan umi?" tanya Sintia dengan hati-hati.


"boleh kok, kalo gitu kalian hati-hati ya. dirumah ada simbok kok, kalo ada apa-apa bilang aja sama simbok ya?" kata umi hamidah membuatku dan juga Sintia tersenyum dan menganggukan kepala.


"baik umi, terimakasih. assalamualaikum" kataku berpamitan melangkah menjauh menuju rumah umi Hamidah bersama Sintia.


"loh sin, Diah kalian mau kemana? kan acaranya belum selesai?" tanya mas Hamid ketika kami berpapasan diantara banyaknya tamu yang datang.


"ini mas kita mau istirahat dirumah, kasian Syifa tidur" jawab Sintia sekenanya.


"ooohh gitu, yaudah hati-hati ya? ada simbok dirumah, kalo perlu apa-apa jangan sungkan" kata mas Hamid.


"iyaa mas, kalo gitu kita pamit dulu ya mas. assalamualaikum" kataku pada mas Hamid.


"waalaikumsalam" jawab mas Hamid yang masih terdengar ditelingaku dan juga Sintia.


sepanjang perjalanan kekuar dari aula aku dan juga Sintia memberikan senyum pada santri dan juga wali mereka yang memandang dengan hormat padaku dan juga Sintia, mereka pun turut tersenyum dengan ramah pada kami berdua.


"mereka semua menatap kita ya mbak?" tanya Sintia dengan berbisik.


"iyaaa, senyumin aja biar ngga dibilang sombong. jangan jutek-jutek" jawabku berbisik pada Sintia.


kami pun terus berjalan diiringi tatapan dari mereka semua hingga akhirnya sampai didalam rumah umi Hamidah.


"loh, Ning Diah sama Ning Sintia kok udah masuk?" tanya simbok.


"iyaa Bu, ini Syifa tidur makanya mau ditaruh dikamar" jawabku tersenyum pada simbok yang membantu pekerjaan umi Hamidah dirumah.

__ADS_1


"oalaaah, si neng kecil tidur pantesan anteng aja" jawabnya mencolek Syifa.


bersambung....


__ADS_2