Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!

Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!
bab 57.


__ADS_3

"nah begini nih, orang kalo ngga pernah ngaji dan ngga pernah buka Alquran. eehh Yuni, silahkan kamu tanya ustadz dimana pun berada tentang apa yang emak katakan. emak walaupun udah tua begini tau agama dan ngga buta soal yang begituan, mungkin selama ini kamu hanya menganggap sepele rumah tangga kali ya makanya bisa seenaknya mencampuri rumah tangga adikmu" kata emak pijat dengan begitu menohok.


"alaahh udah lah Mak ngga usah ikut campur urusan orang, mendingan emak urusin aja anak-anak emak yang banyak itu. ini tuh urusan saya sama wanita pelit ini, masa sama mertua sendiri aja pelitnya kebangetan" jawab kak Yuni membuatku mengelus dada.


"cukup kak! mendingan kamu suruh pulang kakak mu ini, aku udah muak dengan semua tingkah lakunya atau kamu sekalian juga keluar dari rumah ini bawa semua pakaian kamu dan ikut pergi dengan kakak tersayang kamu itu" kataku membuat mas Lukman membelalakan mata, begitupun juga dengan Rey yang menggelengkan kepala ketika aku menatap kearahnya.


aku tau maksud Rey, karna apa yang kami rencanakan belum dijalani tapi aku sudah sangat-sangat muak dengan manusia yang satu ini benar-benar muak.


"tidak, tidak di. aku ngga akan mau bercerai dengan kamu, mas masih butuh kamu di. kasian anak-anak jika orangtuanya berpisah, pikirkan juga anak-anak di. mas akan bawa kak Yuni pulang tapi tolong jangan pernah pergi dari hidup mas" kata mas Lukman membuatku langsung membuang muka tak sudo menatap wajahnya yang terus mengiba namun terus juga melakukan hal yang sama membuatku hatiku sakit.


"bener apa yang dikatakan Lukman di, pikirin Nayla Ama Syifa. bocah lu masih butuh sosok ayahnya, jangan bikin keputusan saat lagi emosi. nanti yang rugi lu sendiri" kata emak membuat dadaku kembang kempis menahan air mata yang hampir tumpah.


"Diah malu ma, Diah malu terus bertengkar hanya soal uang dan juga hak Mak. apalagi emak lihat sendiri semakin dilawan malah semakin menjadi, bagaimana jika Diah diem Mak. bahkan sudah semua cara Diah dibantu Rey lakukan demi bertahan dengan pernihan yang terjebak dalam keluarga toxic ini, tapi semuanya ngga ada yang membuat mas Lukman berubah. Diah capek Mak, dia cuma sekedar janji doang nantinya pasti bakalan dilakuin lagi" kataku dengan menyesakan air mata yang langsung aku hapus tepat dihadapan emak.


"lagian menurut psikologis pun, kondisi mental anak yang perlu dipertimbangkan Mak. andai kami terus bertahan dengan mas Lukman yang ngga pernah mau berubah, Diah kasian sama anak-anak Mak yang belum tentu akan menerima haknya dengan layak" lanjutku meneteskan air mata dihadapan emak yang sudah aku anggap emak sendiri.

__ADS_1


"sudah mas Lukman, mending mas Lukman antar kak Yuni pulang dulu. biar kan mbak Diah menenagkan hati dan pikirannya dulu, kalo terus kak Yuni disini yang ada mbak Diah semakin terus tertekan dengan perkataannya." kata Rey menengahi perbincangan kami.


"alaahh lebay kakak kamu tau ngga, cuma masalah kaya gini aja bikin semua orang kumpul begini. eehh dimana-mana yang namanya anak lelaki itu masih wajib memberikan pada orangtuanya apalagi ibunya yang udah melahirkannya, aku sini cuma minta apa yang jadi kebutuhan ibu bukan minta semua uang Lukman" jawab kak Yuni kembali mengungkit masalah uang.


