
"aku menemukan ini mbak" kata Rey membuatku menyeritkan kening.
"apa ini Rey?" tanyaku menerima benda yang diberikan oleh Rey.
"aku juga ngga tau mbak, tapi sepertinya itu yang membuat mbak selama ini menurut pada mas Lukman" jawab Rey membuatku membelalakan mata.
"maksud kamu? mbak dipelet gitu!" seruku.
"mungkin begitu mbak, tapi aku tetap ngga mau suuzhon. lebih baik nanti kita bertemu dengan ahlinya, mbak bakar aja benda ini. siapa tau masih berfungsi, nanti mbak justru kembali luluh dengan perkataan lelaki pengecut itu." kata Rey
"yasudah mbak ngikut kamu aja Rey" jawabku dengan menganggukan kepala.
"ingat ya mbak, mulai hari ini jika mas Lukman kembali lagi kerumah ini jangan pernah diterima apalagi sampai dikasih izin masuk kedalam rumah. aku ngga bisa mengawasi mbak terus-terusan karena mulai besok aku akan kembali kerja, jadi tolong mbak ikuti perkataanku" kata Rey yang langsung aku angguki.
__ADS_1
"iyaa Rey, apapun itu asal yang terbaik untuk mbak pasti mbak akan ikuti. makasih ya kamu udah banyak bantu mbak" kataku pada Rey dengan tersenyum lembut.
"sama-sama mbak, aku lakuin ini bukan karna mau menghancurkan rumah tangga mbak. aku cuma ngga mau mbak lebih sakit hati lagi dengan sikap mas Lukman dan keluarganya, sekarang aku adalah kepala keluarga dirumah ini dan tulang punggung juga buat mama dan yang lainnya. jadi ngga mungkin Rey akan mengurusi satu persatu hal seperti ini lagi, terlebih Rey juga udah terlalu lama mengabaikan pekerjaan Rey. ini aja Alhamdulillah Rey ngga dipecat dari kerjaan Rey, kalo ditempat lain pasti Rey udah kena sp 3" kata Rey yang juga aku benarkan.
"iyaa Rey, mulai sekarang mbak akan berusaha melawan andai mas Lukman datang lagi kesini" jawabku membuatnya tersenyum.
"yaudah kalo gitu kayanya manusia satu itu udah pergi, aku kedepan dulu mbak buat nurunin barang" kata Rey yang langsung berlalu keluar dari rumah.
"iyaa ma Diah tau, tapi andai seperti itu Diah juga akan meminta izin dulu pada Rey nantinya. biar gimana pun memang saat ini Rey masih belum bisa diajak bicara ma, makanya Diah hanya mengiyakan apa yang Rey katakan." jawabku membuat mama tersenyum.
"iyaa kamu benar di, disaat remaja lelaki seusianya sedang sibuk memikirkan jodoh dan kesana sini sama pacarnya Rey justru harus disibukkan mengurus keluarganya sekaligus masalah rumah tangga kakaknya." kata mama yang juga aku angguki.
"iyaa ma Diah tau kok" jawabku singkat.
__ADS_1
"oiyaa tadi memangnya ada keperluan apa Lukman kerumah ini?" tanya mama yang sepertinya tak mengetahui awal mula permasalahan yang terjadi antara mas Lukman dan juga Rey.
"mas Lukman kerumah ini meminta kunci kontrakan padaku, tapi aku bilang dibawa Rey karna Rey mau mengambil barang-barang kami yang ada dikontrakan. mas Lukman tak terima, dia mengklaim aku tak berhak membawa semua barang itu karna itu dia yang beli dan mencicilnya" jawabku
"lalu?" tanya mama fokus mendengarkan.
"iyaa setelah aku menyuruh mas Lukman pergi dan aku mau melangkah masuk tiba-tiba Rey datang dan mas Lukman menanyakan hal yang sama seperti apa yang dia tanyakan padaku, alhasil ya Rey justru marah dan terlanjur emosi pada mas Lukman seperti yang mama lihat tadi" lanjutku yang langsung diangguki oleh mama.
"memang Lukman sepertinya ngga ada kapok-kapoknya ya di, mama juga heran kenapa keluarganya seperti itu." kata mama membuatku menggedikkan bahu.
"ntah lah ma, mungkin memang itu sifat aslinya" jawabku yang juga diangguki oleh mama.
bersambung...
__ADS_1