
"mbak-mbak masih aja kamu belain keluarga seperti itu, mendingan sekarang kamu pikirkan bagaimana kamu dan juga anak-anak bertahan selama kamu dan juga mas Lukman dalam proses perceraian" jawab Sinta membuatku membelalakan mata mendengar perkataannya.
"Sintia, kenapa kamu bicara seperti itu. kaya ngga pernah disekolahin aja mulut mu itu sin" kata bulek membuat Sintia berdengung kesal.
"aku berkata yang sebenarnya bulek, mbak Diah memang akan bercerai dengan mas lukman. iyakan? ini aja, baru terbuka sekarang pikirin mbak Diah bulek. dari dulu ntah kemana pikiran mbak Diah itu" jawab Sintia dengan nada kesal.
"yaa ngga kemana-mana juga lah sin, mungkin memang baru sekarang keberanian mbak" jawabku dengan nada santai.
"iyaa Alhamdulillah mbak udah sadar" jawabnya dengan nada singkat.
"udah-udah sebaiknya kita istirahat nanti sore kita harus menyiapkan untuk acara malam pertama tahlilan bapak kalian" kata bulek yang langsung aku jawab dengan anggukan kepala, begitupun Sinta yang langsung meninggalkan kami masuk kedalam kamar.
__ADS_1
aku pun juga memasuki kamar Sintia bersama dengan Nayla dan juga Syifa. kami semua akan beristirahat sebelum nanti menyiapkan acara tahlilan pertama untuk bapak.
"aku tidur dulu ya mbak, rasanya kepala aku pening banget karna kebanyakan nangis kayanya" kata Sintia yang langsung aku angguki.
"yaudah silahkan sin, mbak juga mau tidur ini disebelah Syifa. Nayla juga kayanya masih mengantuk" jawab Diah membuat Sintia menganggukan kepala.
pada akhirnya mereka pun tidur satu kasur bersama-sama, Diah yang juga merasa lelah pun terlelap tepat disebelah keena.
"kita akan beli apa aja ini ma?" tanya ku pada mama yang masih fokus menonton tv.
"terserah kamu aja di, mama lagi ngga mood buat ngapa-ngapin. kehilangan bapak jadi pukulan terberat dalam hidup mama" jawab mama sambil meneteskan air mata.
__ADS_1
"sabar ma, itu namanya bapak jauh lebih disayang sama Allah dan Allah pun rindu pada kita untuk lebih dekat dengannya ma. lebih baik kita ikhlas agar bapak juga tenang dialam sama ma" jawabku yang langsung dijawab anggukan kepala oleh mama.
"iyaa kamu benar di, mama ngga seharusnya meratapi apa yang terjadi hari ini" jawab mama kembali membuatku tersenyum.
"iyaaa, makanya semangat. lagian mama apa ngga kasian sama Nayla, dari kemarin loh dia nyariin mama. dia sama kehilangannya seperti kita ma, mama tau sendiri lah gimana dekatnya Nayla sama akungnya. iyakan?" tanyaku yang langsung dijawab anggukan kepala oleh mama.
"iyaa kamu bener di, maafin mama yang udah nyuekin Nayla dari kemarin ya di. mama cuma ngerasa kehilangan bapak kok, bukan karna memang mau nyuekin Nayla" jawab mama membuatku tersenyum.
"iyaa gapapa kok ma, aku juga pasti ngerti. tapi kasian Nayla ma, coba mama samperin dia. dia juga dengan loh main sama utinya" kataku membuat mam langsung mencari dimana Nayla berada.
"dimana nayla di?" tanya mama padaku.
__ADS_1
"Nayla ada didepan rumah sama Nabil ma" jawabku dengan singkat, mama pun langsung menuju depan melihat Nayla yang tengah bermain dengan Nabil.