
Saat ini, malam hari telah tiba namun Yuan masih belum bangun. Beberapa orang selalu ke kamarnya tapi dia belum bangun, membuat semua orang menjadi khawatir. Mereka baru tenang, ketika Dragon yang berubah wujudnya menjadi manusia mengatakan bahwa Yuan baik-baik saja. Jadi, biarkan saja dia tidur sampai dia bangun sendiri.
Sedangkan di istana Bintang, acara makan malam bersama sedang dilaksanakan sebagai ucapan terima kasih karena telah hadir.
Para wanita sangat mengagumi para pangeran yang tidak mereka lihat karena di akademi yang berbeda. Namun, ada juga yang mengagumi penampilan pangeran kedua saat ini. Merasa dirinya sedang di tatap oleh beberapa orang perempuan tidak tau diri, rasanya dia ingin pergi dari sana. Tapi, di tahan oleh neneknya.
"Putri Yu Anchi, bukankah peramal tadi bilang bahwa kau akan menikah dengan cucu kedua ku. Jadi, apa penilaianmu tentang cucuku?" ujar ibu dari kaisar kegelapan.
"Nenek" ujar pangeran kedua.
"Tenanglah" ujar wanita tua itu.
"Jawablah putri" ujar wanita tua itu membuat Xian ingat dengan ucapan keluarga buyut dari pihak ayahnya.
"Jijie ku masih terlalu muda untuk memikirkan ke arah situ dan belum tentu ramalannya akan benar" ujar Xian.
"Aissss, putri Yu Anchi aku bertanya padamu, kenapa kau malah diam?" ujar wanita itu.
"Aku mendengar kabar burung bahwa pangeran dulunya sangat mengerikan. Namun, saat melihat langsung seperti ini, menurutku dia sangat tampan" ujar Yu Anchi terhenti membuat Xian dan pangeran kedua kegelapan kesal.
'Jijie, tidak boleh sembarangan mencintai' batin Xian.
'Semua wanita sama saja, hanya wanitaku yang tidak takut padaku' batin pangeran kedua.
"Pangeran sangat tampan dengan rambut yang membuatku bingung, karena kenapa bisa memiliki dua warna dan juga memiliki simbol bunga teratai yang berwarna emas di mata kirinya. Tapi, aku juga mendengar bahwa pangeran tidak akan selamat bila tidak ada yang mau bertunangan dengannya. Sedangkan pangeran saat ini masih hidup, jadi bisa dikatakan perubahan yang terjadi saat ini adalah ulah dari tunangannya atau mungkin akan menjadi istrinya nanti. Jika, kalian bertanya tentang perasaanku pada pangeran maka jawabannya adalah aku tidak memiliki perasaan apapun pada pangeran dan mungkin selamanya akan begitu" ujar Anchi membuat beberapa wanita dari penduduk kaisar aliran hitam merasa senang karena dia mau melepaskan pria yang di ramalkan akan menikah dengannya.
"Terima kasih dan maaf putri Anchi" ujar pangeran kedua kegelapan membuat semua yang mendengar ucapannya menjadi bingung.
"Terima kasih dan maaf untuk apa" tanya Anchi.
"Terima kasih karena kau tidak sama dengan wanita lainnya, yang mengagumi ku saat aku sudah seperti ini. Namun, saat aku yang dulu, tidak ada satupun yang tertarik. Maaf karena aku tadinya menyamakanmu dengan yang lainnya" ujar pangeran kedua.
__ADS_1
"Ohhhhh, aku belajar dari seseorang dan bolehkah aku bertanya pangeran" ujar Anchi.
"Tentang apa" uharnya.
"Berapa orang yang melihat penampilan dirimu dan tunanganmu saat bertunangan" ujar Anchi.
"Tidak ada" ujar nya.
"Apa" ujar semua orang selain orang-orang kaisar kegelapan dan malam.
"Ohhhh, kalau begitu aku ingin bertanya apakah dia cantik, dan jika di umpamakan di antara kami para wanita, siapa yang lebih can,,," ujar Anchi terpotong.
