Terpaksa Menikahi Mantan Napi

Terpaksa Menikahi Mantan Napi
Kejutan Tak Terduga


__ADS_3

...****************...


Karena ini adalah pernikahan yang dianggap sah. Jadi kali ini Aris dan Dinda menyewa perias dan baju pengantin. Pokoknya semua harus seperti pada umumnya, meskipun tidak mewah juga.


Di saat Aris keluar dan mengenakan kursi roda, semua orang langsung berkasak-kusuk tak jelas. Hingga pak Wahyu yang ikut datang langsung heran.


Karena pak Wahyu adalah orang tua Jo, mau tak mau Aris tetap berjabatan tangan dengannya. Aris pernah punya salah pada Pak Wahyu kala itu. Tapi Aris juga bersyukur, karena kesalah pahamannya dengan Pak Wahyu membuahkan hasil. Keinginannya balas dendam dan menikahi Dinda akhirnya terlaksana juga. Atau ini memang takdir yang sudah digariskan untuknya?


"Pak, apa kabar?" tanya Aris berbasa-basi.


Tak sengaja, di saat Aris tengah mengobrol dengan pak Wahyu. Di situ ada Lia yang tengah memperhatikan ayah dari orang di masa lalunya. Dulu Lia dicintai oleh Jo, tapi semua berakhir gara-gara Aris. Di saat Lia menganggap pak Wahyu sebagai ayah angkatnya, di situ juga Aris merusaknya. Kalau boleh memilih, Lia sebenarnya menyesal punya kakak seperti Aris. Tapi bagaimana lagi? Kenyataan tetaplah kenyataan yang tak bisa diubah sedikitpun.


"Pak Wahyu," sapa Lia yang membuat pak Wahyu sedikit kaget.


Pasalnya sudah beberapa bulan lamanya dia tak bisa mencari tahu kabar dari Lia. Hendak bertanya pada Jo pun rasanya tak enak. Jadi pak Wahyu hanya menghabiskan hari-harinya dengan harapan Lia baik-baik saja.


"Lia, apa kabarmu nak?" tanya pak Wahyu yang membuat Aris curiga. Aris tetap tidaklah suka akan kedekatan adik dan ayahnya Jo.


Lia gadis yang masih wajar mendapatkan pria yang seumuran. Bukan aki-aki beruban mirip pak Wahyu ini. Memang, kalau dari segi fisik pak Wahyu tak bisa disepelekan. Dia sudah beruban, tapi wajahnya masih fresh, sehat bugar dan rapi.


'Ini ayahnya Jo udah tua tapi gak kenal umur,' batin Aris agak sebal. Harusnya pak Wahyu tidak datang kesini, takut kalau masa lalu yang belum kelar masih membuat Lia tetap mencintai pak Wahyu.


"Alhamdulillah baik Pak. Oh iya Pak, hutangku nanti akan Lia bayar," kata Lia sedikit takut.


Aris terus mengawasi gerak-gerik keduanya. Tapi kali dilihat-lihat, pak Wahyu bukanlah seperti orang yang tengah kasmaran. Kalau Lia... Apakah di sini Lia lah yang menyukai pak Wahyu?


"Mas!"


Asik menebak-nebak, Aris malah dikagetkan oleh suara istrinya. Sontak Aris menganga saat melihat penampilan yang tak biasa dari istrinya. Ini sungguh-sungguh cantik, sampai Aris pangling kalau orang yang berdiri di depannya saat ini adalah Dinda.


"Di-Dinda!" Aris sampai tergagap dibuatnya.


"Ngelamunin apa? Hem."

__ADS_1


"Enggak, apa kamu udah siap?" tanya Aris yang sudah tak sabar ingin segera meminang Dinda.


"Siap dong? Gimana penampilanku?" tanya Dinda dengan percaya diri. Toh mereka sudah saling cinta, saling sayang, sudah menikah juga. Jadi buat apa harus malu lagi?


"Sangat cantik, mirip bidadari surga," puji Aris dan saat dia mencium jemari Dinda, tak sengaja matanya menatap Wawan yang hadir di tengah-tengah kerumunan.


'Lihat Wan, sebenarnya aku ini tidak lumpuh,' batin Aris ingin membuktikan.


"Natap apa?" tanya Dinda heran.


"Itu masmu," kata Aris sedikit menyindir.


