Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!

Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!
bab 52


__ADS_3

"yaa habis begitu banget sikap mertua kamu ngga bisa mencerminkan bagaimana orangtua bersikap" jawab mama yang seketika membuatku terdiam.


"hust udah lah ma biarin aja, bapak tidur ma?" tanyaku mengenai kondisi bapak.


"iyaa bapakmu selalu tidur kalo abis makan" jawab mama dengan tampang sedikit kesal yang membuatku menahan tawa.


"ada apa nih kok kayanya ada sedikit perselisihan dari tadi Rey denger" kata Rey yang tiba menghampiri aku dan juga mama diruang makan.


"gapapa kok Rey, ini mama cuma ngedumel biasa kalo keluarga besannya abis bertamu" jawabku membuat mama memelototkan mata.


"oaaalaahh, kirain ada apaan. oiyaa mbak ini loh aku cuma mau ngingetin mbak untuk kumpulin surat nikah, kartu keluarga dan juga KTP ya mbak. itu semua diperlukan kalo nanti mbak jadi menggugat mas Lukman" kata Rey yang langsung aku sambut dengan anggukan kepala.


"iyaa Rey, nanti mbak ambilkan kamu tenang aja. kamu mau kemana udah rapi?" tanyaku yang melihat Rey sudah berpakaian rapi hendak berangkat kekantor.


"Rey mau berangkat lah mbak, biar ngga terlalu siang sampai kantor. lebih cepat lebih baikkan" jawab Rey sambil menggunakan jaket miliknya.


"oohh gituuu, yaudah" jawabku dengan singkat.


"emang sekarang jam seberapa si Rey kok kamu udah mau berangkat?" tanya pada Rey.


"jam setengah sepuluh ma" jawabnya santai sambil menggunakan helm dikepalanya.


"masih jam segitu Rey, nanti aja kenapa si. nanti kalau keluarga perusuh itu datang lagi gimana Rey" kata mama membuat Rey langsung duduk lagi tepat disebelah mama.


"kayanya mama parno banget kalo mereka Dateng, lawan dong ma pakai kekuatan mama. lagian aku liat juga mbak Diah lebih berani sekarang ngga kaya dulu lagi lagi yang diam aja dihina seperti itu, dan lagi ma kalo mereka kesini lagi mama kan bisa teriak biar ibu-ibu sini ikut menghakimi mereka. tapi aku si yakin kalo mereka ngga bakalan berani membuat keributan lagi dilingkungan sini, mama tau sendiri kan gimana mereka tadi malunya didepan ibu-ibu dan juga warga disini" jawab Rey yang membuatku juga menganggukan kepala.


"bener ma apa yang dikatakan sama Rey, kita bisa berteriak supaya para ibu-ibu dan juga warga yang memberikan pelajaran pada mas Lukman dan keluarganya lagi. eehh tapi kalo pun mereka kesini lagi, aku yakin pasti tanpa mas Lukman si. dia kan pasti kerja" jawabku dengan sangat yakin.

__ADS_1


"nah tuh kan apa Rey bilang, udah deh mama tenang aja. mbak Diah itu ngga akan diam aja kalo dia ditindas, ngga kaya dulu" jawab Rey berusaha meyakin kan mama.


"tapi kan Rey, tetep aja mama khawatir kalo sampai dia berbuat nekat gimana. bukannya apa-apa Rey, mama juga mikirin kesehatan bapak. kasian kalo bapak diganggu terus dengan kondisinya yang seperti ini" jawab mama membuatku seketika menundukkan kepala.


"yaudah kalo gitu biar aku sama Nayla pulang aja ma, mumpung Rey masih ada dirumah biar dia yang anterin aku" jawabku dengan nada pelan.


"bu-bukan begitu maksud mama di, duuhh gimana ya. kamu tau sendiri lah gimana keadaan bapak, mama cuma kasian aja kalo terus liat kamu diperlakukan seperti tadi. tadi aja bapak begitu terpukul melihat kamu dicaci maki seperti itu makanya mama bawa bapak masuk kekamar, tolong jangan salah faham" jawab mama membuatku sedikit tersenyum.


