TERGODA IPAR

TERGODA IPAR
107


__ADS_3

Ken... Sara melihat Ken berdiri disamping Wira. Pria itu terlihat kurus dari terakhir Ia melihat. Ken menatap ke arah Wira, tak menatap Sara sama sekali padahal sedari tadi Sara menatap Ken.


"Saya kembali bertugas Tuan." ucap Ken yang langsung diangguki Wira.


"Masuklah keruanganku, tunggu aku selesai makan malam." pinta Wira.


"Baik Tuan."


Ken segera pergi dari sana, meski begitu mata Sara masih saja menatap ke arah Ken.


"Kau menyukainya?" tanya Wira mengejutkan Sara.


"Tidak." balas Sara dingin dan kembali fokus pada makanannya.


Selesai makan malam, Wira segera menuju keruangannya. Jujur Sara penasaran dan ingin ikut masuk kesana namun Ia tak mungkin melakukan hal seperti itu.


Sara merasa gelisah dikamarnya, Ia akhirnya memilih keluar, melewati ruang kerja Wira, Sara kembali berhenti, menatap sejenak pintu yang masih terkunci itu.


"Apa yang mereka bicarakan, kenapa lama sekali." gumam Sara akhirnya pergi dari sana dan memilih pergi ke taman belakang.


Sara duduk digazebo yang ada ditaman belakang, tidak ada yang Ia lakukan selain memandangi langit malam dimana banyak bintang bertebaran disana.


Pintu dibuka dari dalam, Sara melihat Ken keluar lewat pintu itu.


Ken tampak terkejut melihat keberadaan Sara ditaman belakang. Mata mereka sempat beradu pandang beberapa detik sebelum akhirnya Ken memutuskan pandangan mata mereka dan memilih kembali ke dalam.


"Sial, apa yang dia lakukan!" umpat Sara beranjak dari duduknya untuk mengejar Ken.


Sara menahan lengan Ken, "Kau menghindariku?" tanya Sara menatap Ken marah.


"Apa maksud Nona? saya tidak mengerti."


"Bodoh!" Sara menarik lengan Ken, kembali membawa Ken keluar dari rumah.


Kini keduanya sudah berada ditaman belakang.


"Kemana kau selama sebulan ini? Kau menghilang tanpa mengatakan apapun!" ucap Sara masih menatap Ken marah.


"Maafkan saya Nona, saya sedang mendapatkan tugas dari Tuan."


"Tugas apa? Kenapa lama sekali? Biasanya setiap hari kau pulang!" protes Sara.


"Saya tidak bisa mengatakan pada Nona."


Sara berdecak, "Katakan kemana kau pergi selama sebulan ini."


Ken menggelengkan kepalanya, "Jika tidak ada yang ingin Nona bicarakan, saya akan pergi sekarang."


Mata Sara melotot tak percaya mendengar ucapan Ken.


"Kau... bisa bisanya kau bersikap seperti ini padaku!"

__ADS_1


Seolah tak mengubris amarah Sara, Ken memilih berbalik dan pergi begitu saja meninggalkan Sara membuat Gadis itu semakin marah namun tetap mengejar Ken.


Sara mengejar Ken hingga ke kamar pria itu. Sara nekat masuk sebelum pintu ditutup oleh Ken.


"Pria tak bertanggung jawab!" umpat Sara.


Ken menghela nafas panjang, "Jika Nona ingin, kita bisa menikah."


"Aku tak mau!"


"Baiklah jika Nona tidak mau, jangan mengatakan saya tidak bertanggung jawab lagi." ucap Ken santai.


Sara ingin menampar pipi Ken, rasanya Sara sangat kesal dengan pria itu yang menanggapi dirinya dengan santai, tanpa ada penyesalan sedikit pun.


"Nona, silahkan keluar. Saya tidak mau Tuan Wira melihat dan mengira kita melakukan sesuatu yang akan menjadi masalah untuk saya."


Sara menghentak hentakan kakinya lalu pergi meninggalkan kamar Ken.


Sara memasuki kamarnya, Ia masih sangat marah dengan sikap Ken.


"Bagaimana bisa dia mengajak ku menikah jika dia saja tidak memperlakukanku dengan baik!"


Sara berbaring diranjang lalu memukul gulingnya berkali kaki hingga Ia kelelahan dan memilih untuk tidur.


