Terpaksa Menikahi Mantan Napi

Terpaksa Menikahi Mantan Napi
Akhir Yang Bahagia


__ADS_3

"Mas apa-apaan sih? Kenapa neriakin ibuk sampai segitunya?" Dinda menatap Aris dengan tajam.


Aris membuka mulutnya kaget. "Ini tanganmu terluka gara-gara ibuk kan?" Aris menuduh Bu Rukmini yang gak tahu apa-apa.


Dinda malah tersenyum lucu melihat kelakuan suaminya yang sampai sini kelihatan banget over protective nya.


"Ya Allah, mas-mas... Tanganku ini gak sengaja keiris pisau. Bukan gara-gara ibuk," terang Dinda sambil geleng-geleng kepala.


"Maaf ya Buk, sepertinya mas Aris salah paham." Dinda mengelus pundak ibu mertuanya ini.


"Mas, minta maaf sama ibuk!" perintah Dinda dan Aris pun menurut. Dinda benar-benar tak bisa membuatnya marah lagi.


"Maafin Aris ya Buk, udah salah paham," ucap Aris sambil mencium tangan ibunya.


Bu Rukmini terharu. Aris sangat beruntung bertemu dengan Dinda. Karena sosok Dinda ini positif banget vibesnya untuk Aris. Aris yang biasanya enggan minta maaf, tapi sekarang? Hanya disuruh Dinda sekecil ini saja langsung nurut.


"Gak apa-apa Ris. Emang tadi ibuk juga gak merhatiin nak Dinda, jadi ibuk juga khawatir kayak kamu," jawab Bu Rukmini dengan jujur.


Aris menghela nafas. Dia merasa malu pada Dinda. Tapi namanya juga Aris, malu gak malu ya sok-sokan gak malu.


"Sini aku obatin. Lain kali hati-hati," ucap Aris sambil mengajak Dinda ke kamar.


"Bentar ya Buk," pamit Dinda yang tak enak hati pada ibu mertuanya itu.


"Gak apa-apa kok Nak," ucap Bu Rukmini sambil tersenyum memaklumi.


Sesampainya di kamar.


"Mas tadi terkejut banget lihat tanganmu yang berdarah," ucap Aris sambil membalut jemari Dinda dengan hansaplast.


"Ini luka kecil mas. Udah biasa kan? Kenapa coba pake marah-marah sama ibuk," ucap Dinda santai.


Si Aris masih memegang tangan Dinda. Iya ya, tadi kenapa Aris bisa semarah itu pada ibunya? Ah, namanya juga khawatir sama istri sendiri.


"Aku kan khawatir sama kamu Din. Mana aku dengar kalian ribut gitu. Kirain ibuk mau mencelakai kamu," ucap Aris. Sejujurnya dia tengah malu juga.


"Orang ibuk gak tahu apa-apa kok. Lain kali jangan gitu, Dinda gak suka," kata Dinda dan Aris mengangguk canggung. Kalau sudah Dinda yang bicara, mana mungkin Aris mengulanginya lagi kecuali khilaf.


"Iya sayang. Maafin mas ya..."

__ADS_1


Dinda tersenyum dan Aris langsung memeluknya dan mengecup keningnya dengan begitu lama.


"Bau ih. Mas belum mandi," ledek Dinda sambil cekikikan.


"Bodo amat sama bau. Yang penting tetep berduaan ma kamu," jawab Aris yang malah mempererat pelukannya.


"Ini itu aroma pahala dari suami lho Din," ucap Aris saat Dinda hendak melepaskan pelukannya.


Bukannya Dinda gak mau diajak pelukan, tapi tugas dapurnya belum selesai gara-gara tragedi terkena pisau tadi.


"Iya suamiku sayang, makasih udah bekerja keras hari ini. Jadi sebagai istri yang baik, Dinda mau ke dapur dulu. Nyiapin makan malam buat suamiku dan buat semuanya," kata Dinda dengan logat formal.


Aris tertawa renyah. Dia benar-benar sudah di penjara oleh pesonanya Dinda. Sampai-sampai menolak pun tidak bisa.


"Iya udah, kalau butuh bantuan bilang ya." Aris melepaskan pelukannya. Tapi tangannya yang jail itu malah mencari kesempatan dan meremas benda kenyal milik Dinda.


"Ah mas! Mandi gak?" suruh Dinda dan Aris langsung ngacir takut kena omel Dinda lagi.


"Dasar mas Aris, tangannya mesum banget," gumam Dinda sambil geleng-geleng kepala. Terlihat sekali kebahagiaan mereka saat tinggal di rumah Bu Rukmini.


...****************...


Pak Bambang sejak memutuskan pisah ranjang dengan Bu Lastri, akhirnya sekarang hidup sendiri. Jadi kadang-kadang Dinda yang menemaninya. Sementara Bu Rukmini, dia masih tinggal dengan Lia. Karena sebentar lagi Lia akan menikah dengan seorang pria pilihan dari pak Wahyu.


