The Switched Daughter

The Switched Daughter
Bertunangan


__ADS_3

Yuan dan pangeran kedua sedang menunggu malam berlalu dengan cara tidur namun mereka tidak tidur bersama. Yuan memilih tidur di atas pohon dan pangeran bersandar di dinding mereka istirahat agar besok pagi mereka bisa mulai menjalan kan kerja sama mereka.


Besok harinya tiba, kedua orang yang di kuil sedang mempersiapkan diri mereka untuk bertunangan berbeda dengan di kerajaan kegelapan di mana para kaisar dan permaisuri bahkan keluarga kecil putra pertamanya yang telah memimpin kekaisaran malam juga ada di sana.


" Ibu apa kah menurut ibu ada gadis yang mau bertunangan dengan kakak ke dua" ujar pangeran ke empat.


" Kau ini apa kah maksud mu kau ingin kakak mu tak ada yang menyukai,,," ujar kaisar malam, sambil memukul kepala adik nya.


" Isss sakit tau kakak pertama".


" Salah dirimu sendiri" ujar kaisar malam saat mereka sedang bertengkar di kuil tersebut mengeluarkan cahaya dan suara seperti sebuah ledakan,,,,duarrrrrrr.


" Apa yang terjadi" ujar semua orang yang bisa mendengar suara ledakan tersebut dan ledakan itu terdengar di sekitar kerajaan kegelapan. Tapi setelah itu cahaya emas dan hitam menjulang tinggi ke langit di mana itu bisa di lihat oleh semua orang dan itu sukses menarik perhatian para sesepuh dan petinggi petinggi di seluruh tempat karena mereka bisa merasakan bahwa salah satu dari warna cahaya tersebut, adalah warna seseorang yang sangat kuat.


Sedangkan di kuil Yuan dan pangeran kegelapan tidak saling memperkenalkan diri mereka.


" Dengar sebelum kIta bertunangan aku akan mengatakan bahwa kita hanya bertunangan, setelah itu aku tak mengharapkan hadiah dari ayah mu. Setelah itu aku akan kembali pada keluargaku, jika memang kita berjodoh pada saat waktu nya nanti sekitar 5 tahun lagi maka kita akan berjumpa lagi dan menikah. Jadi aku tidak kan mengatakan identitas nama ku agar itu menjadi rahasia dan aku tak kan bertanya nama mu. Jadi terserah dirimu ingin menjawab apa nanti pada keluarga mu jika mereka bertanya" ujar ku.


"Aku mengerti,,," ujar nya.


" Ah ya dan satu hal lagi bagaimana cara nya kita tukar darah namun tidak dengan cara yang aneh-aneh" ujar ku.


" Hahaha😂😂" ujar nya.


" Ada apa" ujar ku.


" Saat kita bertunangan, kita akan meneteskan darah satu tetes ke gelas masing masing setelah itu kita akan bertukar gelas yang telah bercampur dengan darah masing masing ke pasangan, maka setelah itu otomatis kita akan berbagi darah dan berbagi segala sesuatu baik itu suka maupun kepedihan" ujar nya.


" Hanya begitu" ujar ku.


" Ya" ujar nya.


" Jadi aku dibodohi oleh cahaya itu".


" Tidak sepenuh nya" ujar nya.


" Maksud mu" tanya ku.


" Kau mengatakan bahwa cahaya itu menyuruh mu agar kau datang kemari dan bertukar darah dengan ku bukan " tanya nya.


"Ya lalu ohhhh aku mengerti" ujar ku.


" Jadi kapan kita akan bertunangan" ujar ku lagi.


" Sebenarnya dari sekarang sampai malam nanti boleh asalkan kapan pun kau siap, kita akan melakukan nya".


" Hika aku siap sekarang" ujar ku.


" Kau yakin soalnya seperti yang aku bilang tadi saat kita bertukar gelas maka segala sesuatu akan sama-sama kita tanggung" ujar nya.


" Ya, lebih cepat lebih baik karena aku harus kembali sebelum saudari ku membuka matanya dari berkultivikasi,,," ujar ku.

__ADS_1


" Baik lah" ujar nya dan ia bangkit untuk mengambil dua gelas berisi air dan memberikan satu gelas untuk ku. Aku melihat ia telah menusuk jari jempol nya dengan duri yang ada di sampingnya dan menetes kan satu tetes darah nya ke dalam air dan aku melakukan hal yang sama, setelah itu kami bertukar gelas dan meminum nya. Saat kami meminumnya tubuh ku dan tubuh nya mengeluarkan cahaya yang berbeda aku emas dan dia hitam. Awalnya cahaya itu kecil, lama kelamaan cahaya itu menjadi besar dan membuat kuil itu meledak dan hancur dan semakin tinggi hingga memancar kan ke langit selang beberapa saat cahaya itu padam.


" Uhhhh apa yang terjadi tubuh ku sangat lemah dan leher ku panas,,," ujar ku.


" Tenang lah mantra ikatan pertunangan kita sedang berusaha mengikat mu,," ujar nya dan aku menurut, selang beberapa lama muncul lah bunga teratai emas di atas alis mata kiri nya sampai ke samping matanya dan muncul bunga mawar hitam di bahu sebelah kanan diriku.


" Apa kah ini tandanya," ujar ku.


" Ya" jawabnya.


" Baik lah apa kah aku sudah bisa pergi" ujar ku.


" Pergi lah dan aku pun akan keluar" ujar nya.


" Kita akan keluar bersama" ujar ku.


" Bukan kah kau tak akan bertemu keluarga ku" tanya nya.


" Memang" ujar ku.


