
"gapapa lah sin, mbak cuma mau menenangkan diri aja kok beberapa hari. nanti juga mbak pasti balik lagi" jawabku dengan nada santai.
"udah sana mendingan kamu ganti baju dulu atau mandi sana, kan nanti seger palingan bentar lagi juga mas mu pulang bawa baksonya" kata mama menghentikan perdebatan kami berdua.
Sintia pun langsung melakukan apa yang mama perintahkan, sama sepertiku dia pun tak berani lagi menjawab apa yang mama perintahkan.
"lantas, kamu beneran akan menenangkan diri mulai dari malam ini di? dirumah temanmu yang mana?" tanya mama padaku.
"iyaalah ma, ngapain aku bohong. itu kan aku juga udah bawa semua perlengkapan Nayla sana Syifa" jawabku dengan yakin.
"apa ngga merepotkan teman kamu nantinya di?" tanya mama kembali.
"insyallah ngga kok ma, lagian aku juga minta dicarikan kontrakan untuk aku dan juga anak-anak. gapapalah kecil yang penting bisa untuk kami berteduh sementara, dari pada kami kelamaan menginap dirumahnya. paling kami dirumahnya hanya sehari dua hari kok ma, ngga akan lama" jawab ku pada mama yang langsung menganggukan kepala.
"mama kira kamu akan lama menginap dirumah teman kamu itu, ternyata kamu juga udah minta tolong dicarikan kontrakan" jawab mama sambil menganggukan kepala.
"iyaalah ma, aku juga tau ngga mungkin aku merepotkan dia terus ma. apalagi sekarangkan dia udah nikah juga, aku juga ga bisa lah tinggal terlalu lama dirumahnya. makanya aku minta dicarikan kontrakan yang pas untuk kami, lumayanlah untuk pelarian sementara ma" jawabku pada mama.
"yaudah kalo emang itu udah jadi keputusan kamu, tapi gimana sama biaya anak-anak di?" tanya mama. aku punya langsung tersenyum mendengar pertanyaan mama.
"mama tenang aja, aku kan masih pegang buku tabungan rekening sama ATM nya mas Lukman. lumayanlah untuk beberapa bulan, nanti untuk urusan rumah disana gampang lah ma. sesekali aku akan pulang bolak-balik kesana agar ngga ketauan kalo aku sudah mengontrak sendiri dan juga akan segera melayangkan gugatan cerai pada mas Lukman." jawabku, mama pun menganggukan kepala.
__ADS_1
"syukurlah kalo begitu, tapi kalo terjadi apa-apa sama kamu dan anak-anak. kamu harus segera menghubungi mama ya di, mama ngga mau sampai terjadi apa-apa sama kamu dan juga anak-anak kamu di" jawab mama yang langsung aku angguki.
"iyaa, mama tenang aja. aku akan jaga anak-anak dan mereka pasti baik-baik aja ditanganku kok ma" jawabku dengan pasti.
"assalamualaikum, ngomongin apa nih kok kedengeran sama kedepan rumah?" tanya Rey yang sudah pulang membawa beberapa bungkus bakso sum-sum ditangannya.
"ini loh Rey, mama cuma mau memastikan kalo mbak mu itu baik-baik aja nanti disana. apalagi kita juga belum tau dimana daerah mbakmu akan menenagkan diri, mama takut terjadi apa-apa dengan mereka Rey" jawab mama membuat Rey menganggukan kepala.
"mama tenang aja, kan nanti malem Rey sendiri yang akan mengantarkan mbak Diah kerumah temannya. jadi otomatis Rey akan tau dimana keberadaan mbak Diah dengan jelas, nanti juga Rey akan minta nomer telpon teman mbak Diah untuk komunikasi jika mbak Diah menutupi sesuatu dari kita" jawab Rey sambil mendudukan diri disampingku.
"apaan si Rey, lagian mana mungkin mbak menutupi sesuatu dari kamu dan juga mama. kalo bukan kalian tempatku mengadu, lantas pada siapa lagi Rey" jawabku dengan nada kesal.
"nah, itu mbak tau. tapi dulu mbak selalu nutupin setiap hal tentang mbak pada kami, sampai akhirnya kejadian yang tidak mengenakkan itu kami ketahui sendiri baru beberapa bulan yang lalu. mbak ini seperti ngga menganggap kita tau ngga sih" jawab Rey dengan nada kesal.
"iyaa iyaa mbak minta maaf, lagian mbak kan lakuin itu juga hanya untuk menjaga aib rumah tangga mbak Rey. mana mungkin mbak membuka semuanya dan membiarkan kalian semua bersedih dengan apa yang sudah terjadi pada mbak, apalagi mas Lukman adalah pilihan mbak sendiri. kamu pasti ngerti lah apa yang mbak katakan, ngga perlu mbak jelaskan lagi" jawabku yang langsung diangguki oleh Rey.
