TERGODA IPAR

TERGODA IPAR
201


__ADS_3

Jika Wira, Vanes dan Faris tengah berada dikampung halaman Bik Sri, Arga dan Sara pun tak mau kalah. Tak main main Arga mengajak Sara pergi keluar negeri ditempat tinggal Arga sebelum kembali ke indonesia dimana ada makam ibunya disana.


Sara tak protes seperti biasanya, hanya menggelengkan kepalanya tak percaya karena dalam waktu 8 jam Ia sudah pindah ke negara lain.


"Kenapa dengan wajahmu?" tanya Arga yang baru saja keluar dari pemakaman sang Ibu.


"Aku tak percaya kita berada dinegara orang padahal pagi tadi kita masih berada dirumahmu."


Arga tertawa, "Aku meminta Zil membeli tiket dan juga mengambil pasport mu dirumah, semua akan jadi mudah jika kita punya uang dan asisten." ucap Arga dengan sombongnya.


"Kau terlalu sombong padahal selama ini kau hanya pengangguran."


Arga tertawa lalu merangkul Sara, "Pengangguran yang selalu banyak uang."


Sara berdecak lalu melepaskan rangkulan Arga, "Kapan kita akan pulang?"


"Besok pagi, malam ini kita menginap disini."


Sara kembali berdecak, "Tapi aku tidak mau sekamar denganmu!"


"Baiklah, kita akan satu ranjang saja kalau begitu." goda Arga membuat mata Sara melotot.


"Ku bilang aku tidak mau sekamar apalagi seranjang!"


Arga tersenyum tengil, "Apa kau tidak takut tidur sendirian?"


"Tidak, kenapa harus takut!"


"Apa kau yakin? Zil memesan hotel yang terkenal horror, kau yakin tidak takut?"


Sara menggelengkan kepalanya, "Aku lebih takut padamu dari pada Hantu."


"Kau yakin? Baiklah aku akan memberimu kamar sendiri. Jangan berani memanggilku jika kau ketakutan nanti!"


"Tidak akan, tidak akan!"


Arga tersenyum tipis, tidur berbeda kamar bukan masalah untuknya toh Ia sudah memiliki rencana agar Sara menyusul tidur dikamarnya.


Arga dan Sara memasuki mobil dimana mobil itu membawa mereka ke sebuah restoran.


"Kau belum makan apapun sejak siang tadi bahkan makanan dipesawat sama sekali tidak disentuh jadi sebaiknya kita turun untuk makan." ajak Arga.


"Makanan di pesawat tidak enak, aku tak suka."


"Baiklah kita makan disini saja sebelum ke hotel."


Arga mengenggam tangan Sara, mengajak Sara memasuki sebuah restoran yang cukup ramai pembeli.


"Mau makan apa?"

__ADS_1


"Apapun, terserah saja." balas Sara terdengar seperti jawaban wanita pada umumnya saat ditanya ingin makan apa.


Tak ingin pusing, Arga memesan menu terenak direstoran itu dan saat makanan datang rasa makanannya sangat enak, Sara terlihat sangat lahap menikmati makanan yang dipesan oleh Arga.


"Mau tambah?" tawar Arga.


"Apa kau ingin membuat aku gendut?" protes Sara.


"Ya jika bisa agar tidak ada pria yang melirikmu lagi." kata Arga santai.


"Ck, dasar pecemburu!"


Selesai makan, Arga tak segera membawa Sara kehotel melainkan ke sebuah taman didekat hotel. Arga mengajak Sara duduk disalah satu bangku dan tak berapa lama ada beberapa orang datang memainkan musik romantis.


Sara menatap Arga untuk menanyakan apa maksudnya namun pria itu malah cengegesan tak jelas hingga setelah beberapa saat ada seseorang yang membawa bucket bunga, memberikan pada Arga.


Yang membuat Sara terkejut saat Arga tiba tiba berlutut dengan membawa bunga itu dan juga sebuah cincin.


"Aku tahu perkenalan kita ini sangat singkat, aku juga tahu aku orang yang menyebalkan, tidak pernah melakukan hal romantis untukmu tapi percayalah jika aku sangat mencintaimu." ungkap Arga yang langsung membuat Sara meleleh karena ini kali pertamanya Ia dilamar secara romantis seperti ini. Berbeda saat Ia bersama Ken yang menikah secara mendadak dan tanpa persiapan.


