
Semua orang baik dari kekaisaran iblis dan bulan, tetap setia menunggu Yuan bangun. Waktu telah berlalu selama lima jam, namun Yuan belum juga bangun. Hari sudah malam dan waktu menunjukkan kira-kira jam delapan malam. Jadi, Dragon dan binatang spirit lainnya memutuskan untuk membawa Yuan dan lainnya kembali ke kekaisaran bulan mereka. Namun, mereka di hentikan oleh putri kaisar yang tadi berlutut di depan Yuan, yaitu dengan cara memegang atau lebih tepatnya memeluk kaki kanan Yuan yang sedang berada di punggu Dragon.
"Ada apa?" tanya Dragon saat merasakan bahwa langkahnya Dragon terhenti, karena tubuh Yuan yang ditahan seseorang.
"Kalian mau kemana?" tanya putri kaisar iblis.
"Pulang,,,,, karena ini sudah malam dan sepertinya dia merasa kelelahan atau apa kita tidak tau, yang jelas ini sudah malam" jawab Dragon.
"Aku ingin ikut kalian sebagai jaminan, karena kita semua tidak tau kapan dia akan bangun bukan. Jadi, aku akan ikut kalian, jadi ketika dia bangun aku akan menyuruhnya untuk menyembuhkan ayah ku" ujar putri kaisar iblis.
"Terserah lah. Antarkan kami semua ke kekaisaran bulan" ujar Dragon, lalu datanglah cahaya putih menyelimuti tubuh pasukan black rose dan putri kaisar iblis. Setelah itu mereka semua yang di selimuti menghilang tiba-tiba membuat yang lainnya di kekaisaran iblis bingung.
"Bukankah tadi mereka mengatakan kekaisaran bulan. Jadi, apakah mereka dari kekaisaran bulan yang sekarang-sekarang ini sedang terkenal?" tanya jenderal kaisar iblis.
"Mungkin saja benar. Ta,,," jawab kaisar iblis terhenti karena tiba-tiba ada sebuah pedang emas yang terbang di tengah-tengah mereka semua.
"Pedang ini bukankah pedang yang di jantung ayah tadi?" tanya putranya kaisar iblis.
"Itu benar" jawab kaisar iblis.
"Lalu kenapa pedang ini masih ada, bukankah tadi pedangnya sudah di keluarkan dari jantung ayah?" tanya anaknya lagi.
"Tidak tau" jawab kaisar iblis.
"Yang mulia awas" ujar para jenderal sambil melindungi kaisar iblis dari pedang emas yang ingin mengarah ke arah kaisar iblis.
"Biarkan saja, karena mungkin dia hanya menanamkan pedang itu agar ketika aku sembuh nanti aku tidak berperang lagi dengan para kaisar aliran putih. Jadi, biarkan saja" perintah kaisar iblis.
"Yang mulia, bagaimana mungkin anda bisa berperang jika kondisi anda saja begini?" tanya menterinya sambil bergeser ke samping, yang tadinya dia berdiri di depan kaisar iblis untuk melindungi dirinya dari pedang emas itu.
"Entahlah" jawab kaisar.
Saat pedang emas itu memasuki jantung kaisar iblis, terjadilah perubahan pada tubuhnya. Tubuhnya yang awalnya sangat menyedihkan karena kedua tangannya dan pinggangnya yang patah, dan seluruh punggungnya sakit karena ulah Yuan kembali pulih seperti tidak terjadi apapun pada tubuh kaisar iblis.
"Ini, bagaimana mungkin" teriak semua orang karena terkejut saat melihat perubahan kaisar mereka yang kembali seperti semula.
" Luar biasa" ujar kaisar iblis.
"Yang mulia, lalu bagaimana dengan tuan putri. Apakah kita harus menjemputnya pulang?" tanya salah satu jenderalnya.
__ADS_1
"Tidak perlu, biarkan saja dia di sana karena sepertinya mereka adalah orang-orang yang baik dan juga jika memang putriku ingin kembali. Maka saat anak itu bangun, dia pasti akan di pulangkan kemari. Tapi, jika dia tidak kembali, maka itu pilihannya sendiri" jawab kaisar iblis.
