TERGODA IPAR

TERGODA IPAR
54


__ADS_3

Faris bisa melihat, raut wajah kedua oragtuanya tampak kecewa saat Ia menolak tawaran menjadi menantu Bu Kades.


Faris memiliki alasan kuat kenapa Ia menolak dan sampai kapanpun Faris tidak akan mau bersama Ani.


Lagipula keluarga Pak Kades orang terpandang, Ani pun juga sangat cantik, mereka pasti meminta mahar yang banyak sementara dirinya masih belum memiliki tabungan sama sekali.


Faris tidak mau, Ia tidak ingin merepotkan orangtuanya hanya untuk menikah.


"Bagaimana Ibu ngomong sama Bu Kades kalau kamu nggak mau." keluh Asih.


"Nanti biar Bapak yang ngomong." kata Slamet sambil menepuk bahu Asih.


"Nggak pak, besok pagi sebelum ke kampus, Faris mampir kesana buat ngomong sama Pak Kades dam Bu Kades." kata Faris.


"Jangan sampai omongau nyakitin hati mereka ya nak." pesan Asih.


Faris memutar bola matanya malas, Ia benar benar tak menyangka dengan kedua orangtuanya yang sangat menjaga perasaan keluarga Pak Kades padahal mereka saja tidak seperti itu.


"Bapak mau tanya alasan kamu nolak lamaran Bu Kades itu apa?" tanya Slamet, "Apa ini ada hubungannya dengan Neng Vanes? kamu masih suka sama dia jadi kamu nolak Ani?"


Faris menggelengkan kepalanya, "Apa Bapak sama Ibu lupa gimana jahatnya kekuarga Pak Kades dulu? Mereka ejek kita miskin, menertawakan kesusahan kita dan sekarang setelah Faris jadi Dosen mereka minta Faris jadi menantunya. Jelas Faris nggak mau."


Kedua orangtua Faris mengangguk, mengerti perasaan Faris, "Tapi sepertinya mereka sudah berubah." kata Asih.


"Tidak Bu, mereka tidak akan berubah sebelum mereka merasakan jadi orang miskin juga."


"Ya sudah ya sudah tidak perlu dibahas lagi. Sekarang sebaikanya kita pergi istirahat. Capek Bapak seharian diladang." keluh Slamet yang langsung diangguki oleh Faris.


...****************...


Seharian ini Mira berada dikantor tanpa Nathan. Rasanya sedikit berbeda karena biasanya jika ada Nathan ada yang memperhatikan dirinya namun sekarang, tidak ada siapapun.


Mira mencoba melupakan Nathan yang sudah menghamili wanita lain akan tetapi perhatian Nathan yang over padanya malah membuatnya jadi rindu.


"Biasanya jika aku kelelahan seperti ini, Nathan akan memijat kakiku dan mengelus perutku." gumam Mira saat Ia tengah duduk santai di sofa sambil menonton televisi.


Bel apartemen berbunyi, Mira bisa menebak jika itu Nathan karena Ia sudah mengganti sandi pintu apartemen jadi Nathan tidak akan bisa masuk lagi.


Namun mendadak Mira ingat jika kemarin saat mereka bertengkar, Nathan masuk dibantu oleh petugas, "Seharusnya dia bisa masuk, kenapa harus memencet bel?" heran Mira lalu beranjak dari duduknya untuk melihat siapa yang datang.


Mira melihat dari lubang kecil, tidak ada siapapun diluar.


"Apa ada orang usil yang membunyikan bel?" gumam Mira akhirnya memilih kembali ke sofa.


Namun baru selangkah berbalik, suara bel kembali dibunyikan.

__ADS_1


Mira kesal dan akhirnya membuka pintu untuk melihat siapa orang usil itu.


Betapa terkejutnya Mira saat melihat yang datang saat ini adalah Rizal.


Rizal datang dengan membawa bucket bunga dan sekotak coklat kesukaannya.


Tadinya Mira merasa harus takut jika Rizal menemuinya namun sekarang, Ia malah berdiri menatap wajah pria yang sangat Ia rindukan itu.


"Kenapa menatapku seperti itu? Aku datang membawa yang kau sukai ini, aku juga ingin mengelus perutmu karena didalam sana ada calon anak ku." kata Rizal membuat Mira terkejut.


"Kau mengakuinya?" Mira terlihat tak menyangka.


"Tentu saja, maafkan aku karena kemarin aku terkejut dan emosi hingga tak mengakui anak ku sendiri." ucap Rizal dengan raut wajah menyesal.


