Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!

Teganya Kau Berikan Rasa Sakit Dan Bahagia Secara Bersamaan!
bab 51.


__ADS_3

"diam mbak! aku dari tadi udah diam dengar mbak membuat keributan dirumah ku, aku bisa aja melaporkan mbak atas tindakan tidak menyenangkan detik ini juga" bentak Rey membuat beberapa pasang mata dihalaman rumah membelalakan mata mendengar suara Rey yang cukup keras karna selama ini memang Rey terkenal anak yang lembut dan juga sopan terhadap orang lain.


"hei Rey, kamu itu cuma anak kemarin sore. ngga usah sok imut campur urusan orang lain, ngga usah jadi sok pahlawan kesiangan" jawab kak Yuni yang tentu saja masih bisa aku dengar.


"sama seperti kamu yang ikut campur urusan rumah tangga mas Lukman dan mbak Diah, aku juga bisa ikut campur didalamnya karna mbak Diah adalah kakakku!!" jawab Rey terdengar sangat tegas, membuat ketiga orang didepannya terdiam dan saling pandang.


"Rey, mas kesini cuma mau minta ATM dan juga uang sama mbak kamu. mas udah ngga megang uang lain untuk bensin motor dan juga uang untuk makan dan rorok, ATM juga mas butuh untuk mengambil transferan uang jalan Rey" kata mas Lukman yang mengiba pada Rey yang masih menatapnya dengan pandangan tajam.


"mas kan bisa bilang kalo mas ngga bawa ATM, dan bisa dikirim lewat ATM teman kirim mas. iyakan? ngga usah cari alasan mas, kamu harus ingat perjanjian kita. bukan datang berbondong-bondong seperti ini, bikin malu dirumah orang. apalagi kakak kamu ini membuat keributan dan itu sudah sebuah tindakan tidak menyenangkan. aku bisa aja melaporkan hal ini pada polisi jika aku mau, apalagi kamu dengar sendiri kalo tadi kakak mu memfitnah mbak Diah mas. sebagai suami, dimana hati nuranimu mendengar istrimu dihina dan dicaci maki oleh keluargamu sendiri" kata Rey dengan tanpa jeda membuat mas Lukman kembali terdiam.


"alaah jangan lebay Rey, kaya gini aja pake diaduin ke polisi segala. yang ada mbak mu itu yang harus dilaporkan karna membawa kabur uang suaminya" jawab kak Yuni membuatku membelalakan mata.


"eehh mbak mana ada istri membawa kabur uang suaminya, yang ada suami yang ga bisa memberikan nafkah layak untuk istrinya. gimana sih, sekolah dimana si mbak atau ngga pernah sekolah ya" kata salah satu ibu-ibu yang melihat perdebatan yang masih berlangsung didepan rumah.


bagus lah ada mengskak mat kak Yuni, untungnya para ibu-ibu daerah ini sangat percaya pada keluargaku dan bisa berpikir logis. andai mereka termakan omongan dari keluarga mas Lukman ntah bagaimana nasibuku dan juga keluargaku kali ini yang pasti akan menanggung malu sekali akibat ulah kak Yuni.


"dengar sendiri kan mbak, nah kalo mbak yang membawa kabur uang adik mbak sendiri itu baru yang bisa diperkarakan. apa mbak mau apa yang mbak perbuat dikasuskan? itu sudah tindakan penggelapan uang loh mbak" kata Rey mencibir kak Yuni.


ku lihat ibu mertua dan juga kak Yuni saling pandang kemudian keduanya pun saling menyenggol mas Lukman untuk mencari pembelaan.

__ADS_1


"udah deh mas, ajak aja sama pulang kakak sama ibumu jangan terus gangguin mbak ku dirumah ini. dan ingat ya jangan pernah datang lagi kerumah ini!!!" kata Rey dengan tegas membuat ketiga orang itu langsung pergi dan tak lagi menengok ke arah rumah mama.


