The Switched Daughter

The Switched Daughter
Jurus pedang modern


__ADS_3

Semua orang menjadi terdiam karena ucapan dan nada bentakan dari Yuan memanggil sesepuh Zan. Setelah cukup lama mereka diam dalam keheningan akhirnya Yuan mengangkat suaranya.


" Jika tidak ada hal yang ingin dibicarakan lagi maka aku akan pergi karena aku hanya meminta izin pada guruku hanya sebentar" ujarku.


"Tidak" ujar beberapa anak-anak dari akademi Naga Emas yang umurnya dibawahku dengan membentakku.


"Alamak ada apa dengan kalian" ujarku terkejut.


"Ahhhh maaf jijie, itu karena hari ini adalah hari ulang tahunmu izinkan kami memberikan hadiah untukmu" ujar seorang bocah.


"Ahhhh begitukah" ujarku.


"Ya" ujarnya.


"Baiklah mana hadiah ku" ujarku sambil membelai rambutnya.


"Ahhhh iya" ujarnya.


"ibunda permaisuri Yu dan ibu tercantikku di seluruh dunia permaisuri Wang. Bisakah aku duduk di tengah-tengah kalian?" ujarku.


"Tapi sayang kursinya tidak muat" ujar permaisuri Wang.


"Mmmmm baiklah sesepuh Ying gendong aku di pangkuanmu. Karena aku sedang marah dengan ibuku mereka tidak mengizinkan aku duduk diantara mereka. Aku ingin mengadu pada nenekku. Tapi, baik dari pihak ayahku atau ibuku mereka sudah tiada jadi aku mengadu padamu. Maaf pangeran Yu dan putri Yu" ujarku sambil mengedipkan mataku lalu memejamkan mataku saat sesepuh Ying mendudukkanku di pangkuannya dan sesepuh Zan membelai rambutku.


'Kau benar-benar bijak seperti kaisar Yu' batin sesepuh Zan.


'Dia ayah kandungku tentu secara logika aku akan sama seperti ayah dan ibuku' batinku membalas batinnya membuat dia terkejut.


"Kau bisa mendengar suara batinku" ujar sesepuh Zan keceplosan sambil menunjuk kearah Yuan membuat sebagian orang terkejut.


"Kenapa kau berteriak-teriak dia sepertinya sudah tertidur" ujar sesepuh Ying.


"Tidak mungkin" ujar sesepuh Zan.


"Maaf kakek Zan sebaiknya kakek membialkan/ memberikan jijie/Yuan tidur kalena/karena dia kurang tidul/tidur" ujar Gui dan Dera kompak.


"Benarkah" ujar sesepuh Zan.


"Ya" ujar keduanya kembali kompak.


"Sebaiknya kalian semua diam, karena dia tidak suka ketika tidur ada suara" ujar Dera dan dia juga mencari tempat yang nyaman untuk tidur.


Semua orang hanya memperhatikan Yuan dan Dera tidur. Ternyata bukan hanya mereka berdua melainkan ketiganya bersama Gui juga tidur di pangkuan kaisar Wang.


"Sepertinya mereka sangat lelah" ujar Mofan.


"Kau benar entah latihan yang bagaimana yang mereka alami" ujar Mong Jun.


"Baiklah agar tidak terbuang waktu Yuan terlalu lama. Sebaiknya, bila kalian ingin memberikan hadiah silahkan letakkan di satu tempat agar nanti saat dia bangun hadiah untuknya sudah ada di satu tempat" ujar Yu Yan.


Setelah mendengar hal yang dikatakan Yu Yan semua orang satu persatu menaruh hadiah mereka di satu tempat. Awalnya dari satu hingga terakhir hampir lima ratus hadiah untuknya.


"Aku sangat iri padanya" ujar Mong Jun.

__ADS_1


"Kenapa" ujar Mofan.


"Lihatlah bahkan para rakyat juga memberikan hadiah untuknya dan entah bagaimana reaksinya ketika melihat setumpukan besar hadiah ada di depannya dengan jarak tiga meter" ujar Mong Jun.


Tepat setelah melewati empat puluh enam menit ketiga orang yang tadinya tertidur bangun dari tidur indah mereka dan merenggangkan ototnya secara bersamaan.


"Ini, bagaimana bisa mereka bangun di waktu bersamaan dan mere,,," ujar Mofan terkejut.


"Waaaaaa" teriak Yuan yang terkejut melihat tumpukan hadiah di depannya.


"Ada apa" ujar Dera bingung. Namun, tidak ada jawaban dari Yuan melainkan hanya menunjuknya dengan jari telunjuknya kearah tumpukan hadiah di depannya.


"Hadiahnya siapa" tanya Dera.


"Milik Yuan" ujar sesepuh Ying.


"Milik aku" ujarku menunjuk diri sendiri.


