Terpaksa Menikahi Mantan Napi

Terpaksa Menikahi Mantan Napi
Salah Paham


__ADS_3

"Kasih aku waktu!" putusku kemudian.


"Tapi..." ucapan Aris terhenti sejenak.


Author POV


Tapi baiklah, Aris akan memanfaatkan waktu yang Dinda kasih itu dengan sebaik mungkin.


"Oke, baiklah calon istri ku," ucap Aris sok romance banget.


Pak Bambang ingin nyampluk wajah Aris seandainya tempatnya lebih dekat. Aris lagaknya kayak bocah yang lagi bucin, padahal jelas-jelas Aris tak menyukai Dinda. Atau sebenarnya Aris sedang jatuh cinta dengan Dinda? 'Dasar pria tak berguna,' batin pak Bambang jengah.


Setelah Aris menerima keputusan dari Dinda, Jo pun menyuruh Aris agar tetap diam di tempat. Atau kalau gak, Jo akan pastikan nama Aris akan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ancam Jo sebelum meninggalkan Aris.


"Loe diam di situ aja. Bergerak sedikit, nama loe masuk DPO," ancam Jo.


"Loe mau kemana Jo? Urusan kita belum selesai," cegah Aris.


"Bukane udah ya?" tanya Jo memastikan.


"Urusanku sama Dinda pun belum selesai, tapi kalau bapak bawa Dinda pulang. Aku gak masalah," ujar Aris kepada pak Bambang.


"Ow ya udah. Ayo Din, kita pulang. Kamu harus istirahat total soalnya," kata pak Bambang pada Dinda.


"Jo, ayah sama Dinda balik duluan ya?" ijin pak Bambang pada Jo.


"Iya Yah. Ati-ati."

__ADS_1


"Kamu jaga diri baik-baik Jo," ujar pak Bambang gak tega meninggalkan Jo sendirian berhadapan dengan Aris.


"Ku mohon, jangan apa-apain mas Jo," pinta Dinda kepada Aris.


Aris berdecih. 'Enak banget jadi Jo. Semua pada perhatian ke dia,' batin Aris iri.


Setelah dipastikan Dinda dan pak Bambang sudah benar-benar pulang. Kini Aris memanggil Lia untuk bergabung dengannya dan Jo. Jo jadi mengerti maksud Aris. Mungkin membahas tentang papanya.


"Mau ngomong apa loe Ris? Harusnya sebelum loe berbuat hal keji kayak gini. Loe cari gue dan bicara dulu ama gue. Sebenarnya ini urusan loe dengan gue kan? Kenapa loe ngelibatin Dinda dan bahkan... ngerusak Dinda kayak gitu? Padahal Dinda gak ngerti apa-apa tentang masalah kita. Terus lagi, dia gak kenal ama loe. Loe emang gila Ris. Gak punya etika." Cerca Jo tanpa ampun. Menghadapi Aris membuat darahnya terasa mendidih, panas. Bawaannya pengen maki-maki terus.


Aris tersenyum meremehkan. "Jadi loe udah ngerti dengan maksud gue Jo?" Ejeknya dengan tampang yang begitu menyebalkan.


"Gak usah bertele-tele kalau ngomong. Waktuku sangat berharga. Bukan cuman nanggepin omongan loe yang gak ada abisnya," desis Jo tajam.


Aris tertawa renyah. "Ternyata loe gak mau basa-basi. Okelah calon kakak ipar. Gue akan langsung bicara dengan mu." Senyuman devil kembali tercetak jelas di bibir Aris.


"Gila kamu mas! Apa maksudmu bicara kayak gitu? Simpenan siapa hah?" potong Lia dengan tajam. Dia kaget dengan ucapan masnya itu.


"Diem loe Lia! Selama ini mas cari tahu tentang hubungan mu sama papanya Jo. Dan mas ngelihat dengan mata kepala mas sendiri. Tiap kamu pulang dari apartemen pak Wahyu, kamu selalu mendapat uang yang banyak. Dua kali mas lihat itu Lia," ujar Aris.


"Mas," panggil Lia.


"Kamu gak usah ngelak sekarang! Duda mana yang gak kesemsem sama perawan ting-ting kayak kamu gini? Kamu pasti udah ditidurinkan sama papanya Jo?" lanjut Aris dan...