"Baiklah yang mulia" jawab semuanya kompak.
*****
Di kekaisaran bulan, semua orang telah pergi ke rumah masing-masing untuk istirahat. Begitupun dengan putri kaisar iblis yang tidur di salah satu pavilium untuk tamu. Yuan tertidur dengan pulasnya hingga tidak menyadari sedikit pun pergerakan dari luar. Biasanya Yuan adalah orang yang paling sensitif dengan suara-suara atau pergerakan-pergerakan dari luar. Namun, kali ini dia tidak terganggu sama sekali. Keesokan harinya semua orang di kekaisaran bulan, telah bangun dan melakukan rutinitas seperti biasanya yaitu berlatih di pagi hari sekali yaitu sekitar jam lima pagi. Hal itu membuat putri kaisar iblis yang juga bangun karena mendengar banyak sekali suara kaki berjalan sepagi ini merasa bingung. Dia lebih di buat bingung lagi, saat dia melihat semua orang telah berkumpul dan berlatih di lapangan latihan.
"Maaf. Tapi, kenapa pelatihan yang kalian lakukan sangat berat kali sepertinya?" tanya nya yang melihat ada tiga lapangan untuk latihan yang di gunakan untuk usia yang berbeda-beda dan pelatihan yang berbeda-beda.
"Beginilah kami tuan putri. Karena itulah kami semua menjadi tidak mudah lelah dan tidak mudah jatuh pingsan saat ayahmu mengeluar kan aura nya di kekaisaran mu tadi" jawab Ming Yayan.
"Benarkah. Memangnya latihan apa ini?" tanyanya.
"Latihan mengatur nafas dan kesabaran" jawab ku yang tiba-tiba datang di belakangnya.
"Ahhhh" teriaknya.
"Sejak kapan kau di sana?" tanya nya.
"Barusan" jawab ku, lalu mengibaskan tanganku membuat dirinya terdorong ke lapangan untuk anak-anak.
"Ini kekaisaran ku bukan kekaisaran dimana kau lahir. Ini daerah ku, jadi kau harus mengikuti peraturan diri ku. Jadi, sebelum kau pulang ke kekaisaran mu, maka aku ingin menguji kekuatan milikmu. Jika kau berani, maka berlarilah dengan membawa satu potongan kayu itu. Jika kau berhasil melakukannya maka kau hebat, karena belum ada dari mereka yang berhasil di percobaan pertama. Jadi, apakah kau berani?" tanya ku kepadanya.
"Kenapa aku tidak berani" jawabnya sambil berusaha membawa potongan kayu itu. Namun, baru satu menit dia berusaha membawanya, semua orang yang tadinya berfokus pada dirinya kembali melakukan latihan mereka masing-masing.
"Apa aku selemah itu?" tanya nya pada dirinya sendiri, saat dia melihat semua orang kembali fokus pada latihan masing-masing. Bahkan Yuan pun sudah tidak ada di sana lagi.
"Kau tidak selemah itu kawan, percayalah" jawab Dera yang tiba-tiba datang bersama Ying Wie, Ming Yayan dan Nana.
"Apakah kau kesal?" tanya Nana.
"Tidak tau" jawabnya.
"Apa maksudmu?" tanya keempatnya kompak.
"Aku merasakan kesal, sakit, sedih dan kalah bersamaan. Tapi, aku ingin kesal pada siapa akupun tidak tahu" jawabnya.
"Hahaha awal yang bagus" ujar Dera membuat yang lainnya bingung dan melihat ke arahnya.
__ADS_1
"Hahhaha maaf, apakah kalian ingin mendengar ceritaku saat aku dan Yuan pertama kali bertemu di kehidupan yang lalu?" tanya Dera kepada yang lainnya.
"Kehidupan yang lalu" bingung tiga orang lainnya kecuali Nana.
"Ya kami juga berteman di kehidupan lalu dan juga di kehidupan sekarang. Aku tidak tau bagaimana dan kenapa, yang jelas kehidupan kami berdua di dunia ini bukanlah kehidupan kami yang pertama. Melainkan yang kedua" ujar Dera.
