
Yu Yan dan Rain kembali ke kekaisaran Wang, di saat Rain sampai ke sana, dia di sambut dengan suka cita dan sangat meriah. Mereka semua yang di kekaisaran Wang melepas rindu dengan dirinya yang mereka pikir adalah putri Wang Yuan mereka. Kekaisaran Wang telah memiliki beberala putri dan pangeran yaitu Putri Wang Yu Yan, putri Wang Yuan, putri Wang Ping, pangeran Wang Gui dan pangeran Wang Rui.
"Ah, aku sangat benci penyambutan yang seperti ini" gumam Rain di samping Yu Yan.
"Sabarlah, pada dasarnya kau adalah bayangannya Yuan. Jadi, mereka semua menganggap mu Wang Yuan" hibur Yu Yan.
"Aku bosan selalu mendapat pertanyaan itu-itu saja. Apalagi dari Rui dan Ping" cemberut Rain.
"Sabarlah, mereka masih anak-anak yang jiwa penasarannya masih tinggi" senyum Yu Yan ke arah Ping yang datang ke arah mereka beedua bersama dengan Mofan.
"Pertanyaan mereka juga tidak salah, bahwa selama ini kau dimana, apa yang kau lakukan, dari mana kau mendapatkan koin. Menurut ku itu adalah pertanyaan yang normal, dan kaupun tidak mau menjelaskan dari mana kau mendapatkan nya, kau selalu mengelak saat pertanyaan itu mereka lontarkan. Jadi, jangan salahkan mereka karena tidak sepenuhnya semuanya salah mereka" sambung Yu Yan.
"Bukan menyalahkan, tapi aku bosan selalu terkurung begini" balas Rain.
"Belumpun satu hari penuh kau di sini, tapi sudah bosan di kurung" ujar Yu Yan.
"Dia datang" gumam Rain saat Ping sudah mendekat dengan jarak enam meter dari mereka berdua.
"Jijie, kita semua di panggil ke aula utama" ujar Ping.
"Semuanya?" tanya kami kompak.
"Emmm iya" jawab nya.
"Baiklah mari" ujar Yu Yan sambil menggendong Ping menuju aula utama beserta Mofan dan Rain berjalan di belakangnya.
Kami berempat pergi ke arah aula utama, saat di perjalanan kami bertemu dengan Rui dan Gui. "Jijie, ada apa sebenarnya, kenapa kita semua di kumpulkan di aula utama?" tanya Gui.
"Entahlah" jawab Yu Yan.
"Jijie Yuan".
"Jijie, tidak tahu, memangnya ada apa, apakah kalian berdua tahu?" tanya Rain balik.
"Tidak tahu" jawab mereka berdua kompak.
"Lalu, siapa yang tahu?" tanya Ping.
"Kita semua akan tahu sendiri saat kita sampai di sana" jawab Mofan.
"Benar juga" ucap kami berlima kompak.
Setelah beberapa saat, akhirnya kami berenam sampai di depan pintu aula utama kekaisaran Wang. Ketika kami masuk, ternyata di sana sudah berkumpul para sesepuh dan para kaisar baik dari aliran hitam mau pun putih kecuali kaisar siang. Wajah mereka semua terlihat serius kecuali sesepuh Zan yang sedang memejamkan matanya.
"Maaf kan aku semuanya, jika aku sudah lancang. Tapi, aku berpikir bahwa kalian tidak akan meminta semua orang berkumpul jika tidak ada hal yang bersangkutan kepada kami. Jadi, ada apa, kenapa kami para pangeran dan putri harus ikut kumpul juga?" tanya Rain langsung, membuat yang lainnya menatap ke arahnya serius.
"Karena kami tidak memiliki pilihan selain menikahkan kalian para putri yang sudah di atas lima belas tahun" jawab sesepuh Zan dengan masih menutup matanya, di saat tidak ada satu kaisarpun yang ingin membahas hal itu.
"Menikah?" terkejut Yu Yan dan Rain kompak.
"Ya" jawab sesepuh Zan.
"Lalu, apakah rundingannya sudah selesai?" tanya Rain.
"Semuanya tergantung pada kalian, terutama kedua cucu kembar ku. Karena pernikahan ini di utamakan untuk kedua cucu kembar ku dan jodoh yang di ramalkan okeh peramal waktu itu" jawab sesepuh Zan.
"Dari mana kalian mendapatkan ide gila ini, umur kami belum dua puluh tahun. Sedangkan kalian ingin menikahkan kami, apa alasan kalian melakukannya?" kesal Rain sambil mengeluarkan sedikit auranya.
"Tenanglah" ujar Yu Yan.
__ADS_1
"Maaf, tapi aku baru saja keluar dari pelatihan ku setelah tujuh tahun. Lalu, kalian ingin langsung menikahkan aku. Maka jawaban ku tidak " tegas Rain.
