
Sara berjalan menuju taman. Ia mencari keberadaan Ken dan akhirnya menemukan pria itu sedang duduk didekat kolam ikan.
Segera Sara mendekati pria yang saat ini sedang merokok itu.
"Antarkan aku!" pinta Sara membuat Ken mendongak dan menatap Sara dari atas sampai bawah.
"Club?" tebak Ken.
"Ya, aku ingin kesana."
Ken membuang putung rokoknya lalu Ia ijak hingga putung rokoknya mati, Ken beranjak dari duduknya.
"Ayo kita berangkat sekarang." ajak Ken dan malah membuat Sara keheranan.
"Ada apa Nona?"
"Kenapa kau langsung setuju, biasanya kau aka melarangku." heran Sara.
"Saya juga sedang ingin bersenang senang Nona."
"Kenapa? Kau sedang ada masalah?" Sara malah penasaran karena sebelumnya Ken tidak pernah seperti ini, biasanya Ken akan melarang namun entah mengapa malam ini tidak.
"Silahkan tunggu dimobil Nona, saya akan ganti baju lebih dulu." kata Ken lalu berlari ke arah kamarnya.
Sara berdecak, "Kenapa dia aneh sekali." gumam Sara lalu berjalan menuju garasi mobil.
Sara menunggu didalam mobil beberapa menit hingga Ken datang. saat memasuki mobil, Ken terasa wangi dan terlihat tampan dengan style baju anak muda membuat Sara semakin keheranan.
"Sebenarnya ada apa denganmu?" tanya Sara saat Ken sudah melajukan mobilnya, "Kau ini sedang patah hati atau bagaimana?"
"Tidak Nona, saya baik baik saja." balas Ken dengan wajah datarnya membuat Sara menyerah dan tak lagi menanyakan apapun.
Sampai diclub, Sara dan Ken menari ditengah musik dj yang terdengar, sesekali mereka meneguk minuman beralkohol untuk menghilangkan rasa kecewa yang ada didalam hati mereka saat ini.
Sara menghabiskan sebotol minuman alkoholnya hingga Ia mabuk berbeda dengan Ken yang lebih kuat meskipun sudah menghabiskan sebotol minuman namun belum juga mabuk.
"Kenapa kamu ada 2 eh sekarang ada 5 hahaha." ucap Sara saat menatap Ken.
Ken ikut tersenyum lalu kembali meneguk sebotol alkohol yang baru dibuka. Ken ingin mabuk malam ini agar Ia bisa melupakan tentang Vanes namun hingga habis 2 botol Ia masih saja belum bisa mabuk.
"Aku ingin pulang uhukk uhukk." pinta Sara yang akhirnya diangguki oleh Ken.
__ADS_1
"Baiklah Nona kita pulang sekarang." Ken memapah tubuh Sara hingga keluar dari club.dan membawanya masuk ke mobil.
"Kenapa kau tampan sekali?" Sara menepuk nepuk pipi Ken saat Ken tengah memasang sabuk pengamannya.
Seolah tak memperdulikan ucapan Sara, Ken segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di istana Wira.
Sampai di istana Wira, Ken membawa Sara ke kamarnya.
Awalnya Ken hanya membaringkan Sara ke ranjang namun karena Sara melepas semua pakaiannya, memancing Adik Ken untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan.
"Rasanya panas sekali, aku ingin melepaskan semuanya." ucap Sara yang kini benar benar sudah polos.
"Sial!" Ken yang tidak tahan mulai mendekati Sara dan melakukan sesuatu yang menyenangkan dengan Sara. Ken yang kelelahan ikut berbaring di ranjang Sara hingga terlelap disana.
Paginya...
Vanes bangun dari lelapnya setelah mendengar suara adzan subuh dari ponsel Faris. Ia melihat ke samping sudah tidak ada Faris disana dan saat Ia berbalik, Ia melihat Faris tengah melakukan sholat subuh di lantai kamarnya.
Biasanya Vanes akan dibangunkan untuk sholat jamaah bersama Faris namun karena saat ini Vanes sedang datang bulan, Faris tidak membangunkannya, apalagi semalam Ia juga sedang marah dengan Faris.
