Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!

Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!
bab 141.


__ADS_3

seperti apa yang direncanakan mbak Laras dan juga mbak raya beberapa hari yang lalu, kedua nya benar-benar datang kerumah untuk berkenalan dengan Nayla dan juga Syifa.


"lucu banget anak Lo di" kata mbak Laras yang tiba lebih dulu. ia bermain bersama Syifa dan juga Nayla dengan mainan milik Nayla.


"yaa begitulah mbak, namanya juga anak kecil. btw, maaf nih ya mbak. mbak Laras kenapa belum nikah?" tanyaku dengan hati-hati.


"yaa gapapa di, gue belom siap aja. menikah itu sulit, gue belom siap secara mental" jawabnya sambil terkekeh, aku pun menganggukan kepala.


"nah, Lo sendiri kenapa dah mutusin nikah muda kalo akhirnya bakalan jadi jendes?" tanyanya yang gantian kini membuatku tertawa kecil.


"yaa mungkin seperti yang mbak bilang, aku belum siap secara mental. tapi bodohnya, aku memaksa meneruskan pernikahan itu jadi ya begini deh sekarang nasibku" jawabku sambil membuat wajah seolah mengenaskan.


"nah, makanya itu. kata orang ujian rumah tangga itu banyak, kalo ngga masalah anak ya ekonomi kalo ngga ekonomi ya keluarga. makanya gue agak sedikit pemilih si kalo urusan itu, takut aja ketemu suami plus keluarganya yang toxic. udah Tremor duluan gue" jawabnya membuat kami berdua terkekeh.


"assalamualaikum" asik tertawa bersama terdengar suara yang sepertinya kami kenal.


"waalaikumsalam, mbak raya. masuk mbak" kataku melihat mbak raya datang dengan membawa tentengan ditangannya.


"lumayan juga rumah Lo di, gue hampir kebablasan tadi. eh udah kebablasan sih dikit" katanya sambil terkekeh pelan.


"bisanya sih kebablasan, kan suka lewat sini kita kalo jalan bareng" kata mbak Laras dengan menyeritkan dahi.


"yaa itu kan Lo yang hafal, gue kan jadi penumpang doang dibelakang mana engeh jalannya" jawab mbak raya santai.


"eh ini bocil dua anak Lo di? gemes banget" kata mbak raya baru melihat Nayla dan juga Syifa.


"iyaaa. nay ayo Salim sama temen mama satu lagi, ini Tante raya namanya" kataku pada Nayla yang tersenyum dan langsung mencium tangan mbak raya.


"yaampun pinter banget, cantik. Nayla mau jajanan gak, tadi Tante Aya beli coklat loh di indoapril" kata mbak raya membuat binar Dimata Nayla muncul.


"boleh Tante, buat nay?" tanya Nayla dengan wajah menggemaskan.


"boleh lah nay, tapi coba tanya dulu sama mama nya boleh apa ngga" jawab mbak raya membuat senyum diwajah nayla seketika sedikit redup.


"boleh, tapi jangan banyak-banyak ya nay. nanti giginya reges, mau?" kataku yang langsung dijawab gelengan kepala oleh Nayla.


"nah itu boleh, tapi sedikit aja ya jangan banyak-banyak loh. nih" kata mbak raya memberikan Nayla satu buah coklat ukuran besar pada Nayla. Nayla pun menerimanya dengan senyum riang.


"bilang apa nay?" kataku pada Nayla.


"makasih ya Tante Aya" kata Nayla yang langsung dijawab anggukan oleh mbak raya.

__ADS_1


"nah itu anak Lo yang kecil berapa bulan di?" tanya mbak raya.


"jalan tujuh bulan sih mbak" jawab ku.


"kok ada sih nya, ada yang ga beres?" tanya mbak raya membuat mbak Laras menggetuk keningnya.


"kalo ngomong kebiasaan ngga difilter Lo mah" kata mbak Laras pada mbak raya yang menggosok-gosokkan bekas jitakan dari mbak Laras.


"gue kan cuma nanya, kenapa pake sih. salahnya dimana?" kata mbak raya dengan rasa tak bersalah menatap kami berdua secara bergantian.


"Lo itu ya Ray, bener-bener minta gue getok Lo ya" kata mbak Laras yang sudah siap kembali melayangkan jitakannya pada mbak raya.


"adduuhh ada apa sih ini, kok ribut-ribut begitu. eh ini ada temen kamu lagi di?" tanya mama yang melihat mbak raya.


"iyaa Bu, saya raya" jawab mbak raya sambil menyalami tangan mama dengan takjim.


"cantik-cantik, udah pada menikah belum nih?" tanya mama yang langsung membuat keduanya menggelengkan kepala.


"belum Bu, Alhamdulillah belum ada yang cocok" jawab mbak raya dengan cengiran khasnya, mbak Laras pun hanya memelotokan mata mendengar jawaban mbak raya.


"yaa gapapa, santai aja jangan sampai salah pilih." kata mama yang juga diangguki keduanya.


"ini mbak laras yang kemaren Diah ceritain kalo adiknya mau masuk pesantren itu loh ma" kataku pada mama yang tersenyum.