"Tapi, kami memiliki alasan nak" ujar permaisuri Wang.
"Baiklah, tergantung alasan kalian. Jadi, katakan alasannya, mungkin aku akan memberikan solusinya" tawar Rain.
"Baiklah" jawab para kaisar kompak.
Flashback
Di saat semua orang sibuk dengan aktivitas masing-masing. Kaisar siang menggunakan kekuatannya untuk membawa seluruh para kaisar ke kekaisarannya. Hal itu membuat mereka yang tadinya di kekaisaran masing-masing, lalu tiba-tiba mereka muncul di kekaisaran siang.
"Ini dimana?" tanya kaisar Wang.
"Selamat datang di kekaisaran ku" ujar kaisar siang.
"Kau,,," terkejut mereka semua saat melihat kaisar siang.
"Apa maumu?" tanya sesepuh Mao.
"Yu Anchi, aku menginginkan dirinya untuk menjadi wanita ku, kaisar Yu" jawabnya sambil menatap ke arah kaisar Yu.
"Jangan bermimpi bahwa kau akan mendapatkan putri ku. Tidak akan pernah ku izinkan" kesal kaisar Yu.
"Aku sangat suka rasa waspada mu terhadap orang yang akan menjadi suami putrimu. Tapi, aku tidak suka kata penolakan. Jadi, aku akan memaksanya untuk menjadi milik ku, meskipun harus menggunakan kekerasan. Maka pasti aku lakukan" geram kaisar siang.
"Aku juga akan menjadikan putri-putri kalian menjadi wanita ku atau wanita-wanita dari para prajurit ku. Hahaha,,,," tawanya kaisar siang membuat para kaisar lainnya marah.
"Bawa semuanya" ujar sesepuh Zan denganp menggunakan jurus yang dulunya di berikan oleh Nicale. Meskipun lemah, tapi masih ada sisanya. Mereka semua di selimuti cahaya putih, lalu mereka semua menghilang ke kekaisaran bintang.
"Jika kita ingin menyelamatkan para putri kita. Maka pilihannya adalah mencarikan pasangan untuk mereka sesegera mungkin. Karena paling tidak itu bisa mencegah mereka meskipun sulit untuk mengalahkan kaisar siang" pendapat sesepuh Mao.
"Itu benar, tapi siapa yang akan kita pilih?" tanya sesepuh Hun.
"Biar aku yang urus jika masalah Anchi dan Xian. Uruslah putri Wang Yuan dan pangeran Gong Ming Fan" ujar sesepuh Ying yang juga ada di ruangan itu bersama sesepuh wanita lainnya.
"Putra ku sedikit sulit karena dia telah bertunangan di kuil suci dalam hutan kekekaisaran kami, dan dia telah memutuskan hanya menikahi wanita itu. Karena pada saat dia berwajah sedikit mengerikan dan terdapat kutukan di tubuhnya, hanya satu wanita yang mau bertukar darah dengannya. Saat keluar dari dalam hutan itu, penampilannya sudah seperti sekarang, dan dia sangat sering di idam-idamkan oleh kaum wanita. Namun, dia tetap hanya mendekati satu orang, jadi sepertinya sulit" cerita kaisar kegelapan.
"Ayah, soal adik kedua tidak perlu di khawatirkan. Sekarang yang menjadi masalahnya adalah putri Wang Yuan, karena dia bergerak bagaikan hantu saja. Sebentar ada, lalu menghilang lama sekali" senyum kaisar malam.
"Kenapa kau tersenyum?" tanya kaisar kegelapan bingung, begitupun dengan yang lainnya.
"Sepertinya ucapan ku akan benar adanya, bahwa Wang Yuan lah yang susah di bujuk" jawabnya.
"Pergilah, dan selesaikan dengan cepat" perintah sesepuh Ying.
"Baik, kami pergi dulu" ujar sesepuh Zan sambil membayangkan aula utama kekaisaran Wang. Lalu mereka menghilang.
Flashback Off.
Saat mendengar cerita para kaisar, semua orang merasa kesal dan marah. Namun, tidak dengan Rain, dia justru merasa antara tidak peduli dan peduli. Tidak peduli karena dia bukan Yuan yang asli, peduli karena bisa-bisa dia pula yang akan di jodohkan dengan Yu Xian, padahal mereka sedarah.
'Aku harus bertemu dengan ratu, dia mungkin memiliki solusinya. Jikapun aku hanya meminta tunangan, tapi tetap saja aku tidak boleh terjebak di dalam hubungan dengan pangeran Xian' batin Rain.
'Dia pasti kebingungan' batin Yu Yan dan sesepuh Zan bersamaan.
"Kim Rain" panggil ku (Yuan asli) tiba-tiba datang di tengah-tengah mereka dengan pakaian serba putih dan memakai tutup kepala agar mereka semua tidak bisa melihat.
"Iya Queen" jawab Rain sambil memberikan hormatnya, layaknya seseorang yang menghormati majikannya.