Vanes memandangi punggung suaminya, entah mengapa ada perasaan bersalah karena marah dengan suaminya itu.
Vanes turun dari ranjangnya lalu menghampiri suaminya dan memeluknya dari belakang, "Maafkan aku mas." ucap Vanes merasa sangat bersalah.
Kini keduanya pun berpelukan.
Setelah mandi, rencananya Vanes ingin mengajak Faris mengelilingi istana Wira sekalian jalan jalan kecil.
Saat keluar dari kamarnya, Vanes melihat pintu kamar Sara terbuka.
"Apa Sara sudah bangun?" gumamnya.
"Coba dilihat, kita ajak jalan jalan sekalian saja." kata Faris yang langsung diangguki oleh Vanes.
Vanes mendekat, membuka pintu kamar Sara dan betapa terkejutnya Vanes saat melihat Sara dan Ken berada didalam satu ranjang dalam keadaan tak mengenakan sehelai benangpun.
"Apa yang mereka lakukan." ucap Vanes.
Faris yang penasaran pun akhirnya ikut mendekat dan melihat apa yang terjadi. Faris ikut terkejut hingga memalingkan wajahnya karena tak ingin melihat milik Sara.
"Apa yang mereka lakukan? apa mereka pacaran atau bagaimana?" tanya Faris menarik tangan Vanes agar pergi dari sana.
__ADS_1
"Aku juga nggak tahu mas, ini nggak bisa dibiarin Mas, Ken harus tanggung jawab. Gimana kalau Sara sampai hamil?" takut Vanes.
"Kita tunggu mereka bangun dan kita ajak mereka bicara," kata Faris yang langsung diangguki oleh Vanes.
Saat Ken dan Sara bangun, keduanya terkejut satu sama lain.
"Gila, apa lagi yang terjadi!" omel Sara merasakan kepalanya pusing dan dia bangun dalam keadaan tanpa pakaian juga Ken yang ada disampingnya pun ikut tak berpakaian juga.
"Maaf Nona sepertinya semalam kita melakukan lagi."
Sara memeganggi kepalanya yang berdenyut lalu menyadari jika pintu kamarnya tidak tertutup. Seketika Sara mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya.
Ken yang sudah sadar dari kantuknya pun bergegas mengenakan pakaiannya.
"Sebaiknya saya segera keluar Nona karena saya tidak mau Nona Vanes melihat." ucap Ken berjalan keluar kamar dan Ken dibuat terkejut saat sudah berada diluar.
"Ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Sara melihat Ken langsung mematung didepan pintu.
Sara yang penasaran, mengambil jubah mandinya lalu memakainya untuk melihat apa yang dilihat oleh Ken hingga membuat Ken menghentikan langkah kakinya.
"Vanes..." gumam Sara melihat Vanes dan Faris berdiri tak jauh dari kamarnya. jika pintu terbuka sudah pasti Vanes melihat apa yang terjadi antara dirinya dan Ken pikir Sara.
"Semalam kami mabuk dan kami tak sadar sudah melakukan..." Sara menghentikan ucapannya.
"Jika begitu, Ken harus tanggung jawab, dia harus menikahimu." ucap Vanes membuat Sara melotot tak percaya sementara Ken terlihat santai dan menerima jika harus menikahi Sara, toh memang dia yang sudah merusak Sara.
"Aku tidak mau!" ucap Sara dengan tegas.
"Lalu apa ada pria yang akan menerima mu jika kau sudah tidur dengan pria lain?" tanya Vanes membuat Sara terdiam.
"Bagaimana Ken? Apa kau juga akan menolak?" tanya Vanes.
Ken menggelengkan kepalanya, "Tidak Nona, saya akan menikahi Non Sara."
Sara kembali melotot dan kali ini ke arah Ken, "Apa kau gila? Aku tidak mau!"
"Tidak peduli kau mau atau tidak, aku akan mempersiapkan pernikahan mu atau aku akan melaporkan kalian ke polisi atas pasal perzinahan." ancam Vanes.
Wajah Sara pucat seketika, Ia tidak mau dipenjara hingga terpaksa menerima pernikahan yang tak Ia inginkan ini.
Bersambung....
__ADS_1
Jan lupa like vote dan komennn