TERGODA IPAR

TERGODA IPAR
21


__ADS_3

Faris merasa lega luar biasa saat mengetahui jika Vanes baik baik saja. Tadinya Faris pikir Rizal akan bersikap kasar dengan Vanes mengingat Rizal tengah badmood apalagi Rizal juga sempat mencengkeram tangan Vanes, tentu saja Faris khawatir.


Faris memberanikan diri melihat pergelangan tangan Vanes yang sedikit memerah akibat cengkeraman Rizal.


"Pasti rasanya sakit." gumam Faris.


Vanes tersenyum, kali pertama Ia merasa diperhatikan oleh seseorang.


"Tidak sakit, lagipula kulitku memang rentan memerah saat terkena sesuatu."


Faris terlihat merasa lega, "Kembalilah ke kamar mbak, jangan lupa mengunci pintu."


"Kenapa jika tidak dikunci?"


Faris berdecak, "Aku hanya tidak rela Mas Rizal masuk ke sana dan..." Faris tak melanjutkan ucapannya.


"Baiklah, aku akan mengunci pintunya."


Setelah mengambil air minum, Vanes segera naik ke atas kamarnya. Didepan kamar Ia berpapasan dengan Rizal yang memakai baju rapi akan pergi. Rizal sempat berhenti dan menatap Vanes seolah ingin Vanes berbicara menanyakan sesuatu padanya namun Vanes tak bertanya apapun, Ia hanya menatap Rizal sebentar lalu melewatinya begitu saja.


Tanpa disadari Vanes, Rizal mengepalkan tangannya.


Setelah Vanes memasuki kamarnya, Rizal bergegas turun ke bawah. Kini Ia malah berpapasan dengan Faris.


"Mau kemana mas?"


"Club, nyari hiburan. Mau ikut?" ajak Rizal.


"Club itu tempat dugem?"


Rizal mengangguk,


Faris langsung menggelengkan kepalanya, "Enggak aja mas, aku mau langsung tidur."


Rizal tersenyum sinis seolah mengejek Faris lalu melewati Faris begitu saja.


Rizal memasuki mobilnya, segera menuju club malam langganannya bersama Mira.


Sampai disana, Rizal minum beberapa gelas alkohol. Ia ingin slay dan melupakan Vanes yang terus menganggu pikirannya.


"Udah... Nanti mabuk gimana pulangnya." suara lembut seorang gadis membuat Rizal menghentikan gerakan meneguk gelasnya.


Rizal menatap ke arah gadis itu, lalu tersenyum dia adalah Nada salah satu teman dekat Rizal saat smp yang pernah disukai oleh Rizal sebelum bersama Mira.


"Ngapain kesini?" tanya Rizal mengambil sebatang rokok lalu menyalakan dan menghisap perlahan.

__ADS_1


"Seperti yang kau lakukan, mencari hiburan."


"Sendiri? Mana suamimu?"


Nada malah tersenyum, "Mungkin suamiku sedang bercinta dengan gadis lain disalah satu kamar yang ada diclub ini."


Rizal malah tertawa, "Bagamana rasanya saat mengetahui suamimu berselingkuh?"


"Rasanya aku mau mati saat itu juga."


Deg... Rizal merasa dadanya sesak mendengar jawaban Nada. Ia malah teringat akan perasaan Vanes yang sudah mengetahui hubungannya dengan Mira saat awal pernikahan.


Waktu itu setelah pesta pernikahan, raut wajah Vanes tampak bahagia. Vanes bahkan mempersiapkan diri untuk malam pertama, Vanes berdandan cantik dan memakai pakaian seksi yang sempat membuat Rizal tergoda namun karena Rizal merasa memiliki Mira, Ia akhirnya mengatakan sesuatu yang membuat Vanes sakit hati, "Aku tidak bisa tidur denganmu karena aku memiliki kekasih dan mungkin malam ini aku akan tidur bersamanya dikamar sebelah yang sudah disewa."


Setelah mengatakan itu, Vanes tidak marah ataupun menangis, Ia malah tersenyum dan membalas, "Baiklah, bersenang senanglah kalau begitu."


Bodoh... Rizal merasa benar benar bodoh. Selama 6 bulan Ia memperlakukan Vanes seperti sampah hingga Vanes kini bersikap acuh padanya. Mungkin Vanes sudah lelah menunggu cintanya dan sekarang Vanes malah berharap perceraian darinya.