__ADS_1
'Kim Rain, untuk putri Wang Yuan, apa maksudnya itu' bingung semua orang saat mendengar Rain yang menjawabnya.
"Apa kabar kalian semuanya?" tanya ku dengan mengubah nada suara ku agar tidak mirip dengan Rain.
"Kami baik" jawab para kaisar kompak.
"Aku bertanya pada semua orang. Jadi, kenapa kalian tidak menjawab para bawahan para kaisar?" tanya ku membuat mereka tersentak kaget.
"Kami semua baik,,," jawab mereka terhenti.
"Ratu kekaisaran bulan, kalian boleh memanggil ku Queen" perintah ku.
" Baik Queen" ucap semua orang.
"Tujuan aku datang kemari adalah untuk membawa dia ke kekaisaran bulan. Ah, aku lupa perkenalkan nama ku Kim Mona, semua nama keluarga ku adalah Kim. Jadi, karena itulah namanya Kim Rain, karena dia sudah menjadi anggota keluarga ku. Jadi, apapun masalahnya, juga masalah ku" jelas ku kepada mereka semua.
"Kalian ingin menikahkan mereka, apakah kalian ada bertanya kepada mereka, apakah mereka menginginkan pernikahan mereka di umur tujuh belas tahun kecuali pangeran Gong Ming Fan?" tanya ku.
"Belum, Queen" jawab kaisar Yu dan kaisar Gong kompak.
"Bawa mereka kemari" perintah ku, lalu datanglah mereka bertiga ke depan kami semua.
"Apa yang terjadi?" tanya Xian dan Anchi kompak.
"Aku ingin bertanya kepada kalian, apakah kalian setuju jika beberapa hari lagi kalian berempat harus segera menikah?" tanya ku sambil menunjuk ketiga orang yang baru datang.
"Apa, aku tidak setuju" jawab Anchi dan Xian kompak.
"Kenapa?" tanya ku.
"Aku sudah memiliki tunangan. Jadi, hanya dengannya aku akan menikah. Meskipun aku harus menentang seluruh dunia, bahkan melawan ibu ku sendiri. Tapi, aku tetap hanya menikahi dirinya" jawab Fan serius.
'Kenapa kau cerewet sekali' telepati ku.
'Aku tahu bahwa kau adalah putri yang di takdir kan dengan ku. Tapi, dunia belum tahu bukan' jawabnya.
'Aku bisa mengatasinya, kau seharusnya setuju saja' geram ku.
'Paling tidak, aku melakukan sedikit penolakan ketika di depan semua orang bukan' balasnya sambil menatap ke arah ku.
'Baiklah, terserahlah' pasrah ku.
"Aku masih terlalu muda untuk menikah" jawab Xian.
"Begitupun dengan ku" ujar Anchi.
"Sebenarnya aku memiliki alasan aku menolak, yaitu aku baru saja keluar dari pelatihan ku, lalu aku di nikah kan. Maka aku sangat tidak setuju. Tapi, saat mereka mengatakan alasannya mereka ingin menikahkan kami, maka aku mulai sedikit ragu" jawab Rain.
"Alasan apa?" tanya Anchi, Xian dan Fan kompak.
"Ceritanya panjang nak" jawab sesepuh Zan.
"Inti dari alasan itu yaitu kaisar siang ingin menjadikannya kita para putri yang sudah cukup umur, sebagai wanita dari mereka di kekaisaran siang. Karena itulah mereka menikahkan kita agar kita bisa di jaga oleh mereka yang menjadi suami kita" jawab Rain.
"Tapi, bisakah kita hanya bertunangan dulu" gumam Anchi pelan tapi masih bisa di dengar semua orang yang di sana.
"Bisa, tapi menggunakan ritual kekaisaran iblis. Ritual itu yaitu di saat dua orang telah bertunangan, maka mereka akan selalu terikat dengan tunangannya. Jadi, cukup hanya bertunangan menggunakan tradisi kekaisaran iblis, maka sebelum pernikahan tidak akan ada satupun pria atau wanita yang bisa mendekatinya dengan jarak tiga meter. Bukankah begitu kaisar iblis?" tanya ku.
"Kau benar, dari mana kau tau. Tapi, ngomong-ngomong kalian tidak akan bisa bertunangan menggunakan tradisi kami, jika kalian tidak memiliki tenaga dalam yang sangat hebat" jawab kaisar iblis.
__ADS_1
"Dari mana aku tau, itu tidak penting. Yang penting adalah tradisi mu bermanfaat bagi kami untuk situasi saat ini. Jadi, bersiap-siaplah, karena aku akan menjadi saksi pertunangan kalian yang akan di adakan tiga hari lagi" balas ku.
"Baik, Queen" jawab mereka semua kompak. Lalu aku pergi dari ruangan itu dengan cara tiba-tiba dan diam-diam.