
Setelah mengutarakan niatnya membawa Yuan bertemu dengannya di ruang mimpinya kini keduanya diam. Karena Yuan merasa sudah lama mereka terdiam. Jadi, Yuan bertanya tentang satu hal yang membuat kakek buyutnya bingung antara ingin marah, kesal, atau gemas kepada Yuan.
"Jika aku tidak mau, apa yang akan anda lakukan?" ujar Yuan membuat kakeknya yang tadi terdiam dalam memikirkan masa lalunya dibuat sadar. Namun, dia tidak menjawab.
"Toh,,, jika aku tidak mau aku tidak akan rugi dan jika aku menerima juga sepertinya tidak ada untungnya padaku. Jadi, kakek buyutku tercinta, tolong katakan alasan yang bisa membuatku tertarik menerima kekuatanmu itu dan bisa membebaskanmu dari hukuman yang diberikan karena kalian tidak bisa menjaga keamanan semua orang" ujarku.
"Hahaha, Ping Ling andaikan kau bisa melihat tingkah cicitmu ini. Pasti kau akan membuat dia kuat dan can,,,," ujarnya terkejut dengan melihat ke arah belakangku.
Aku yang melihat bahwa serigala itu berhenti berbicara dan memasang wajah terkejut ketika dia melihat ke belakangku. Jadi, akupun menoleh ke arah belakang aku dan akupun memiliki ekspresi sama seperti serigala yang mengaku sebagai buyutku yaitu ekspresi terkejut. Hal yang kulihat pertama kali saat membalikkan tubuhku ke belakang yaitu aku melihat seseorang yang bagaikan dewi memiliki rambut berwarna merah, bajunya putih dan memiliki sayap yang warnanya sama seperti matanya yaitu berwarna emas.
"Ping Ling, kaukah itu?" tanya serigala itu.
"Siapa itu Ping Ling?" tanyaku bingung kepada serigala itu.
"Istriku atau nenek buyutmu" ujar serigala itu.
"Ohhhh,,,,ayam eh ayam-ayam" ujarku terkejut ketika seseorang menepuk pundak ku saat aku bertanya pada serigala itu.
"Indah bukan Zhao Long" ujar wanita itu dengan menunjuk diriku yang terangkat sedikit dari tanah karena sayap emas yang bercampur dengan biru milikku terbuka tanpa aba-aba dariku. Bukan hanya sayapku tapi seluruh anggota tubuhku yang ku sembunyikan semuanya terbongkar saat wanita itu menepuk pundak ku.
"Sangat indah, sebenarnya yang mana penampilannya" ujar serigala itu.
"Awalnya dia memiliki anggota tubuh yang normal seperti yang lainnya. Tapi, pada saat umurnya satu tahun dia akan sama seperti kaum kami yang memiliki warna sayap dan mata yang sama. Namun, dia berbeda" ujarnya.
"Maksudmu?" tanya serigala itu.
"Maksudku, dia memiliki warna mata dan rambutnya sama yaitu sama-sama warna emas. Sedangkan sayapnya bercampur dengan biru sejak dulu. Namun sekitar satu bulan lebih kebelakang mata emasnya berubah menjadi hijau sebelah dan biru sebelah seperti mata Zan sekarang" ujar wanita itu.
"Benarkah, tapi kenapa matanya berwarna emas bukan hijau dan bi,,," ujar serigala itu terhenti saat dia melihat mataku berubah menjadi hijau sebelah dan biru sebelah.
"Itu yang membuatku masih bingung. Kenapa dua warna matanya bisa berubah-ubah" ujar wanita tadi.
"Karena dia memiliki keistimewaan bahwa dia bisa merubah wujudnya ke rupa siapa saja" ujar seorang wanita lain yang muncul.
"Ibu/ibu mertua" ujar serigala dan wanita yang serigala itu bilang adalah nenek buyutku bersamaan.
__ADS_1
"Sayapnya bisa memiliki dua warna karena dia mengambil kekuatan kalian yang warna sayap emas darimu Ping dan biru darimu Zhao. Jadi, aku sangat senang karena akhirnya aku bisa pergi dengan tenang. Keturunanku, ambillah pedang ini dan berikan yang satunya untuk pasangan mu nanti karena pedang ini adalah pedangku dan kakekmu" ujarnya lalu menghilang menjadi bunga sakura yang terbang berguguran.
"Sangat indah tapi aku bingung" ujarku sambil mengelus pedang berwarna biru.
"Kenapa bingung?" tanyak kedua orang lainnya.
"Karena, kenapa aku bisa bertemu dengan para buyut dari pihak ibuku hari ini" ujarku.
"Karena hari ini adalah hari ulang tahunmu. Namun, kau lahir tiga hari sebelum hari yang seharusnya" ujar serigala.
"Dan alasan itulah yang menjadikan kau spesial sayang" ujar wanita.
"Apakah Xian juga bertemu kalian hari ini?" tanyaku.
"Tidak dengan kami melainkan dengan keluarga pihak ayahmu" ujar serigala.