Mira tersenyum, sangat senang mendengar ucapan Rizal. Mira mempersilahkan Rizal masuk, dengan senyum mengembang, Mira membuatkan minuman untuk Rizal.


Saat sedang membuatkan minuman, Mira merasakan ada tangan yang melingkar di perutnya dan salah satu tangan itu bahkan mengelus perutnya.


"Aku tak sabar ingin segera melihat baby ini." ungkap Rizal.


Mira berbalik lalu mengalungkan tangannya dileher Rizal dan keduanya pun akhirnya berciuman.


Mira melepaskan tautan bibirnya lalu mengelus pipi Rizal. Mira melihat masih ada perban dikepala Rizal.


"Hanya tinggal menunggu melepas perban."


Raut wajah Mira terlihat sangat menyesal, "Maafkan aku karena aku tidak datang untuk menjenguk mu."


"Tidak masalah baby, aku tahu kau sangat marah hingga melakukan semua ini padaku. Aku akui akulah yang bersalah, maafkan aku."


Mira langsung memeluk Rizal, entah mengapa dirinya sangat senang melihat Rizal kembali padanya seperti ini.


"Aku sudah bercerai dengan istriku." cerita Rizal yang sontak membuat Mira terkejut sekaligus senang.


"Dia menceraikan aku. Kini akhirnya aku sadar, hanya kaulah yang mencintai aku."


Mira mengajak Rizal duduk disofa, Ia kembali memeluk Rizal disana.


"Besok kau akan datang ke kantor kan?" tanya Mira.


"Tentu saja tidak, perusahaan itu sekarang menjadi milikmu jadi mungkin aku akan membuat perusahaan yang baru."


Mira menggelengkan kepalanya, "Tidak, kau harus kembali."


"Untuk apa aku kembali?"

__ADS_1


"Aku akan mengembalikan perusahaan itu untukmu."


Dalam hati Rizal bersorak senang, Ia tak menyangka akan semudah ini.


"Tidak Mira, urus saja perusahaan itu untukmu, anggap saja itu hadiah untuk calon Baby kita." kata Rizal.


Mira kembali menggelengkan kepalanya, "Tidak, kau saja yang urus aku biar dirumah mengurus anak kita."


"Apa kau yakin?" tanya Rizal yang langsung diangguki oleh Mira.


Rizal langsung memeluk Mira, "Terima kasih, memang hanya kau yang mencintaiku Mira, hanya kau." ucap Rizal lalu melepaskan pelukannya lalu mengeluarkan sesuatu dikantong celananya.


Kotak beludru yang berisi cincin didalamnya, "Setelah surat perceraianku keluar, kita akan menikah." ucap Rizal sambil memasangkan cincin dijari manis Mira.


Seketikan air mata Mira keluar, Ia tak menyangka jika Rizal akan melakukan semua ini untuknya.


"Terima kasih terima kasih." ucap Mira berkali kali sambil menangis.


Pyarrrr.... Mira dan Rizal terkejut dengan suara itu hingga keduanya sadar jika itu suara Vas yang dipecah oleh Nathan yang baru saja datang dan melihat Mira berpelukan dengan Rizal.


"Apa kau gila Mira?" Nathan terlihat sangat emosi.


"Apa maksudmu? Keluar dari apartemenku!" usir Mira tak ingin Rizal kembali salah paham hingga membatalkan rencana pernikahan mereka.


"Aku tidak akan keluar sebelum kau menjelaskan semuanya padaku!" ucap Nathan.


Mira memperlihatkan cincin yang baru saja terpasang dijari manisnya, "Aku akan menikah dengan Rizal jadi sekarang pergilah, jangan mengangguku lagi!"


"Menikah? Kau gila? Dia hanya menginginkan perusahaanya kembali setelah itu dia akan membuangmu!" kata Nathan.


"Aku tidak mungkin melakukan itu, kami sangat mencintai dan Mira juga sudah mengandung anak ku." kata Rizal berdiri dan merangkul bahu Mira, Rizal bahkan menatap Nathan dengan tatapan mengejek.


"Dia anak ku!" akui Nathan tak terima.


"Dia anaknya Rizal, sekarang pergilah sebelum aku memanggil security!" ancam Mira.


"Sial, kau pasti akan menyesal!" umpat Nathan lalu keluar dari apartemen Mira.


Tadinya Mira pikir Rizal akan marah karena Nathan datang namun ternyata pria itu malah memeluknya.


"Tenanglah sayang, aku akan selalu disampingmu, aku akan melindungimu."


Bersambung...


Jan lupa like vote dan komeen yaaa

__ADS_1


__ADS_2