"Benarkah ada hal semacam itu di dunia ini?" tanya Yayan.
"Itu benar" jawab Dera.
"Baiklah, ceritalah kalau begitu" semangat ketiganya selain Nana.
"Baiklah,,,. Saat itu umur diriku dan dia beda hanya lima bulan. Aku berada di jalanan pada saat umur ku tujuh tahun dan itu adalah pertemuan pertama kami. Saat itu aku adalah seorang pengemis jalanan yang meminta-minta dan mengharapkan belas kasihan dari semua orang. Banyak dari mereka yang menghina ku dan mengolok-olok diriku sebagai seorang pengemis jalanan. Diantara semua orang yang telah aku temui sejak aku mengemis dari umur ku enam tahun, hanya ada satu orang yang sangat susah untuk di mengerti. Di saat semua orang mengolok-olok diriku sebagai seorang pengemis, dia justru datang dan mengatakan mengagumi diriku. Dia datang dengan penampilan pakaian yang menurutku bahwa dirinya sepertinya dari keluarga yang terhormat. Dia datang dengan melepaskan tas sekolahnya, lalu dia mengemis ke sana kemari. Namun, tidak ada yang mau memberikannya karena penampilannya yang seperti orang berada mungkin. Setelah dua jam dia kesana kemari, dia tidak mendapatkan sedikitpun uang, lalu dia kembali ke arah tasnya yang di samping diriku. Di saat dirinya tidak mendapatkan apapun, saat dia melihat bahwa diriku sudah mendapatkan uang, sekitar satu koin perak di zaman ini. Dia mengambilnya dan membawanya pergi. Jika kalian di posisiku apa yang kalian pikirkan dan rasakan?" tanya Dera di akhir ceritanya.
"Tentu saja aku pasti marah dong" jawab putri kaisar iblis.
"Apakah menurut kalian apa yang dia lakukan itu salah?" tanya Dera.
"Tentu saja sangat salah" jawab keempatnya kompak.
"Kalian lah yang salah" jawab Dera.
"Apa?" terkejut keempatnya kompak.
"Bukan itu yang kurasakan pertama kali" jawab Dera.
"Lalu, apa yang saat itu kau rasakan?" tanya Ying Wie.
"Aku bukannya merasa marah melainkan merasa kasihan kepadanya karena setelah dua jam dia mengemis, tapi dia tidak mendapatkan apapun. Namun, semuanya berubah saat dia menggunakan uangku itu untuk membeli sebuah alat musik yang di kehidupanku di sebut dengan nama harmonika. Dia sangat pandai memainkan harmonika, dia memainkannya sambil berjalan ke arahku dan sudah banyak orang yang mengikutinya di belakangnya. Awalnya aku bingung, tapi lama kelamaan aku baru mengerti bahwa saat dia mengambil uangku itu adalah untuk membeli harmonika. Setelah musiknya di hentikan saat dia di depanku, semua orang memberiku uang karena musiknya. Satu hal yang hari itu membuat aku terharu dan senang yaitu saat dia mengatakan bahwa hidupku sangat bebas karena aku bisa hidup sesuai keinginanku. Dia mengatakan bahwa dia terlahir dari keluarga kaya yang kehidupannya hanya di hidupi oleh orang-orang yang munafik karena mendekatinya hanya karena harta bendanya. Sejak pertemuan itu, kami berdua semakin dekat. Saat pagi hari dia sekolah dan aku bernyanyi di jalanan dengan harmonikanya, lalu saat siang harinya saat dia pulang dari sekolah dia mengajarkan aku pelajaran sekolah dengan bernada harmonikanya. Hal itu membuat anak-anak yang lainnya di sana juga menyukai irama harmonikanya yang berisi pelajaran sekolah. Bertahun-tahun telah berlalu setelah itu, kami mengumpulkan uang dari hasil kerja keras kami selama mengamen. Tepat pada umur kami lima belas tahun, kami berencana membuat sebuah tempat yang berisi barang-barang yang hanya akan di beli oleh orang-orang hebat. Tapi, baru seminggu usaha kami berjalan, kami sudah di fitnah dan usaha kami di tutup oleh pihak berwenang. Saat itu, uang kami hasil mengamen selama delapan tahun sudah hampir habis dan aku marah padanya. Tapi, aku ingat sekali kata-katanya yang mengatakan jika kau ingin sukses maka berjuanglah. Jika kau ingin menang maka kalahlah dulu. Jika kau ingin di hormati semua orang maka hormatilah orang lain terlebih dulu. Dia juga mengatakan untuk apa kau membuka usaha jika hanya dengan sekali kekalahan kau langsung menyerah. Dia juga mengatakan jika aku malu di depan dunia gara-gara tuduhan yang di berikan kepada usaha kami, lalu menutupnya. Maka merekalah yang menang, mereka yang menuduh kami, ingin melihat kami bersedih dan itu terwujud jika kami tidak membuka usaha itu lagi. Awalnya aku masih ragu, tapi dia meyakinkan aku bukan seperti seseorang yang menyarankan ku dengan kelembutan" cerita Dera terhenti.
