TERGODA IPAR

TERGODA IPAR
172


__ADS_3

Arga masuk ke dalam mobil lalu tersenyum girang. Dari dalam mobilnya Ia bisa melihat jika Sara baru saja masuk ke kamar. Arga memang sengaja berdiri disamping mobilnya sambil memainkan ponsel karena Ia melihat jika Sara berada dibalkon kamar, memperhatikan dirinya. Ia pura pura tersenyum saat melihat ponselnya agar Sara merasa penasaran namun sayangnya Arga tidak bisa melihat raut wajah Sara. Meskipun begitu, Arga senang melihat Sara memperhatikan dirinya diam diam.


"Arga dilawan..." gumam Arga sambil menatap dirinya di cermin spion mobilnya.


"Ganteng juga lah gue, nggak kalah tuh sama mantan suaminya yang brengsek." ucap Arga lagi lalu kembali tertawa.


Arga mulai melajukan mobilnya pergi meninggalkan pelataran rumah Wira. Saat mobilnya sudah melewati gerbang, Arga terkejut saat ada pengendara motor yang berdiri didepan gerbang rumah Wira. Seorang pria yang tak asing dimata Arga dan pria pemotor itu tampak memperhatikan salah satu balkon kamar yang ada di istana Wira.


Karena penasaran, Arga menghentikan laju mobilnya lalu keluar untuk memastikan apa yang di inginkan oleh pria asing itu.


"Ngapain mas?" tanya Arga pada pria berhelm.


Pria itu terkejut menatap Arga begitu juga Arga yang terkejut karena Ia kini mengenal siapa pria itu.


Dia mantan suaminya Sara.


"Bukan urusan Lo!" balas Ken ketus lalu bersiap menyalakan motornya. Ken ingat jika pria yang berdiri didepannya itu adalah kekasih Sara yang dikenalkan pada Ken saat Ia ingin menjemput Sara.


Arga yang geram akhirnya mengambil kunci motor Ken hingga Ken gagal kabur.


"Sialan, mau Lo apa?" sentak Ken emosi.


"Gue cuma mau tahu ngapain Lo berdiri disini sambil ngeliatin rumah calon mertua gue, mau maling Lo!" sentak Arga tak ingin kalah.


Ken mengepalkan tangannya, mendengar Arga mengatakan calon mertua membuat dada Ken panas.


"Calon mertua? Ngimpi!" ejek Ken.


Arga tertawa, "Ohh gue inget, Lo kan yang waktu itu mau jemput Sara dikantor kan?" tanya Arga pura pura tidak tahu meskipun sebenarnya Ia tahu siapa Ken itu.


"Lo naksir ama Sara? kita belum kenalan resmi kan? Gue Arga calon suaminya Sara." ucap Arga mengulurkan tangannya.


Arga cukup terkejut saat Ken membalas uluran tangan Arga, "Gue Ken, mantan suaminya Sara."


Arga pura pura terkejut, "Jadi Elo mantan suami Sara yang selingkuh sama Pembantu itu?" tanya Arga terdengar seperti mengejek.


Ken melepaskan tangannya, rasanya Ia ingin memukul bibir Arga saat ini juga namun Ken menahan diri agar Ia tak terlihat emosi, Ken tidak mau terlihat lemah dimata Arga.

__ADS_1


"Ya gimana dong si Sara nggak bisa muasin gue ya gue nyari pandangan lain lah." ucap Ken dengan senyuman sinisnya.


Arga menggelengkan kepalanya, "Ck ck ck, mungkin bukan Sara yang nggak bisa muasin Elo tapi emang Elo nya aja yang doyan jajan. Sara itu definisi berlian, dapetnya emang harus pangeran kayak gue dan Sampah kayak Lo emang pantesnya dapet batu kerikil." ucap Arga lalu tertawa.


Ken tidak bisa menahan diri lagi, Ia turun dari motornya dan ingin memukul Arga namun sayang pukulannya berhasil ditangkis oleh Arga.


"Mana emosional gini, pantes aja dicerai." ucap Arga melempar kunci motor Arga ditanah lalu berjalan meninggalkan Ken.


Sebelum memasuki mobil, Arga sempat berbalik dan kembali mengatakan sesuatu pada Ken, "Terima kasih sudah membuang berlianmu jadi aku bisa menemukannya dan memiliki untuk ku." ucap Arga lalu tersenyum dan memasuki mobilnya.


