TERGODA IPAR

TERGODA IPAR
138


__ADS_3

Vanes terdiam cukup lama namun akhirnya Ia tertawa, menertawakan ucapan Faris.


"Mas pasti nuduh Ken sama Alea gitu?"


Faris mengangguk karena memang itu yang menganggu pikirannya sejak semalam namun Ia merasa heran melihat Vanes malah tertawa.


"Apa ada yang lucu?"


"Jelas lucu sekali mas, mana mungkin Ken selingkuh sama Alea. Dilihat dari fisik aja ya mas, Sara lebih cantik dari Alea dan lagi Ken itu orangnya setia, buktinya Ia bisa jadi orang kepercayaannya Papa." ucap Vanes kembali tertawa.


"Jadi aku salah kalau mikir mereka selingkuh?"


Vanes mengangguk, "Ya nggak salah mas cuma mendingan nggak usah terlalu negatif thinking sama Ken, aku percaya Ken nggak mungkin mengkhianati Sara."


Faris menghela nafas panjang, Ia juga merasa jika terlalu negatif thinking dengan Ken. Mungkin ucapan Vanes benar jika mungkin Alea dan Ken tak sengaja berpapasan saat diluar.


"Gini aja deh mas, nanti aku minta orang buat pasang cctv dibelakang, biar nggak jadi kesalahpahaman kayak gini." ucap Vanes yang langsung diangguki setuju oleh Faris.


"Nah, tapi pasangnya diem diem jangan sampai Alea dan Ken tahu." Faris mengingatkan.


Vanes kembali tertawa, "Astaga mas, ternyata masih nggak percaya sama mereka.


Iya sudah mas nanti aku pasangnya pas nggak ada orang." ucap Vanes yang membuat Faris lega seketika.


Vanes mengantar Faris sampai depan rumah, tak lupa Ia mencium punggung tangan suaminya yang akan memasuki mobil.


"Jangan lupa pasang cctvnya." ucap Faris mengingatkan Vanes.


Vanes tersenyum lalu menganggukan kepalanya.


Setelah mobil Faris melaju meninggalkan pekarangan rumah, Vanes kembali masuk dan kali ini Ia langsung ke kamar Wira.


Vanes membuka pintu kamar dan melihat Bik Sri tengah membantu Wira untuk makan.


"Biar aku yang membantu Papa bik." ucap Vanes yang langsung diangguki oleh Bik Sri.


Bik Sri segera keluar dari kamar Wira.


"Apa Papa menyukai Bik Sri?" tanya Vanes mengejutkan Wira.


"Kenapa bicara seperti itu?" Wira memalingkan wajahnya.


Vanes tersenyum, "Sudah lama... Sejak Mama meninggal. Vanes tahu Papa pasti kesepian."


Wira menghela nafas panjang, "Apa Papa terlihat menyukai Bik Sri?"


Vanes menganggukan kepalanya, "Sedikit." ucap Vanes lalu tertawa. Beberapa kali Vanes tak sengaja melihat Wira memandang ke arah Bik Sri, begitu juga dengan Bik Sri.

__ADS_1


Jujur, Vanes tidak masalah jika memang Papanya ingin menikahi Bik Sri karena mau bagaimanapun keduanya sama sama tidak memiliki pendamping dan lagi Bik Sri juga masih terlihat ayu meskipun sudah berumur.


"Papa tidak ingin menggantikan posisi mama kamu." gumam Wira.


Vanes tersenyum lalu mengenggam tangan Wira, "Tidak ada kata menggantikan Pa... Jika memang Papa ingin menghabiskan masa tua Papa dengan Bik Sri, Vanes ikhlas kok dan Vanes juga pasti akan ikut bahagia jika Papa bahagia."


Wira ikut mengenggam tangan Vanes, "Terima kasih sayang, akan Papa pikirkan lagi."


Vanes mengangguk, melanjutkan untuk menyuapi Wira, "Apa yang Papa sukai dari Ken?"


Wira mengerutkan keningnya tak mengerti, "Apa maksudmu?"


"Tentang Ken Papa. Apa yang membuat Papa sangat percaya pada Ken?" tanya Vanes yang akhirnya bisa di mengerti oleh Wira.


"Karena Ken orang yang jujur."


"Mungkin Papa juga tidak akan tahu jika Ken berbohong." ucap Vanes.