"iyaa aku tau kok ma, gapapa kok ma. aku pulang aja, lagian bener apa yang mama bilang bapak butuh istirahat yang cukup dan ga seharusnya aku melibatkan mama dan juga bapak dalam masalah rumah tanggaku" jawabku dengan lirih.


"yaudah kalo emang mbak Diah mau pulang, Ayuk sekalian aku anterin mbak." kata Rey membuat ku langsung menganggukan kepala.


"udah gapapa ma, biar mbak Diah dirumahnya aja biar sekalian dia cari bukti soal suaminya. udah mama tenang aja, aku yakin mbak Diah ngga mungkin salah faham dengan perkataan mama" kata Rey pada mama yang terdengar ditelinga ku.


"iyaa bener apa yang Rey bilang ma, gapapa kok aku pulang sekarang ma. lagian kalo aku pulang nanti malam dengan sintia aku yakin ngga akan bisa menghadapi mas Lukman sendiri ma, kalo sekarang sama Rey kan ada Rey yang bisa membantu membalas perkataan mas Lukman atau saudaranya" jawabku dengan senyum tipis.


tak perlu waktu lama, aku dan juga Nayla pun segera mengikuti Rey ke halaman depan dan naik keatas motor miliknya.


"assalamualaikum" kataku dan juga Rey serentak.


"waalaikumsalam" jawab mama dengan sedikit berteriak.


setelah tiga puluh menit melakukan perjalanan kearah rumahku sampailah kami dihalaman rumah kontrakan milikku, terlihat motor mas Lukman masih bertengger didepan rumah kontrakan dan pintu yang terbuka.


"assalamualaikum" kataku setelah tiba dipintu rumah.


"waalaikumsalam, pulang juga kamu" jawab mas Lukman dengan wajah tak enak dilihat.

__ADS_1


"kenapa? kamu ngarep aku ngga pulang?" tanyaku dengan nada ketus, Rey pun ikut masuk dengan menggendong Nayla.


"loh, ngga kerja mas?" tanya Rey pada mas Lukman.


"ngga lah, motorku ngga ada bensinnya terpaksa lah aku izin." jawab mas Lukman membuatku menyeritkan kening.


"aku heran deh mas, kan aku udah kasih kamu uang buat bensin kayanya ya kenapa malah ngga dibeliin. padahal baru semalem loh aku kasih uangnya" jawabku menatap mas Lukman yang terlihat salah tingkah mendengar perkataanku.


"nah tuh katanya udah dikasih uang semalem buat beli bensin, kemana emang uangnya mas?" kata Rey mencoba memancing mas Lukman.


"uangnya adaa lah, tapi kan tetep aja kalo bensin abis ya motor ngga bisa jalan walaupun cuma ke pom bensin" jawab mas Lukman membuatku seketika terkekeh.


"emangnya bensinnya abis banget mas sampai ngga bisa dibawa ke pom, udah lah mas ngga usah bohong. sekarang gini aja deh, ini kan ada Rey. mending mas Lukman isi bensin biar disetut sama Rey, bisakan Rey?" tanyaku memberikan ide.


"mana bisa begitu di, kamu kan tau motor mas gede masa didorong sama Rey yang pake motor matic. apa ngga terbalik" jawab mas Lukman membuatku seketika tertawa lepas.


"nah itu kamu tau mas, lagian kan kamu sendiri yang bilang kalo motornya abis total bensinnya dari pada ngga punya bensin sama sekali mending disetut sama Rey kan. lagian aku yakin Rey pasti bisa, iyakan Rey?" kata ku pada Rey yang langsung diangguki oleh adik lelakiku itu.


"yaudah kalo gitu, mana uangnya sini?" kata mas Lukman membuat dahiku semakin menyerit heran.


"uang apa lagi?" tanyaku heran.


"uang buat beli bensin lah, apalagi emangnya? sekalian buat beli rokok deh" jawab mas Lukman membuatku membelalakan mata.


"uang yang samalam mana, uang itu seratus lima puluh ribu udah lebih dari cukup buat isi bensin sama beli rokok loh mas" .......


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2