
"yasudah kalo begitu, mbak percayakan semuanya sama kalian berdua" jawabku membuat ketiga pasang mata dihadapanku ini melebarkan senyum.
"Alhamdulillah akhirnya, kamu bisa juga berfikir jernih di" kata mama membuatku mengerucutkan bibir.
"mama apaan si ma, selalu aja bikin Diah malu" jawabku dengan nada kesal pada mama.
"ya habis kamu kalo dibilangin itu sudah banget, coba kalo dari kemarin-kemarin begini. pasti kamu udah terlepas dari keluarga benalu itu, iyakan rey?" tanya mama pada Rey yang langsung diangguki oleh pemuda itu.
"betul itu mbak apa yang mama bilang, mbak juga sih ngga bisa langsung aja ambil keputusan. pake acara galau segala, ngga seru banget" jawab Rey membuatku menggelengkan kepala.
"apaan Rey,mana ada kaya gini itu seru, kamu ada ada aja deh" jawabku menatap Rey yang tertawa kecil.
"yasudah berarti sudah fix ya mbak Diah akan mengajukan gugatan pada mas Lukman dalam waktu dekat, tapi ingat ya mbak Diah harus mencari bukti kongkret agar mas Lukman nantinya ngga bisa mengelak sama sekali. untuk sementara menghindari keluarga mas Lukman, mbak akan dirumah ini setiap harinya sampai sore. Nanti mbak bisa aku jemput saat mas Lukman sudah berangkat kerja dan akan kembali diantar pulang oleh Sintia kalo aku belum pulang kerja. gimana?" kata Rey yang langsung membuat mama dan juga lelaki bernama raihan itu menganggukan kepala.
"betul juga, jadi nanti tak perlu kamu bertemu dengan mereka sampai proses perceraian kamu berjalan" jawab mama dengan lancar.
"iyaudah kalo gitu, aku ikut aja ma. apapun yang terbaik untuk aku" jawabku dengan pasrah.
"jangan begitu dong mbak, mbak kayanya setengah-setengah ya mau pisah sama mas Lukman. mbak masih ngga mau ya pisah sama dia?" tanya Rey yang berusaha menyudutkan aku.
__ADS_1
"yaa ngga gitu lah Rey, mbak cuma masih kepikiran sama anak-anak aja Rey. kasian sama anak-anak mbak tuh" jawabku menundukkan kepala.
"yaampun mbak, kan udah dibilangin dan udah dikasih saran dari tadi. masa masih ragu juga sih, emang mbak mau terus terusan diberikan rasa sakit hati oleh keluarga mas Lukman? mbak itu juga harus memikirkan perasaan mbak sendiri, karna itu pasti akan berpengaruh juga loh sama asi mbak pada Syifa" kata Rey yang juga disetujui oleh mama.
"iyaa juga Diah, bener apa kata adik kamu. mama juga baru aja kepikiran kesana, semua memang ada keputusan sama kamu mama sama Rey hanya memberikan saran karna kami ngga mau kamu terus terusan tersiksa batin dengan keluarga itu. sekarang terserah kamu aja gimana maunya" jawab mama menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.
"betul apa kata mama ma, kalo mbak ragu sebaiknya mbak pikirkan lagi aja. tapi ingat mbak harus tetap menyiapkan bukti agar andai mbak yakin untuk bercerai dengan mas Lukman maka mbak sudah tak perlu lagi mencari bukti itu. hanya tinggal mencari sisanya aja" jawab Rey.
"betul apa kata Rey mbak, seperti yang saya bilang tadi. semua keputusan ada pada mbak Diah, andai mbak Diah mau bercerai maka silahkan dan saya siap mendampingi tapi kalo mbak Diah masih ragu ya coba diyakinkan. siapa tau jika semua bukti sudah terkumpul mbak Diah jadi yakin untuk bercerai, karna andai mbak masih ada perasaan pada mas Lukman pasti akan merasa sakit hati kan jika melihat perselingkuhan itu. pelan-pelan aja mbak, saya yakin keluarga disini mendukung apa yang ingin mbak lakukan" jawab lelaki bermana Raihan tersebut.