"Lalu kenapa kau".


" Aku akan mengantar diri mu sampai depan tapi aku di atas pohon dan ku jamin tak ada seorang pun yang mengenal ku," ujar ku memandang nya.


"Ada apa" ujar nya.


" Ada yang berbeda tapi apa" ujar ku.


" Taring dan tanduk mu/ ku" ujar kami kompak.


" Ahh ini meyebalkan aku merasa sedikit cemburu saat orang lain memandang mu nanti terutama dengan penampilan rambut mu ini,,," ujar ku sambil mengangkat sedikit rambut nya yang memperlihat kan rambut birunya dan ia sangat terkejut melihat rambut nya dan aku bertanya.


" Kenapa apa kah jelek" ujar ku.


" Tidak, kapan kau akan pergi" ujar nya.


" Bisa kah langsung sekarang" ujar ku.


" Apa pun untuk orang yang pertama kali tak takut pada rupa ku tadi" ujar nya.


" Jika suatu hari kau menyukai seorang wanita maka kejar lah ia aku tak kan menghalangi mu" ujar ku.


" Kau yakin" tanyanya.


" Ya aku yakin" ujar ku.


" Kalau begitu jika aku mengejar cinta mu tak masalah kan" ujar nya sambil berlalu pergi.


" Maksud nya" gumam ku.


" Cepat lah bukan kah kau yang buru buru tadi" ujar nya.

__ADS_1


" Ah baik lah" ujar ku berlari menyusul diri nya.


Kami terus berjalan hingga kami hampir sampai di luar hutan aku langsung naik ke pohon. Saat aku naik ke pohon ia sempat melirik ke arah ku dan setelah itu terus berjalan keluar, saat ia di luar bisa kulihat semua orang terkejut dengan penampilan nya yang tanpa tanduk dan taring. Sesekali angin berhembus dimana itu membuat rambut birunya yang kuwarnai terlihat, mereka semua terbengong takjub hingga seseorang perempuan menghampiri nya dan berusaha memeluk nya tapi ia takut jadi ia hanya bertanya.


" Kakak kedua apa ini benar kau kemana taring dan tanduk mu bahkan warna dan panjang rambut mu telah berubah" ujar nya dengan sedikit menunduk kan kepala nya.


Namun tak ada jawaban dari kakak nya karena ia masih sibuk memandang ku


' apa apaan itu apa kah ia menyuruh ku pergi atau bagaimana' batin ku.


'Jika aku menyuruh mu untuk bertemu keluarga ku apa kah kau mau' ujar nya melalui telepati yang bisa ku dengar dan membuat ku terkejut.


' Kau bisa mendengar ku' tanya ku.


' Ya jadi bagaimana' ujar nya.


' Tidak perlu aku ada urusan dan aku hanya ingin menandai wajah keluargamu' ujar ku.


' Begitu kah' tanya nya.


'Ya sungguh aku benar-benar minta maaf' ujar ku


' Tidak apa' ujar nya.


'Boleh kah aku bertanya sesuatu'.


'Tanyalah' ujar nya.


' Apa kah ia adik kandung mu namun kau tak pernah memeluk nya jika ia ku mohon peluk lah ia dan berikan cinta mu. Karena ia tulus menyayangi mu namun karena ia takut akan perkataan semua orang tentang mu makanya ia tak pernah ingin menemui mu meskipun sebenar nya ia sangat penasaran akan sosok mu' ujar ku.


' baik' ujar nya dan setelah itu mengangkat adik nya berusia hampir sama dengan ku dan menggendong nya di belakang nya dan itu sukses membuat orang terkejut, bahkan para kaisar dan permaisuri kerajaan kegelapan dan malam.


" Ada apa" ujar nya namun tak ada yang mau menjawab hingga adik nya menyentuh bagian wajah kakak nya yang ada bunga emas itu.


" Kakak sejak kapan ada bunga ini di sini" ujar nya sambil menyentuh wajah kakak nya.


" Sejak calon kakak ipar mu datang" ujar nya yang membuat semua orang terdiam bahkan adik nya yang di gendong nya pun terdiam karena tak ada yang bergeming ia menyambung nya lagi.


" Semua perubahan yang terjadi pada kakak mu ini ulah dari kakak ipar mu, dia memotong rambut kakak mu bahkan dia mewarnai nya. Setelah itu saat kami bertukar darah tanduk dan taring menghilang di gantikan dengan bunga ini" ujar nya sambil melirik ke arah ku sekilas dan menyentuh bunga teratai emas itu. Masih tak ada yang bergeming hingga seseorang perempuan tua renta datang dan menjewer telinganya.


" Bocah kau tak membawa calon menantu ku pada ku"ujar nenek tersebut.


" Apa salah ku dia yang tak ingin menemui kalian" ujar nya sambil menunjuk ke arah pohon yang ada diriku.


" Ah sungguh menyebalkan bocah ini dia mengatakan dimana diri ku, padahal aku ingin sedikit lebih lama" ujar ku dan segera berlalu pergi. Saat aku pergi aku bisa melihat mereka juga menatap kepergian ku dan aku mendengar suara batin nya.


'Maaf aku tak bermaksud demikian, aku ingin tak banyak wanita yang mendekati ku karena rupa ku, jadi karena itu aku mengumumkan pada nenek ku dan di depan orang banyak bahwa aku milik diri mu' ujar nya.


'Tak pa aku mengerti jadi aku pergi dulu semoga kita berjodoh di masa depan' ujar ku.


'Pasti kita akan berjodoh dan memiliki banyak anak" ujar nya dan sukses membuat ku tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2