PLAK!!


Sebuah tamparan Lia layangkan tepat di pipinya Aris. Lia kaget setengah mati. Dia gak habis pikir, masnya itu punya pikiran kotor seperti itu.

__ADS_1


Sedang Jo, dia masih mencoba memahami perkataan Aris barusan. Apa maksudnya Aris? Kenapa Lia selalu membawa uang yang banyak setiap pulang dari rumah papanya? Apa papanya berani berbuat hal zina di rumahnya?


'Gak mungkin! Papa gak mungkin ngelakuin hal keji kayak gitu,' batin Jo yang gak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Aris. Jo percaya Papanya gak sehina itu. Meskipun Jo sudah tahu, kalau Lia emang menyukai papanya. Namun Jo gak pernah berfikir negatif sekali pun soal papanya. Karena Jo tahu, kalau papanya gak akan mungkin memanfaatkan Lia. 'Huh, positif thinking Jo,' batin Jo meyakinkan dirinya.


"Maksud mas Aris apa, hah! Aku gak semurahan itu mas. Asal mas tau aja ya, Lia bawa uang banyak itu karena Lia pinjem uang mas, ke pak Wahyu. Lia pinjem," terang Lia.


"Ibu sakit tau mas, hipertensi. Darah tinggi. Apa mas gak mikirin itu? Mas gak mikirin, ibu berobat dari mana? Apa mas gak mikirin juga, uang hasil kerjaku itu cukup apa gak buat berobat ibu?" Lia mengungkapkan semua fakta yang ada.


"Bohong, mas gak percaya itu," sela Aris berusaha tak percaya dengan perkataan Lia barusan. Karena Aris percaya, apa yang ia lihat itu adalah benar. Lia dan pak Wahyu punya hubungan khusus.


"Tunggu!" potong Jo menengahi.


"Aku makin gak ngerti deh sama omongan kalian. Maksud kamu apa Ris? Papaku punya hubungan gelap gitu sama Lia? Iya gitukan Ris maksudmu? Dan kau ingin balas dendam gitukan? Kayaknya loe salah paham deh Ris," ujar Jo penuh penjelasan.


"Tapi kalau papaku benar-benar ngelakuin hal keji kayak gitu, kenapa gak loe labrak langsung aja papaku? Kenapa harus Dinda yang loe rusak heh! Loe tuh emang dasar ya, gak pernah berpikir dulu sebelum bertindak!" Geram sudah Jo dengan kelakuan Aris yang semakin menjadi-jadi ini.


Bagaimana mungkin Aris nuduh pak Wahyu, lalu yang kena imbasnya Dinda? Lalu apa hubungannya selanjutnya? Biar apa coba? Jo tak habis fikir, Aris memang sudah gila sepertinya. Dia malah memilih jalan untuk merusak hidup Dinda daripada hubungan Lia dan pak Wahyu.


Aris termenung. Gak mungkin kan dia salah paham? Karena 100% Aris yakin, kalau Lia sudah tidur dengan pak Wahyu. Kalau ucapan Jo benar, jadi selama ini dia salah pahamkah? Lalu bagaimana nasib Dinda yang sudah ia nodai kemarin?


Aris penat. Dia pusing tujuh keliling. Mendadak kakinya lemas di tempat.


"Gila! Gue gak mungkin salah. Lia! Mas benci kamu Lia!" Tunjuk Aris nyalang pada Lia. Tiba-tiba, Aris ingin menyalahkan semua yang terjadi ini kepada Lia.


"Apa maksudmu Mas? Jelas-jelas mas sendiri yang salah. Kenapa jadi nyalahin Lia?" Tentu Lia gak terima dengan ucapan kebencian Aris barusan.


Jo masih terdiam. Andai papanya itu benar-benar cinta ke Lia. Jo orang pertama yang akan melarangnya. Di dunia ini masih banyak wanita. Kenapa harus Lia yang dipilih? Sampai kapanpun Jo gak restuin pak Wahyu menikahi Lia.

__ADS_1


"Aku benci kau Lia. Kau itu adik gak tau diuntung!"


__ADS_2