Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!

Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!
bab 31.


__ADS_3

selang satu jam kemudian, mas Lukman pun datang setelah pergi entah kemana. kemudian disusul oleh Rey yang membawa sebuah map ditangannya yang aku perkirakan itu adalah surat perjanjian yang harus ditanda tangani oleh mas Lukman.


"bagaimana, apa kamu siap menandatangani surat perjanjian ini?" tanya Rey pada mas Lukman menyerahkan map tersebut, mas Lukman pun menerima map tersebut kemudian membacanya.


"baiklah ga masalah, aku ga perlu satu persatu bacanya karna pada intinya pun aku harus mengembalikan uang sepuluh juta itu dalam satu bulan kan?" jawab mas Lukman dengan pedenya.


"sepuluh juta enak aja, lima belas juta lah. kamu pikir hutang yang lima juta kemarin udah kamu bayar" jawabku menatap mas Lukman yang membelalakan mata.


"lima belas juta? masa aku bayar semua, uang segitu aku dapat darimana dalam satu bulan. kalian udah gila ya" jawab mas Lukman berteriak.


"ya memang segitu, memang kamu fikir hutangmu berapa hah! masih untung ngga dikasih bunga, andai kamu pinjam sama orang lain pasti kamu diberikan bunga dua puluh lima persen, tau!" jawab mama yang merasa geram dengan perkataan mas Lukman.


"iyaa mas, terserah kalo mas gamau pun gapapa. dan aku minta jaminan, minimal motor matic itu beserta surat-suratnya" jawab Rey membuat mas Lukman memelototkan mata.


"ngga bisa gitu dong, itu kan motor aku" jawab mas Lukman dengan jumawa.


"yaudah kalo gitu terserah, kalo mas Lukman ga butuh uangku ya gapapa." kata Rey menarik kembali map perjanjian tersebut.


"kamu ga bisa gitu lah Rey, biar gimana pun kan ini juga untuk Diah bukan untuk aku sendiri. lagi pula uang itu murni untuk bayar motor Rey" jawab mas Lukman mengiba.


"iyaa aku tau, tapi mas ingatkan jika motor itu dalam masalah. harusnya mas bisa menyelesaikan dengan kakak kandung mas Lukman, bukannya malah menutup lobang dengan galian yang baru. lagipula ini bukan urusanku sebenarnya tapi berhubung mas Lukman suami dari kakakku, makanya aku hanya memberikan syarat seperti ini. tapi kalo mas Lukman gamau, ya gapapa. silahkan cari solusi lain" jawab Rey dengan nada santai, Lukman pun mulai berfikir apa yang dikatakan oleh Rey.

__ADS_1


"yaudah lah kalo gitu, Diah ambilkan dulu surat-surat motor dan juga kunci motornya. berarti motor ini kamu bawa kerumah mama nih, ngga biar disini aja biar dipake sama mbakmu?" tanya mas Lukman yang langsung disambut gelengan kepala oleh Rey.


"ngga, motor ini aku bawa kerumah. liat, aku balik kesini tadi pake go**k jadi aku ga bawa motor" jawab Rey dengan santai, aku yang mendengar pun menhaj tawa karna mas Lukman yang seolah sudah pasrah.


"nih mas suray-suratnya" kataku menyerahkan surat-surat motor matic tersebut.


"nah ini surat-suratnya, pajaknya juga hidup. yasudah kalo keputusannya begitu, sini mas tanda tangani itu map-nya" jawab mas Lukman, Rey pun memberikan map tersebut yang berisikan surat perjanjian diantara keduanya.


"udah yaa, nih aku transfer langsung ke rekening mas Lukman" kata Rey mengeluarkan handphone lalu mengirimkan uang sejumlah yang ada didalam perjanjian tersebut.


"iyaa, udah masuk ya. makasih loh, inget dijaga motornya jangan sampe rusak" jawab mas Lukman membuat Rey menganggukan kepala.


mas Lukman pun menatap tak suka dengan apa yang dikatakan oleh Rey, meskipun aku tau jika ia pun membenarkan apa yang dikatakan oleh adikku itu.