Ken kembali mengepalkan tangannya, entah mengapa Ia sangat emosi saat ini dan harus melampiaskan amarahnya pada seseorang.


Ken mengambil kunci motor yang dibuang oleh Arga. Ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi hingga sampai dirumahnya.


Ken mengedor pintu rumah dengan keras dan tak berapa lama pintu terbuka. Tampak Alea menatap ke arahnya dengan mata sayu.


Ken mencekik Alea, mendorongnya hingga ke dinding, menatap Alea penuh kemarahan.


Arga benar, Alea hanyalah kerikil yang berhasil merusak rumah tangganya.


Ken kembali mencekik dan kini lebih keras hingga gadis itu meneteskan air mata, barulah Ken melepaskan cekikannya.


Ken tak menjawab, Ia menyeret Alea, membawanya ke ranjang. Ken butuh pelampiasan untuk menghilangkan amarah. Ia harus mengeluarkan pada Alea, ya Ia ingin menghabisi Alea dengan permainan yang kasar agar emosinya bisa hilang.


1 kali permainan, Alea bisa menahan. Dua kali permainan, Alea merasa perutnya sakit dan ketiga kalinya, Alea pingsan hingga mengeluarkan darah dari milik Alea.


"Brengsek! Lo kenapa?" Ken menepuk nepuk pipi Alea, Ia merasa belum puas melampiaskan amarahnya.


Tak ingin Alea mati, Ken membawa Alea ke klinik terdekat.


"Pasien mengalami pendarahan hebat yang membuat janin nya keguguran."


Bukannya sedih, Ken malah menghela nafas lega. Ia tak harus meminta Alea aborsi karena bayi itu sudah keluar dengan sendirinya.


"Maafkan aku tidak membiarkan mu hidup, aku hanya tidak ingin memiliki anak dari rahim pelacur." gumam Ken lalu tersenyum tipis.


Setelah dilakukan kuretase untuk membersihkan rahim Alea. Kini gadis itu dibawa ke ruang perawatan. Ken masuk dan melihat Alea masih memejamkan matanya.

__ADS_1


Ia berdiri disana untuk menunggu Alea sadar.


Hampir 15 menit Ken berdiri dan akhirnya Ia bisa melihat Alea membuka matanya.


Alea meringgis, merasakan sakit diperutnya.


"Bayi nya sudah hilang, kau keguguran." ucap Ken pada Alea.


Alea tak terkejut, Ia hanya diam bahkan tidak menangis.


"Setelah ini kau bebas."


"Apa maksud Tuan?"


"Bukankah kau sebelumnya dari Bali?" tanya Ken memastikan.


Alea mengangguk, "Kenapa Tuan bertanya?"


"Setelah kau sembuh, aku akan membawamu pulang ke kampung halamanmu."


Kali ini Alea terkejut, Rasanya ingin menangis namun ditahan oleh Alea karena Alea tak ingin terlihat lemah dimata Ken.


"Tentu saja semua tidak gratis, aku akan memberimu uang 100juta sebagai tanda perpisahan. Aku rasa itu lebih dari cukup." ucap Ken memutuskan.


Alea menggelengkan kepalanya, "Saya tidak ingin uang Tuan, saya hanya ingin tinggal bersama Tuan." ucap Alea.


Ken tertawa, "Itu tidak akan mungkin Alea, aku tidak mencintaimu dan aku tidak akan hidup bersamamu!"


Alea merasa hatinya sakit mendengar ucapan Ken, "Saya mohon Tuan." pinta Alea ingin agar Ken berubah pikiran.


"Jika kau tidak menurut, aku akan membawamu ke germo pelacuran, kau akan menjadi pelacur disana." ancam Ken, "Pikirkan, kau pulang atau kau ingin jadi pelacur!" ucap Ken lalu pergi meninggalkan Alea.


Alea akhirnya menangis saat Ken keluar dari ruangannya. Ia tak menyangka jika Ken tega melakukan ini padanya.


Alea tidak masalah jika harus menerima amarah Ken setiap hari asal bisa bersama Ken namun pria itu kini malah membuangnya seperti sampah.


"Aku diam saat kau membunuh anak kita tapi setelah ini aku tak akan diam karena kau sudah menghancurkan hatiku!"

__ADS_1


Bersambunggg....


__ADS_2