Pagi harinya, Wira meminta Ken untuk mengantar Sara.


"Kau akan tetap menjaga Sara untuk ku." pinta Wira "Karena mungkin aku tidak akan ke kantor lagi hari ini." tambah Wira.


"Apa tidak sebaiknya paman pergi kerumah sakit?" tawar Sara yang saat ini tengah sarapan bersama Wira.


"Cari ide sendiri jangan mengatakan hal yang sama seperti yang ku katakan." omel Sara.


"Baik Nona, maafkan saya." Ken menunduk patuh.


Wira tertawa geli melihat pertengkaran kecil antara Sara dan Ken, "Aku baik baik saja jangan khawatirkan aku."


Sara menghela nafas panjang, "Jika paman keras kepala, aku akan menghubungi Vanes agar Ia pulang kesini."


Seketika Wira tersedak setelah mendengar ucapan Sara.


"Tidak, jangan membuat Vanes khawatir."


"Lalu pergilah kerumah sakit jika tidak mau membuatku khawatir." pinta Sara.


Wira tersenyum senang, "Jadi kau mengkhawatirkanku?"


"Tidak!" ucap Sara lalu mengalihkan pandangan matanya.


"Baiklah baiklah, aku akan pergi kerumah sakit setelah sarapan dan mungkin menginap beberapa hari disana." kata Wira akhirnya membuat Sara merasa lega.


"Saya akan mengantar Tuan setelah ini." Kata Ken yang langsung digelengi oleh Wira.

__ADS_1


"Tidak Ken, kau harus menjaga Sara, aku akan kerumah sakit dengan yang lain." ucap Wira.


Sara beranjak dari duduknya setelah menghabiskan sandwichnya. Ia segera keluar disusul oleh Ken.


Ken langsung mengambil alih kemudi, Ia membawa Sara duduk dibangku belakang namun Sara malah memilih duduk disampingnya.


"Duduklah di bangku belakang Nona." pinta Ken.


"Terserah aku mau duduk dimanapun, jangan mengusik ku!"


Ken menghela nafas panjang lalu menganggukan kepalanya, Ia sedang tak ingin berdebat dengan siapapun saat ini termasuk dengan Sara.


Sesampainya dikantor, Sara turun dari mobil dan segera memasuki ruangannya diikuti oleh Ken.


"Sebaiknya kau kembali pulang dan temani Pamanku kerumah sakit."


Ken menggelengkan kepalanya, "Tidak Nona, saya tidak akan melakukan apapun yang dilarang oleh Tuan."


Sara berdecak, "Dasar keras kepala." omel Sara.


Beberapa jam ini, Ken hanya mengikuti Sara kemanapun Sara pergi.


"Apa kau mau ikut masuk juga?' tanya Sara saat akan memasuki kamar mandi dan Ken ikut masuk.


"Maaf Nona." ken menunduk malu lalu pergi menunggu Sara diluar kamar mandi.


Saat jam makan siang, Sara mengajak Ken makan siang bersama dikantin.


Baru setengah makan, ponsel Ken berdering dan Ken langsung menjawab panggilan dari salah satu anak buahnya.


"Gawat kenapa?' tanya Ken sambil mengerutkan keningnya membuat Sara ikut penasaran dengan siapa yang menelepon Ken.


"Apa!" Ken malah memukul meja membuat Sara terkejut dan semakin penasaran.


"Aku akan segera kesana!" ucap Ken lalu beranjak dari duduknya dan pergi keluar kantin padahal makanannya belum dihabiskan.


Sara yang penasaran pun mengejar Ken hingga masuk ke dalam mobil bersama Ken.


"Apa yang terjadi?'


"Nona keluar saja, tidak perlu ikut karena setelah ini Nona harus kembali bekerja."


Sara menggelengkan kepalanya, "Apa yang terjadi sampai membuatmu buru buru seperti ini?"


Ken berdecak, Ia tak mau mengatakan pada Sara namun jika tidak mengatakan bisa bisa Sara shock saat pulang nanti.


Ken segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Kau gila? Kita bisa mati!" omel Sara saat Ken melajukan mobilnya dengan ugal ugalan.


"Tuan Pingsan Nona jadi kita harus segera sampai dirumah sakit."

__ADS_1


Sara terkejut, Ia langsung diam tak lagi protes pada Ken.


Bersambung...


__ADS_2