
Kini hari yang ditunggu-tunggu telah tiba yaitu hari dimana para anak-anak kembali kepada orang tua mereka setelah dua tahun dan juga hari ini bertepatan dengan hari kelahiran penerus pertama dari kaisar Yu dan Wang.
Banyak para tamu undangan yang datang termasuk kaisar iblis dan kaisar skiran hitam lainya beserta beberapa anak buah kekaisaran merwka masing-masing dan juga ada ketua beserta para ketua bqik yang menjadi perwakilan atau tidak orang-orang bertudung dari sekte Angin yang waktu itu mencari Yuan.
Inilah saat yang ditunggu-tunggu dimana para putri dan pangeran diumkan oleh kasim telah datang. Pada saat melihat para penerusempat kekaisaran baik dari yang berumur lima tahun sampai ada yang berumur dua tahun yaitu keturunan dari kaisar Xiao dan Lin.
Namun hal yang sedikit menyedihkan harus dialami oleh permaisuri Wang karena dua anaknya tidak ada disana.
"Yu Yan sayang dimana kedua adikmu" tanya permaisuri Wang dengan suara sedikit serak menahan kesedihannya.
"Ibunda tenanglah mereka berdua baik-baik saja" ujar Yu Yan.
"Lalu dimana mereka" ujar permaisuri Wang.
"Mereka adalah permata jadi mereka tidak bisa pulang karena mereka harus dilatih oleh orang yang lebih hebat" ujar Yu Yan.
"Nak dua tahun ibu tidak berjumpa dengan kalian dan hari ini ibu harus menanggung rindu lagi" ujar permaisuri Wang sedih membuat beberapa wanita merasakan hal yang sama jika diposisi itu terutama untuk permaisuri Yu dan para wanita istana yang mengenal Yuan termasuk para keluarga Fang yang waktu itu di beli toko dan rumah oleh Yuan.
'Ada apa denganku kenapa aku merasa kosong saat Yuan tidak hadir' batin permaisuri Yu yang bisa dirasakan oleh sesepuh Zan.
'Cucuku apakah kau benar-benar tidak akan datang' batin sesepuh Zan.
'Apakah aku tidak bisa melihat cucu perempuanku yang sesungguhnya setelah hampir lima tahun bahkan saat kelahirannya aku tidak ada karena sedang sibuk' batin Sesepuh Ying sedih yang bisa dirasakan oleh sesepuh Zan.
'Bocah kau harus datang hari ini karena kau telah membuat dua wanita berharga dalam hidupmu sedih yaitu ibumu dan nenekmu' ujar batin sesepuh Zan.
"Ibu maaf aku tidak bisa menghentikannya" ujar Yu Yan sendu.
"Tidak apa-apa sayang" ujar permaisuri Wang sambil membelai rambut putrinya yang dilihat oleh semua orang bahwa permaisuri Wang pura-pura tegar dan tersenyum.
Setelah itu, terjadi keheningan yang cukup lama. Karena tidak ada satupun dari mereka yang ingin membuat pesta. Dikejutkan dengan suara tawa bocah laki-laki yang mengiang di udara.
"Jijie, geli, hahahaha ibunda tolong hahaha, ayahanda tolong. Hahaha jijie hentikan" ujar suara bocah laki-laki membuat beberapa orang saling pandang dan mencari sumber suara itu dari mana.
"Suara siapa itu kenapa aku merasa bahagia saat mendengar suaranya" ujar permaisuri Wang.
"Hahaha hentikan,,,,hentikan hahaha" tawa seorang gadis lainnya.
"Siapa lagi itu" ujar para kaisar dan permaisuri aliran putih kompak.
__ADS_1
"Suara pangeran Gui dan Dera" ujar semua yang dari akademi Naga Emas membuat semua orang terkejut.
"Sebenarnya ada berapa orang yang tidak hadir dari akademi kalian" tanya tiga ketua lainnya.
"Tiga orang yaitu Gui, Dera dan Yu,,," ujar ketua Nages dengan suara tawa sekaligus memohon.
"Hahaha guru besar/besal Nages hahaha tolong kami hahaha dari monster/monster yang mengerikan/mengelikan" ujar dua suara bersamaan.
"Nak dimana kalian" ujar permaisuri dan kaisar Wang bersamaan.
