
sebelum telapak tangan mas Bayu mengarah ke pipiku, ternyata sudah ada yang nenhan tangannya. terlihat Rey yang sudah mengeluarkan wajah memendam amarah pada mas Lukman, Rey pun menghempas tangan mas Lukman dengan kasar hingga mengenai tembok yang tak jauh darinya berdiri.
"jangan coba-coba melukai fisik kakak Perempuanku, jika itu terjadi gua gaakan segan-segan menuntut Lo tanpa Mandang Lo adalah suami dari kakak gua!!" kata Rey dengan giginya yang bergemerutuk.
"jangan ikut campur Rey, ini bukan urusan Lo!" jawab mas Lukman sambil memegang tangannya yang mungkin terasa sakit.
"kamu lupa siapa yang ingin kamu pukul barusan? dia kakak ku, kakak Perempuanku. anak perempuan yang diserahkan oleh ayahnya untuk kamu jaga dan kamu lindungi, bukan kamu perlakukan kasar dan menyakiti hatinya. apalagi kamu mau memukulnya dihadapan kedua orangtuanya, apa kamu ga punya otak sampai bisa berlaku seperti itu pada kakak ku?!" kata Rey dengan membentak mas Lukman yang diam dan menatap tajam ke arahnya.
"aku ngga akan sekasar itu kalo kakakmu itu ngga membicarakan keburukan keluargaku, sebagai istri dia harusnya menghargai ku sebagai suami bukan malah dengan terang-terangan menghina keluargaku didepanku" teriak mas Lukman dihadapan Rey.
"seharusnya kamu sadar Lukman, kalo Diah sudah berani bertindak berarti dia sudah muak dengan kelakuan keluargamu. kamu fikir selama ini kamu sudah cukup menghargai anakku sampai kamu minta untuk lebih dihargai bahkan sampai keluargamu, kurang jelas apa yang tadi dilakukan kakak mu pada anakku dan juga aku? hah!!" kata mama sedikit membentak mas Lukman, sementara aku hanya diam dipojokkan bersama bapak dan memeluk Syifa yang sempat terbangun sebentar.
"kalian sengaja mau mengeroyokku dirumahku sendiri hah, bener-bener kalian ya ngga punya hati" jawab mas Lukman memandang sinis kearah kami.
"ngga punya hati? ngga salah mas? bukannya selama ini kamu ngga ga pernah punya hati padaku, kamu selalu memikirkan semua tentang keluargamu bahkan kamu pun tak pernah meminta pendapatku sebagai istri jika ingin melakukan apapun. selama ini bahkan aku sudah diam dengan semua sikapmu, berharap kamu suatu saat akan berubah tapi nyatanya aku salah bahkan kamu ngga pernah merasa bersalah sedikit pun apalagi untuk berubah. kalo kamu memang mau kita selesai baik, kita selesai cukup sampai disini. aku sudah cukup muak menjadi istrimu mas, aku sudah lelah. andai bukan karna ada Nayla dan Syifa aku sudah dari dulu meninggalkanmu" jawabku dengan lantang membuat wajah mas Lukman semakin memerah menahan amarah.
"ooohh sudah berani bersuara kamu mentang-mentang semua keluargamu kumpul dirumah ini,, bagus sekali satu keluarga menghakimi mantu suaminya sendiri" jawab mas Lukman dengan kata-kata yang mungkin jika terdengar oleh orang lain, aku dan keluargaku dianggap menghakimi mas Lukman padahal kenyataanya memang mas Lukman lah yang salah.
"sudah cukup mas, aku selama ini menghargai mu karna kamu suami kakakku. ternyata begini kelakuanmu terhadap kakak dan juga keluargaku, aku mau dan aku minta sekarang mas lunasi hutang mas yang waktu kemarin mas pinjam untuk biaya lahiran mbak Diah" kata Rey membuat mas Lukman membelalakan mata.
__ADS_1
"ta-tapi Rey, aku ngga ada uang sebanyak itu. bahkan sebenarnya tadi aku hanya menyuruh mbakmu itu untuk meminjam uang kepada kamu untuk membayar angsuran motor yang sudah telat dua bulan dan mengharuskan membayar tiga bulan dibulan ini Rey. kamu bisa kan bantu masmu ini, mas janji ngga akan mengulangi kesalahan yang sama lagi oada mbakmu. mas janji, maafin mas ya Diah mas ngga akan ulangi lagi hal seperti tadi. mas janji Diah" kata mas Lukman memohon padaku dan juga Rey.
"apa!! mengharuskan bayar tiga bulan? berarti hampir sepuluh juta untuk bayar motor mas? kamu gila hah!! jangan Rey, mbak ngga rela kamu meminjamkan uang sebanyak itu. yang lima juta kemarin aja belum dibayar ini udah mau minjam lagi, mbak malah mau kasih motor matic mbak sama kamu kalo mas Lukman ngga bisa bayar yang lima juta kemarin." jawabku membuat mas Lukman memelototkan mata mendengar jawaban yang aku berikan.
