The Switched Daughter

The Switched Daughter
sesuatu yang ingin kudapatkan akan aku dapatkan


__ADS_3

Semua orang di penjara saling memandang dalam keheningan yang mendalam, karena setelah mereka semua sujud kepada Mona, Mona sama sekali tidak bereaksi dan berbicara apapun.


"Jika kalian ingin bebas dari sini, maka kalian harus menuruti segala permintaanku dan keinginanku" Mona memulai pembicaraan.


"Permintaan apa?".


"Aku tidak suka tunduk pada seseorang yang belum ku ketahui identitasnya atau sifatnya. Seandainyapun kalian begitu mengagumi pemimpin kalian saat ini, maka aku akan tetap tidak suka atau akan menentang kalian".


"Lalu, apa yang akan kau lakukan?" Dewi lebah bertanya.


"Untuk saat ini aku tidak akan melakukan apapun. Aku perlu berbicara dengan kalian berdua" dingin Mona sambil menunjuk ke arah dua orang di sampingnya. Setelah Mona mengatakan pendapatnya, lalu semua orang kembali ke ruangan mereka masing-masing kecuali dua orang karena ulah dari empat naganya Mona. Dragon membuat perisai khusus untuk Mona dan dua orang lainnya.


Saat dalam ruangan itu, Kety mengungkapkan segala penyesalannya kepada Mona karena dia telah merebut Alex darinya dan telah menghasut Alex untuk membunuhnya. Begitupun dengan Alex, dia juga meminta maaf karena telah mengkhianati cinta dan juga kepercayaannya.


"Lupakanlah, apa untungnya bagiku jika aku tidak memaafkan kalian. Seperti yang kau bilang tadi, bahwa aku telah menikah dan memiliki anak pada kehidupan keduaku. Maka itu berarti aku bahagia menjalani kehidupanku tanpa kalian meminta maaf. Tapi, tolong jawab pertanyaan dariku, apakah kalian masih saling mencintai?" pertanyaan Mona membuat keduanya terdiam.


"Kenapa kalian diam saja?".


"Sudah selama delapan belas tahun jika di benua bawah aku tidak bertemu dengan kalian, jadi aku bingung akan perasaanku" jawab Kety.


"Kau?" tunjuk Mona ke arah Alex atau kaisar siang.


"Aku tidak tahu perasaanku untuk Kety, yang jelas aku tidak akan pernah menjadi penghalang kisah cintamu. Karena kau terlalu baik untuk aku miliki, jadi aku tidak pantas menjadi milikmu".


Mona dan Kety saling memandang saat Alex mengatakan isi pikirannya. Mona menepuk pundak Alex sambil berkata "aku tahu bahwa kau masih memiliki perasaan pada Kety, namun kau tidak enak padaku bukan?".


"Bukan karena itu" perkataan Alex membuat Mona yang ingin keluar dari perisai langsung berhenti.


"Kau mungkin tidak mengingat kehidupanmu di dunia bawah, tapi aku mengingatnya. Aku sangat ingat bahwa selain kalian berdua, aku juga pernah berhubungan dengan wanita lain ketika di benua bawah. Jadi,,,".


"Jadi, kau ingin bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan" sambung kedua wanita kompak.


"Mungkin" ucap Alex.


"Itukah pilihanmu?" kompak Mona dan Kety.


"Eh,,,," terkejut Alex.


"Aku ada urusan lain, jadi lupakan saja?" kompak Mona dan Kety sambil berjalan keluar dari perisai yang dibuat empat naga ke arah yang berbeda. Mona ke arah luar penjara, sedangkan Kety ke arah ruangan penjara khusus untuknya.


"Ada apa dengan mereka, kenapa mereka sangat kompak?" bingung Alex sambil melihat kedua punggung kedua wanita yang dia kenal.


Mona terus berjalan-jalan di sekitar kekaisaran langit, Mona melihat berbagai macam bentuk dan keindahan tempat-tempat yang dimiliki kekaisaran langit. Mona hanya memperhatikan apa yang penting dia lihat, namun berbeda dengan para dayang yang kebetulan di lewati oleh Mona. Mereka semua terpesona karena keelokan rupa Mona, ketika di kekaisaran langit Mona hanya mau memakai pakaian berwarna putih. Jadi, penampilannya begitu indah dengan rambut emasnya di ikat ke belakang, panjang rambut Mona yaitu selututnya.