"Di atas pohon" ujar keduanya bersamaan pula.
"Pohon yang mana nak" ujar permaisuri Wang.
"Yeeee jijie Dela ralinya susah lepas" ujar suara bocah laki-laki.
"Benar sebaiknya kita kabur Gui" ujar suara perempuan.
"Benal mali" ujar suara bocah laki-laki.
"Ahhh tunggu ini jangan ketinggalan" ujar Dera.
"Benal" ujar suara bocah laki-laki.
Mereka terus berfokus pada wajah Dera hingga teriakan lembut namun tegas seseorang yang kelihatan sedang marah menggema.
"Wang Gui dan Dera kemana kalian membawa cadarku" ujar suara itu.
"Ahhh akhirnya dia datang" ujar ketua besar dan semua orang dari akademi Naga Emas.
"Siapa" tanya semua orang yang belum melihat Yuan.
"Yuan" ujar semua orang dari akademi Naga Emas.
Turunlah seseorang gadis dari pohon dengan baju berwarna putih berambut hitam panjang dengan wajah yang seputih salju membuat beberapa orang terpesona namun mereka harus dikagetkan dengan teriakannya.
"Wang Gui,,, Dera sebaiknya kalian katakan hukuman apa yang harus kuberikan untuk kalian karena telah mengambil cadar kesanganku" ujar ku sambil menggulung lengan bajuku sebagai tanda sedang kesal.
"Ampun jijie/ampun Yuan" ujar keduanya sedikit gemetar karena melihat bahwa Yuan sedang kesal.
__ADS_1
"Ampun" ujarku dengan memberikan mereka senyuman yang sedikit gimana gitu.
"Ohhhh tidak" ujar Lily, Mofan, dan Yu Yan bersamaan membuat semua orang kecuali Dera bingung termasuk Guipun bingung.
"Ada apa" tanya guru besar Nages.
"Kucing kecil yang manis yang sedang tertidur sepertinya sudah di paksa bangun" ujar ketiganya.
"Maksudnya" ujar guru besar Nages.
"Sebentar lagi anda akan melihatnya" ujar ketiganya kompak namun mereka harus dikagetkan dengan teriakan lembut Yuan.
"Mofan gege, Yu Yan jijie dan Lily apakah ada dari kalian yang ingin menggantikan mereka" ujar ku bertanya dengan tetap tidak mengalihkan pandanganku dari mereka berdua yaitu Gui dan Dera yang berada di belakang guru besar Nages.
"Hahaha tidak" ujar ketiganya cepat dengan cengengesan yang membuat semua orang semakin bingung bagaimana bisa tiga orang sekaligus takut pada Yuan.
"Lalu menggantikan Gui saja" tanyaku.
"Tidak" ujar ketiganya kompak dan cepat.
"Jijie dan gege kenapa rega sekali" ujar Gui.
"Aduh sayang bukannya tega kami juga sudah pernah merasakannya jadi kami tidak mau lagi" ujar Lily.
"Ya itu benar" ujar dua lainnya.
"Jadi Dera dan Wang Gui kalian ingin meminta perlindungan dari siapa hah" ujarku dengan menekan kata perlindungan.
"Jijie/Yuan maaf" ujar keduanya.
"Terlambat" ujar ku yang berjalan mendekati mereka membuat mereka semakin memeluk dari belakang guru besar Nages.
"Tunggu Yuan" ujar Mofan menghentikan langkah Yuan membuat Yu Yan dan Lily menoleh kasian kearahnya.
"Ada apa kenapa menatapku begitu" tanyanya.
"Mofan gege" panggilku sambil berjalan ke arahnya membuat dia tersadar bahwa dia telah memotong kesenanganku.
"Ohhhh tidak tunggun dulu dengarkan penjelasanku dan jangan kemari" ujarnya ketakutan dan bersembunyi dibelakang dua harus lainnya yang mengenal Yuan.
__ADS_1
"Apa" ujarku berhenti dengan mengatur nafasku.
"Gui masih kecil bukan, kami semua tidak tau masalah fatal apa yang sudah mereka lakukan. Jika memang harus dihukum kenapa harus bertanya dari kami yang tidak bersalah kenapa tidak kau dabelkan saja hukumannya kearah Dera" ujarnya yang secara otomatis membuat senyuman mengerikan muncul dari bibirku.