
citcuit,,,,citcuit,,,,citcuit.
Suara kicauan burung terdengar di pagi hari. Mona yang biasanya bangun hampir jam lima pagi untuk olahraga. Tapi, jam sudah menunjukkan jam tujuh pagi, Mona belum juga bangun. Setelah kira-kira jam setengah delapan, barulah Mona bangun dari tidurnya. Dia bangun sendirian, dengan Fan yang masih memeluknya.
"Ah, aku harus mandi, ini ulahnya. Karena belum pernah aku bangun sesiang ini" Mona memindahkan tangan Fan, lalu dia berjalan ke arah kamar mandi.
"Ini air kemarin, aku harus menggantinya" Mona menggunakan kekuatannya untuk mengganti air itu. Setelah itu, dia mandi dengan menggunakan pewangi bunga Gardenia.
"Dia belum juga bangun, aku harus pergi. Eh,,,,hahahha aku punya ide" senyum Mona.
Mona meninggalkan kekaisaran kegelapan setelah dia mandi. Dia juga menyiapkan pakaian dan meninggalkan tulisan dengan menggunakan kekuatannya yang dia tuliskan di cermin kamar Fan. Setelah kepergian Mona, baru datanglah si kecil Zuwie bersama dengan ayahnya kaisar malam.
"Paman,,,,bibi,,," teriak Zuwie.
"Sayang, jangan seperti ini" ucap kaisar malam.
Tok,,,tok,,,tok.
"Paman, bibi, apakah kalian tidak sarapan. Ayo kita sarapan" panggil Zuwie.
"Mm,,sebentar" gumam Fan yang baru bangun dari tidurnya. Lalu, dia membuka pintu.
"Fan, apa yang telah kau lakukan dengan wajahmu" teriak kaisar malam karena melihat wajah Fan yang sangat lucu.
"Hahhaha wajah paman" tawa Zuwie.
"Hahhaha" tawa kaisar malam.
"Tunggu sebentar" bingung Fan karena melihat dua orang di depan pintu justru menertawa dirinya.
"Hadiah dariku untukmu suamiku yang bangun kesiangan. Aku sudah menyiapkan pakaianmu di atas kursi dekat dengan cendela. Jadi, bersiap-siaplah, lalu makanlah bersama yang lainnya, jangan menungguku karena aku akan ke kekaisaran bulan" Fan membaca tulisan di cermin saat dia ingin bercermin.
"Dasar wanita ini, apa yang telah dia lakukan pada wajah tampan ku ini" kesal Fan saat dia melihat wajahnya telah dirias bagaikan seorang wanita oleh istrinya.
"Aku akan memberimu pelajaran Mona,,,," teriak Fan menggema di seluruh pavilium miliknya.
"Baiklah, kami pergi dulu, kami tunggu kau di ruang makan untuk makan bersama" teriak kaisar malam dari luar kamarnya.
"Baik" teriak Fan. "Aku benar-benar akan menghukummu nanti Kim Mona" gumam Fan sambil masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
"I,,,ini" gagap Fan saat dia melihat kamar mandinya memiliki sebuah kolam kecil yang airnya terus mengalir dengan derasnya dari dalam tanah. Lalu, masuk ke dalam tanah lagi.
"Ini seperti di pijat, bahkan airnya juga hangat sekali" ucap Fan saat dia memasukkan tubuhnya kesana karena merasa penasaran.
Setelah beberapa saat, akhirnya Fan selesai mandi. Dia memakai pakaian yang disiapkan oleh Mona. Pakaian itu berbahan lembut dan ringan berwarna hitam dengan sedikit simbol emas dan biru ada di sana. Simbol yang hanya dimiliki oleh kekaisaran bulan yang di jual di beberapa pasar sebagai penghasilan milik toko yang di jaga oleh anggota black rose. Setelah dia memakai pakaiannya, Fan langsung datang ke ruang makan.
"Pangeran kedua telah tiba" teriak penjaga.
"Hanya paman?" ucap Zuwie saat mendengar teriakan penjaga ruang makan.
"Kenapa hanya sendirian, dimana putriku?" ucap neneknya Fan.
"Sejak kapan dia menjadi putrimu, nek?" tanya Fan sambil duduk di kursinya.
"Sejak dia dengan mudah mengalahkan semua anggota pria di keluargaku" senyum neneknya Fan.
"Oh" Fan hanya ber-oh saja.
"Jadi, dimana dia?" tanya neneknya.
"Dia kembali ke kekaisaran bulan miliknya karena sepertinya dia takut padaku" kesal Fan.
"Takut?" bingung semua orang kecuali Zuwie dan kaisar malam.
"Apa maksudmu?" tanya pangeran Zan.
"Bukan apa-apa, aku hanya berpikir kalau paman sangat lemah. Oleh karena itu, paman bisa kalah dari bibi hahahaha" tawa Zuwie.
"Kau, berani sekali mentertawakan pamanmu ini" kesal Fan sambil menjewer telinga Zuwie.
"Ah, paman sakit" teriak Zuwie sambil memegang tangan Fan yang menjewernya.
"Apa yang kau lakukan" teriak seseorang dengan menarik telinga Ming Fan.