Setelah berkeliling sebentar, lalu Mona kembali ke kamarnya. Namun, saat dia sampai di kamarnya, Mona merasakan hatinya sesak dan juga dia merasakan tubuhnya begitu panas.


"Ada apa denganku?" Mona memegang dadanya yang terasa sesak.


"Ah, badanku sangat panas, aku harus merendamkan tubuhku" Mona langsung masuk ke ruang mandinya, lalu dia merendamkan seluruh tubuhnya.


******

__ADS_1


Di waktu yang bersamaan di benua bawah, tepatnya di kekaisaran Yu, Mayumi terus saja menangis membuat permaisuri Yu dan lainnya menjadi begitu bingung. Mereka semua berusaha membuat Mayumi agar berhenti menangis, namun Mayumi tetap saja tidak berhenti menangis. Dia terus saja menangis, hingga membuat tubuhnya menjadi demam.


'Sayang, apa yang harus Gege lakukan untukmu. Gege pernah tidak berguna bagi kakakmu saat dia benar-benar ingin sesuatu, dan sekarang Gege juga tidak berguna saat kau menangis hingga membuat dirimu demam' batin Xian sambil matanya memerah saat dia berusaha menjaga adik kecilnya di tengah malam di rumah pohon Mona bersama dengan permaisuri Yu.


'Sayang, apakah kau merindukan kakakmu, karena tabib bilang kau tidak kenapa-kenapa. Tapi, kenapa kau terus saja menangis hingga membuat dirimu demam, sayang' batin permaisuri Yu.


Begitupun yang terjadi di kekaisaran bintang, ketiga bayi kembar tidak ingin meminum apapun sejak mereka di lahirkan ke dunia ini. Semua orang di kekaisaran bintang juga berusaha membuat ketiganya mau meminum susu dari para ibu yang baru saja melahirkan anaknya. Tapi, tetap saja saat susu telah masuk ke mulut mereka, ketiga bayi itu menangis hingga membuat susu itu kembali keluar.


'Apa yang harus aku lakukan untuk anak kita darling. Saat aku melihat mereka tersiksa begini, aku merasakan seolah-olah kaulah yang sedang menderita' batin Ming Fan sambil menatap ketiga anaknya yang masih saja menangis.


"Bawa semua anggota keluarga kecil kaisar Yu kemari" ucap guru sihir agung membuat semua orang yang berada di ruangan ketiga malaikat kecil Mona, menjadi bingung. Lalu, secara langsung datanglah kaisar Yu, permaisuri Yu, Xian, Anshi, Sima dan Mayumi yang berada di gendongannya Xian. Sedangkan Anchi telah memilih pergi ke kekaisaran Wang karena disanalah keluarga aslinya. Anchi merasa tidak enak karena kekaisaran Yu bukanlah keluarga kandungnya.


"Ada apa kau memanggil mereka?" tanya sesepuh Mao bingung. Guru sihir agung bukannya menjawab, tapi dia malah mengambil Mayumi yang masih menangis di gendongan Xian. Lalu, dia meletakkan Mayumi di samping tiga malaikat Mona, namun tetap saja Mayumi dan tiga lainnya menangis.


"Bawa salah satu pakaian Mona kemari" pintanya pada salah satu pelayan.


"Ini" permaisuri Yu memberikan pakaian berwarna hijau kepada guru sihir agung.


"Tapi, untuk ap,,,,," sebelum sesepuh Hun menyelesaikan ucapannya, mereka justru terdiam karena keempat bayi yang tadinya menangis tiba-tiba terdiam saat setelah guru sihir agung meletakkan pakaian Mona untuk menyelimutkan keempatnya.


'Ini' terkejut semua orang karena saat keempat bayi memeluk pakaian Mona, keempatnya melukiskan senyuman di bibir mereka. Lalu, keempatnya memejamkan matanya, mungkin karena mereka terlalu kelelahan menangis.


"Seperti dugaan" ucap guru sihir agung.


"Apa maksud kakek?" tanya Anshi.


"Mereka merindukan seseorang yang juga sangat kita rindukan, hanya saja mereka hanya bisa menangis karena mereka belum bisa mengungkapkan perasaan mereka dengan berbicara".


"Hahaha" tawa lainnya saat mendengar ucapan sesepuh Zan.