"Alhamdulillah akhirnya pergi juga ketiga parasit itu" gumam Rey yang masih bisa aku dengar.


"ibu-ibu udah ya bubar ya pertunjukkannya udah abis" kata Rey membuat para ibu-ibu membubarkan diri sambil saling berbisik.


"Alhamdulillah udah pulang para parasit itu mbak" kata Rey yang sudah kembali duduk dihadapanku.


"iyaa Alhamdulillah, mbak ngga nyangka kalo mereka bakalan nyamperin mbak kerumah ini. untung kamu masih dirumah" jawabku membuat Rey tertawa kecil sambil menganggukan kepala.


"namanya juga mereka itu orang-orang yang gatau diri mbak, pasti mereka akan mendatangi kita. apa lagi niat mereka mau mempermalukan kita eehh malah kita yang mmepermalukan mereka, aku yakin saat sampai dirumah mas Lukman pasti akan marah-mah mbak" kata Rey membuatku pun mneganggukan kepala.


"tenang aja mbak, Rey punya ide. nanti mbak pas sampai rumah jangan lupa buka aplikasi rekam dihandpone mbak jadi mbak bisa merekam semua yang mas Bayu katakan dan yang terjadi dirumah mbak, mbak taruh aja handphonenya diatas mbak biar ngga ketauan" jawab Rey yang langsung aku angguki.


"iyaa Rey kamu bener juga, yaudah kalo gitu mbak bisa tenang. tapi tetep aja Rey mbak sangat takut jika berhadapan dengan mas Lukman sendirian Rey" jawabku dengan menundukkan kepala.


"kenapa harus takut mbak, tenang aja. mas Lukman ngga akan berani macam-macam dengan mbak, Rey pasti jamin itu" jawabku membuatku segera menganggukan kepala.


"yaudah kalo gitu Rey masuk kamar dulu mbak, ada yang harus Rey selesaikan sebelum berangkat kekantor" lanjutnya yang langsung aku angguki.

__ADS_1


tak lama setelah Rey masuk kedalam kamar, mama pun keluar dari kamarnya dengan wajah ditekuk.


"kenapa ma?" tanyaku yang sudah berhadapan dengan mama.


"mama tuh kesel aja, semenjak kedatangan mertua dan ipar kamu itu bikin bapak syok tau ngga di. bener-bener mereka itu harus gimana lagi kita kasih pelajaran sama mereka, kok kayanya ngga pernah ada kapoknya ya" jawab mama membuatku terkekeh kecil.


"yaudah si sabarin aja ma, mereka kan memang begitu sifatnya. mau gimana lagi, lagian kan ngga ada yang undang mereka ma. mereka juga datang kerumah ini sendiri loh" jawabku membuat mama melirik sekilas kearahku.


"kamu si salah pilih suami model begitu, kalo mama si amit-amit di. apa si yang kamu lihat dari manusia seperti Lukman itu, ih ngga ada bagus-bagusnya deh" jawab mama membuatku menundukkan kepala.


"yaa dulu kan aku ngga tau kalo dia begitu ma, apalagi mama tau sendiri dia sangat menghormatiku dan mama sama bapak waktu itu jadi mana aku tau kalo ternyata sifatnya seperti itu. aku rasa si karna kak Yuni yang udah menghasut dan berkata yang ngga-ngga sama mas Lukman, makanya aku mau menikah sama dia" jawabku dengan suara pelan, mama pun berdecak kesal mendengar perkataan yang keluar dari mulutku.


"emang waktu kamu pacaran sama dia dulu dia ngga seperti itu sikapnya? ibunya gimana, apa kata gitu juga?" tanya mama yang langsung aku jawab dengan gelengan kepala.


"ngga ma, beneran deh. kalo aku tau dari awal sikap ibu mertuaku kaya gitu juga aku ngga akan mau nikah sama mas lukman ma" jawabku dengan kesal.


"yaa habis begitu banget sikap mertua kamu ngga bisa mencerminkan bagaimana orangtua bersikap" ....


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2