Tidak... Rizal akan memperbaikinya mulai sekarang, Rizal tidak mau bercerai dengan Vanes.


"Ada apa?" sentuhan tangan lembut Nada dilengannya membuyarkan lamunan Rizal.


"Apa yang paling di inginkan wanita dari suaminya?" tanya Rizal pada Nada.


"Jika suami memberikan perhatian setiap waktu apakah istrinya bisa kembali cinta padanya?"


"Tentu saja, hati wanita itu sangat lemah. Jika sudah mencintai 1 pria Ia akan sulit melupakan pria itu meskipun sudah disakiti berkali kali."


Rizal tersenyum kembali meneguk habis segelas penuh alkoholnya hingga kini Ia merasakan pusing dan benar benar mabuk.


Rizal akan berusaha lagi, Ya Ia akan bertekad membuat Vanes kembali jatuh cinta padanya.


Mata Rizal sudah tak bisa melihat dengan jelas namun Ia masih mendengar suara Nada, "Apa kau benar benar sudah mabuk?"


Rizal tak menjawab, malah menatap ke arah gadis cantik itu yang Ia rasa wajahnya semakin lama semakin mirip dengan Vanes.


"Kau cantik sekali." gumam Rizal sambil mengelus pipi Nada.


"Kau butuh kamar? kita bisa bersenang senang disana." ajak Nada.


Rizal tersenyum lalu mengangguk, "Ya kita akan bersenang senang dikamar. Memang seharusnya ini yang kita lakukan sejak pertama menikah." oceh Rizal mengandeng tangan Nada dan berjalan sempoyongan menuju kamar atas yang ada diclub ini.


Tanpa disadari oleh Rizal, seseorang berdiri tak jauh dari sana. Memotret Rizal yang kini sudah merangkul Nada.


"Benar benar gambar yang bagus."

__ADS_1


...****************...


Mira baru saja selesai memakai skincare malamnya. Ia bergegas untuk tidur namun bunyi bel membuatnya kembali beranjak dari ranjang.


Mira tahu siapa yang datang, pasti Nathan karena hanya pria itu yang akhir akhir ini sering datang ke apartemennya.


"Kau menganggu waktu tidurku!" omel Mira namun tetap menyuruh Nathan masuk.


"Kau mengomel tapi masih membiarkan ku masuk, apa kau sebenarnya merindukan aku?" goda Nathan.


"Tidak, hubungan kita hanya sebatas teman bercinta. Jangan meminta lebih!"


Nathan berdecak, "Aku kecewa tapi kau pasti akan merasa kecewa setelah melihat ini." kata Nathan mengeluarkan ponselnya.


"Aku baru saja pergi ke club dan melihat orang yang kau cintai akan bercinta dengan wanita lain."


Mira menatap Nathan tak percaya, "Jangan fitnah!"


"Tidak sayang, lihatlah ini." Nathan memperlihatan foto Rizal tengah duduk disamping seorang gadis lalu foto yang lain, Rizal merangkul tubuh gadis itu dan yang terakhir Rizal masuk ke salah satu kamar bersama gadis itu.


Seketika tangan Mira bergetar, matanya memerah sudah penuh dengan air mata yang akan keluar.


Gadis itu terlihat sangat cantik dan Mira tahu dia bukan istrinya Rizal.


Melihat Mira terluka tentu saja menjadi kesempatan Nathan untuk mendapatkan hati gadis itu.


"Kau sudah banyak berkorban untuk pria brengsek itu namun nyatanya pria itu malah menghancurkanmu. Jika kau mau, aku akan membantumu untuk membalaskan rasa sakit yang kau rasakan saat ini."


Mira menatap Nathan dengan tatapan sendu.


"Percayalah padaku, aku sudah mencintaimu sejak kita masih Smp namun kau tidak pernah melihat ke arahku."


Mira mengusap air matanya yang akan jatuh, Ia tersenyum mencoba tetap tegar, "Dulu Rizal juga mengatakan hal itu padaku namun nyatanya..."


"Aku tidak akan percaya dengan mulut pria manapun lagi. Bagiku kalian semua sampah yang hanya menginginkan ************ saja!"


Nathan tersenyum, "Tidak masalah jika kau tidak percaya padaku tapi aku akan membantumu untuk balas dendam dengan cara yang elegant."


Mira menatap Nathan penuh minat,


"Katakan bagaimana caranya?"


Bersambung...


jangan lupa like vote dan komen yaaa

__ADS_1


__ADS_2