"Sara will you marry me?"


Sara tak kuasa menahan tangis harunya, Ia menangis merasa bahagia meskipun Ia tak yakin apakah sudah mencintai Arga atau belum namun Sara bahagia saat ini.


Arga mengusapi pipi Sara yang basah karena air mata, "Aku melamarmu bukan menyakitimu kenapa malah menangis?" celetuk Arga yang langsung membuat Sara tertawa.


"Karena aku ingin ada kesan dipernikahan kita, jadi bagaimana? Diterima atau tidak?" Arga sudah tak sabar.


"Yes, I will."


Arga tersenyum mengembang seolah sangat bahagia hingga Ia berusaha memeluk Sara namun sayang Sara menghindari pelukan Arga.


"Ck, merusak keromantisanku!" protes Arga kesal karena Sara menolak pelukannya.


Sara tertawa, "Lagian cabul sih, belum sah udah main peluk aja!"


"Cabul gimana sih? Romantis namaya romantis." Arga masih terlihat kesal lalu memeluk Arga agar pria itu tidak ngambek.


"Nah gini kan anget." gumam Arga.


Sara melepaskan pelukan Arga lalu memukuli lengan Arga, "Emang kalau udah mesum ya tetep aja mesum!"


Arga tertawa, mengambil cincin di kotaknya lalu memasangkan dijari manis Sara, "Milik gue nih."


"Belum sah bos!"


"Bentar lagi sah dong." kata Arga kali ini ingin mencium Sara namun beruntung Sara bisa mengindari ciuman Arga.


Selesai acara lamaram romantis, Arga mengajak Sara ke hotel untuk istirahat karena besok mereka harus pulang pagi.

__ADS_1


"Yakin tidur sendiri?" tanya Arga saat keduanya memasuki lift dengan membawa kunci masing masing.


"Yakin, aku bukan penakut."


"Masa?"


Sara mengangguk, "Lagian kamar kita sebelahan, kalau ada apa apa deket." kata Sara sesampainya didepan kamar dan kamar mereka memang sebelahan.


"Kalaupun kamu teriak teriak aku nggak akan bisa nolongin." kata Arga.


"Kok gitu? Kenapa?"


"Aku kalau udah tidur nggak bisa diganggu."


Sara tertawa, "Masa sih?" ucapnya dengan nada mengejek.


Arga berdecak, "Serah lah yang penting jangan takut tidur sendirian, aku sudah menawarkan hal baik padamu." kata Arga acuh lalu memasuki kamarnya lebih dulu.


"Hal baik apa? Dasar otak mesum!" gerutu Sara lalu masuk ke dalam kamarnya.


Sara bergegas mandi karena seharian ini Ia belum mandi. Selesai mandi, Sara keluar dari kamar mandi hanya mengenakan jubah mandinya. Ia berniat mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer namun dikejutkan dengan lampu kamar yang mati.


"Sial!" umpat Sara yang takut dengan kegelapan.


Sara mencari stop kontak dan menyalakan lagi namun beberapa detik kemudian lampu kembali padam dan ac semakin terasa dingin.


Sara merasa ada yang tak beres, Ia kembali menyalakan lampu, melihat ke sekitar dan tidak ada siapapun.


Bulu kuduk Sara mulai merinding, ucapan Arga memang benar jika hotel ini angker. Mendadak Sara merasa kesal, kenapa Arga harus menyewa hotel angker?


Sara keluar dari kamar masih menggunakan jubah mandi, Ia menekan bel dikamar Arga berkali kali, Sara yakin jika Arga belum tidur dan benar saja, Arga keluar bertelanjang dada, sepertinya pria itu juga baru saja selesai mandi.


"Tukar kamar!''


Arga melonggo menatap Sara lalu membalas, "Tidak mau, tidak akan!"


Sara berdecak lalu masuk ke kamar Arga.


"Takut huh?" ejek Arga.


"Sial!" omel Sara.


Dalam hatinya Arga bersorak gembira karena rencananya berhasil sementara diluar kamar ada petugas hotel yang merasa takut jika ketahuan.


"Sial, gara gara dikasih segepok duit gue mau ngerjain customer gue sendiri."


Bersambung...


Jan lupa like vote dan komen yaaa

__ADS_1


__ADS_2