"Dirinya paling cantik, dia berbeda dari wanita lainnya. Kau tau putri, saat pertama kali dia masuk ke sana aku sama sekali tidak melihat ada ketakutan diwajahnya. Aku baru melihat perubahan di wajahnya ketika dia mungkin tidak menemukan satu orang pun disana sebelum aku keluar dari persembunyian ku lalu dia ingin pergi. Namun, aku yang merasa senang bahwa sudah ada seseorang yang datang kesana, aku menginginkan dia tidak keluar lagi supaya dia bisa membebaskanku. Jadi, aku memilih berbicara tapi tidak keluar. Setelah berbincang-bincang dia mengatakan satu hal yang membuat aku merasa seperti ada cahaya di kehidupanku. Dia mengatakan bahwa jika aku tidak keluar bagaimana dia tau aku mengerikan atau tidak, jadi aku keluar untuk menampakkan wajahku. Namun, anehnya saat aku keluar dia bukannya takut tapi malah biasa saja. Lalu, saat aku bertanya kenapa dia tidak takut, dia mengatakan apa yang perlu di takutkan mataku hampir sama dengan kalian, rambutku juga hitam seperti kalian hanya saja kepanjangan. Oleh karena itulah, dia orang pertama yang memotong dan merubah warna rambutku dan dia orang pertama yang menjadi temanku. selain keluargaku" ujarnya.
"Sepertinya dia sangat hebat" ujar Anchi.
"Apakah dia dari aliran hitam" tanya Xian.
"Apakah dia seorang bangsawan" ujar Anchi.
"Tidak tau, bisa iya dan bisa juga tidak" ujarnya.
"Kenapa begitu" ujar Xian.
"Apanya?" tanya semua orang.
"Bukankah mudah mengenali dia bangsawan atau tidak. Bukankah kaisar membuat sayembara, siapa yang mau bertunangan denganmu maka akan di kasih hadiah. Jadi, jika dia mengambil hadiah berarti dia bukan dari kalangan bangsawan. Tapi, jika dia tidak mengambilnya berarti dia adalah bangsawan" ujar Xian.
"Dia tidak mengambilnya" ujar kaisar kegelapan membuat semua orang terkejut.
"Kalau begitu,sudah jelas kalau dia adalah keturunan bangsawan" ujar Xian.
__ADS_1
"Maafkan pangeran ini yang mulia, jika boleh izinkan pangeran ini untuk segera kembali ke kekaisaran kegelapan" ujarnya membuat semua bingung.
"Ada apa putraku" ujar permaisuri kegelapan.
"Tidak ada apa-apa ibunda, pangeran ini hanya ingin cepat pulang saja" ujar pangeran kedua.
"Baiklah tunggu sebentar" ujar kaisar kegelapan dengan memberikan hadiah untuk pangeran dan putri kaisar Yu yang sedang ulang tahun. Sedangkan milik Yuan sudah diberikan dari tadi.
Semua orang dari kaisar kegelapan dan malam yang datang, sama-sama memberikan hadiah untuk keduanya. Satu persatu dari mereka maju hingga semuanya sudah memberikan hadiah mereka.
Saat ini mereka semua berjalan dengan menaiki kuda dan kereta kuda untuk pulang ke istana kegelapan. Namun, pangeran kedua merasa kurang tenang sendiri, membuat yang lainnya bingung.
"Ada apa denganmu adikku, kenapa sepertinya dari tadi kau seperti memikirkan sesuatu" ujar kaisar malam yang di angguki kepala oleh semua orang yang mendengar perkataan kaisar makam.
"Tidak ada, aku hanya ingin cepat sampai di istana" ujar pangeran kedua membuat ibunya bertanya.
"Jika memang kau terburu-buru mungkin ayah dan ibu bisa membantumu. Tapi, ada apa sebenarnya, kenapa kau sangat ingin cepat sampai nak" ujar permaisuri kegelapan.
"Ibumu benar, ayah dan ibu bisa menggunakan kekuatan kami untuk memindahkan kita semua dengan bantuan kekuatan nenek dan kakekmu. Tapi, itu membuat nenekmu menjadi lemah makanya kami tidak menggunakan itu disaat terburu-buru" ujar kaisar kegelapan membuat pangeran kedua langsung membalikkan kuda yang dia dan adik perempuannya naiki ke arah kereta neneknya.
"Nenek apakah nenek ingin bertemu dengan cucu menantu nenek" tanya pangeran kedua.
"Tentu saja" ujar wanita tua.
"Ayah kalau begitu lakukan, pindahkan kita semua di aula utama untuk adanya sebuah pertemuan" ujar pangeran kedua.
"Baiklah, kalau begitu semuanya turun dari kuda dan kereta, agar kaisar ini bisa menuruti permintaan pangeran kalian" ujar kaisar kegelapan membuat semua yang mendengar ucapannya menurutinya. Lalu datanglah angin kencang dan membuat mereka menghilang lalu muncul di aula utama.
Pangeran kedua melihat ke sekeliling ruangan aula utama begitupun dengan lainnya.
"Kau benar-benar datang" ujar pangeran kedua kegelapan.
__ADS_1