TERGODA IPAR

TERGODA IPAR
22


__ADS_3

Rizal membuka matanya Ia merasa kepalanya sangat pusing dan tangannya terasa berat seolah ada kepala yang menjadikan lengan tangannya bantal.


Rizal menatap ke area kamar yang Ia tempati. Rizal merasa asing dengan kamar ini, seperti bukan kamarnya.


Saat Rizal menatap ke arah jam dinding, masih pukul 3 pagi.


Rizal melihat kesamping dan terkejut saat melihat ada gadis yang terlelap berbantal lengannya.


"Na Nada..." gumam Rizal tak percaya.


Dan yang lebih membuat Rizal terkejut saat menyadari jika dibalik selimut yang menutupi mereka, tubuh keduanya polos tanpa busana.


"Gila ini benar benar gila!" gumam Rizal.


Rizal mencoba mengingat apa yang terjadi semalam hingga Ia berakhir tidur bersama Nada.


Semalam Rizal minum lalu Nada menghampirinya, mereka bercerita dan Rizal minum lagi setelah itu Rizal tak ingat lagi.


Rizal tak menyerah, Ia mencoba mengingat lagi. Rizal melihat tubuh seksi yang membuat otongnya berdiri, mereka bercinta ya Rizal akhirnya ingat jika mereka bercinta semalam.


Rizal menepuk jidatnya, "Dasar bodoh, bagaimana sekarang?" umpat Rizal pada dirinya sendiri.


Rizal ingin mengambil lengannya perlahan namun malah mengusik tidur Nada. Gadis itu langsung membuka matanya dan tersenyum ke arahnya.


"Kau sudah bangun?"


Rizal mengangguk, "Apa kita bercinta semalam?" tanya Rizal ingin memastikan jika yang Ia ingat itu benar.


"Hmm, kau sangat hebat. Aku bahkan kewalahan menghadapi seranganmu." puji Nada.


Rizal tersenyum malu, "Maafkan aku Nada, aku tidak bermaksud melecehkanmu. Seharusnya kau menolak saat aku mengajakmu."


"Tidak masalah, aku senang bercinta denganmu." akui Nada "Ngomong ngomong apa istrimu sangat hebat saat bercinta?"


Rizal mengerutkan keningnya, tak mengerti dengan maksud ucapan Nada.


"Semalam saat bercinta kau mengumamkan nama Vanes berkali kali, bukankah Vanes itu istrimu?"


Rizal mengangguk namun rasanya Ia masih tak percaya dengan pengakuan Nada, "Aku memanggil nama Vanes?'


"Ya, kau menyebutnya berkali kali saat kita bercinta membuatku penasaran bagaimana bisa kau bercinta dengan gadis lain jika istrimu sudah bisa membuatmu puas?"


Rizal tersenyum hambar, "Vanes memang istriku tapi aku belum pernah menyentuhnya selama ini." ungkap Rizal dan kali ini giliran Nada yang terkejut.


"Gila, bagaimana bisa kau melakukan hal brengsek seperti itu?"


Rizal kembali tersenyum, "Ya aku memang brengsek dan kini aku sudah menyesalinya. Aku ingin kembali pada istriku tapi sepertinya cinta istriku sudah mulai memudar."

__ADS_1


Nada menghela nafas panjang, "Masih belum terlambat untuk berubah. Buatlah istrimu jatuh cinta lagi dan kembalilah pada istrimu."


Rizal menatap Nada, "Kau tidak akan menuntut apapun tentang yang kita lakukan semalam?"


Nada menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku sedang marah karena suamiku tidur dengan wanita lain jadi aku melakukan hal yang sama, jadi jangan khawatirkan apapun. Sekarang lebih baik kita pulang dan mulailah memperbaiki hubungan dengan istrimu." saran Nada yang langsung diangguki oleh Rizal.


"Terima kasih Nada."


Keduanya bergegas mandi namun didalam kamar mandi, Rizal kembali melakukan dengan Nada dalam keadaan sadar karena gadis itu kembali menggodanya dan sebagai ucapan terimakasih karena Nada sudah menasehati dirinya.


"Kau benar benar hebat, istrimu pasti bangga dan senang setelah merasakan milikmu." puji Nada seusai percintaan mereka.


"Kau terlalu berlebihan."


