
hari yang ditunggu pun tiba. hari ini tepat dimana umi Hamidah mengajak kami sekeluarga untuk hadir diacara pondok pesantren untuk pertama kalinya, kami dijemput oleh Gus Hamid dimana saat ini ia tengah bermain bersama Nayla layaknya bapak dan anak.
"sudah siap di?" tanya mama padaku.
"sudah ma, yuk" jawabku menggandeng mama menghampiri mereka yang sudah menunggu dihalaman depan.
mas Hamid yang melihat kamu menuju kearah mereka pun menyambut dengan senyum.
"sudah siap bude?" tanya mas Hamid.
"sudah nak Hamid, ayok kalo mau jalan sekarang" jawab mama yang juga diangguki oleh mas Hamid.
"boleh bude, nay kita mainnya nanti lagi ya? sekarang kita ke mobil yuk kita kerumah Mbah Akung Hasyim" kata mas Hamid yang mensejajarkan tinggi dengan Nayla yang berdiri dihadapannya.
"waaahh sekarang ya om? pantesan hari ini Nayla disuruh pakai baju seperti ini, nay juga dikasih ini sama mama nay. bagus ga om?" tanya Nayla memperlihatkan perhiasan yang dipakainya pada mas Hamid.
"cantik,,,, seperti Nayla. hati-hati ya, dipakainya untuk acara penting aja kalo Nayla main sama teman Nayla semua itu minta disimpan lagi ya sama mama" jawab mas Hamid yang langsung diangguki oleh Nayla.
"siaaapp om" jawabnya dengan ekspresi yang lucu.
__ADS_1
"yuk, kita ke mobil om. yuk budeh, Diah, Rey. yuk sin" ajak mas Hamid pada kami semua.
kami pun mengikuti langkah mas Hamid memasuki mobil miliknya, Rey pun mengambil posisi depan dengan memangku Nayla sementara kami bertiga para perempuan duduk di kursi tengah dengan aku memangku Syifa.
"om, rumah om Hamid pasti besar ya?" celoteh Nayla bertanya pada Hamid.
"bukan rumah om nay, itu rumah Akung Hasyim. akungnya Nayla" jawab mas Hamid tersenyum pada Nayla yang terlihat dari kaca depan.
"akungnya Nayla? tapi Akung Nayla bukannya udah disurga ya kata mama, iyakan om rey?" jawab Nayla yang hanya dijawab senyum dan anggukan kepala oleh Rey.
"iyaaa itu kan Akung dari mama nya Nayla. nah, Akung yang ini Akung Hasyim Abi nya om Hamid. jadi, Nayla juga boleh panggilnya Akung Hasyim" jawab mas Hamid membuat Nayla menganggukan kepala sambil membulatkan mulutnya. aku dan mama pun tersenyum mendengar jawaban mas Hamid.
tak lagi terdengar suara dari mulut Nayla, ia sibuk memperhatikan jalan sesekali menghadap belakang memperhatikan aku dan juga Syifa.
"waaaahhh besar bengeetttt,,,,, om ini beneran rumah om Hamid?" tanya Nayla pada Hamid yang hanya tersenyum.
"lihat nay, banyak kakak yang baju nya sama kaya yang Nayla pakai. cantik kan?" kata Rey bertanya pada Nayla.
Nayla pun menganggukan kepala sebagai jawaban.
__ADS_1
"nay mau belajar disini?" tanya mas Hamid yang menghentikan mobil tepat didepan rumahnya.
"mau om, eehh lihat itu Mbah uti sama Mbah Akung udah nungguin kita om" kata Nayla dengan wajah binar.
"iyaaa, yuk turun" kata mas Hamid membuka kunci pintu otomatis mobilnya. kami satu persatu pun turun menghampiri umi Hamidah dan juga Abi Hasyim dan menyalaminya satu persatu.
"apa kabar Siti?" tanya Abi Hasyim pada mama.
"Alhamdulillah baik, Hasyim" jawab mama menundukkan kepala.
"Alhamdulillah, mari masuk" kata Abi Hasyim
kami pun mengikuti langkah Abi Hasyim dan juga umi Hamidah memasuki rumah yang lumayan luas itu.
"mari duduk, silahkan" kata umi hamidah sambil tersenyum lembut.
"terimakasih umi" jawabku mendudukkan diri disofa dimana sama persis saat pertama kali aku dan juga Rey datang kerumah ini.
"sama-sama Diah, ngga nyangka ya kita bisa berkumpul lagi dirumah ini lagi. semoga suatu saat kita bisa berkumpul seperti ini setiap saat" kata umi Hamidah membuat aku dan juga mama tersenyum.
__ADS_1
"amiiinn, insyaallah umi" jawabku tersenyum kecil.
bersambung....