Wira tersenyum, "Beberapa kali Papa menguji Ken, menjebak Ken namun Ken selalu berkata jujur, mungkin karena itu Papa bisa sangat percaya pada Ken."


"Kenapa kamu ingin tahu?" tanya Wira.


Vanes menggelengkan kepalanya, rasanya tidak mungkin menceritakan masalah ini pada Wira yang baru sadar dari komanya.


"Hanya ingin tahu saja."


Wira tersenyum penuh arti, "Tidak mungkin kamu bertanya jika tidak ada sesuatu yang ganjil."


Wira tertawa kecil, "Kamu terlalu khawatirkan Papa."


Vanes tersenyum, kembali menyuapkan makanan Wira namun kali ini Wira menolak, "Papa sudah kenyang."


"Sekarang katakan, apa masalahnya?"


Vanes memilih diam, tak membalas Wira.


"Apa kau meragukan kesetiaan Ken pada Sara?"


Seketika Vanes mendongak menatap ke arah Wira karena apa yang Wira ucapkan benar. Awalnya Vanes tak pernah berpikiran buruk tentang Ken namun karena cerita Faris membuat Vanes sedikit meragukan kesetiaan Ken. Vanes tak menyangka jika Wira bisa menebak apa yang Ia pikirkan.


"Apa Papa benar?" Wira kembali menebak dan kali ini Vanes menganggukan kepalanya.


"Apa yang membuatmu ragu?"


"Sejujurnya bukan aku tapi mas Faris. Kemarin malam Mas Faris melihat Ken masuk setelah beberapa menit Alea masuk kerumah, mereka dari luar."


"Siapa Alea?"

__ADS_1


"Ah iya, Papa belum tahu tentang Alea." ucap Vanes lalu menceritakan tentang Alea pada Wira.


"Jadi Faris merasa curiga pada mereka berdua?"


Vanes mengangguk, "Rencananya Vanes mau pasang Cctv bagian belakang, bagaimana menurut Papa?"


Wira langsung saja mengangguk, "Pasang saja biar semuanya jelas."


Vanes tersenyum lebar, "Nanti Vanes minta orang diam diam buat pasang cctvnya."


Wira mengangguk setuju.


Sore harinya, Ken keluar dari rumah, rencananya Ia ingin pergi ke apotik untuk membeli obat Sara.


Melihat Ken keluar menjadi kesempatan Vanes untuk segera memasang cctv.


Sebelum meminta Mang Ujang, tukang kebun rumahnya memasang cctv, Vanes meminta Alea untuk pergi ke supermarket. Ia tak ingin Alea ataupun Ken tahu rencananya ini.


Setelah Alea pergi, Mang ujang segera memasangkan 3 cctv di area belakang yang langsung tersambung ke laptop Vanes.


"Ada apa Neng? Kenapa dibelakang harus ada cctv?" tanya Bik Sri merasa aneh.


"Ini gara gara mas Faris ngeliat Ken sama Alea, jadi aku pikir pasang cctv biar nggak jadi salah paham."


Seketika Bik Sri terkejut mendengar ucapan Vanes. Nyatanya bukan hanya Bik Sri yang curiga namun Faris juga.


"Apa Bibik juga tahu sesuatu?" tanya Vanes curiga dengan raut wajah Bik Sri yang berubah.


"Anu non begini..." Bik Sri menceritakan tentang dirinya yang pernah melihat Ken memberi amplop coklat pada Alea sewaktu ditaman.


"Saya merasa isi amplop itu uang Non."


Kini kecurigaan Vanes bertambah saat mendengar cerita Bik Sri.


"Untuk apa Ken memberi uang jika tidak ada sesuatu." tebak Vanes.


"Saya juga curiga non tapi saya takut jika menceritakan ini dan ternyata apa yang saya lihat salah jadi saya hanya diam saja." jelas Bik Sri.


Vanes mengangguk mengerti.


"Mulai sekarang kita harus kerja sama Bik. Tugas Bik Sri ngawasi Alea biar aku sama Mas Faris ngawasi Ken."


Bik Sri mengangguk setuju.


"Lihat saja jika mereka terbukti berselingkuh dibelakang Sara yang tengah hamil, aku akan mengusir keduanya!" ancam Vanes.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yaaa


Maaf bebrapa hari nggak update, lagi sakittt gaesss hehehe makasih buat reader yang setia nunggu cerita akuu ini... Love loveeee


__ADS_2