Nada tersenyum, Ia sudah bersiap untuk keluar dari kamar. Nada mencium bibir Rizal, "Hubungi aku jika kau sedang kesepian, aku pasti akan siap sedia untukmu." ucap Nada lalu berjalan keluar.


Rizal tersenyum lalu berdecak, "Gadis itu benar benar."


Rizal segera keluar dari club dan melajukan mobilnya untuk pulang kerumah. Ucapan Nada masih teringat jelas dipikirannya dimana semalam Ia menyebut nama Vanes berkali kali.


Rizal kini malah membayangkan rasanya bercinta dengan Vanes.


Selama menikah, Rizal berkali kali tergoda oleh lekuk tubuh seksi Vanes namun Ia selalu menahan diri hanya karena ingin menjaga kesetiaannya untuk Mira.


Dan kini rasa cintanya untuk Mira sudah memudar, Rizal sendiri tak tahu apa yang membuatnya tidak lagi mencintai Mira padahal dulu dia sangat mencintai Mira, bahkan hingga tak mempedulikan Vanes demi Mira.


"Selamat lagi, baru bangun?" sapa Rizal dengan senyuman mengembang membuat Vanes menatapnya heran.


"Ada apa?"


"Tidak ada apa apa, aku hanya ingin menyapa apa masalahnya?"


Vanes berdecak lalu pergi melewati Rizal.


"Sabar ... Lo harus lebih sabar lagi biar bisa dapetin hati Vanes." gumam Rizal sambil mengelus elus dadanya.


"Eh Nona sudah bangun, Tuan juga baru saja pulang." kata Bik Sri saat melihat Vanes sudah didapur tengah minum segelas susu.


"Aku juga baru saja lihat Bik."


"Yang sabar ya Non." kata Bik Sri seolah tahu perasaan Vanes.


Vanes malah tertawa, "Sabar kenapa Bik? Aku sekarang udah biasa aja."


Bik Sri menatap Vanes penuh goda, "Ohh gitu karena sudah ada..."


Vanes tersenyum malu, "Bibik apa sih, masih pagi udah bikin orang salting."

__ADS_1


Bik Sri tertawa, "Bibik ikut seneng kalau Nona bahagia."


"Uuu manisnya, makasih Bik." ucap Vanes manja lalu memeluk Bik Sri.


Setelah sarapan bersama, Faris dan Rizal berangkat ke kantor.


"Beneran udah resmi Ris?" tanya Rizal membuat Faris tak mengerti.


"Resmi apa dah mas?"


"Pacaran sama Nisa." kata Rizal menunjuk ke arah Nisa yang berdiri tak jauh dari mobil Rizal berhenti, menunggu Faris.


"Ck, enggak mas. Cuma temen biasa." kata Faris.


Rizal tertawa lalu membuka pintu mobilnya, "Masih aja nggak ngaku."


Faris keluar mengikuti Rizal dan Nisa langsung menghampiri tak lupa menyapanya.


"Selamat pagi pak bos ganteng."


Seperti biasa Faris langsung tersenyum, "Semangat amat Nis."


"Semangat dong pak kan hari ini gajian."


"Aku paling masih belum gajian." ucap Faris mengingat dirinya baru setengah bulan bekerja disana.


"Coba cek dulu aja pak M bankingnya siapa tahu udah ada duit."


Faris mengangguk dan membuka aplikasi M banking diponselnya.


"Gimana pak?"


Faris melihat berkali kali karena Ia takut salah melihat nominal saldo terbarunya yang tadinya hanya 0 rupiah kini sudah ada banyak angka disana.


"Saldonya ada 5 juta, jadi aku udah gajian juga." gumam Faris.


"Tuh kan bener, Bapak udah ga- ee Bapak mau kemana?" teriak Nisa saat Faris malah berlari meninggalkannya.


Faris berlari menuju ruangan Rizal tanpa mengetuk pintu Ia langsung membuka pintu begitu saja.


"Shitttt!" umpat Faris kembali menutup pintunya dan berdiri diluar ruangan karena didalam Ia melihat Rizal tengah berciuman dengan Mira.


"Apa tidak cukup semalam sudah bersama!"


Bersambung...


Jangan lupa like vote dan komen.

__ADS_1


__ADS_2