
Jantung Vanes berdegup kencang saat Faris mencium keningnya. Kebiasaan Faris yang membuat Vanes merasa sangat disayangi oleh suaminya itu.
Selama menikah dengan Faris, baru kali ini Vanes merasa cemburu dan khawatir jika Faris akan jatuh cinta pada Sara, hal yang mungkin tidak akan pernah terjadi.
Namun kekahwatiran Vanes bukan tanpa alasan mengingat hubungannya dengan Faris terdahulu juga begitu. Vanes dan Faris jatuh cinta disaat Vanes masih berstatus sebagai istri dari Rizal sepupu Faris sendiri.
Vanes takut takut jika hal seperti itu akan terjadi. Vanes takut Jika Sara atau Faris saling menyukai.
"Apa kau masih tidak percaya padaku sayang?" suara Faris membuyarkan lamunan Sara.
"Tidak, bukan begitu."
"Percayalah padaku, aku tidak akan mengkhianatimu." ucap Faris yang akhirnya membuat Vanes mengangguk.
"Ya aku percaya, aku juga berjanji tidak akan mengkhianatimu."
Keduanya kembali berpelukan hingga pelukan berubah menjadi olahraga malam yang menyenangkan.
Sementara itu dikamar sebelah, Sara tampak sibuk memainkan ponselnya.
"Cara membuat suami betah suami betah dengan istri." gumam Sara mengetikan apa yang baru saja Ia ucapkan diponselnya.
Sara ingin belajar menjadi istri yang baik dan Ia mencari informasi di internet.
"Pakai pakaian seksi." gumam Sara membaca beberapa jawaban yang Sara tanyakan.
"Aku sudah mengenakan baju seksi setiap hari." ucap Sara lalu menskip jawaban lain, "Buatkan makanan kesukaannya." gumam Sara lagi, "Aku tidak bisa memasak, bagaimana ini?"
Sara berdecak lalu kembali Ia skip dan mencari jawaban lain, "Harus pandai saat bermain di ranjang."
"Wah, aku juga harus belajar permainan ranjang." gumam Sara lagi kembali mengetikan gaya bercinta untuk pasangan suami istri.
"Astaga, sepertinya ini sudah kulakukan semua kemarin." ucap Sara lalu mengakhiri pencariannya dan meletakan ponselnya dimeja.
"Sudahlah lebih baik aku pergi tidur sekarang." ucap Sara mulai memejamkan matanya.
Entah berapa lama Sara terlelap hingga tidurnya terusik saat Ia merasakan ada bulu halus yang menempel dilehernya hingga menimbulkan rasa geli dan membuatnya membuka mata.
"Ken..." Sara terkejut saat melihat Ken berada diranjangnya.
"Kenapa menatapku seperti itu istriku?" tanya Ken membuat jantung Sara kembali berdegup kencang.
"Ti tidak, aku hanya terkejut kau sudah pulang. Bukankah kau mengatakan jika menginap?"
Ken tersenyum, "Setelah urusanku selesai, aku segera pulang karena aku sudah merindukanmu."
"Merindukanku?" tanya Sara merasakan tangan Ken sudah menjelajahi tubuhnya.
"Ya baby, aku merindukanmu dan permainan kita." ucap Ken tak mau berlama lama lagi, langsung membuka satu persatu kancing piyama Sara dan juga celananya hingga kini Sara polos tanpa sehelai benangpun.
__ADS_1
"So sexy baby." ucap Ken terdengar sangat indah ditelinga Sara membuat Sara hanya bisa pasrah menikmati surga dunia yang diberikan oleh Ken.
"Apa urusanmu disana sudah selesai?" tanya Sara saat keduanya baru saja selesai bermain 2 ronde.
"Ya, aku menyelesaikannya dengan cepat agar aku bisa segera pulang. Apa kau tidak senang?" tanya Ken yang langsung digelengi kepala oleh Sara.
"Kau lapar? Mau makan?" tawar Sara membuat Ken terkejut karena sebelumnya Sara belum pernah menawarinya makan seperti ini apalagi pagi tadi saat sarapan, Sara juga membuatkan roti oles selai untuknya. Sedikit mengejutkan untuk Ken atas perubahan sikap Sara.
"Kenapa malah menatap ku seperti itu? Kau bilang aku harus jadi istri yang baik!" protes Sara membuat Ken terkekeh, sadar jika Sara mengikuti ucapannya.