"ta-tapi Diah kita kan perlu uang itu, mas gatau harus minjam kesiapa lagi Diah. mas mohon" jawab mas Lukman memohon kepadaku.
"ngga mas sekali ngga tetap ngga, kan udah aku kasih solusi tadi. apa solusi dariku itu salah? kamu tinggal minta ganti loh sama suami kak Yuni, kenapa kamu malah mau nambah hutang. oohh atau mendingan kamu gadein aja deh motor gede kamu itu buat bayar angsurannya, intinya keputusan aku tetap sama. kamu jangan sampai meminjamkan Rey, mbak gamau uang kamu keluar sia-sia begitu aja cuma untuk menolong orang gatau diri. biarin aja dia berusaha sendiri biar ga selalu bergantung pada kamu," jawabku dengan tegas menatap mas Lukman yang juga menatapku dengan tatapan tajam.
"maksud kamu apa ngga mengizinkan Rey meminjamkan uangnya padaku, uang juga uangnya Rey bukan uang kamu. kamu ngga perlu ikuti campur Diah" jawab mas Lukman masih menatapku tajam.
"sebanarnya ada apa ini? apa hal tadi hanya gara-gara uang?" tanya Rey yang memang tak tau apapun.
"oohh jadi begitulah perlakuan mubpada kakak kandungku, ngga nyangka selama ini kamu hanya menutupi keburukanmu saja dengan semua sikap manismu. jadi, kamu mau meminjam uang padaku untuk melunasi semuanya?" tanya Rey membuat mas Lukman seketika menganggukan kepala dengan mata berbinar.
"boleh aja, asal ada syaratnya" jawab Rey yang membuat mata binar itu kembali menyeritkan dahi.
"kenapa pakai ada syarat segala Rey, kita kan keluarga" jawab mas Lukman membuat Rey terkekeh pelan.
"sejak kapan kamu menganggap kami keluarga? bahkan istrimu aja kamu anggap orang lain, bagaimana kamu yang memang orang lain untukmu" jawab Rey membuat mas Lukman terdiam sesaat.
__ADS_1
"baiklah apa syaratnya?" tanya mas Lukman dengan santai.
"kamu harus menandatangani surat yang sudah aku persiapkan, tenang aja aku pasti akan menepati janjiku untuk meminjamkan uang itu untuk kamu. tapi ingat kalo sekali aja kamu melanggar itu semua, aku ngga akan segan-segan memberikan sangsi yang tegas untukmu"jawab Rey dengan nada mengancam.
"jadi kamu mengancamku, kakak iparmu sendiri Rey? apa kamu ngga sadar jika terjadi sesuatu padaku berarti kamu pun merepotkan kakak kandungmu dan juga membuat sengsara keponakan mu sendiri?" jawab mas Lukman menyunggingkan senyum sinis, membuat Rey seketika tertawa.
"bukannya memang selama ini mbak Diah dan Nayla sudah sengsara dan kerepotan? jadi aku rasa mbak Diah sudah terpaksa untuk itu, lagipula aku akan selalu menemani mbak Diah jika dia butuh aku dan apapun yang ia mau pasti aku turuti" jawab Rey dengan santai membuat mas Lukman kembali terdiam.
"jadi bagaimana, apa kamu bener kamu menandatangani apa yang aku minta? kalo kamu mau kamu tinggal sebutkan berapa nominalnya, aku akan bawakan uangnya kehadapan kamu setelah kamu menandatangani surat itu" raya Rey dengan nada tegas pada mas Lukman yang terlihat tengah berfikir.
"baik aku akan mengikuti semua persyaratan yang kamu ajukan, aku hanya pinjam sepuluh juta. itu sudah cukup" jawab mas Lukman, Rey pun menganggukan kepala.
"baik kalo begitu tunggulah disini, aku akan membuat surat perjanjiannya dan membeli matrai agar memperkuat dihadapan hukum. aku juga akan mengurusnya kebadan notaris surat perjanjian itu, jadi kamu ngga akan bisa macam-macam. dan ingat, hanya satu bulan waktu kamu untuk mengembalikan uangku" jawab Rey sambil melangkahkan kaki keluar dari rumah untuk melakukan apa yang ingin ia lakukan aku sendiripun tak tau. setelah kepergian Rey, mas Lukman pun kembali pergi entah kemana. aku yakin pasti ia akan kerumah kakaknya itu, dasar keluarga parasit.
"udah kamu tenang aja, mama yakin Rey pasti bisa mengatasi suami kamu yang idiot itu" kata mama padaku yang sedari tadi memang hanya terdiam, aku takut justru semuanya malah merugikan dirimu sendiri karna aku yakin ibu dan juga kakak kandung mas Lukman tidak akan tinggal diam.
________________________________________
maaf ya kemarin ngga update, karna benar-benar lagi drop banget. dan hari ini pun dipaksakan menulis karna banyaknya permintaan update tiap hari🙏
__ADS_1