"Ya milikmu" ujar sesepuh Zan.


"Semuanya" ujarku.


"Ya semuanya milikmu" ujar sesepuh Ying.


"Dari siapa saja" tanyaku.


"Dari para prajurit, dayang, teman akademimu dan dari para rakyat" ujar sesepuh Mao.


"Hanya dari empat golongan lalu dari para kaisar dan permaisuri belumkah" tanyaku.


"Apa-apaan ini memangnya aku nikahan sampai harus mendapatkan banyak kado seperti ini dan berapa jumlah hadiah semuanya bahkan aku mau lewat pun tidak bisa" tanyaku.


"Kira-kira ada empat ratus tujuhpuluh delapan hadiah" ujar kasim penghitung hadiah.


"Apa ohhhh tidak Dera aku akan pingsan" ujarku dengan pura-pura jatuh yang membuat semua orang tertawa.


"Akupun" ujar Dera ikut-ikutan pura-pura jatuh.


"Baiklah lupakan kejadian tadi dan ngomong-ngomong paman prajurit tolong pinjamkan kami dua pedang" ujarku membuat Derapun setuju.


"Ya paman" ujar Dera.


"Ini tuan putri Yuan" ujar seorang prajurit.


"Terima kasih paman" ujarku dan Dera kompak.


Setelah itu kami sling pandang dan memunculkan senyuman aneh di bibir kami masing-masing.


"Aku merindukan saat-saat seperti ini" ujar Dera.


"Hahaha aku berharap kau tidak kalah" ujarku.


"Tidak akan" ujarnya.

__ADS_1


"Benarkah" tanyaku.


"Tentu saja" ujarnya.


"Apakah kau sudah siap" ujarku.


"Tentu saja dan kuharap kau tidak akan pergi ke arah permaisuri" ujar Dera.


"Ohhhhh akukah yang akan ke tempat permaisuri. Bukankah sebaliknya?" ujarku.


"Tidak" ujarnya dan memulai menyerang ku.


"Curang" ujar semua orang.


Yuan dan Dera saling bertukar jurus yang belum pernah ada di kekaisaran. Karena mereka memakai jurus pedang dari dunia modern membuat dua orang terkejut yaitu kaisar iblis dan pangeran kedua dari kekaisaran kegelapan.


"Jurus ini" ujar kaisar iblis.


"Ada apa yang mulia" ujar menterinya.


"Jurus ini adalah jurus yang membuat aku kalah dan tidak disangka ternyata dua orang bisa menguasainya aku pikir hanya ada satu" ujar kaisar iblis.


Sedangkan di barisan kekaisaran kegelapan pangeran kedua berpikir yang lain bahwa 'bagaimana bisa mereka menggunakan jurus pedang di dunia modern' batin pangeran kedua membuat Yuan yang mendengarnya malah tidak fokus dan membuat pedangnya menghilang dari tangannya.


"Yuan aku tidak tau apa yang terjadi denganmu tapi ini tidak seperti biasanya" ujarnya.


'Apa maksudmu jurus pedang dunia modern' batinku untuk pangeran kedua.


'Aku memiliki beberapa rahasia yang belum kuceritakan pada siapapun' balasnya.


'Aku berasal dari dunia modern' batinku masih dengan menahan pedang Dera dengan tangan kosongku.


'Benarkah' tanyanya melalui telepati batin.


'Ya dan Dera juga iya' balasku.


'Ohhhh aku memiliki kawan ternyata' balasnya.


"Ayah bolehkah aku mengganti pakaianku, ini menghambat pergerakanku" ujarku bertanya dengan masih melawan pedangnya Dera.


"Tentu saja boleh sayang" ujar kaisar Wang.


'Green tolong keluarkan cahaya hijaumu agar cahaya emasku tertutupi' batinku.


'Baik' balasnya.


Setelah itu keluarlah cahaya hijau yang sangat pekat mengelilingi aku dan Dera yang cahaya itu sebenarnya untuk menutupi cahaya emasku. Setelah ada sekitar lima detik kedua cahaya itu menghilang digantikan dengan penampilan kami yang serba hitam membuat mereka semua terkejut.



Dera yang melihat perubahan pada pakaian kami membuat dia lengah dan lada saat itulah kesempatanku membalikkan pedangnya mengarah pada lehernya dan menangkap tangannya agar dia tidak bisa bergerak. Tapi tiba-tiba datanglah seseorang yang tidak kami kenal siapa memegang tangan kami berdua dan membawa kami pergi.


"Yuan, Dera" ujar semua orang dari akademi naga emas panik.

__ADS_1


"Sudah kuduga hal ini akan terjadi. Tenanglah tidak perlu khawatir orang itu hanya ingin berbicara dengan mereka berdua dan aku yang akan menjemput mereka" ujar sesepuh Zan lalu menghilang.


__ADS_2