"Maaf maafkan aku sayang. Aku tidak menyangka kau akan berubah secepat ini." ucap Ken lalu mengecup kening Sara membuat jantung Sara kembali berdegup.
"Aku sedikit lapar apa masih ada sisa lauk di dapur?" tanya Ken.
"Umm akan ku carikan untukmu tapi aku harus mandi dulu." kata Sara bergegas bangun lalu berlari ke kamar mandi membuat Ken kembali tertawa melihat tingkah istrinya itu.
Selesai mandi Sara turun ke bawah. Ia melihat sudah pukul 1 dini hari, Bik Sri pasti juga sudah tidur.
Sara membuka kulkas, isinya hanya buah dan sayuran. Sara bingung harus memberi Ken makan apa sementara dirinya saja tidak bisa memasak.
"Aku akan membuat salad sehat saja, hanya itu yang bisa ku buat." gumam Sara segera mengambil buah buahan segar yang ada di lemari es dan mulai membuatkan untuk Ken.
Saat diluar negeri, Sara memang tidak diperbolehkan memasak namun Ia sering membuat salad tanpa sepengetahuan orangtuanya karena Sara memang pecinta salad buah dan sayur.
"Memasak apa?" tanya Ken tiba tiba sudah ada di belakangnya dan memeluknya.
Ken mengangguk, "Tidak masalah, aku bisa makan apapun selama itu tidak beracun."
"Aku pastikan tidak menaruh racun tikus didalam sini." ucap Sara membuat Ken tertawa.
Ken mengajak Sara ke taman belakang setelah salad buahnya selesai dibuat.
"Aku akan menyuapimu." ucap Sara mengambil sesendok salad lalu Ia suapkan pada Ken.
"Bagaimana rasanya?"
"Enak, aku belum pernah makan salad sebelumnya tapi ini enak." puji Ken membuat Sara tersenyum.
"Kalau begitu habiskan semua." ucap Sara semakin semangat menyuapi Ken hingga semangkuk salad habis dimakan Ken.
"Aku sangat kenyang, lihatlah perutku terlihat buncit." ucap Ken membuka perut kotak kotak miliknya.
"Perutmu masih terlihat seksi."
Ken menarik Sara membawanya ke pangkuan, "Benarkah? kau menyukainya?"
Sara mengangguk, "Aku harus kembali ke dapur." ucap Sara sedikit gugup.
"Kenapa buru buru? Aku yang akan mengembalikan nanti." Ken tak melepaskan Sara.
__ADS_1
"Jangan seperti ini Ken." Sara masih mencoba memberontak.
"Kenapa tidak boleh?"
"Aku gugup."
Seketika Ken melepaskan Sara dan itu menjadi kesempatan Sara untuk berlari masuk ke dalam.
Sara meletakan mangkuk kotor di wastafel lalu kembali naik ke atas kamarnya.
Ia memeganggi jantungnya yang berdegup kencang.
Semakin lama, Ken membuatnya semakin gila. setiap ucapan Ken, sentuhan Ken membuat Sara gila.
Sara benar benar sudah dibuat bucin oleh Ken.
Sara pura pura memejamkan matanya saat Ken kembali masuk ke kamar.
"Apa kau sudah tidur?" tanya Ken namun Sara tak merespon, memilih pura pura tidur.
"Ck, sayang sekali." gumam Ken lalu berbaring disampingnya.
Ken memeluk Sara hingga Sara bisa merasakan jika Ken melepaskan bajunya.
Sara membuka matanya, melihat Ken benar benar telanjang dada.
"Kau bisa masuk angin." Omel Sara akhirnya membuka matanya.
"Biasanya kita tidur juga seperti ini."
"Aku menyalakan ac dan sangat dingin." kata Sara beranjak dari ranjang dan mengambil kaos milik Ken yang tergeletak di sofa.
"Pakai bajumu." pinta Sara mengulurkan kaos milik Ken.
"Bantu aku untuk memakainya."
Sara menghela nafas panjang dan menuruti keinginan Ken.
Saat memakaikan baju Ken, Sara tak sengaja melihat ada tato kecil dipinggang Ken.
Tato itu berbentuk huruf V dan ada lambang hati disampingnya.
"Siapa V?"
Bersambung....
Jan lupa like vote dan komen...
Si Sara udah mulai bucin padahal huhuhu
__ADS_1