
Ken menghentikan mobilnya tepat didepan salah satu club malam terbesar dikota itu. Mata Sara langsung berbinar, tanpa mengatakan apapun pada Ken, Sara keluar begitu saja dari mobil dan langsung masuk ke club malam.
"Nona tunggu sebentar." teriak Ken yang sama sekali tak digubris oleh Sara.
Ken akhirnya masuk ke dalam club, melihat Sara sudah berjoget diiriingi musik dj.
Ken segera mendekat, menjaga Sara dari tatapan nakal para pria disekitar Sara.
"Kenapa kau ikut masuk!" dengus Sara menatap sebal ke arah Ken.
"Saya diminta Tuan untuk menjaga Nona."
Sara berdecak, "Pria tua itu, apa dia juga akan mengatur hidupku sekarang!"
Ken hanya diam saja mendengar omelan Sara. setelah puas berjoget, Sara mendekati bartender dan meminta sebotol minuman alkohol.
"Nona bisa mabuk." Cegah Ken menahan gelas yang akan diminum oleh Sara.
"Lepaskan, jangan ikut campur!" sentak Sara yang akhirnya membuat Ken melepaskan tangannya.
Sara meneguk 3 gelas besar minuman beralkohol. Kepalanya sudah pusing dan Ia melihat ke arah Ken seperti ada 3 Ken disana.
"Kau ternyata tampan juga." ucap Sara sambil menepuk nepuk pipi Ken.
"Nona sudah mabuk, sebaiknya kita pulang." ajak Ken.
"Tidak! Aku masih ingin minum lagi." Sara kembali menuangkan minuman ke gelasnya hingga sebotol minuman alkohol itu kini sudaj benar benar habis.
Sara meneguknya dan langsung meletakan gelasnya dimeja.
Sara kembali menatap Ken lalu Ia berdiri dan duduk dipangkuan Ken. kedua tangan Sara kini sudah bergelayut dileher Ken.
"Bawa aku kemanapun kau mau." ucap Sara dengan tatapan nakal.
"Nona jangan seperti ini, Tuan bisa mengamuk jika tahu." ucap Ken merasa dilema, antara ingin namun harus menolak ajakan Sara.
"Persetan dengan pria tua itu! Tatapan mu sangat nakal, aku tahu kau menyukaiku!" ucap Sara sambil memainkan tangannya di dada Ken membuat Ken benar benar tak tahan.
"Nona sebaiknya kita pul-" belum sempat Ken melanjutkan ucapannya, bibirnya sudah dicium oleh Sara.
Ken ingin mengakhiri ciuman Sara, Ia sadar jika apa yang terjadi saat ini adalah kesalahan besar namun sayang Sara tak mau melepaskan bibirnya hingga mau tak mau Ken menikmati ciuman Sara.
"Bibirmu sangat manis." ucap Sara setelah melepaskan ciumannya.
"Nona sebaiknya kita pulang." ajak Ken merasa sudah dibuat panas oleh Sara. Ken harus segera membawa Sara pulang agar Ia bisa melepaskan apa yang Ia tahan saat ini.
__ADS_1
"Tidak, ayo kita menginap saja." ajak Sara.
Ken yang kesal akhirnya mengangkat tubuh Sara dan membawanya masuk ke dalam mobil.
"Menyebalkan, kenapa harus membawaku pulang." omel Sara yang tak digubris oleh Ken.
Ken melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, "Aku ingin muntah." keluh Sara yang langsung membuat Ken menghentikan mobilnya.
Ken membawa Sara keluar dari mobil, membiarkan Sara muntah di pinggir jalan.
"Perutku rasanya tidak enak." keluh Sarah.
Ken kembali membawa Sara masuk ke mobil , Ia melajukan mobilnya dan kali ini Ken kembali berhenti ditoko sejuta umat.
Ken membeli air mineral dan minyak angin yang rencananya ingin Ia gosokan ke tubuh Sara.
"Minum dulu Nona." pinta Ken yang sudah membuka segel minuman.
Setelah minum beberapa teguk, Sara kembali mengeluh, "Perutku rasanya tidak enak."
Ken segera mengeluarkan minyak kayu putih yang Ia baru Ia beli. "Gosok kan ini ke perut Nona." pinta Ken mengulurkan minyak kayu putih pada Sara.
Bukannya mengambil minyak yang diberikan Ken, Sara malah menatap Ken dengan nakal, "Kau saja."