******


Setelah ketenangan keempat bayi di benua bawah, di waktu yang bersamaan Mona keluarga dari kolam tempat dia merendamkan seluruh tubuhnya.


"Ah, ini lebih baik" gumam Mona sambil keluar dari kolam. Lalu, dia mengganti pakaiannya, dia melakukan semuanya sendiri karena alasannya dia tidak percaya pada satupun orang yang ada di kekaisaran langit.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada tubuhku, kenapa tiba-tiba aku merasakan sangat sesak dan seluruh tubuhku sangat panas" gumam Mona sambil menatap pantulan dirinya di depan cermin.


Tok,,,tok,,,tok


"Siapa?".


"Dewi, anda di panggil yang mulia kaisar untuk datang ke aula utama".


"Baiklah, duluan saja karena aku akan menyusul sebentar lagi".


"Baiklah, Dewi".


"Ada apa lagi, aku sungguh sangat malas berkumpul dengan mereka" gumam Mona kesal sendiri.


"Ah, aku lupa, para naga keluarlah" ucap Mona.

__ADS_1


"Ada apa my Queen?" kompak keempatnya setelah mereka keluar.


"Jika aku ingin menghilang secara tiba-tiba apakah ada cara?".


"Itu mudah".


"Benarkah?".


"Ya, kau hanya perlu memanggil kami dalam pikiranmu".


"Kalau begitu, jika nanti aku ingin memanggil kalian, siapa nama kalian?".


"Dragon, White, Rain, dan Green".


"Ok, aku akan pergi ke aula kekaisaran langit. Jadi, kembalilah".


"Baik".


Mona berjalan ke arah aula kekaisaran langit, setelah beberapa saat akhirnya Mona sampai di aula utama. Saat Mona sampai, semua orang yang ada di sana melukis senyuman ke arah Mona. Namun, Mona bisa merasakan kalau senyuman itu ada yang palsu.


"Tidak perlu memberikan senyuman ke arahku jika kalian belum tahu apa arti sebenarnya dari sebuah senyuman itu sendiri" Saat Mona masuk, dia langsung mengomentari orang-orang tanpa memberikan salam kepada keluarga kaisar langit.


"Dewi kupu-kupu, kau harus memperhatikan etikamu ketika berada di hadapan kaisar langit" tegur seseorang.


"Aku tidak peduli mau itu kaisar langit atau siapapun, yang jelas semua orang tidak berhak di beri salam pertama kali kecuali Tuhan. Dan satu hal yang perlu kalian ingat bahwa jangan pernah berpikir mendapatkan hormatku jika aku belum mengenal kalian. Jadi, katakan langsung padaku, apa tujuan dari pertemuan ini kaisar langit".


"Silahkan duduk dulu".


"Tidak perlu".


"Kau harus bersikap yang semestinya di depan kaisar langit".


"Aku ingin jawaban dari pertanyaanku bukannya aku meminta teguranmu" kesal Mona sambil mengeluarkan auranya ke arah pria itu membuat pria itu memegang lehernya. Wajah pria itu berubah menjadi sangat merah, Lalu lama kelamaan badannya melepuh terbakar membuat semua orang terkejut.


"Apa kedudukan pria itu disini?".


"Salah satu menteriku" jawab kaisar langit.


"Anda cari menteri lain, inilah balasannya jika kalian berani melawanku. Dan saat aku membunuhnya aku bisa mengetahui semua isi pikirannya. Jadi, jawabanku adalah aku tidak akan mau menikah denganmu pangeran mahkota. Karena kau menginginkan aku hanya untuk agar kau mendapat kekuatan dari sang Dewi kupu-kupu bukannya untuk mencintaiku. Jadi, jangan membuat aku membunuhmu seperti pria yang barusan aku bunuh" kesal Mona.


"Aku tidak suka penolakan, kau akan tetap menikah denganku apapun yang terjadi" teriak pangeran mahkota kekaisaran langit.


"Aku tidak mau" balas Mona dingin.


"Kalau begitu jangan salahkan aku jika aku membunuh keluargamu di benua bawah, termasuk anak-anakmu dan suamimu".


"Hahahaha" tawa Mona menggema di seluruh kekaisaran langit.


"Kenapa kau tertawa?"..


"Apa yang kuinginkan akhirnya kudapatkan juga?" senyum smirk Mona.

__ADS_1


__ADS_2