"Ahhh kenangan itu hanya bisa ku ingat" sambungnya sambil menghela nafasnya.
"Kenangan apa?" tanya empat orang lainnya.
"Hari di saat aku masih ragu, dia membawaku ke sebuah tempat yang berisi orang-orang hebat di matanya, tapi dimata dunia tidak" jawab Dera.
"Tempat apa itu?" tanya empat lainnya.
"Tempat yang didalamnya berisi orang-orang buta, bisu, lumpuh dan tuli. Dia bertanya apa yang ku pikirkan saat datang kesana. Lalu, aku mengatakan bahwa aku merasa simpati. Dia menjawab bahwa yang mereka butuhkan bukanlah simpati dari orang-orang. Melainkan sikap dan pemikiran positif dari sekitarnya. Awalnya aku bingung, tapi tepat pada saat aku kebingungan, tiba-tiba datang satu keluarga yang meninggalkan salah satu anggota keluarganya yang sepertinya adalah anak mereka di tempat itu. Saat keluarganya meninggalkan dirinya di sana, dia begitu histeris dengan gerakan yang terbatas dan cara berbicara yang tidak jelas karena dia lumpuh dan bisu, dia berusaha untuk mengejar mereka sampai dia jatuh dari kursi rodanya. Namun, keluarganya tidak mau kembali. Semua pengurus yang di sana berusaha untuk menenangkannya, tapi dia tetap tidak mau tenang dan bahkan tidak mau makan. Saat mereka memberi makan dirinya, maka dia akan menepisnya hingga tumpah ke lantai. Para pengurus telah mengurus anak itu dengan kelembutan, tapi dia tetap tidak mau makan. Jadi, dua hari selama dia di tinggalkan di sana oleh keluarganya dia tidak mau makan. Maka saat itulah Yuan turun tangan dengan menurunkannya dari kursi roda dan menjauhkan kursi roda itu dari anak itu saat dia kembali menepis makanan yang mau di suapi untuknya. Hal yang di lakukan Yuan itu membuat yang lainnya bingung terutama diriku. Dia juga semakin menangis histeris saat hal itu terjadi. Namun, semua pemikiran kami berubah saat Yuan mengatakan bahwa jika dia tidak makan maka dia akan tiada. Jika dia tiada bukankah keluarganya akan semakin senang. Karena jika mereka peduli padanya, maka mereka akan merawatnya bukan meninggalkan dirinya di sana dan Yuan juga mengatakan bahwa dia harus menunjukkan bakatnya apa. Yuan ingin agar dia mengguncangkan seluruh dunia dengan bakatnya, meskipun fisik dirinya tidak sempurna. Karena semua orang sama di mata tuhan. Jadi, percuma saja jika kita ingin berke,,,,,auhhhhh sakit-sakit-sakit-sakit tau" cerita Dera terpotong karena seseorang memegang kepalanya.
__ADS_1