"iyaa makanya, sekarang mbak ngga boleh lagi seperti itu. kita ini adalah keluarga mbak, pulang lah dan mengadulah jika hatimu sudah ngga kuat lagi menerima semua yang terjadi dalam rumah tanggamu. kami akan selalu menerima dengan baik kamu dan juga anak-anak" jawab Rey membuatku semakin terharu.
"iyaa bener apa yang dikatakan oleh Rey di, biar gimana pun kamu anak mama dan juga bapak. kamu berhak mendapat tempat dirumah ini, jangan sungkan. justru kami akan merasa bersalah andai kami ngga bisa membantu kamu dan membiarkan kamu dalam keadaan kesulitan seperti waktu itu di, sementara kamu disini serba dilengkapi kebutuhannya oleh Rey yang notabanenya ada andil kamu dalam kesuksesannya" jawab mama membuatku langsung memeluk erat perempuan yang sudah melahirkan ku itu.
"iyaa ma, Diah janji akan selalu terbuka pada kalian terutama pada mama. lagipula Diah takut untuk bercerita sama mama ataupun bapak, Diah masih ingat saat dulu Diah dan mas Lukman bertengkar bapak jutsru berkata jika tidak bisa membenarkan aku yang pulang kerumah sementara kalian ngga tau siapa yang salah atau ngga benar. disitu aku kecewa ma, karna mama tau sendiri mana ada perempuan yang hatinya ngga sakit dibilang perampuan pembawa sial ma. apalagi aku selalu menerima dan menuruti apa yang dia katakan, sakit hatiku ma." jawabku dengan terisak lirih.
__ADS_1
"maafin bapak kamu waktu itu di, bapak berkata seperti itu karna ngga mungkin kami ikut campur rumah tangga kalian terlalu jauh. mama ngerti dengan perasaan kamu, mungkin itu lah yang menyebabkan kamu lebih memilih memendam semuanya pada kami. tapi kamu lupa di kalo kamu masih memiliki adik dan juga sepupu yang mungkin menjadi tempat kamu bercerita semuanya" jawab mama yang juga diangguki oleh Rey.
"iyaa mbak, padahal kamu selalu menanyakan kabar mbak lewat aplikasi hijau tapi mbak selalu bilang kalo mbak baik-baik aja. padahal mbak selalu memasang status yang,, yaa begitulah" jawab Rey.
"iyaa mbak, disitu kami tau kalo mbak ngga baik-baik aja. tapi mbak selalu seolah baik-baik aja" kata Sintia yang tiba-tiba saja bergabung dengan kami.
"anak kecil ikut-ikut aja, jangan sok paham deh" kata Rey membuat Sintia mengerucutkan bibir.
"udah-udah kalian ini. Sintia ambil mangkuk sama sendok, nanti keburu dingin itu bakso kalo terus ngebahas mbak mu terus" kata mama yang langsung diangguki oleh Sintia.
tak lama Sintia pun kembali dengan membawa empat mangkuk besar yang bisa menampung bakso sumsum tersebut.
"ini baksonya, ini juga mienya kalo mau pake mie ya. ini juga ada sambel sama saosnya, tadi sekalian aku beli saos juga di indoalfa biar puas pedesnya" kata Rey menyerahkan mie bakso dan juga saos yang ia beli sendiri.
kami pun meracik sendiri saus dan juga sambal sesuai dengan keinginan kami masing-masing, sebelumnya aku dan juga mama telah menyisihkan untuk bapak dan juga Nayla kedalam mangkuk yang berbeda agar tak tercampur dengan rasa pedas yang kami tambahkan saus dan juga sambal.
"rasanya sedep banget mas, bener-bener sedep. emang ngga ada yang ngalahin deh bakso dari RJ ini, walaupun udah ditambah saus dan juga sambel tetep aja rasa kaldunya masih menyatu" kata Sintia yang juga langsung dijawab anggukan kepala olehku dan juga mama.
"iyaalah, itu lah kenapa bakso RJ ini jadi salah satu bakso terfavorit disetiap daerah. bukan cuma karna rasanya, tapi juga bentuknya yang unik dan juga bervariasi" jawab Rey yang juga aku benarkan.
"udah makan dulu, jangan ngobrol terus nanti keselek. di, bangunin dulu naylanya suruh makan dulu baksonya" kata mama membuatku langsung membangunkan Nayla yang masih pulas tertidur setelah memakan beberapa cemilan yang dibelikan oleh Rey.
__ADS_1
"makan dulu ya nak, ini bakso nay" kataku pada Nayla setelah bangun dengan sempurna sambil mengucek matanya.
bersambung....