"Kau,,," terkejut Fan.
"Ya, kenapa, apa ada masalah?".
"Kau bilang jangan menunggumu, lalu kenapa kau ada di sini?" bingung Fan.
__ADS_1
"Aku memang mengatakan jangan menungguku. Tapi, aku tidak mengatakan tidak akan sarapan disini bukan. Maksudku jangan menungguku yaitu jangan menunggu di kamar karena aku akan langsung ke mari, dan juga Karena ini adalah keluarga suamiku, maka ini juga keluargaku. Jadi, ada masalahkan?".
"Tidak ada nak, makanlah" ucap permaisuri kegelapan.
"Baik, setelah sarapan, aku akan kembali lagi ke kekaisaran bulan untuk melakukan tugasku. Kursi pemimpin milik kekaisaran kegelapan dan malam, tidak akan ada yang bisa tempati lagi karena aku telah melakukan segel di sana. Jadi, untuk ayah dan kakak pertama, aku menjadikan kalian berdua orang yang dikenal menjadi bawahan ku oleh dunia luar, tapi bagi yang di dalam istana maka tetaplah kalian berdua yang memimpin. Apa kalian semua mengerti" ucap Mona pelan dengan di Sergai angin yang sedikit kuat berhembus membuat semua orang yang bahkan berada jauh dari ruang makan, maka juga bisa mendengar ucapannya.
"Kami mengerti permaisuri pangeran kedu,,, Qu,,Quenn" gagap prajurit kompak.
"Panggil aku Mona karena aku tidak suka mendengar kata-kata yang bagaikan orang asing itu. Kini aku telah menikah dengan pangeran kalian, maka kalian juga harus mendengar ucapanku seperti mendengar ucapannya. Jadi, aku tidak ingin mendengar aku dipanggil dengan sebutan putri, nona, permaisuri, atau Queen. Kalian boleh memanggilku selain julukan itu. Ini adalah perintah mutlak dariku, apa kalian semua mendengar ucapanku?".
"Baik, kami mengerti nak Mona" jawab para pelayan dan prajurit yang tua dari Mona kompak.
"Itu lebih baik, dari pada julukan-julukan tadi. Baiklah, mari makan" ucap Mona karena dia melihat yang lainnya juga belum makan karena menunggu dia selesai berbicara.
Semua orang makan dalam kesunyian, hanya ada suara piring dan sendok. Setelah beberapa saat, akhirnya mereka selesai makan. Di saat Mona ingin kembali ke kekaisaran bulan miliknya, Zuwie minta ikut dengannya kesana. Awalnya semua orang tidak setuju karena takut Mona akan kesal, tapi justru Mona malah langsung mengangkat Zuwie ke atas kursi. Lalu, dia menggendongnya di punggungnya, membuat Zuwie sangat senang.
"Yeeee,,,,,,,,Ini pertama kalinya aku di gendong begini, setelah aku berumur lima tahun. Ayah biasanya sibuk dengan urusan kekaisaran, aku sering menghabiskan waktuku dengan bibi pelayan dan paman prajurit" senang Zuwie sambil memainkan rambut emas Mona.
"Rambut bibi wangi dan cantik" celetuknya sambil mencium rambut emas Mona.
"Kami pergi dulu" ucap Mona. Tapi, sebelum menghilang, dia memperlihatkan sebuah gambaran saat dia mengerjai suaminya. Seluruh orang di ruangan itu, bisa melihat bahwa riasan yang dibuat oleh Mona di wajah Fan, sangatlah cocok dengannya. Bahkan, dia lebih cantik dari pada wanita pada umumnya.
"Hahahaha, bukankah itu sangat cantik, suamiku?" tawa Mona menggema di ruangan itu di balas dengan tawa Zuwie " hahahaha bibi hebat".
"Kalian berdua kembali kemari" teriak Fan.
"Oh, kenapa tidak kau yang ketempat kami saja" ucap Mona.
"Baiklah, akh,,," teriak Fan karena saat dia ingin bangun dan berjalan. Dia jatuh karena ulah Mona yang mengikat sebelah kakinya di salah satu kaki kursi yang Fan duduki.
"Hahahaha" tawa dua suara gadis.
"Aku akan membalasmu nanti malam Mona" kesal Fan.
"Jangan terlalu menindasnya cucuku, jika kau melakukannya, maka dia mungkin akan mencari yang lainnya yang bisa lebih pengertian" ucap neneknya Fan.
"Apa maksud nenek?" bingung Fan.
"Baru kemarin pagi kalian menikah, malamnya dia sudah tidak semengerikan saat kalian menikah. Alasannya kenapa, kau pasti tahu bukan. Jadi, jangan terlalu sering melakukannya" ucap neneknya Fan sambil berlalu pergi.
__ADS_1
"Ah, kami baru menyadarinya. Itu benar jangan memaksanya" ucap kaisar malam dan lainnya sambil pergi dari ruangan itu.
"Bukannya membantu melepaskan rambat ini, kalian malah menasehati ku tentang hal lain" kesal Fan saat melihat keluarganya satu persatu keluar dari pintu ruang makan itu.