"Begitukah" ujarku.
"Ya sayang, mungkin dia memiliki peran lain dari keluarga pihak ayahmu" ujar wanita.
Kini Yuan dan serigala itu saling pandang dalam keheningan. Sedangkan di istana bintang, pangeran Yu Xian juga tiba-tiba tertidur yang tiada satu orangpun yang menyadarinya. Namun, Xian tidak lama tertidur tidak seperti Yuan.
Di dalam mimpi Xian, dia sedang berada di sebuah tempat yang seluruhnya hanya ada rerumputan hijau tanpa adanya pohon. Dia melihat di jarak yang cukup jauh seperti ada beberapa orang yang sedang duduk di atas batu besar. Dia terus berjalan hingga jaraknya hampir mendekati beberapa orang tadi. Lalu saat sampai Xian sangat terkejut dan bertanya.
"Siapa kalian, kenapa salah satu dari kalian sangat mirip dengan ayahku kaisar Yu" ujar Xian.
"Karena aku adalah ayahnya dan kami semua adalah kakek dan buyutmu dari pihak ayahmu" ujar seseorang yang mirip dengan kaisar Yu.
"Lalu untuk apa kalian memanggilku kemari?" tanya Xian to the point.
"Apakah peramal ada meramal kakakmu, di umur sepuluh tahun apa yang akan terjadi padanya" ujar seorang wanita.
"Tidak" jawab Xian.
__ADS_1
"Itu tidak mungkin" ujar empat orang lainnya yang di sana selain Xian.
"Apanya yang tidak mungkin?" tanya Xian.
"Seharusnya dia datang di ulang tahun kalian yang kelima untuk meramalkan nasib kakakmu lima tahun ke depan agar kalian bisa berjaga-jaga" ujar wanita lainnya.
"Tidak, dia hanya meramal putri Wang Yuan yang diumur sepuluh tahun dia akan menghadapi keadaan antara hidup dan mati" ujar Xian membuat yang lainnya saling pandang dan kebingungan.
"Apakah dia ada mengatakan apa penyebabnya" ujar pria yang mirip dengan kaisar Yu.
"Tidak, namun dia membawa pergi putri Wang Yuan sebelumnya dan kakek Zanlah yang menyelamatkannya dan membawanya kembali ke istana. Setelah itu baru peramal itu meramalnya di depan semua orang" ujar Xian membuat semuanya manggut-manggut.
"Xian, kau kami beri tugas untuk melindungi kakak kandungmu atau saudara kembarmu itu. Karena tepat pada umurnya sembilan tahun dia akan bertemu dengan seseorang yang membuatnya jatuh cinta dan orang itulah yang akan membuat dia pada umurnya sepuluh tahun akan menghadapi situasi antara hidup dan mati. Oleh ka,,," ujar pria lainnya terpotong oleh Xian.
"Kenapa ramalannya hampir sama dengan Wang Yuan" ujar Xian memotong kata-kata pria tersebut.
"Yu Xian,,, kau memang cicitku tapi aku bisa menghukummu disini bahkan membunuhmu jika aku mau" ujar pria itu marah.
"Suamiku/ayah" ujar tiga orang lainnya.
"Maaf" ujar Xian yang terkejut karena bentakan pria itu.
"Aissss, maafkan aku cicitku" ujar pria itu.
"Dengarlah baik-baik, saudara kembarmu akan mengalami situasi antara hidup dan mati mulai umurnya sepuluh tahun, lalu lima belas tahun dan seterusnya setiap umurnya kelipatan lima. Jadi, pada umurnya kelipatan angka lima kau harus sangat menjaganya. Penyebab dia menghadapi situasi antara hidup dan mati pada umurnya sepuluh tahun yaitu disebabkan karena soal percintaan atau dengan kata lain oleh orang yang dicintainya. Apakah kau mengerti?" ujar pria itu.
"Lalu, apakah kakek Zan tau akan hal ini?" tanya Xian.
"Entahlah" ujar semua orang.
"Jika aku mengatakan pada keluarga dekat kami, apakah boleh?" tanya Xian.
" Tentu dan kembalilah cicitku" ujar pria itu sambil memukul tengkuk Xian membuat tiga orang lainnya terkejut.
"Peramal itu tidak mungkin salah meramal sepertinya cicit pertamaku tertukar. Karena bagaimana bisa ramalan untuk cicitku yang seharusnya dia ramal hari ini. Tapi, dia malah meramal putri Wang Yuan, bukankah ini tidak mungkin. Hanya ada satu alasan yaitu mereka tertukar" ujar pria itu membuat yang lainnya manggut-manggut. Lalu dia membangunkan Xian.
__ADS_1
"Auhhhhh apa yang anda lakukan tadi" ujar Xian.
"Tidak ada yang penting, hanya ada sedikit rahasia yang tidak boleh kau ketahui. Segeralah kembali" ujar pria itu sambil mengibaskan tangannya membuat Xian menghilang tiba-tiba.