"iyaa sebanarnya si memang harus bercerai, bayangkan saja. andai mama yang punya mertua dan juga ipar seperti itu pasti sudah mama cakar habis mulutnya, ada mama aja mereka ngga bisa menghormati sama sekali loh. apalagi Diah yang setiap hari dirumah sendiri dan harus menghadapi mereka" jawab mama membuatku terkekeh kecil.
"ada kayanya, ngga tau juga si. tadi aku keluar masih tidur soalnya" jawabku dengan singkat tanpa menatap Rey.
"yaudah kalo gitu biar kami nanti sore yang kerumah mbak Diah, aku akan pastikan dia akan menyesal melakukan semua ini pada mbak" jawab Rey menatapku dengan mata berembun.
"yaudah kalo gitu nanti sore kita ketemu lagi ya Rey, aku ngga bisa lama-lama karna ada klien yang harus aku temui juga pagi ini" kata Reihan yang langsung disambut anggukan kepala oleh Rey.
"eeh iyaa mas, makasih ya mas udah bantuin Rey untuk urus urusan mbak Diah" jawab Rey membuat lelaki itu tersenyum dan menganggukan kepala mengulurkan tangan pada Rey.
__ADS_1
"iyaa sama-sama tenang aja, saya pulang dulu ya Bu. ibu tenang aja saya pasti akan bantu putri ibu agar mendapatkan haknya" katanya pada mama yang langsung dijawab senyum merekah oleh mama.
"iyaa, makasih ya nak Raihan. kamu memang anak yang baik" jawab mama menatapku yang langsung memutar bola mata jengah.
"sama-sama Bu" jawabnya dengan singkat sebelum melangkah kan kaki keluar dari rumah ku.
"tuh kan di, nak Raihan itu baik. dia mau bantu kamu sampai selesai bercerai dengan Lukman. andai dia datang lebih dulu pasti mama setuju jika kamu sama dia" kata mama membuatku membelalakan mata, sementara Rey yang mendengar pun hanya terkekeh kecil.
"mama, mama telat ma. lagian emang mas Raihan mau sama mbak Diah" jawab Rey mengejek ku yang langsung tersenyum kecut mendengar perkataan Rey.
"iyaa iyaa apalah aku ini, yang akan menjadi calon janda dibandingkan dia" jawabku mengerucutkan bibir.
"nah kan, liat ma. gitu aja udah baper, lagian kan aku bener mbak. mas Raihan itu masih mudah, yaa sepantaran lah sama mbak kayanya tahun sembilan puluh tujuh. terus juga tajir lagi, pasti banyak perempuan cantik yang mau sama dia mbak. mbak mah kalah jauh lah" jawab Rey membuatku membelalakan mata.
"maksud kamu apa membandingkan mbak dengan perempuan diluar sana, hah!! eehh jangan liat mbak selalu berdaster aja Rey, andai mbak dandan yang gadis pun pasti akan kalah jauh dibanding mbak" jawabku dengan pede membuat mama dan juga Rey tertawa kecil mendengar perkataanku.
"iyaa iyaa udah terserah mbak aja, sekarang nih yang aku mau bilang sama mbak. jangan lupa loh mbak harus mengecek ponsel mas Lukman agar mendapatkan bukti yang kita inginkan, ingat mbak semua kelakuannya yang udah menyakiti mbak. itu sama aja menyakiti keluarga kita mbak, terutama bapak yang udah dengan ikhlas melepaskan mbak bersama lelaki yang dia anggap bisa menggantikan sosoknya untuk mbak. lelaki yang baik Budi pekertinya, lelaki yang mencintai mbak yang bapak harap dapat mencinta mbak seperti bapak mencintai mbak. mungkin, bapak pernah sedikit membedakan kita dalam mendidik mbak tapi ini mbak hasil didikan bapak. mbak tidak semata mata menjadi anak yang lemah, iyakan? mbak bisa melanjutkan sekolah mbak, mbak bisa membantu aku sekolah sehingga membuat bapak bangga pada mbak, keluarga kita juga keluar dari hinaan para tetangga yang dulu berkata jika bapak tak akan mampu menyekolahkan kita. mbak itu kebanggaan bapak, anak kesayangan bapak mbak. rasakan sakitnya andai mbak terlalu dalam disakiti oleh mas Lukman mbak" .....
bersambung......
__ADS_1