"uang, uang, uang lagi. baik aku akan kasih kan uangnya sama kamu sekarang!!! Rey!! ambil surat perjanjian dan pranikah dan panggil Raihan kesini suruh sekalian telpon polisi Rey! mbak muak dengan semua ocehan manusia satu ini, kamu kak siap-siaplah kehilangan tambang emas kamu karna aku akan memenjarakan mas Lukman!! teriakku dihadapan kak Yuni dan mas Lukman yang langsung membelalakan mata.


"ja-jangaj di, mas mohon jangan. Ayuk kak kita pulang, biarkan Diah menenangkan diri. Ayuk cepet" kata mas Lukman yang langsung menyeret kak Yuni agar keluar dari rumah kontrakan kami.


"sabar ya di, emak ngga nyangka sebegitu parah keluarga Lukman memperlakukan kamu. emak selama ini ngga pernah denger kalo kamu diperlakukan seperti itu, emak taunya kamu diem-diem aja dirumah udah ngga ada masalah Ama mertua sama ipar. apalagi mertuamu bilang Yuni udah menuhin kebutuhannya, emak pikir bener begitu. ternyata merecok kesini, dengan meminta Lukman terus menerus. maaf emak denger dari awal tadi dibelakang" kata emak yang langsung aku jawab dengan gelengan kepala.


"jadi gimana mbak, kita tetep akan memberikan peringan sama mas Lukman dan panggil mas Raihan kesini dengan membawa polisi?" tanya Rey yang langsung aku jawab dengan anggukan kepala.


"iyaa Rey, mbak kayanya ngga kuat buat ngelakuin rencana kita. lagian kalo nanti mas Lukman dipenjara mbak yakin semuanya pasti akan terungkap kalo emang mas Lukman menyembunyikan sesuatu dari mbak" jawabku membuat Rey menganggukan kepala.


"iyaa juga si mbak, yaudah kalo gitu nanti malem Rey kesini lagi mbak karna ini Rey harus kekantor. mbak kan tau sendiri Rey izin setengah hari aja" jawab Rey.

__ADS_1


"yaudah kalo gitu Rey, lagian disini ada emak kok. emak pasti mau nemenin mbak disini, iyakan Mak?" tanyaku pada emak yang langsung dijawab anggukan kepala dengan senyum mengembang.


"yaudah kalo gitu Rey bisa tenang, nanti malam Rey janji akan kesini lagi sama mas Raihan. Rey berangkat dulu ya mbak" kata Rey menyalamiku dan juga emak secara bergantian.


"iyaa hati-hati Rey" jawabku yang langsung diacungi jempol olehnya. Rey pun meninggalkan rumah kontrakan ku dengan menggunakan motornya, aku pun kembali mendapat tatapan yang sulit diartikan dari emak.


"kenapa si Mak natap aku begitu?" tanyaku pada emak yang langsung disambut gelengan kepala dan juga senyum mengembang.


"gapapa, emak juga lagi mikir aja kenapa lu bisa bertahan sama Lukman yang yaa latar belakang keluarganya aja begitu. lu tau sendiri lah lebih paham ngga perlu emak jelasin" jawab emak membuatku terkekeh kecil.


"emak, emak Diah bukan ngga mau pisah sama mas Lukman Mak. tapi Diah masih harus mengambil apa yang menjadi hak Diah dan juga anak-anak, terlebih lagi mas Lukman juga masih punya banyak hutang sama Rey Mak. Diah ngga enak sama Rey kalo langsung pisah tanpa dapat apa yang harusnya mas Lukman kembalikan pada Rey" jawabku membuat emak menganggukan kepala tanda mengerti.


"terus itu tadi gimana, beneran lu mau laporin Lukman kepolisi. emang ada perjanjian apa antara lu Ama Lukman pake surat perjanjian segala tadi emak denger" tanya emak yang hanya aku jawab dengan senyum.


"adalah Mak, nanti kita liat aja. Diah cuma mau kasih pelajaran buat manusia serakah seperti mereka Mak, kalo ngga kaya gini mereka ngga akan kapok"........

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2