"Sial, aku harus tahan dengan semua ini." umpat Ken segera membalurkan minyak kayu putih ke perut Sara hingga rata.
Sara terlihat menikmati sentuhan Ken, Ia bahkan memejamkan matanya lalu kembali mencium bibir Ken dengan tiba tiba.
"Nona ku mohon jangan agresif seperti ini, saya takut tidak bisa menahan diri." ucap Ken dengan raut wajah kesal setelah melepaskan ciuman Sara.
"Lakukan saja jika tidak tahan."
Ken tak habis pikir dengan Sara yang begitu mudahnya didapatkan. Ditambah lagi Gadis itu kini malah mengelus miliknya yang sudah bangun sedari tadi.
Ken tidak bisa bertahan lagi, Ia tidak bisa menahan diri lagi.
Ken mendorong tubuh Sara hingga gadis itu berbaring dibangku mobil, Ia segera menyibak rok yang dipakai Sara tak lupa melucuti celananya dan memperlihatkan miliknya yang panjang dan besar.
"Wow, milikmu sangat mengagumkan." ucap Sara yang menambah semangat Ken.
Meski di dalam mobil sangat sempit, tetapi Ken sudah terbiasa melakukan dimanapun jadi Ia tidak akan kesulitan.
Ken memberikan kecupan kecupan diarea sensitif Sara hingga membuat gadis itu kembali merancau merasakan kenikmatan.
"Nona apa kau yakin akan melakukan ini?" tanya Ken sekali lagi sebelum menyatukan milik mereka.
__ADS_1
Sara mengangguk, "Cepat aku ingin tahu bagaimana rasanya."
Tak ada pilihan lain, Ken segera menyatukan miliknya dan Ken sangat terkejut saat miliknya tak masuk dengan muda, sangat sempit hingga Ken merasa merobek sesuatu bersamaan dengan jeritan dari bibir Sara.
"Tidak... Hentikan .... Rasanya menyakitkan." ucap Sara.
Ken shock dan langsung menghentikan aktifitasnya itu. Darah terlihat mengalir dan mengenai miliknya.
"Dia masih perawan? Tidak mungkin." gumam Ken memeganggi kepalanya merasa frustasi karena tak menyangka Sara masih perawan.
Jika di lihat dari penampilan Sara yang selalu mengenakan pakaian seksi dan liarnya gadis itu membuat Ken merasa Sara adalah gadis nakal apalagi Sara pernah tinggal diluar negeri, rasanya tidak mungkin Sara masih perawan namun kenyataannya gadis itu masih bersegel dan dengan bodohnya, Ia membuka segel milik Sara.
"Ayo lakukan lagi." pinta Sara menarik lengan Ken hingga Ken jatuh ke pelukan Sara.
"Tidak Nona, ini tidak benar." kata Ken dengan bibir bergetar, menyesali apa yang sudah Ia lakukan.
"Ku bilang lakukan lagi!" sentak Sara membuat Ken tak punya pilihan lain lagi.
Ken kembali menyatukan milik mereka, perlahan lahan hingga ringisan Sara berganti dengan rancauan kenikmatan yang membuat Ken semakin semangat memompa Sara.
Hanya satu kali permainan, Ken tidak mau melakukan lagi. Ia masih shock dan ketakutan.
Setelah memakai kembali bajunya tak lupa memakaikan baju Sara, Ken segera melajukan mobilnya untuk pulang kerumah Wira.
Ia sempat melihat bercak darah yang menempel dibangku mobil, "Nanti aku harus membersihkannya." gumam Ken.
Sampai dirumah, Ken mengendong tubuh Sara yang sudah terlelap.
"Kenapa dengan nya?" tanya Wira mengejutkan Ken.
"Nona minum sampai pingsan Tuan." ucap Ken dengan bibir bergetar takut Wira tahu jika Ia baru saja mengambil mahkota Sara.
"Ck, dia pasti masih belum menerima apa yang terjadi pada keluarganya, sebelum ini dia gadis yang baik." kata Wira yang kembali mengejutkan Ken.
"Gadis baik? Jadi aku sudah merusak gadis ini?" batin Ken merasa sangat bersalah.
"Bawa dia masuk, biarkan dia istirahat."
Ken mengangguk lalu membawa Sara masuk ke kamar Sara. Sebelum keluar Ken sempat menyelimuti tubuh Sara.
"Jangan tinggalkan aku, jangan tinggalkan aku. " gumam Sara dalam lelapnya.
Bersambung...
Jan lupa like vote dan komen yaaa
__ADS_1