"eehh tunggu deh, jadi Lo kesini mau daftarin adik Lo kepesantren? kenapa kesini, harusnya Lo kepesantrennyalah" tanya mbak raya yang memeng tak tau yang sebenarnya, aku dan juga mama pun saling pandang dan tersenyum bersamaan.


"eehh Lo tuh gatau,,,,,,," perkataan mbak Laras langsung terputus oleh jawaban mama.


"yaa gapapa atuh nak raya, kebetulan ibu punya teman yang bisa memasukkan anak-anak kepesantren. jadi, gaada salahnya kan masuk lewat jalur orang dalam" kata mama lembuatku menghela nafas lega.


"ta-tapi,,,,,,,"


"mbak Laras, nanti Diah telponkan umi Hamidah ya. tapi nanti kan ya untuk lanjut ke SMK kan ya?" tanyaku memutus perkataan mbak Laras, ia pun menganggukan kepala sebagai jawaban.


"ooohh buat SMK toh, gue kira kenaikan kelas sekarang. soalnya bakalan susah loh, tau sendiri lah kalo udah kelas dua belas itu ribet ngurus kepindahannya. alesannya mesti pindah rayon lah, ini lah itu lah" kata mbak raya dengan emosinya.


"ah i-iyaaa, yaudah kalo begitu saya ikut baiknya aja gimana Bu" jawab mbak Laras pada akhirnya membuat mama tersenyum.


"iyaaa, ini diminum dulu. sengaja loh dibuatin es kaya gini, tapi gelasnya cuma dua soalnya kirain nak Laras doang yang main kesini ternyata ada nak raya juga. gapapa nanti biar Diah ambil gelas sendiri" kata mama yang langsung aku angguki.


"iyaa Bu, terimakasih" jawab mbak Laras dan mbak raya bersamaan.

__ADS_1


"eeehh gimana nanti siang kita ke mall aja, sekalian makan siang di mall. yaa refreshing dikit gapapa lah, ajak anak Lo di" kata mbak raya membuatku langsung menatap mama.


"iyaa gapapa, refreshing lah di. biar mama dirumah, lumayan mama juga bisa istirahat. sesekali senangi anak kan gapapa di" kata mama membuatku tersenyum senang.


"sekarang aja lah, ini aja udah hampir jam setengah sebelas. kalo kesiangan nanti panas lah" kata mbak Laras.


"boleh, sebentar aku siap-siap dulu. nay, yuk ganti baju. kita mau jalan-jalan ke mall sama tante-tante" kata ku mengajak Nayla berganti baju kekamar.


"assiiikk nay mau jalan-jalan, yuk ma yuk." kata Nayla begitu antusias.


"titip Syifa dulu ma, nanti Diah ambilin baju ganti" kataku berpesan pada mama.


setelah mama menganggukan kepala aku pun membawa Nayla kekamar kemudian berganti baju dengan nada senada, setelah selesai kami pun kembali keluar sambil membawa pakaian ganti untuk Syifa dan juga stroler milik Syifa.


"gue kira Lo ga akan bawa stroler di" kata mbak raya sambil terkekeh.


"Yee mau capek gendong Syifa yang udah gembul begitu" jawabku.


"iyaaa, ini Nayla juga takutnya nanti tidur gimana di?" tanya mama.


"gapapa ma, nantikan ada tantenya yang gendongan" jawabku melirik kedua wanita disampingku.


"siap lah itu mah, ngga usah khawatir. lagian nanti pasti tidurnya dimobil kan ngga mungkin lagi main tidur" kata mbak raya yang membuatku terkekeh.


"yaudah kalo gitu gue pesen taksi online dulu deh, Bu kita nitip motor ya disini. aman kan Bu?" kata mbak Laras sambil mengeluarkan ponselnya untuk memesan taksi online.


"aman kok, lagian ada Rey juga dikamar. nanti biar dia benerin parkirnya. kasian nanti kalo ada yang lewat kalo parkirnya begitu" kata mama pada mbak Laras dan juga mbak raya.


"eehh Rey siapa Bu?" tanya mbak raya penasaran.


"Rey, itu adiknya Diah. anak lelaki ibu satu-satunya" jawab mama sambil tersenyum.


"oohh Lo punya adek juga Diah, udah nikah Bu?" tanya nya lagi.


"belum, masih mau fokus kerja katanya. ada lagi adiknya satu lagi, tapi pagi katanya joging ke bkt tapi sampai sekarang belum pulang" jawab mama dengan nada kesal.


"oohh masih sekolah pasti ya Bu?" tanya mbak raya yang langsung diangguki oleh mama.


"iyaa sekolah, mau naik kelas dua belas SMK nanti." jawab mama.


"nah, udah bentar lagi nih. yuk tunggu didepan" kata mbak Laras menghentikan percakapan mama dan mbak raya.

__ADS_1


tak sampai satu menit mobil yang dipesan mbak Laras pun membunyikan klaksonnya, kami pun berpamitan dan segera meninggalkan rumah dengan taksi online tersebut.


bersambung..


__ADS_2