Ngomong-ngomong soal pak Wahyu, kini Aris dan pak Wahyu malah menjadi rekan kerja. Dendam itu sudah hilang, apalagi kesalah pahaman yang pernah ada, akhirnya terkubur dalam-dalam. Sebab hubungan Lia dan pak Wahyu sebenarnya tidak pernah ada. Hanya Lia saja yang pernah suka dengannya, tapi tidak dengan pak Wahyu.


Johan dan Nesa tetap harmonis karena tak ada yang mengusik keluarga mereka lagi. Kalau Bu Lastri, dia masih betah menemani Mega. Soalnya Mega sudah hamil tua. Sebentar lagi dia akan melahirkan.


"Hah, Alhamdulillah ya mas. Akhirnya semua rintangan yang kita alami bisa kita lewati meskipun itu sedikit sulit," ucap Dinda sambil merebahkan dirinya di atas kasur barunya. Semua berkat usaha Aris dan Dinda yang bisa mengatur keuangan mereka.


"Iya sayang, Alhamdulillah ya. Makasih ya, berkat doa darimu, semuanya menjadi lebih sempurna," kata Aris yang ikut merebahkan dirinya di samping Dinda.


Dinda hanya tersenyum dan menatap langit-langit kamarnya.


"Makasih sudah mau menerima kekurangan mas," kata Aris sambil meraih tangan Dinda.


Dinda langsung menoleh dan menatap ke arah Aris. Kesalahpahaman dan dendam yang salah, akhirnya membuat masa depan Dinda sempat terhenti. Tapi ternyata itu semua sudah digariskan. Meskipun awalnya Dinda pernah menikah, tapi jodohnya ternyata orang yang ada di depannya. Seorang mantan napi yang dulunya dibenci banyak orang, tapi sekarang? Semuanya sudah tak pernah menganggapnya rendah seperti dulu.


Ditatap Dinda sedemikan rupa, iman Aris jadi goyah. Dia sudah tak tahan lagi dan terjadilah honeymoon kedua mereka.

__ADS_1


...****************...


Hidupnya yang harmonis dan bahagia, membuat Dinda teringat akan Wawan.


"Ada apa sayang?" tanya Aris yang tengah curiga akan kediaman Dinda yang tak seperti biasanya.


"Aku ingin membebaskan mas Wawan, mas," ucap Dinda yang membuat Aris kaget. Sudah lama Dinda tak pernah membahas soal Wawan. Tapi kenapa hari ini Dinda teringat akan Wawan dan ingin membebaskannya?


"Tumben, kenapa? Bukannya aku gak ngijinin kamu bebasin mas Wawan. Tapi tumbenan gitu loh, biasanya kamu gak pernah bahas mas Wawan. Tapi hari ini?" selidik Aris ingin tahu.


Apapun keputusan Dinda, Aris pasti setuju. Cuma dia ingin tahu alasan yang pasti. Biar semua tidak terjadi kesalahpahaman lagi seperti dulu.


"Aku ingin mas Wawan juga bahagia kayak kita mas. Lagian dia di penjara juga udah berubah banyak kan? Dia udah rajin beribadah dan selalu bilang dia menyesal udah jahat sama kamu. Terus dia merasa bersalah banget karena gak bisa bantuin mbak Mega menjaga anaknya pas di dalam kandungan. Jadi Dinda putuskan untuk membebaskan mas Wawan, mas. Sebelum mbak Mega lahiran," kata Dinda dan Aris mengangguk setuju.


Dinda emang wanita yang berbeda. Meskipun disakitin, dia tak pernah menyakiti balik. Dan sekarang bahkan dia memikirkan kebahagiaan keluarga kakak tirinya ini.


"Ya udah yuk, kita bebasin mas Wawan!" ajak Aris dan Dinda terlihat bahagia.


Di lapas.


"Dinda! Aris, makasih banyak ya?" Wawan terlihat bahagia. Wajahnya yang dulunya begitu tampan, sekarang terlihat begitu kurus dan terlihat tua dari usianya.


"Sama-sama mas. Kami semua sudah memaafkan mas Wawan. Semoga mas Wawan benar-benar berubah dan bisa menjadi suami yang baik untuk mbak Mega," ucap Dinda sambil menepuk pundak kakak tirinya itu.


"Makasih Dinda. Kalian memang begitu baik," ucap Mega yang saat ini tak sengaja menjenguk Aris.


Dan sekarang semua masalah sudah selesai. Aris dan Dinda sudah bahagia dengan kehidupan barunya. Begitu juga dengan yang lain.


Bahkan pak Bambang dan Bu Lastri sudah akur kembali. Karena tak lama setelah Wawan bebas, Mega melahirkan bayi perempuan.


Dan juga Dinda, setelah Zahra sudah menginjak usia 2 tahun. Dinda dinyatakan hamil, dan kali ini adalah hamil dalam ikatan yang sah.


Tamat


Visual Aris



Visual Dinda

__ADS_1



__ADS_2