"Kenapa? Cemburu?" tanya Dinda dan dia juga menatap Wawan yang kini berboncengan dengan Mega.


'Baguslah makin akrab,' batin Dinda senang.


"Iya cemburu," jawab Aris dan membuat Dinda terkekeh geli.


"Bisa-bisanya kamu cemburu mas. Ya udah ya, aku ke sana dulu," pamit Dinda dan tak lama kemudian pak Penghulu datang.


Dari kejauhan, Wawan merasa bahagia. Entah bahagia apa atas apa? Pokoknya hari ini kebahagiaannya terpancar.


Bisa jadi bahagia karena hubungannya dengan Mega, atau bahagia melihat Dinda dan Aris menikah, atau ada bahagia yang tersembunyi darinya.


Asik bercengkrama dengan Mega. Sampai Wawan tak sadar kalau Aris dan Dinda kini sudah halal menjadi suami istri yang sesungguhnya.


"Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin." Terdengar suara pak naib yang kini tengah melafazkan doa.


Saat Aris dan Dinda khusyuk mengamini doa itu. Tiba-tiba suasana yang hening tadi menjadi mencengkam.


"Pak Bambang, ada tamu di luar."


Pak Bambang masih diam saja, dia terus melanjutkan aamiin atas doa yang dipanjatkan oleh pak penghulu.

__ADS_1


"Aamiin yaa robbal'alamiin," ucap Aris sambil membasuhkan tangannya ke wajahnya.


"Permisi! Kami dari kepolisian ingin mengantarkan surat penjemputan atas tindakan kejahatan."


Aris menoleh ke sana kemari. Perasaan dia tak melakukan kejahatan apapun. Apakah dia akan tertangkap lagi? Memang apa salahnya? Pikir Aris heran.


"Maaf, siapa yang akan bapak tangkap?"


Spontan Aris berdiri dari tempat duduknya, dan semua mata seketika itu memandang.


Sementara di tempat lain, Wawan terus menggenggam tangan Mega. "Mega, hari ini aku ingin bilang sesuatu sama kamu," kata Wawan sambil mengecupi tangan Mega.


"Apa itu Wan?" tanya Mega penasaran. Dia sangat bahagia diperlakukan romantis seperti ini oleh Wawan.


"Aku cinta sama kamu Meg. Entah gimana awalnya, tapi kebersamaan kita... keseharian kita, itu yang buat aku jatuh cinta sama kamu," ungkap Wawan dan Mega bahagia.


"Makasih Wan. Jujur aku juga punya perasaan yang sama. Aku juga mencintaimu Wan."


Dan kedua pasangan ini akhirnya berpelukan. Di saat Wawan memeluk Mega, tak sengaja dia menatap Aris yang kini tengah berdiri tegap.


'Dasar penipu!' batin Wawan sedikit kesal atas kebohongan Aris yang mengaku-ngaku lumpuh.


"Kami dari kepolisian ingin menangkap saudara Wawan," kata polisi itu tiba-tiba. Sontak saja Wawan terkejut bukan main. Tak hanya Wawan saja, Mega, Bu Lastri dan semua orang yang ada di rumah pak Bambang dikejutkan oleh hadiah pernikahan yang tak terduga seperti ini.


"APA?? EMANGNYA APA SALAHKU?" teriak Wawan tak terima. Baru saja dia mengungkapkan perasaannya pada sang istri. Kenapa tiba-tiba harus terjadi tragedi seperti ini.


"Menurut penyidikan dari kami, Anda telah terbukti melakukan percobaan pembunuhan atas kasus kecelakaannya pak Aris."


"Ngaco! Aku gak pernah ingin membunuh!" bantah Wawan dan Mega syok. Dia lagi hamil muda, dan berita barusan membuatnya tak percaya.


"Motor pak Aris mengalami rem blong. Dan anda terbukti telah memutus rem motor pak Aris hingga terjadi kecelakaan," kata pak polisi itu yang membuat Wawan tak berkutik.


"Jadi kamu mas pelakunya?" ucap Aris sambil mendekat. Aris sendiri tak tahu pasti, kenapa sampai ada polisi di rumah mertuanya. Padahal selama ini Aris bungkam dan tak ada niatan melaporkan kasus kecelakaannya ke kantor polisi. Terus kenapa sampai ada polisi? Siapa yang melaporkannya?

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2