"sudah ya, ingat ya mas. satu bulan, jika dalam satu bulan mas belum juga melunasi semuanya motor ini akan jadi hak milikku dan aku akan ngerubah kepemilikan motor ini atas namaku. jada sesuai dengan perjanjian di map ini, aku pun berhak membawa pulang mbak Diah dengan atau tanpa izin mas Lukman dan mas Lukman harus rela berpisah dengannya tanpa membawa apapun sesuai dengan surat perjanjian pranikah kalian. ini salinan surat perjanjian pranikah kalian, aku juga akan menyatukannya dengan membawanya ke notaris agar semuanya sesuai dengan ketentuan hukum negara. deal mas?" kata Rey menerangkan membuat mas Lukman membelalakan mata.


"kenapa mas? kaget ternyata itu isi perjanjiannya? tadi kan aku sudah suruh mas baca dan teliti dulu, tapi mas dengan sombongnya ngga mau membaca itu. iyakan?" jawab Rey membuatku menganggukan kepala.


"Rey, apa itu ngga terlalu berlebihan? ngga baik membuat rumah tangga orang diambang kehancuran, apalagi ini rumah tangga kakakmu sendiri" jawab mas Lukman.


"tentu saja tidak, toh selama ini mas Lukman juga tak dapat berlaku adil dalam hal nafkah. jadi apa salahnya? toh dengan ini mas Lukman ngga akan bisa berkutik menuntut apapun, karna semuanya sudah tertera jelas didalam map ini" jawab Rey membuat mas Lukman terdiam dan tak berkutik.

__ADS_1


mungkin mas Lukman tak menyangka jika adikku bisa secerdas ini, walaupun aku sebanarnya juga tak menyangka jika Rey mampu membuat mas Lukman menggadaikan rumah tangganya sendiri. yaa aku anggap seperti itu karna itulah kenyataannya. tapi aku pasrah saja, karna aku yakin Rey pasti melakukan ini karna tak ingin aku terus terjerat dalam keluarga toxic.


"sudah ya mas, kamu ngga perlu pusing kan? besok pagi-pagi kamu bisa segera urus semuanya, kalo besok kamu masuk kan kamu tinggal izin. aku gamau ya nanti kamu teror buat cari pinjeman lagi, ini yang terakhir" kataku langsung membuat mas Lukman mendongak dan menatap tajam kearahku.


"hei, jangan melihat anakku seperti itu." kata mama yang masih setia membela ku.


"tenang aja mbak, dia ngga akan mungkin maksa mbak lagi. kalo sampe itu terjadi, mbak kan secara ngga langsung terlindungi sama surat yang udah ditanda tangani sama mas Lukman ini" jawab Rey membuatku menganggukan kepala.


"iyaa syukurlah kalo gitu, jadi dia ngga bisa macem-macem sama kamu Diah" jawab mama yang langsung aku benarkan.


"ternyata kalian sengaja ya mau menjebakku, kalian ini benar-benar licik" kata mas Lukman.


"licik? kamu ngga salah mas, sebanarnya yang licik itu siapa? lagipula aku yakin, kalo tanpa surat perjanjian ini kamu pasti akan mengelak jika aku tagih semua hutangmu. iyakan? ingat ya mas, bahkan sampai kamu mati sekalipun aku akan tetap menangis hutang ini pada keluargamu" kata Rey membuatku membelalakan mata.


"Rey kamu serius sampai sekejam itu?" tanyaku pada Rey.


"jelas lah mbak, biar keluarganya juga merasakan hasil dari apa yang mereka perbuat. bukan bersenang-senang diatas penderitaan orang terus" jawab Rey menatap tajam mas Lukman yang hanya bisa menundukkan kepala.


________________________________________


mohon maaf ya semua kalo kemarin ngga update, akunya bener-bener kurang fit jadi hanya sanggup update satu cerita kemarin. semoga hari ini bisa nulis dicerita yang lainnya lagi ya guys🙏😊

__ADS_1


__ADS_2